TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
DUA GARIS


__ADS_3

"Hari ini langsung pulang Ghe?" Tanya Fariz.


"Gue mau mampir kerumah Mama Miranti dulu, lo balik juga apa gimana?"


"Gue mau kerumah Kakek dulu, ada buku yang ketinggalan, tapi nanti makan malam dirumah Ayah sih."


Ghea mengangguk, "Iya.. Jangan lama-lama kasian Mama Diana dirumah sepi."


Fariz berdecak, "Ada Ayah Erick Ghe, gak akan kesepian."


"Gue gak ditanya Ghe?" Sahut Tristan.


"Lah ngapain nanyain lo, lagian lo baru nikah kemarin, masa mau balik." cibir Ghea.


Tristan tertawa, "Ya basa basi kek ditanya."


"Om Titan jangan puyang." Sahut Zayn yang baru saja melepas dotnya.


"Kenapa Om Titan gak boleh pulang Zayn?"


"No, Om Titan jangan puyang, Onty Jeci aja yang ikut puyang main cama Zayn."


"Isshh Zayn pinter sekali." Ucap Jessi.


"Anak sama emak sama nih, seneng banget bully gue." Kesal Tristan.


Mereka semua tertawa.


***


"Pulang dari sini kita tinggal dimana Bang?" Tanya Jessi.


"Kerumah Mama mau? atau mau tinggal di Apartemenmu? aku belum bisa kasih kamu tempat tinggal, mungkin nanti tahun depan tabunganku cukup untuk beli rumah."


"Tinggal dirumah Mama aja dulu Bang, biar aku gak sepi, ada Ghea dan Stevi disana."


Tristan mengangguk "Ya udah, aku janji Bee, sebelum kita punya anak, aku akan beli rumah untuk kamu."


Jessi tersenyum. "Kenapa tabunganmu gak digabungkan dengan tabunganku Bang? tabunganku mungkin cukup untuk tambah-tambah beli rumah."


Tristan tampak berfikir.


"Kan nantinya rumah itu jadi rumah kita bersama Bang." Bujuk Jessi.


"Kayaknya jangan deh Bee. Ngasih kamu tempat berteduh itu kewajiban aku Bee."


"Tapi Bang.."


"Hmm gini aja Bee, tabungan kamu bisa kamu simpan, nanti aku yang beli rumahnya dan tabungan kamu bisa kamu pakai untuk beli perabotan rumah tangga. Gimana?"


Jessi mengangguk, "Oke.. Tapi nanti aku yang mau desain interior rumahnya ya Bang, dari kamar kita, dapur, ruang kerja aku."


"Iya Bee, semua terserah kamu.. Nanti kan kamu yang lama diem dirumah, jadi kamu atur aja biar kamu nyaman ya."


Jessi tersenyum, kemudian memeluk Tristan, Tristan balik membalas pelukan Jessi serta mencium puncak kepala Jessi dengan sayang.


***


Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh Ghea, Tristan, Fariz, Jessi dan Stevi.


Mereka akhrnya akan diwisuda secara bersamaan.


Untuk pertama kami dalam hidupnya Ghea, Ayah Erick menghadiri acara Wisuda Ghea.


"Maaf Ghe, Jika Ayah bisa memutar waktu, pasti Ayah tidak akan melewatkan masa-masa pentingmu." Ucap Erick.


"Gapapa Yah, Ghea seneng, setidaknya Sekarang Ayah bisa datang diacara Wisuda Ghea, apa lagi ada Mama Diana juga."


Ayah Erick dan Mama Diana bukan hanya hadir untuk Ghea, melainkan untuk Fariz dan juga Stevi yang kini menjadi satu keluarga.


Fadhil merasa sangat bangga terhadap istrinya itu, Ghea meraih IPK nyaris sempurna, bahkan Ghea mendapatkan beasiswa untuk S2 nya namun Ghea dengan mantap menolaknya karna ingin menebus waktu yang hilang bersama Zayn. Fadhilpun tidak mempermasalahkannya, yang terpenting Ghea bahagia dan nyaman menjalani semuanya.

__ADS_1


"Muka lo pucat Tan, lo sakit?" Tanya Fariz.


"Gue pusing Riz, perut gue juga gak enak, kayaknya masuk angin."


"Lo kebanyakan olah raga malam sih, gak bisa apa libur sehari." Ledek Fariz.


"Gak bisa Riz, Jessi terlalu menggoda, mana bisa gue lewatin olah raga malam."


"Pecicilan aja sih lo, pulang-pulang kerokan deh."


Tristan hanya nyengir tanda tak bersalah.


***


Kandungan Stevi memasuki usia empat bulan.


Fariz semakin menjadi Ayah siaga untuk Calon anaknya, setelah wisuda, ia memutuskan kembali keperusahaan DW group meneruskan apa yang sudah dibangun oleh sang Kakek. Meski Fariz harus meninggalkan impiannya menjadi penegak hukum, namu ia tidak menyesal karna apa yang ditinggalkan sang Kakek adalah demi untuk masa depannya.


"Laki-laki.. Monasnya jelas sekali." Ucap dokter kandungan yang memeriksa Stevi.


"Bayinya sehat dok?" Tanya Fariz.


"Sehat.. Teruskan vitaminnya ya, olahraga ringan dan istirahat yang cukup." Nasihat dari dokter.


"Laki-laki Riz." ucap Stevi sambil mengusap perutnya yang kini sedikit membuncit saat mereka berada didalam mobil.


"Iya, kelak akan jadi anak yang shalih, menjaga Mama dan adik-adiknya."


"Aamiin." jawab Stevi.


"Kamu bahagia?" Tanya Fariz.


"Sangat Riz. Terimakasih." Ucapnya lembut.


"Aku yang berterimakasih sama kamu, karna kamu, aku bisa menjadi percaya diri."


***


Tristan tak hentinya muntah-muntah.


"Kamu kenapa sih Bang? Udah minum obat, udah kerokan juga, masih muntah-muntah."


"Gak tau Bee.. perut rasanya diaduk-aduk banget."


"Udah tiga hari begini terus, kedokter aja yuk."


"Gak mau Bee. Balurin aku minyak kayu putih aja ya."


"Minyak kayu putih sebotol besar udah mau habis cuma balurin badan kamu Bang. Mending kedokter."


"Gak mau Bee." Tristan naik keatas tempat tidur dan kembali merebahkan tubuhnya.


Jessi turun kedapur dan membuat air jahe.


"Tristan Masih muntah Jess?" Tanya Monica.


"Masih Ma.. kerasa kepala banget, diajak kedokter gak mau."


Monica tertawa, "Baru tau? begitulah Tristan, kamu harus sabar-sabar ya Jess."


"Super sabar sih ini Ma.."


Monica tersenyum, Jessi memang super sabar menghadapi anak bungsunya yang keras kepala itu.


Fariz, Stevi dan Ghea yang membawa Zayn sengaja kerumah Tristan untuk melihat keadaan Tristan.


"Titan gimana Ma?" Tanya Ghea.


"Ya begitu Ghe, abangmu yang satu itu susah sekali disuruh kedokter."


"Ada masalah sama lambungnya kali Ma?" Sahut Fariz.

__ADS_1


"Entahlah Riz, Mama juga bingung, soalnya muntahnya cuma pagi dan siang aja, sore dan malam dia pecicilan lagi."


"Apa Jessi hamil kali Ma..?" Sahut Ghea


"Lo gimana sih Ghe, masa Jessi yang hamil tapi Tristan yang muntah-muntah" Jawab Fariz.


"Ehh kamu benar juga Ghe, kenapa Mama gak mikir kesana ya?" Ucap Monica.


"Maksud Mama?" tanya Stevi.


"Waktu Mama hamil Tristan, Papa Daniel yang muntah-muntah."


"Nah coba tanya Jessinya Ma.." Ucap Ghea antusias.


"Emang bisa Ma? istri yang hamil tapi suami yang muntah-muntah?" Tanya Fariz penasaran.


"Bisa Riz, namanya kehamilan simpatik, dimana istri yang hamil tapi suami yang muntah-muntahnya."


"Enak banget kalo kayak begitu, kita kaum cewek gak negrasain morning sickess." Sahut Stevi.


"Ya begitulah Stev, biar kaum cowok tau, hamil itu gak mudah dan bisa menghargai kita yang udah mau mengandung anaknya."


Ghea, Fariz dan Stevi kembali pulang kerumahnya saat makan siang, Diana slalu memasak untuk mereka, sehingga membuat mereka tidak enak jika tidak makan bersama dengan Diana, bahkan Diana sering mengirimi Monica masakannya juga, membuat hubungan Diana dan Monica menjadi seperti kakak beradik.


"Jess.. sepertinya Tristan bukan sakit." Monica mencoba mengungkapkan pelan-pelan apa yang ada dipikirannya.


"Terus apa Ma?" Tanya Jessi.


"Hmm.. Bulan ini kamu sudah mendapatkan periodemu?"


Jessi meraih ponselnya dan melihat tanggal yang tertera dilayar ponselnya. "Udah tanggal segini, aku telat Ma.." Ucapnya pelan.


Monica tersenyum, ia menyerahkan tespek yang masih terbungkus, tadi ia menyuruh security dirumahnya untuk membelinya diapotik dekat rumah.


"Coba tes Jess.." Ucap Monica antusias.


Jessi meraih dua buah tespek itu dan mencobanya di kamar mandi bawah.


Deg..


Jessi menatap kedua tespek itu dan terlihat dua garis yang begitu jelas.


"Ya Tuhan, terimakasih kau tlau mempercayaiku dan Abang lagi." Gumamnya dalam hati.


Jessi keluar dari kamar mandi, Monica sudah menunggunya dengan tak sabar.


"Positif Ma.." Lirih Jessi dengan senyum.


"Terimakasih Tuhan." ucap Monica sambil mentautkan jari-jarinya. Kemudian dia memeluk Jessi dengan sayangnya.


"Tristan pasti senang Ma.."


"Iya.. Tristan pasti seneng Jess.. Tapi jangan kasih tau dulu Tristan, minggu depan dia ulang tahun, biar tespek ini jadi kado terindahnya Tristan Jess.."


Jessi mengangguk, dia sempat bingung memikirkan ingin memberikan kado apa untuk Tristan namun ide dari mertuanya itu membuka pikirannya, Ya Jessi akan memberikan hasil Tespek sebagai kado untuk Tristan.


.


.


.


Ada yang mau berbaik hati kasih Author Vote untuk Senin ini?


Satu Vote dari kalian sangat berarti untuk menaikkan Novel ini agar semakin banyak pembacanya.


Author juga masih setia lho nunggu Bunga/Hati/Kopi dari kalian.


*Te**rimakasih Readers* 🤗


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2