TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
GHEA PAWANGNYA


__ADS_3

"Pa.. belenang." Ajak Zayn dipagi hari.


"Papa masih ngantuk Zayn.. satu jam lagi ya." Bujuk Fadhil. Dirinya merasa ngantuk sekali karna semalam berkali-kali menggempur Ghea hingga mereka baru tertidur pukul dua dini hari dan jam lima harus kembali bangun untuk menunaikan kewajiban sholat subuh.


"No Papa.. Ayo belenang."


Zayn terus memaksa Fadhil sambil menarik tangan Fadhil.


"Berenang sama Om Fariz aja mau gak?" Tanya Fadhil.


"Om Aiz nya mana?"


"Sebentar Papa Telpon." Fadhil meraih ponselnya lalu mendial nomer ponsel Fariz.


"Halo Pak."


^^^"Riz, kamu ada rencana berenang gak sekarang?"^^^


"Iya Pak, ini lagi siap-siap mau kesana, ada apa Pak?"


^^^"Titip Zayn sebentar boleh? Zayn mau berenang, saya masih ngantuk, Ghea abis subuh juga tidur lagi."^^^


Fariz menahan tawanya, ia tau apa yang terjadi pada kedua orang tua Zayn semalam tadi.


^^^"Halo Riz, kamu masih disana?"^^^


"Eh iya Pak, boleh Pak, nanti saya kekamar Bapak jemput Zayn."


Fadhil mematikan poselnya. membantu Zayn bersiap dan menyiapkan keperluannya.


"Jangan nakal sama Om Fariz dan Onty Stevi ya." Ucap Fadhil pada Zayn.


"Iya Pa.." Jawab Zayn.


Tok..Tokk..Tokkk


Fariz mengetuk pintu kamar Fadhil dan Fadhil membukanya.


"Om Aizzz.." Seru Zayn sambil berlari kearah Fariz dan Fariz menggendongnya.


"Mau berenang ya?" tanya Fariz pada Zayn.


"Iya, belenang sama Om Aiz dan Onty Vivi."


"Baiklah jagoan.. lets go.." Seru Fariz bersemangat.


"Nitip ya Riz satu jam lagi saya menyusul." Ucap Fadhil.


"Satu jam cukup Pak? nanti gak puas?" Ledek Fariz.


"Memangnya kamu pikir saya mau ngapain? saya mau tidur." Ketus Fadhil.


"Maksud saya juga gitu Pak, nanti tidurnya gak puas." Jawab Fariz yang kemudian mendapat cubitan dari Stevi.


"Maaf Pak.. Bercanda.. Mari pak saya duluan." Fariz melesat pergi dengan menggendong Fariz dan menggandeng tangan Stevi.


Fadhil langsung menutup pintu dan segera tertidur sambil memeluk Ghea.


"Kamu ini Riz, gitu-gitu kan Pak Fadhil dosenku dikampus." kesal Stevi.


Fariz tertawa, "Pak Fadhil sekarang itu adik ipar aku, walaupun umurnya lebih tua dari aku Stev.."


"Ya tapi tetep aja Riz, dia kalo ngomong tuh serius ga ada bercandanya, kayaknya jinaknya cuma sama Ghea doang."


"Koq kita kesini sih Om Aiz?" Tanya Zayn saat memasuki restoran Hotel.


"Sebelum berenang, kita isi perut dulu, biar gak masuk angin, Zayn laper tidak?" Tanya Fariz lembut.


Zayn mengangguk, "Zayn mau makan sereal ya Onty." Ucap Zayn pada Stevi.


"Siap anak manis, biar Onty ambilkan serealnya ya."


"Stev, biar aku aja, kamu jaga Zayn."


Stevi mengangguk patuh kemudian duduk bersama Zayn.


Zayn dengan lahap memakan serealnya hingga habis tak tersisa.


"Zayn mau apa lagi?" Tanya Stevi.


"No Onty, Zayn udah kenyang."

__ADS_1


"Baiklah, kalo begitu tunggu om Fariz selesai makan lalu kita berenang ya."


"Iya Onty Vivi." Zayn mencium pipi Stevi dengan gemash.


Stevi tersenyum. "Nanti anak kita selucu Zayn ya Riz."


"Iya, namanya anak-anak pasti lucu Stev." Jawabnya sambil mengelus perut Stevi yang masih rata.


***


Dikamar pengantin baru, Sepasang suami istri itu masih terlelap dibawah selimut dengan tubuh yang masih sama-sama polos. Tangan Tristan memeluk Jessi dengan possesive nya, entah mereka tidur jam berapa, yang jelas mereka berkali-kali melakukan kegiatan panas suami-istri itu.


Jessi perlahan mengerjapkan matanya, ia merasakan perih dibagian intinya, Tristan semalam bagai hilang kendali, tanpa ampun menggempur Jessi terus-terusan.


Jessi mencoba mengalihkan Tangan Tristan, namun pergerakannya membuat Tristan sedikit menyadarinya. "Mau kemana Bee.." Suara berat Tristan khas bangun tidur.


"Kekamar mandi Bang, mau pipis."


"Ikuutt." Ucapnya manja sambil menenggelamkan wajahnya diceruk leher Jessi.


"Ishh manjanya lebih-lebih dari Zayn deh." Jessi tertawa melihat sisi lain Tristan.


Tristan meremas salah satu gunung kembar Jessi.


"Awsshh... Abang!!" Pekik Jessi.


"Siapa suruh ngetawain aku."


"Lagian manja banget, tibang kekamar mandi, Ayo bangun Bang, aku lapar."


"Mandi plus plus ya, kan semalam cuma mandi aja."


"Bang masih perih tau.."


"Tapi kalo udha dimasukin enak Bee, gak perih lagi.. Ya pleasee.."


Jessi tersenyum. "Gendong tapinya."


Tristan tertawa lalu mencubit hidung Jessi. "Kamu yang jelas-jelas manja." kemudian mengecup sekilas hidung yang tadi Tristan cubit.


"Biarin.. Manja sama suami sendiri ini, bukan sama suami orang."


"Sebelumnya gak manja begini?" Tanya Tristan sambil menaikan satu halisnya.


Tristan yang awalnya hanya merasa bersalah kini benar-benar mencintai Jessi, Tristan yang tidak menyukai sifat mandiri Jessi kini setelah menikah dan mengetahui sisi lain Jessi yang ternyata begitu manja padanya malah semakin membuat Tristan menjadi semakin mencintai Jessi.


"Ayo Bang, mau mandi gak? aku lapar nih." Ucap Jessi sambil merentangkan kedua tangannya tanda minta digendong.


Tristan tersenyum, ia segera membuka selimut yang menutupi tubuh polos mereka dan segera menggendong Jessi ala bridal, tangan Jessi melingkar sempurna dileher Tristan dan Jessi menghujani Wajah Tristan dengan kecupan kecupan ringan.


"Sini aku bantu bersihkan." Ucap Tristan saat melihat Jessi tengah membersihkan bagian intinya, dengan segera berlutut diddepan Jessi.


Tristan dengan telaten membersihkan bagian inti Jessi dan mencuri kesempatan memberikan sentuhan sentuhan nakal dibagian inti itu.


Tangan Jessi mencengkram kedua bahu Tristan.


"Bang udah dong.. Seneng banget nyiksa orang."


Tristan tertawa melihat ekspresi wajah Jessi yang gampang sekali ter*ngs*ng.


"Baru dibersihkan tapi kamu udh basah lagi Bee." Goda Tristan.


"Abang..!!" Pekik Jessi.


Tanpa banyak bicara Tristan kembali memulai aksinya, menciumi bagain inti Jessi, memainkannya dengan lidah, mengec*p bahkan memberi tanda merah disekitaran p*ha mulusnya.


Tristan sangat menyukai ekspresi wajah Jessi.


***


"Lah lo baru keluar juga Ghe?" Tanya Tristan saat baru keluar dari kamar hotelnya bersamaan dengan Ghea dan fadhil yang baru keluar juga dari kamar hotelnya.


"Iya, gue tadi abis sholat subuh ketiduran lagi." Jawab Ghea.


"Zayn mana?" Tanya Jessi.


"Diambil sama Fariz, berenang kayanya."


Tristan mengangguk.


Fadhil merangkul pundak Ghea, sementara tangan kanan Ghea merangkul pinggang Fadhil.

__ADS_1


Sementara Tristan dan Jessi berjalan bergandengan tangan dibelakang Fadhil dan Ghea.


"Pak Fadhil sweetnya cuma sama Ghea aja ya." Bisik Jessi pada Tristan.


"Ya kan Ghea pawangnya pak Fadhil, Bee." Jawab tristan dengan berbisik juga.


"Bucin banget sama Ghea."


"Ghea juga bucin sama Pak Fadhil."


Pasangan suami istri itu terus saja saling berbisik.


***


"Mamaaa.." Seru Zayn yang masih berada didalam restoran hotel.


"Lho gak jadi berenang?" Tanya Ghea.


"Om Aiz makanya lama." Jawab Zayn.


"Zayn udah makan?" Tanya Tristan.


"Udah Om Titan, Zayn disuapin sama onty Vivi."


"Udah siap banget kayaknya punya anak." Ledek Tristan pada Fariz dan Stevi.


"Siap lah, berani nikah tandanya siap punya anak juga." Jawab Fariz santai.


"Iya deh iya.. mudah-mudah sehat ya sampai lahiran." Doa tulus Tristan yang diAminin oleh smuanya.


"Mudah-mudah Jessi juga segera menyusul." Ucap Ghea dengan senyumnya dan masih diAminin oleh semuanya.


Fadhil dengan telaten menyuapi Ghea karna Ghea sibuk memangku Zayn yang sedang asik meminum susu dari dotnya.


"Bener-bener takluk kalo sama pawangnya." Bisik Fariz pada Stevi.


Stevi langsung mencubit paha Fariz. "Itu namanya romantis."


"Pak Fadhil romatis ya Bang." Bisik Jessi.


"Romantis ke pawangnya doang, Bee." jawab Tristan.


"Ikutin dong Bang."


"Setiap orang punya cara sendiri memperlakukan pasangannya, Bee."


"Kalian bisik-bisik apa sih?" Tanya Ghea.


"Eh engga Ghe." Jawab Stevi gugup.


"Ngomongin gue ya?" Tanya Ghea lagi.


"Dih pede banget sih Mamanya Zayn. Ngapain juga ngomongin lo didepan lo." Sahut Tristan.


"Ghea sensi amat, lagi PMS ya Ghe?" Ledek Jessi.


"Engga, gue gak lagi PMS."


"Apa Zayn mau punya adik, makanya lo jadi sensi gitu." Sahut Fariz.


"Masa iya langsung jadi, baru gue program hamil lagi."


"Seriusan Zayn mau dikasih adik Ghe?" Tanya Tristan.


Ghea mengangguk tanda mengiyakan.


"Zayn masih kecil Ghe." Ucap Jessi.


"Justru biar ada temennya Jess."


"Emang abis lulus lo gak niat kerja?" Tanya Fariz mendalam.


"Engga, abis lulus gue mau fokus sama keluarga kecil gue aja."


Fadhil tak berhenti mengulas senyum, ia senang sekali tanpa dimintapun Ghea berinisiatif memutuskan untuk tidak bekerja dan memilih menjadi ibu rumah tangga.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2