TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
S2-TAKDIR CINTA (Chelsea&Zayn) 11


__ADS_3

Chelsea memakai baju kemeja putih dipadu padankan dengan rok hitam dan jilbab yang senada, hari ini ia akan menjalani sidang skripsinya.


Chelsea duduk sambil memegang skripsi yang ia pegang, sesekali ia buka untuk mengingat point point penting saat sidang nanti.


Zayn mendatangi tempat dimana Chelsea akan menjalani sidangnya.


"Sea..." Panggil Zayn.


Chelsea mendongakan wajahnya menatap kearah Zayn yang sedang berjalan menghampirinya.


"Semangat." Ucap Zayn pada Chelsea.


Chelsea tersenyum, "Terimakasih Kak."


Sikap Zayn yang menghampiri Chelsea menarik perhatian beberapa orang yang ada disana.


"Kak, banyak yang lihatin kita." Lirih Chelsea.


"Jangan terlalu mikirin orang, kamu fokus dengan sidangmu aja."


Chelsea merasa tidak enak hati, semua tau bahwa Zayn adalah anak dari dosen Fadhil, pemilik sebagian saham di universitas ternama ini. Meski Davan juga anak dari Fadhil, namun Davan slalu menyembunyikan identitas dirinya, ia tidak ingin orang mengetahui siapa dirinya.


Tiba saatnya Chelsea masuk keruang sidang, Zayn menyemangatinya bersama Davan dan Aldrich yang baru saja datang bersamaan.


"Kakak akan tunggu disini, good luck girl." Ucap Zayn yang diangguki oleh Chelsea.


Mata Zayn tertuju pada Davan dan Aldrich, "Kalian teman macam apa, baru datang saat Chelsea mau masuk ke ruang sidang."


Davan hanya nyengir, sementara Aldrich tertawa pelan.


"Kak Zayn perhatian banget sama Chelsea." Ledeknya.


Zayn menjadi grogi dan salah tingkah. "I-iya lah, kan wajar kakak memperhatikan adiknya." Jawab Zayn gugup.


"Gak usah perhatian begitu Kak, ada calon suami Chelsea disini." Kata Aldrich dengan nada bangga, padahal dirinya hanya menggoda Zayn.


"Apa maksudmu?" Tanya Zayn serius.


Davan menahan tawanya, melihat Aldrich yang mengerjai Zayn.


"Aku calon suami Chelsea, Kak. Papap bilang habis Chelsea dan aku wisuda, akan melamar Chelsea untuk jadi istri aku." Jawab Aldrich dengan percaya diri.


Wajah Zayn berubah masam, entah mengapa ia tidak suka mendengar ucapan Aldrich.

__ADS_1


Zayn melihat Aldrich membawa sebuket bunga mawar untuk Chelsea, Davan membawa buket berisikan snack dan boneka teddy bear. Zayn melihat ke dirinya sendiri yang tidak membawakan Chelsea apapun. Zayn lebih memilih duduk ditempat sepi dan jauh dari Davan dan Aldrich.


"Orang pinter dan jenius kalau jatuh cinta tapi belum menyadarinya, mendadak jadi orang bodoh ya, Al." Bisik Davan pada Aldrich.


Aldrich mengangguk, "Kita jalankan rencana kita terus Dav, sampai Kak Zayn yang kayak beruang kutub itu menyadari perasaanya." Balas Aldrich berbisik juga sambil cekikikan.


Sedangkan Zayn, ia tengah memikirkan sesuatu, ingin memberi sesuatu pada Chelsea namun tidak tau apa yang harus ia berikan, Zayn tidak berpengalaman dalam urusan wanita, membuatnya sedikit kaku dan tidak peka.


Setelah beberapa waktu, Chelsea keluar dari ruang sidang dengan wajah berseri, ia menghampiri Davan dan Aldrich.


"Aku lulus, Dav, Al." Ucap Chelsea.


Davan dan Aldrich memeluk Chelsea, sementara Zayn hanya memperhatikannya. ada rasa tidak suka pada Aldrich saat memeluk wanita Zayn, ya Wanitanya Zayn.


Zayn mendekat pada Chelsea. "Sea, selamat." Ucapnya


Chelsea tersenyum, "Terimakasih Kak." Jawab Chelsea.


Aldrich dan Davan memberikan hadiah yaang mereka bawa untuk Chelsea.


"Maaf, Aku tidak membeeimu apa-apa." Kata Zayn.


"It's Okay, Kak." Jawab Chelsea.


"Makan siang bareng yuk." Ajak Zayn pada Chelsea.


"Davan dan Aldrich bagaimana?" Tanya Chelsea, "Mau kita tunggu atau bagaimana?" Tanyanya lagi.


"Mereka bisa pulang sendiri." Jawab Zayn ketus kemudian meraih bunga pemberian Aldrich dari tangan kanan Chelsea dan menuntunnya. Ingin rasanya Zayn membuang bunga itu, namun ia masih bisa mengontrol emosinya.


Ahh Zayn ini, cemburu sama adik sepupunya sendiri. (Batin Author) 🤭


Chelsea masuk kedalam mobil Zayn setelah Zayn membukakan pintunya, ini pertama kalinya Zayn bersikap manis pada Chelsea membuat hati Chelsea berbunga bunga.


Zayn membawa Chelsea kesebuah restoran.


"Ini restoran baru ya Kak?" Tanya Chelsea.


Zayn mengangguk, "Restoran ini hanya menjual menu sehat, Sea. Menu daging ayam disini hasil dari peternakan ayam organik, sayuran yang ditanam melalu hidroponik, dan tidak mengolah makanan dengan cara digoreng dengan minyak, bahkan bumbu masakannya pun hanya menggunakan garam himalaya dan gula diet." Jawab Zayn menjelaskan.


Mata Chelsea berbinar. "Benarkah? akhirnya ada juga restoran seperti ini, padahal dulu aku punya cita-cita ingin membuka restoran sehat seperti ini, Kak."


Zayn tersenyum, "Mungkin nanti kamu bisa memiliki restoran seperti ini, atau bisa jadi restoran ini menjadi milikmu."

__ADS_1


"Aamiin. Semoga doa Kakak didengar oleh Allah."


Chelsea memesan Chicken breast salad dan salad dreasing, sementara Zayn memesan Beef breast yoghurt dan salad dreasing.


"Ini keren Kak, dari mana Kakak tau ada restoran sehat ini?" Tanya Chelsea.


"Dari internet." Jawab Zayn. "Cita-cita kamu tuh jadi guru atau jadi pemilik restoran sih?" Zayn bertanya penuh selidik, ia ingin mengenal lebih dalam soal Chelsea.


"Guru memang cita citaku, tapi memiliki restoran sehat seperti ini, adalah impianku Kak. Menyadarkan orang tentang pola hidup sehat." Jawab Chelsea tersenyum.


"Enaknya Aldrich bisa punya istri yang bisa ngajak ke pola hidup sehat." Ucap Zayn cuek namun hatinya tak suka.


Chelsea mengernyitkan dahinya, "Aldrich? istrinya Aldrich?" Tanya Chelsea meyakinkan yang diangguki oleh Zayn.


"Kakak kenal pacarnya Aldrich? emangnya pacarnya Aldrich juga jalanin pola hidup sehat ya?" Chelsea malah balik bertanya.


Zayn semakin bingung, "Aldrich punya pacar?"


Chelsea mengangguk, "Udah mau satu tahun hubungannya, adik kelas beda dua tingkat, satu fakultas tapi beda jurusan sama Aldrich." Jawab Chelsea.


"Si*alan tuh anak, ngerjain kakaknya sendiri. Awas aja nanti dirumah." Batin Zayn. Namun Zayn teringat ucapan Stevi yang menginginkan Chelsea menjadi menantunya dan perkataan Davan yang juga bilang bahwa Fariz mengincar Chelsea untuk jadi istri Aldrich.


"Aku kira Aldrich akan dijodohin sama kamu." Ucap Zayn.


Chelsea tertawa, "Jodoh mana tau, bisa aja kan Aldrich pacaran sama pacarnya bertahun tahun, tapi nikahnya sama aku.


Zayn hanya diam mendengar jawaban Chelsea mengingatkan dirinya pada kisah cinta Papa Fadhil yang berpacaran sepuluh tahun dengan orang lain namun menikah dengan Mama Ghea yang hanya dikenalnya sekilas.


"Allah maha membolak balikan hati manusia, Kak, kepada siapa cinta kita berlabuh, semoga berhenti di orang yang tepat." Chelsea tersenyum.


"Apa itu tandanya kamu menyerah kepadaku, Sea?"


Chelsea menatap dalam mata Zayn. "Aku tidak bisa berjuang sendiri, Kak. Disisi dan hatimu sudah ada Kak Nadira. Tidak mungkin kan aku merebutmu dari orang yang begitu baik. Aku tidak ingin di cap sebagai perebut kekasih orang. Aku yakin Allah akan memberikan jodoh yang terbaik untukku."


Zayn mengernyitkan dahinya. "Nadira? Kamu berpikir apa soal Nadira?" Tanya Zayn dengan bingung.


"Nadira pacar Kakak dari SMA, kalian bahkan kuliah ditempat yang sama, selama enam tahun kalian bersama." Jawab Chelsea yang membuat Zayn membulatkan matanya.


.


.


Ada yang masih inget kisah Fadhil Ghea? Yang lupa kisah Fadhil Ghea, baca ulang yuk dr Bab 1, kita nostalgia lagi, barangkali ada bab yang belum readers like gitu 🤭

__ADS_1


__ADS_2