TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
JODOH GAK KEMANA


__ADS_3

Jessi tengah bersiap untuk ikut kerumah Tristan, sementara Tristan sudah dari tadi menunggunya diruang tamu.


Ting tong..


Suara bel apartemen Jessi berbunyi.


Tristan membukanya, Tristan berpikir itu adalah driver food online, karna tadi Tristan memesankan makanan untuk dirinya dan juga Jessi.


Ceklek..


Tristan membuka pintu, ia terkejut melihat sepasang suami istri berada didepan pintu apartemen Jessi.


"Kamu siapa? sedang apa diapartemen anak saya?" Tanya pria itu yang ternyata Jody Abraham Papanya Jessica.


"Selamat siang Om, saya..." Belum sempat Tristan menyebutkan namanya, Jessica sudah menghampirinya.


"Papa, Mama." Seru Jessi.


Jody dan Rose masuk kedalam apartemen Jessi, dan Tristan menutup pintunya.


"Jessi kenapa kau membawa pria masuk keapartemenmu? apa selama ini kalian tinggal bersama?" Tanya Jody dengan sedikit emosi.


"Engga Pa.. dia ini teman kuliah Jessi, kami mau pergi bersama dan dia sedang menjemput Jessi."


"Maaf Om, tapi saya bukan teman Jessi, saya kekasih Jessi, tapi saya memang tidak tinggal disini, saya kesini untuk menjemput Jessi untuk bertemu dengan kedua orang tua saya." Sahut Tristan dengan mantap.


"Kekasih kamu bilang? Asal kamu tau, Jessi sudah saya jodohkan dengan pria lain."


"Om, Saya serius dengan Jessi, bahkan jika diminta menikahi Jessi saat ini pun saya akan menyanggupinya." Tristan terus meyakinkan kedua orang tua Jessi.


Sementara Jessi dan Rose hanya bisa diam dan memperhatikan, Jessi pun ingin melihat kesungguhan Tristan.


"Lebih baik kamu pulang, Jessi akan saya bawa untuk menemui calon tunangannya."


"Tapi Om, saya..."


"Cukupp.. Keluar atau saya pastikan kamu akan menyesal."


Tristan menghela nafas, "Baiklah Om, tapi saya tidak akan menyerah, saya akan berjuang untuk Jessi."


Tristan menghampiri Jessi lalu mengusap pipinya. "Dukung gue Jess, gue gak bisa berjuang sendirian."


Lalu Tristan meninggalkan apartemen Jessi.


"Jessi, katakan pada Papa, siapa pria tadi?"


"Dia pacar Jessi Pa.."


Jody menatap Jessi dan memegang kedua pundak Jessi. "Kenapa tidak cerita sama Papa?"


"Lupa Pa.." Jawab Jessi asal.


"Lalu Papa harus bilang apa sama Om Daniel? dia sangat ingin mengenalkan anaknya pada Papa untuk jadi pasanganmu nanti dipernikahan Krisna anak tertuanya.


"Ya hanya kenalan aja kan Pa? Papa bilang hanya kenalan."


Jody mengangguk. "Baiklah, siang ini kita diundang makan oleh keluarga om Daniel kerumahnya, kamu ikutlah."


"Tapi Pa, bagaimana dengan pacar Jessi."


"Nanti kita bicarakan setelah pulang dari rumah Om Daniel. Cepatlah bersiap, Freddy sudah menunggu kita di bawah."


***

__ADS_1


Ghea dan Fadhil pergi kerumah Tristan saat Erick sudah meminum obatnya dan tertidur. Mereka diajak makan siang bersama keluarga Tristan karna akan ada sahabatnya Daniel yang akan datang dari luar kota sekaligus rencana perjodohan Tristan dengan anak sahabatnya tersebut.


"Ma.. Apa tidak terlalu terburu-buru untuk menjodohkan Titan?" Tanya Ghea pada Monica.


"Ghe, ini hanya memperkenalkan, jika nantinya mereka cocok ya mereka akan lanjut sendiri."


"Tapi Ma, yang Ghea tau Titan udah ada pilihan wanita lain Ma.."


Monica menatap wajah Ghea, "Kamu gak lagi nolongin Tristan kan Ghe? buat menghindari perjodohan ini."


Ghea menggelengkan kepalanya, "Engga Ma, Titan curhat sama Ghea, dia lagi perjuangin seorang cewek, Ghea juga kenal koq siapa ceweknya."


"Oh ya? Siapa?" Sahut Daniel bertanya yang tiba-tiba saja ikut nimbrung.


"Eh Papa, untuk lebih jelasnya Papa tanya sama Titan aja Pa, Ghea ga ada hak untuk kasih tau, cuma Ghea sedikit kasih bocoran aja, dia masih satu kampus sama Ghea dan Titan."


Daniel dan Monica saling pandang kemudian menatap Ghea. "Kamu yakin Ghe ini bukan akal-akalan Tristan?"


"Yakin Ma, Pa..."


"Baiklah kalau begitu nanti kita ajak bicara Tristan." Ucap Daniel mengakhiri.


Tristan kembali kerumah dengan wajah muram.


"Kenapa Tan? kusut banhet kayak belum disetrika wajahnya." Ledek Ghea yang sedang duduk dikursi meja bar dapur.


"Jangan ngeledek gue Ghe, kayanya emang nasib gue harus begini." Tristan membuka lemari es dan mengambil satu botol air mineral.


"Kenapa Tan?"


"Jessi juga mau dijodohin, orangtuanya kliatan gak suka sama gue. Jessi sendiri belum kasih jawaban apa-apa sama gue."


"Terus gimana?" Tanya Ghea.


"Lo harus percaya jodoh Tan, jodoh gak kemana, lo harus yakinin diri lo sendiri."


Tristan hanya mengangguk, "Lo tumben kesini? Pak Fadhil mana?" Tristan mengalihkan obrolan.


"Mas Fadhil sama Bang Krisna lagi keluar, gak tau ngapain, bilangnya cuma mau keluar sama Bang Krisna."


"Terus tumben lo disini?"


"Gue nginep dirumah Ayah, Ayah sakit karna kejadian semalam, dan tadi Mama nelpon nyuruh gue buat kesini, katanya calon jodoh lo sama keluarganya mau datang."


"Haishh, jadi mereka mau datang? tau gitu gue gak usah balik dulu."


"Emang lo dari mana? kata Mama lo pergi malam dan gak balik, bilang tidur dirumah Fariz, tapi gue gak yakin."


"Feeling lo kuat banget Ghe, kayaknya gue gak bisa bohongin lo." Tristan tertawa.


"So...?"


"Gue awalnya mau kerumah Fariz tapi gak tau kenapa gue belok ke apartemen Jessi." Jawab Tristan tanpa bersalah.


"Dan lo nginep disana? lo gak ngelakuin hal itu lagi kan Tan?"


"Iya gue nginep, bahkan gue tidur bareng sama dia, tapi gue gak ngelakuin hal itu Ghe. Cuma sekedar tidur aja."


"Jessi gak nolak? tandanya secara gak langsung dia nerima lo dong."


Tristan nyengir menunjukan hal tidak biasa. "Awalnya gue tidur di sofa ruang tamu, terus pas Jessi udah tidur gue susul kekamar, Jessi tau pas paginya doang."


"Haisshh Titaaan lo kenapa manfaatin keadaan banget sih? kasian banget Jessi."

__ADS_1


"Kan gak gue apa-apain Ghe.." Tristan tertawa sementara Ghea hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dari jauh Monica melihat kembali keakraban antara Tristan dan Ghea, dia bersyukur hubungannya Tristan dan Ghea membaik seperti layaknya sahabat.


Krisna dan Fadhil tiba dirumah, langsung menghampiri Ghea dan Tristan dimeja bar.


"Dari mana By?" Tanya Ghea.


"Anter Krisna lihat mobil antiknya Beryl."


"Oh tadi kerumah Pak Beryl By?"


"Iya rumahnya deket dari sini, Beryl kan koleksi mobil dan motor antik, taunya Krisna juga tertarik, jadi tadi kesana sebentar."


Ghea hanya mengangguk. Fadhil memang seumuran dengan Bryan dan Krisna. Mereka slalu cocok dan nyambung jika bertemu dan bahkan tidak ada embel-embel memanggil dengan sebutan Kakak maupun Abang.


"Pacar Bang Krisna gak kesini?" Tanya Ghea.


"Lagi liburan dia Ghe, liburan sebelum terikat pernikahan sama Abang." Jawab Krisna.


Suara Mobil terdengar dari halaman rumah Tristan, ternyata keluarga temannya Daniel yang datang.


Daniel dan Monica segera menyambutnya. Terlihat wajah malas diwajah Tristan.


"Ayolah Tan, jangan begitu, kenalan doang koq." Bujuk Ghea.


"Rasanya gue ingin lari ke lobang semut Ghe."


"Lobang buaya aja sekalian Tan kalo mau lari, lebay banget lo." Ledek Krisna.


"Nanti juga lama-lama cinta Tan." Sahut Fadhil.


"Haishh pengalaman bapak sepertinya begitu ya."


Dan Mereka tertawa, hanya Tristan yang terlihat frustasi bersiap menghadapi wanita yang akan dijodohkan dengannya.


Monica menyusul dapur dan mengajak Tristan, Krisna, Ghea dan Fadhil untuk keruang tamu, hingga diruang tamu, mata Tristan tertuju pada seorang wanita yang sangat ia kenali.


"Jessi..." Gumamnya yang terdengar oleh Ghea dan Fadhil.


Lalu Ghea dan Fadhil melihat kearah ruang tamu, dan benar saja disana Jessi bersama keluarganya.


Senyum mengembang terlihat dari wajah Tristan.


"Ghe, Jessi yang jadi jodoh gue." Ucap Tristan sambil memegang kedua bahu Ghea.


"Ekheemm.." suara Fadhil berdehem membuat Tristan segera melepaskan tangannya dari bahu Ghea.


"Maaf Pak, saya terlalu bahagia." Ucap Tristan.


"Jodoh gak kemana kan Tan?" Ledek Ghea.


"Iya, lo bener Ghe, jodoh gak akan kemana."


.


.


.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2