
Namaku Tristan Nathaniel, semua orang memanggilku Tristan, terkecuali dia, yang tidak pernah bisa merubah panggilannya kepadaku dan tetap memamggilku Titan.
Aku anak kedua dari dua bersaudara, sebenarnya Mamaku masih ingin mempunyai anak, terlebih itu anak perempuan, namun sayang ada masalah dirahim mamaku yang membuatnya susah memiliki anak kembali.
Saat itu, aku harus pindah dari Semarang ke Jakarta, Papa mendapatkan pekerjaan sebagai pengacara disalah satu firma hukum milik temannya sebelum pada akhirnya Papa mendirikan firma hukum miliknya sendiri. Aku yang sulit membuka diri slalu menangis, hingga saat itu aku tiba dirumah baruku, mamaku melihat seorang gadis kecil dengan rambut sebahu dan memeluk boneka yang menurutku sudah sedikit lusuh.
Mama membawaku untuk berkenalan dengannya, dan saat itu aku tau jika namanya adalah Ghea, yang lambut laun aku memanggilnya Ghesayang.
Entah mengapa, Ghea lebih sering menghabiskan waktu dirumahku, bermain bersamaku meski aku sering menjahilinya, saat itu aku mempunyai hobi baru, menjahili Ghea dan membuatnya cemberut sampai aku harus merayunya untuk ceria kembali dengan memberikannya eskrim kesukaannya. Percayalah, wajah cemberut Ghea lucunya melebihi kelucuan wajah seorang badut.
Ahh, Ghesayangku memang cantik, tubuhnya yang tidak terlalu tinggi membuatku slalu merasa menjadi bodyguardnya. Kemanapun aku slalu menggandeng tangannya, menggenggam dengan erat seolah Ghea adalah barang berharga milikku.
Kami satu sekolah dari bangku taman kanak-kanak. Aku slalu meghalangi siapapun mendekati Ghea, aku takut jika Ghea memiliki teman lain, maka ia akan menjauhi aku. Egoisnya aku namun aku tidak perduli. Aku ingin slalu menjadi orang pertama yang Ghea cari saat Ghea membutuhkan seseorang.
Saat itu Ghea menangis, aku dengar dari mamaku, jika Ghea ditinggal orang tuanya pergi berlibur keluar negri. Mama membawa Ghea untuk menginap dirumah kami, aku melihat Mama sangat menyayangi Ghea, dan aku juga melihat Ghea begitu nyaman bersama Mama.
Mama mengajak Ghea membeli pakaian baru untuknya, padahal aku melihat rumah Ghea lebih besar dari rumahku, namun aku tidak mengerti mengapa Ghea seolah terlewatkan oleh keluarganya sendiri.
Waktu demi waktu terlewati, saat dibangku SMP, aku semakin mengerti posisi Ghea dikeluarganya, aku tidak menyukai kakak perempuan Ghea yang bernama Yasmin, bagiku dia adalah nenek sihir yang menyeramkan, slalu memarahiku jika aku berisik saat memanggil Ghea.
Saat dibangku SMA, hubunganku dengan Ghea semakin dekat, bahkan kami terlihat seperti pasangan kekasih, aku pun mengklaim Ghea adalah pacarku. Dimana ada Ghea, disitu pasti ada Tristan. Bahkan semua guru tau jika Ghea adalah milik Tristan.
Hingga aku menyadari sesuatu yang tidak pernah bisa bersatu.
"Tan, besok kita olahraga yuk di car freeday." Kata Ghea saat itu.
"Yaahh Ghe, kamu kan tau, kalau minggu aku ibadah." Jawabku memberi pengertian.
Ghea tersenyum, senyum menahan hatinya yang terasa perih, aku sangat tau, jika aku menggoreskan luka dihati Ghea.
Entah kemana hubungan ini akan berjalan, aku tidak perduli, yang aku tau aku menikmati semua ini bersama Ghesayangku.
Pernah aku mencoba, memberikan Ghea keluasan untuk dekat dengan pria lain, namun apa yang terjadi? Ghea mendapatkan tamparan dari bundanya hanya karna pulang malam karna mencari buku bersama pria itu. Aku menyesal lalai menjaga Ghea, aku menyesal memberikan peluang pada pria lain untuk mendekati Ghea.
Saat itu aku mengobati kesedihan Ghea, aku mengompres bekas tamparan bundanya, aku juga menyuapi Ghea makan, dan akhirnya Ghea tertidur. Disitulah aku memberanikan diri, mengecup sekilas bibir Ghea dan mengatakan aku mencintainya.
Lambat laun Ghea tau aku pernah menciumnya diam-diam, Ghea hanya diam dan mendiamiku, bagiku itu hal itu adalah menyakitkan, hingga saat aku akan bertanding basket untuk yang terakhir kalinya, Ghea mendatangiku diruang ganti, ia mengecup sekilas bibirku lebih dulu dan memberikanku semangat, aku yang merasa terpancingpun langsung mencium Ghea dengan dalam, dan mengatakan cuma milik Titan.
Ahh dunia memang tidak adil, sebesar apapun rasa cinta kami, tetap saja kami berbeda. Kami seolah menunda waktu untuk berpisah, meski waktu itu akhirnya tiba.
Aku memutuskan untuk melepas Ghea, meninggalkan Ghea agar Ghea bisa membuka hatinya untuk pria yang seiman dengannya, jangan kalian pikir aku tega, hatiku pun sama hancurnya, aku pergi tanpa berpamitan dengan Ghea, membuawa luka yang kubuat sendiri.
Maafkan Titan, Ghe. Hanya itu yang bisa kuucap dalam hati sepanjang perjalanan ke bandara.
Rupanya Tuhan tidak mmembiarkan aku pergi tanpa perpisahan, Mama ku membawa Ghea menyusul kebandara, aku melihat senyum Ghea yang tetamat palsu, senyum yang ia ukirkan untuk melepasku, senyum yang menutupi rasa sakit dan kecewa yang ada pada diri Ghea.
Aku ingat, saat Ghea melepasku dibandara:
"Kalau Titan pulang, Ghea harus udah ada pacar ya." Pintaku saat itu.
Ghea menggelengkan kepalanya, "Ghea gak usah pacaran, nanti Titan pulang, Ghea udah nikah sama cowok lain aja. Biar Titan nyesel udah ninggalin Ghea."
"Jangan ngomong gitu dong Ghe, nanti ada malaikat lewat jadi doa lho." Ucapku menahan sesak.
"Biar aja, siapa suruh Titan pergi dan gak jagain Ghea lagi."
Ternyata benar kataku saat itu, malaikat lewat dan semua ucapan Ghea saat itu menjadi doa.
Ghea dipaksa harus menggantikan pengantin yang kabur. Kak Yasmin si nenek sihir itu membuat ulah, ia kabur dan keluarga calonnya meminta pengganti dengan alasan tidak ingin menanggung malu. Membuat Gheasayangku menjadi korban dan dinikahkan pada lelaki yang aku panggil Om saat itu.
Ketika aku pulang dan memutuskan kembali ketanah air hanya untuk memperjuangkan Gheasayangku, Aku terkejut saat melihatnya yang merubah penampilannya, Ghea tertutup dengan hijab dan pakaian tertutup di tubuhnya.
Aku melangkahkan satu langkahku untuk dekat dan memeluk Ghea namun Ghea memundurkan satu langkahnya untuk menjaga jarak denganku.
__ADS_1
Hatiku merasa hancur saat Ghea mengatakan dirinya sudah menikah bersama pria yang tak lain adalah mantan tunangan Yasmin.
Kalian tau hancurnya hatiku saat itu? Kalian tau betapa menyesalnya aku tlah meninggalkan Ghea. Dan aku merasa dunia seolah mentertawakanku.
Aku menyesal kenapa aku harus pergi ke Amrik, andai saja aku terus bersama Ghea, mungkin aku sudah membawanya kabur saat itu juga.
Bodoh, aku memang pria terbodoh saat itu. Aku tidak bisa menyelamatkan Ghesayangku, aku membiarkan Ghea dimiliki oleh pria lain.
Awalnya aku menolak menerima kenyataan ini, sampai aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Mas Fadhil memperlakukan Ghea dengan sangat baik, Mas Fadhil yang dewasa begitu mengayomi Ghea membuat Ghea merasa nyaman dan aman disisinya. Aku juga tidak habis pikir, bagaimana bisa Mas Fadhil mempercayai Ghea dengan tetap membiarkannya berteman denganku. Seketika sisi jahatku tergerak untuk merebut Ghea kembali dalam kesempatan yang ada.
Namun apa yang terjadi, lagi-lagi aku harus menelan pil kekecewaan, saat Ghea diculik dan dijual oleh Yasmin pada kekasihnya sendiri, aku melihat Ghea yang begitu hancur, beruntung aku bisa menyelamatkannya, aku menghajar habis-habisan lelaki be*jat itu, aku tidak suka dia menyentuh Ghesayangku.
Harapanku seolah hancur saat dokter yang menangani Ghea mengatakan bahwa kondisi Ghea sedang hamil, mau tidak mau aku harus benar-benar melepas Ghea.
Aku yang bodoh ini memutuskan pergi untuk melupakan Ghea dengan cara memabukan diri, meminum minuman keras ditepi pantai.
Namun sayang, seorang malaikat cantik menolongku dari keterpurukanku, Jessica yang malang harus menjadi pelampiasanku dimalam itu. Dengan setengah kesadaranku aku merayunya untuk menyerahkan dirinya padaku, memberikanku sesuatu yang berharga.
Tidak kusangka, jika hatiku mulai berbelok, aku mulai memikirkan kesalahanku pada Jessi, dan berniat untuk bertanggung jawab padanya.
Aku meyakininya
Lagi-lagi Tuhan menguji kesabaranku, aku dihadapkan pada Jessi yang sedang kuperjuangkan namun ia menyembunyikan sesuatu dariku, kajadian malam itu membuahkan hasil, Jessi mengandung anakku namun ia tidak jujur padaku, hingga Jessi mengalami kecelakaan yang harus membuat janinnya gugur. Tuhan mengambil kembali sesuatu yang berharga dariku.
Namun sahabatku Fariz terus menguatkanku, Ghea pun yang saat itu berubah menjadi saudari angkatku dan terus menasehatiku. Mereka berdua menyemangatiku meski aku merasa dunia tak pernah adil padaku.
"Tuhan,, apa sebenarnya rencanamu pada hidupku. Tak cukupkah hanya Ghea yang kau jauhkan dariku, mengapa harus calon anakku juga?" Batinku saat itu.
Aku mulai merubah sikapku, Papa menginginkan aku menjadi lebih dewasa lagi, aku membuktikan pada Papa jika aku mampu menyelesaikan kuliahku tepat waktu, aku yang saat itu masih muda pun mulai mempelajari soal saham, aku terjun didunia saham yang membuatku mempunyai penghasilan sendiri.
Aku berhasil, Papa dan Mama merestui jika aku menikahi Jessica.
Aku berkomitmen untuk menjalani pernikahanku, menerima bahwa ini takdir Tuhan yang sangat indah buatku, meski dihati terdalamku nama Ghea masih terukir.
Jessi memberikan putri yang cantik, putri yang ditunggu oleh Mamaku yang sangat menginginkan adanya bayi perempuan dikeluarga kami. Chelsea Nathaniel kuberi nama pada putri pertamaku dan Yoda Nathaniel pada Putra bungsuku.
Aku terkejut saat mendengar putriku yang menyukai Zayn putra sulung Ghea, aku takut mereka mengulang masa lalu orang tuanya yang tidak berjodoh karna beda keyakinan.
Dengan egoisnya aku meminta Ghea untuk menjauhkan Zayn dari Chelsea, demi apapun aku tidak ingin putriku merasakan sakitnya hati karna beda agama.
Zayn pergi untuk meneruskan pendidikannya di Harvard, tak kulihat lagi Chelseaku yang penuh harap pada sosok Zayn.
Bagai disambar petir, aku gemetar saat menerima kabar jika putriku Chelsea menghilang saat menjalani KKN di sebuah desa, ia hanyut bersama temannya terbawa arus sungai yang cukup deras. Aku harus tetap tegar dan kuat demi Jessi istriku, terlebih Jessi yang slalu pingsan setelah mendengar jika teman Chelsea ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Tuhan, apapun akan aku lakukan asal kau tidak mengambil Chelsea yang aku sayangi itu.
Tiga hari kemudian, aku mendapatkan telpon dari nomor asing, kuangkat dan betapa terkejutnya aku ketika Chelsea yang menelponku dan memberitahukan posisinya saat ini.
Tanpa pikir panjang, aku bersama Jessi dan ditemani oleh Fariz sahabatku langsung menuju lokasi tempat Chelsea berada.
Aku menyadari satu hal saat melihat penampilan Chelsea dipondok itu. Chelsea memakai penutup kepala yang bernamakan hijab.
Aku membawa Chelsea kembali ke kota untuk mendapatkan perawatan, Chelsea enggan melepas hijabnya, ia berkata bahwa hijabnya telah menyelamatkannya dari maut.
Ghea mendatangiku dan Jessi, mengatakan keinginginan Chelsea yang ingin berpaling dari keyanikannya saat itu, Chelsea memilih menjadi mualaf, ia merasa mendapatkan hidayah. Tentu saja aku menolak, aku menganggap Chelsea labil dan masih shock atas kejadiannya saat itu.
Namun Chelsea mengatakan langsung padaku, meminta ijin padaku dan juga Jessi untuk menerima keputusannya. Mamaku membantu Chelsea untuk meyakiniku, Mama mengatakan, bahwa setiap orang mempunyai hak atas keyakinannya masing-masing. Bahwa jika nanti Chelsea berbeda keyakinan, ia tetap menjadi anakku dan Jessi, tidak ada yang berubah, hanya keyakinan Chelsea saja yang berubah.
Dengan berat hati aku menerima keputusan Chelsea. Mas Fadhil membimbing Chelsea untuk mengucapkan dua kalimat syahadat yang menandakan Chelsea resmi menjadi seorang mualaf.
Tidak lama dari Chelsea menjadi mualaf, Zayn kembali, dan entah mengapa Zayn seolah menjadi dekat dengan Chelsea.
Apakah ini takdir mereka?
__ADS_1
Hingga suatu hari Zayn mendatangiku untuk meminta Chelsea menjadi istrinya. Tentu saja aku bangga, memiliki menantu seperti Zayn, pintar, mandiri, tampan, dan rendah hati.
Aku memberinya restu karna aku tau jika Chelsea juga mencintai Zayn.
Aku harus merelakan impianku untuk berjalan di altar mengantar putriku untuk suaminya, aku merelakan wali hakim untuk menggantikanku menjadi wali Chelsea putriku, dan aku meminta sahabatku Fariz untuk menjadi saksi dari pihakku.
Dan disinilah kini aku berada, diatas pelaminan bersama Ghea. Bukan sebagai sepasang suami istri, melainkan sebagai kedua orang yang menikahkan putra putri kami.
Ahh aku bersanding dengan mantanku yang kini menjadi besanku. Tak pernah terpikir olehku jika akhirnya takdir cinta aku dan Ghea seperti ini.
Ghea...
Terimakasih pernah menjadi pelangi yang indah dihidupku, karnamu aku tau artinya mencintai. Karnamu juga aku tau apa itu merelakan.
Ghea...
Terimalah putriku untuk menjadi menantumu, sayangilah putriku seperti aku menyayanginya. Ajarilah putriku untuk menjadi seorang istri yang berbakti pada suaminya.
Kutitipkan putri kesayanganku dikeluargamu, semoga putriku bisa menjadi menantu yang membanggakan dikeluargamu.
.
.
TAMAT
.
Next Othor bikin project cerita soal Aldrich yang ditinggal pacarnya pas lagi sayang sayangnya dan menyamar jadi orang biasa demi mendapatkan cinta tulus dari seorang wanita. Mungkin habis lebaran baru terbit.
Cerita Takdir Cinta Ghea dan Tristan selesai sampai disini, karna setelah Othor pikirkan, jika bab nya ditambah akan keluar dari jalurnya.
Nanti dicerita Aldrich, Othor selipin kebucinan Babang Zayn ke Chelsea ya.
Othor ijin pamit sementara, mau fokus untuk puasa dulu, mohon maaf lahir batin ya Readers semua.
Terimakasih untuk Readers yang berbaik hati memberi othor like, hadiah, menyapa othor dikolom komentar dan memberikan Vote kalian disetiap minggunya.
Karna kalian, Othor jadi slalu semangat.
kalian yang baru mampir disini, mampir juga ke novel othor lainnya ya.
Author @shann29
Instagram @miss.shann29
Karya Author hanya terbit di Novel Toon ya, dengan judul-judul:
1. ELDISKA (TAMAT)
2. CINTA ERLANG (TAMAT)
3. MENIKAH DENGAN KAKAK SAHABATKU (TAMAT)
4. TAKDIR CINTA ghea & Tristan (TAMAT)
5. BEFORE WE DONE (TAMAT)
6. BUKAN DRAMA PERNIKAHAN (COMING SOON) Cerita Aldrich.
Ditunggu jejak-jejak kehadirannya..
love u full Readersku 😘😘
__ADS_1
Spoiler cover cerita Aldrich yang ditinggal pas lagi sayang-sayangnya ⬇️⬇️