TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
JATUH CINTA SEJATUH-JATUHNYA


__ADS_3

Suster masuk membawakan makanan untuk Ghea. Dengan telaten, Fadhil menyuapi Istri kecilnya itu.


"Makan yang banyak." Ucap Fadhil.


Ghea hanya tersenyum dan mengunyah makanannya.


Selesai makan, Fadhil memberikan minum dan juga obat untuk Ghea.


"By aku mau bersandar di kamu, boleh?" Tanya Ghea.


"Tentu boleh." Jawab Fadhil lalu memposisikan dirinya naik keatas brankar dan duduk disebelah Ghea.


Ghea dengan nyamannya menyandarkan kepalanya dibahu Fadhil.


Tangan Fadhil terulur mengusap perut Ghea.


"By.. Geli..." Ucap Ghea.


"Aku sedang menyapa anakku, sayang." Jawab Fadhil.


Ghea terdiam, "Anak?" Tanyanya heran.


"Kata dokter kamu sedang mengandung. Aku begitu takut terjadi apa-apa dengan kamu dan anak kita."


Ghea mengangkat wajahnya kemudian menghadapkan wakahnya kearah Fadhil.


"Aku hamil By?" Tanya Ghea.


Fadhil tersenyum. "Iya sayang, ada anak aku dirahim kamu, dia sedang tumbuh berkembang disini." Jawab Fadhil sambil mengusap perut Ghea.


"By, kamu gak bercandakan?" Tanya Ghea.


Fadhil merangkum wajah Ghea dan mengecup sekilas bibirnya. "Kita akan jadi orang tua."


Mata Ghea berkaca-kaca. "By, apa anak kita baik-baik aja?"


"Alhamdulillah anak kita sangat kuat sayang, dia sehat, karna itu kamu harus semangat untuk pulih, jangan bersedih supaya dia juga bahagia didalam sana. Selepas kamu pulih, kita akan periksakan dia kembali."


Ghea masuk kedalam pelukan Fadhil, "Aku seneng banget By, ada nyawa didalam rahim aku."


"Iya sayang, aku juga seneng banget, Kamu harus semangat ya, lupakan hal-hal yang membuatmu bersedih. Ingat kalau sekarang ada dia dirahimmu."


Ghea mengangguk. "Iya By.."


Menjelang malam, Erick datang bersama Bryan dan Maura, seperti apa yang dikatakan oleh Monica sebelum mereka memasuki ruang perawatan Ghea, mereka dilarang keras menanyakan kejadian kemarin kecuali jika Ghea yang bercerita sendiri.


"Ayah, Kak Bry, Kak Maura..." Panggil Ghea yang kini terlihat sudah jauh lebih baik.


"Maafkan Ayah Ghe.."


Ghea tersenyum. "Ghea gapapa Yah. Apa ayah tau? sebentar lagi Ayah akan jadi Kakek." Ucap Ghea yang terlihat senang.


"Benarkah? Ayah akan langsung mendapatkan dua cucu? dari Bryan dan Maura juga dari kamu dan Fadhil?"


Ghea mengangguk dan terlihat senang.


"Ahh senangnya kita hamil bersama ya Ghe, hanya selisih beberapa bulan." Sahut Maura.


"Iya Kak." Ghea dan Maura kini saling berpelukan.


"Anak kecil punya anak, bagaimana ceritanya." Ledek Bryan mencoba mengajak adiknya bercanda.


"Ya bagus dong Kak, nanti aku sama anak aku seperti kakak dan adik." jawabnya santai.


"Fadhil kayak bapaknya kalian ya." Ledek Bryan kembali.


"Si*al lo Bry, gue masih awet muda Bry." Sahut Fadhil.


Seketika membuat ruangan Ghea dipenuhi oleh tawa.


***

__ADS_1


Keesokan harinya Tristan, Fariz, Stevi dan Jessi yang menjenguk Ghea. Mereka disambut baik oleh Fadhil. Semenjak kejadian kemarin, Fadhil makin bersikap baik pada Tristan, apalagi setelah mendengar cerita dari Monica soal Ghea yang kini sudah diangkat anak oleh keluarga Tristan, otomatis Tristan adalah saudara Ghea.


"Sehat Ghe?" Tanya Tristan.


"Sehat dong Tan.." Jawab Ghea ceria.


"Ciyee calon Mama.." Ledek Stevi.


"Ciyee calon pacarnya Fariz.." Ledek Ghea kembali.


"Haishhh apa sih, gue mau ledekin lo malah lo balik ledekin gue." Gerutu Stevi.


"Uhhh jangan ngambek dong pacarnya Fariz, sini pelukkk.. Kangenn tauu." Ucap Ghea,


Stevi memeluk Ghea erat.


"Ikutan peluk dong.." Sahut Fariz.


"Hemm.." Suara Fadhil berdehem membuat Fariz sedikit salah tingkah.


"Eh bapak.. Maaf Pak." Ucap Fariz.


Mata Ghea tertuju pada sosok Jessica. Dia sedikit mengingat bahwa Jessica juga menolongnya saat kejadian kemarin.


Fariz yang menangkap hal itu segera memperkenalkan Jessi pada Ghea.


"Ghe.. ini Jessica, temen gue. Dia juga mahasiswa dikampus kita, Fakultas Teknik." Ucap Fariz.


Ghea tersenyum lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Jessica.


"Ghea."


"Jessi." Jawab Jessi dengan membalas jabat tangan Ghea.


"Thanks ya kemarin. Maaf baru bilang sekarang." Ucap Ghea.


"Santai Ghe." Jawab Jessi.


"Kita berteman sekarang ya." Sahut Stevi.


"Cepet masuk Ghe, gue sepi dikelas." Ucap Stevi.


"Kan ada Fariz Stev.." Goda Ghea.


"Haishh.. dia lagi lo sebut."


Ghea tertawa. "Nunggu ijin dulu dari suami Stev, doi nyuruh gue cuti dulu. Tapi gue masih belum tau."


Fadhil yang tadinya duduk disofa langsung mendekat dan duduk disebelah Ghea, "Lebih sayang Stevi nih kayanya? gak mau banget jauh dari Stevi."


"Idiihh Bapak cemburu sama saya." Sahut Stevi.


"Bapak bucin juga ya." Ledek Fariz.


"Kamu belum aja ngerasain jatuh cinta sejatuh jatunya kayak gimana." Jawab Fadhil.


"Udah Pak, ini lagi jatuh cinta sejatuh jatuhnya, tapi belum diterima."


"Itu sih derita kamu, kalau kamu sudah diterima, saya yakin kamu bisa lebih-lebih bucinnya dari saya."


Lagi-lagi mereka tertawa bersama. Tristan pun ikut terbawa suasana, melihat Ghea nya sudah kembali tersenyum saja itu sudah jauh lebih baik dan membuat Tristan juga ikut tertawa.


Fadhil, Tristan dan Fariz duduk bersama disofa, mereka cukup akrab dan terlihat Fadhil pun mulai mengakrabkan diri dengan sahabat-sahabatnya Ghea.


Sementara Stevi dan Jessi duduk disisi kanan dan kiri brankar Ghea, mereka juga asik membahas tentang kegiatan mereka.


"Habis ini lo gak bisa nongkrong lagi dong Ghe?" Tanya Stevi dengan nada pelan.


"Bisa Stev, nanti gue bujuk Mas Fadhil." jawab Ghea.


"Service nya lebihin Ghe." Stevi tertawa.

__ADS_1


"Stevv jangan mulai kegesrekan lo disini." kesal Ghea.


"Dia gesrek juga ternyata Ghe?" Tanya Jessi yang sedikit aneh pada Stevi.


"Ya begitulah dia Jess, agak-agak." Jawab Ghea.


"Kalian asik ya, cuek, santai, gue seneng berteman dengan kalian."


"Ya beginilah kita Jess, gak ada jaim-jaiman." jawab Stevi.


"Nanti lo harus ikut kita nongkrong ya Jess."


"Sipp lah, mana bisa gue nolak kalo diajak." Jawab Jessi yang kini mulai akrab dengan Ghea dan Stevi.


***


"Yah, bagaimana dengan Yasmin?" Tanya Bryan pada Erick.


"Biarkan Fadhil memperkarakan Yasmin dan kekasihnya. Bila perlu minta bantuan Keluarga Tristan untuk jadi pengacara Fadhil." Jawab Erick dengan kesal.


"Yah, Yasmin juga anak Ayah, apa Ayah yakin?"


"Apa kamu menyayangi Yasmin sehingga begitu membelanya?"


"Tidak Yah, hanya saja Bryan takut Ayah akan menyesal."


"Ayah akan lebih menyesal jika Yasmin masih berkeliaran bebas dan kembali mencelakai Ghea."


"Bagaimana dengan Bunda Yah?"


"Ayah tidak perduli lagi dengannya. Ayah sudah mentalaknya, dia saja yang tidak mau keluar dari rumah itu. Beruntung Ayah tidak menikahinya secara negara."


"Apa ayah yakin?"


"Apa kamu meragukan keputusan Ayah Bry? Ayah ingin memperbaiki hubungan Ayah denganmu dan juga Ghea, menjalani sisa hidup Ayah dengan cucu-cucu Ayah yang sedang dikandung Maura dan Ghea."


"Bukan begitu maksud Bryan Yah."


"Sudahlah Bry, lebih baik kamu hubungi Fadhil dan segera memperkarakan soal Yasmin dan kekasihnya, minta Om Daniel untuk jadi pengacaranya."


"Baiklah Yah.. Bryan akan urus ini segera."


Ditempat lain Yasmin tengah muntah-muntah, ia merasakan mual yang luar biasa diperutnya, tubuhnyapun lemas dan seperti tidak bertenaga.


Yasmin dibawa oleh Bryan kesebuah rumah yang dijaga ketat oleh orang-orang kepercayaanya, sementara Arnold, ia melarikan diri keluar negri untuk sementara waktu menghindari masalah ini.


"Apa gue hamil ya?" Tanya Yasmin pada dirinya sendiri.


"Gak, enggak mungkin gue hamil, Arnold selalu memakai pengaman, dan Arnold tidak akan mempercayai ini."


Yasmin terlihat frustasi, dia tidak bisa lari dari rumah ini, sekeliling rumah ini dijaga ketat oleh para bodyguard Bryan.


Yasmin membuka lemari Es, dia meminum banyak soda dan alkohol, berharap ia akan mendapatkan periodenya dan bukan kehamilan.


Yasmin tertawa sendiri ditengah mabuknya, "Ghea, wanita licik itu pasti akan kucelakai kembali. Lihat saja Ghe.. Ahahahaa." Racau Yasmin.


.


.


Mau SPOILER dikit,


Besok ada kejutan dari Kisah Tristan dan Jessica,


Kira-kira apa ya kejutannya??


Yang masih punya jatah Vote yuk dukung author dengan bantu Votenya.


Like dan Komentnya jangan dilewat ya, Aku suka baca loh komentar kalian satu-satu walau hanya sekedar nulis Up itu udah bikin aku semangat untuk Up. Apalagi kalo lihat Like yang brudul.. Ahh pokonya sayang kalian semua deh Readers yang slalu mendukung karyaku.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2