TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
JODOH MASIH OTW


__ADS_3

"Hai Stev.." Sapa Fariz saat mereka duduk dikantin bersama Tristan.


Stevi duduk dengan malas, "Dua hari gak ada Ghea, gue gak semangat." Ucap Stevi.


"Masih belum ada kabar?" Tanya Tristan yang dua hari ini bingung mencari Ghea.


Stevi menggelengkan kepalanya, "Pak Fadhil juga ngedadak cuti, ponsel Ghea gak aktif. Apa mereka lagi liburan ya?" Tanya Stevi.


"Ghea bukan type orang yang mau diajak berlibur kalo bukan waktunya libur Stev, gue tau banget Ghea." Jawab Tristan.


"Apa Ghea sakit? jadi Pak Fadhil jagain dia gitu." Sahut Fariz.


"Bisa jadi, tapi masa iya Ghea gak hubungin kita ya." Kata Stevi dengan malas.


"Stev, lo gak coba chat pak Fadhil nanyain Ghea gitu?" Usul Tristan.


"Yahh Tan.. gue risih kalo chat Pak Fadhil."


"Kan nanyain Ghea Stev.." Bujuk Tristan sedikit memaksa.


Stevi meraih ponselnya. "Gue coba ya, demi Ghea."


Ghea mendial no ponsel Fadhil, dirinya memang mempunyai no ponsel Fadhil lantaran Fadhil adalah dosen di jurusannya.


Sedangkan Fadhil dirumahnya sedang menyuapi Ghea makan siang, kondisi Ghea semakin membaik, kemarin Ghea sempat demam dan masih terlihat gelisah. Setelah mendapat siraman rohani dari latif sang papa mertua, perlahan Ghea seperti mendapat hidayah. Fadhil pun dengan setia menemani Ghea dan mengajukan cuti dadakan.


"By, besok aku kuliah ya." Ucap Ghea.


"Wajahmu masih pucat sayang, istirahatlah dulu sehari lagi."


"Tapi aku udah kangen Stevi By."


"Hem.. Stevi aja? Fariz dan Tristan bagaimana?"


"Ishh apa sih By, kamu cemburu? masih cemburu sama Tristan?"


Fadhil tertawa, "Ahahaha engga koq sayang, aku kan udah bilang percaya sama kamu. Dan kamu tau kenapa aku percaya?" Tanya Fadhil dengan senyum memgembangnya.


"Apa? kenapa?" Tanya Ghea balik.


"Waktu kamu lagi kacau kemarin, Mama cerita sama aku, katanya orang pertama yang kamu cari itu aku. Kamu Tau? aku seneng banget, aku percaya hati kamu seutuhnya udah milik aku. Gak ada alasan lagi untuk aku gak percaya sama kamu."


"Baru tau By? payah kamu By." Cibir Ghea.


"Maaf sayang, jujur sebenarnya aku sedikit cemburu lihat kedekatan kamu sama Tristan, tapi aku coba tepis semuanya karna aku ingin memahami kamu dan tidak mengekang kamu. Tapi setelah kejadian kemarin, aku percaya kamu seutuhnya." Fadhil mencium lembut kening Ghea dan mencium sekilas bibir Ghea.


Drrrt.. drttt.. drrrttt


Ponsel Fadhil diatas nakas bergetar,


Fadhil meraihnya dan melihatnya, terlihat nomen ponsel tanpa nama yang tidak ia kenal. Fadhil mengangkat telponnya percis didepan Ghea.

__ADS_1


"Iya Halo."


^^^"Ha.. halo Pak, maaf Pak, saya Stevi mahasiswa bapak yang juga temennya Ghea."^^^


Suara Stevi terdengar terbata-bata karna gugup.


"Oh kamu, iya ada apa?"


Mata Fadhil melirik sekilas kearah Ghea.


^^^"Sa.. saya mau tanya kabar Ghea Pak, sudah dua hari Ghea gak masuk, saya khawatir sama Ghea pak."^^^


"Hem.. sebentar kamu bicara langsung aja sama Ghea."


Fadhil menyerahkan ponselnya langsung kepada Ghea, "Panjang umur, temen kamu nelpon nih." Ucap Fadhil.


Ghea tersenyum dan langsung menerima ponsel Fadhil.


"Iya Stev.. lo apa kabar? kangennn..."


^^^"Ahhh Gheaaa,, lo kemana aja sih.. koq gak ada kabar, ponsel gak bisa dihubungi."^^^


"Gak usah teriak gitu kali Stev, gue gak budeg, gue sakit, tapi gapapa koq, besok juga gue udah masuk."


^^^"Oh gitu, tadinya gue mau nengokin, tapi risih juga kalo inget dosen kutub itu laki lo." Stevi tertawa....^^^


"Gue gapapa koq, besok gue usahain masuk. Salam ya buat Fariz dan Tristan. Gue tau mereka pasti lagi kepo dan nguping di depan lo percis kan?" Ghea tertawa.


Ghea mengakhiri panggilannya dan menyerahkan ponselnya kepada Fadhil.


"Besok aku kuliah ya By?" Bujuk Ghea lagi.


"Iya, tapi gak boleh cape-cape. Dan kalo mau pergi harus sama Stevi juga kabarin aku dulu."


Ghea mengangguk. "Makasih By,, makin cinta deh aku tuh." Lalu memeluk Fadhil.


Sementara dikantin Bisnis, tiga sekawan itu masih duduk karna kegabutannya.


"Lo gak bilang apa kita mau nengokin." Ucap Fariz pada Stevi saat Stevi selesai menelpon Ghea.


"Lo ga nyuruh, lagi lo aja sih nelpon langsung, ngomong langsung." Jawab Stevi kesal.


"Tom n Jerry diem deh, gak ada pawangnya jadi ribut terus." Sahut Tristan, pawang yang dimaksud adalah Ghea yang slalu menengahi mereka.


"Ciyee ada yang rindu pawangnya kita nih Stev.." Ledek Fariz.


"Gak boleh rindu ama bini orang Tan, rindulah sesuai tempatnya Tan." Ucap Stevi.


"Move on butuh waktu." Jawab Tristan Asal.


"Gimana mau Move On, gak mau cari cewek lagi." Cibir Fariz.

__ADS_1


"Jodoh gue masih otewe, gak usah dicari. Tunggu tuhan yang kirim aja." Tristan menyesap kopi susu didepannya dengan santai.


"Lama banget delivery nya Tan." Stevi makin meledek Tristan.


"Ck, biasa klo jodoh yang baik itu slalu lama datangnya. Lah kalian jodoh didepan mata gak sadar-sadar." Kali ini Tristan mencoba meledek Fariz dan Stevi.


"Dihh, jodoh gue sama kaya lo Tan, masih otewe." Jawab Stevi.


"Gapapa Tan, Allah belum buka aja tuh mata hati Stevi kalo ada yang terbaik didepannya." Jawab Fariz dengan percaya diri.


Tristan tertawa, "Jangan kebanyakan milih Stev, kalo seiman kenapa kagak coba? Fariz tuh type setia, gak akan nyakitin lo deh. Gue jaminannya."


"Lah pake jaminan? lo kira pinjaman bank keliling pake jaminan?" Kesal Fariz dan mereka bertiga tertawa.


Disisi lain, Yasmin tengah berada dikampus Ghea, dia mencari keberadaan Ghea namun tidak ketemu. Beberapa kali bertanya pada mahasiswa difakultasnya namun tidak menemukan jawabannya.


"Hei Stev, tadi ada cewek cantik nanyain Ghea didepan fakultas." Ucap Anjar teman sekelas Ghea dan Stevi.


"Hah? siapa?" Tanya Stevi.


"Gue gak tau, cewek cantik banget, kaya artis tampilannya. Badannya tinggi, Pake kacamata hitam juga. Beberapa orang ditanyain soal Ghea, dan tadi gue udah lihat dia sih udah balik."


Stevi mengangguk, "Makasih infonya Jar."


Lalu Anjar meninggalkan Stevi yang masih bersama Fariz dan Tristan.


"Siapa ya? lo kenal ciri-cirinya gak?" Tanya Stevi pada Fariz dan Tristan.


"Cantik, kaya artis? tinggi, pake kaca mata hitam, siapa ya?" Tanya Fariz.


Tristan masih nampak berpikir. "Apa Kak Yasmin ya? kakaknya Ghea yang model itu."


"Gak mungkin kayanya Tan, kan lo sendiri yang cerita kalo kakaknya Ghea itu gak pernah anggep Ghea, jadi ngapain juga nyari Ghea kekampus." Jawab Fariz.


"Terus siapa ya?" Tanya Stevi lagi.


"Jangan bilang ke Ghea, kita cari tau dulu siapa yang cari Ghea." Ucap Tristan.


"Iya, apalagi Ghea masih sakit. Udah gitu lakinya protektif banget, bisa-bisa Ghea nanti susah gerak diarea kampus, ga bisa bebas nongki lagi sama kita." Sahut Stevi.


.


.


Yang masih punya jatah Vote, tolong di Vote ya 🤗 Jangan lupa tetep di Like, koment dan jadikan Favorit ya biar gak ketinggalan Up nya ❤


.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2