TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
S2-TAKDIR CINTA (Chelsea&Zayn) 09


__ADS_3

Sea mengurung diri dikamarnya, ia masih mencerna semua perkataan Zayn.


Ucapan Zayn membuatnya sedikit berfikir tentang kedekatannya dengan Ammar.


"Akhh sebenarnya aku bukan memikirkan perasaanku pada Ammar, tapi aku memikirkan perasaanku pada Kak Zayn." Gumam Chelsea yang baru saja selesai menunaikan kewajibannya.


Tristan masuk kedalam kamar Chelsea.


"Checii.." Panggil Tristan.


Chelsea menoleh. "Chelsea Pi, Chelsea." Ucap Chelsea yang mulai protes jika dipanggil Checi.


Tristan memonyongkan bibirnya. "Sama Zayn aja mau dipanggil Sea." Cibir Tristan.


"Ishh Papi, gak lucu sirik-sirikan sama Kak Zayn." Ucap Chelsea sambil melipat sajadahnya.


Ada perasaan yang entah seperti apa dihati Tristan melihat putri sulungnya yang kini tlah berbeda keyakinan dengan dirinya.


"Jadi Papi gak boleh sirik nih sama calon menantu." Ledek Tristan.


Wajah Chelsea bersemu merah, "Papi apaan sih, calon mantu darimana?"


Tristan tersenyum, "Ya siapa tau, kalian kan sekarang udah satu keyakinan."


Chelsea menghela nafas, ia duduk disebelah Tristang yang sedari tadi duduk disisi tempat tidur, kepala Chelsea bersandar dibahu Tristan.


"Pi, sudah seiman belum tentu berjodoh kok Pi." Jawab Chelsea sendu.


Tristan menghela nafas. "Apa ini yang kamu bilang ke Papi soal ilmu ikhlas?" Tanya Tristan.


"Chelsea gak tau Pi, hanya saja yang Chelsea tau, jika kita mengikhlaskan sesuatu itu hanya dirinya dan Allah saja yang tau, tidak untuk di publikasi rasa ikhlas itu."


"Termasuk merelakan Zayn jika bukan jodohmu?" Tanya Tristan lagi.


Chelsea mengangguk, "Karna hanya dengan ikhlas, Allah akan menggantikannya dengan kebaikan yang lain. Sama seperti Papi yang merelakan Mama Ghea dan mendapatkan Mami Jessi." Lirih Chelsea.


Tristan terkejut dengan apa yang di ucapkan Chelsea. "Apa maksudmu, Chel?"


"Chelsea tau dari Oma Monica, sewaktu Oma menasehati Chelsea untuk tidak mengejar Kak Zayn, karna akan mengulang sejarah Papi dan Mama Ghea."


Tristan menghela nafas untuk kesekian kalinya, ia tak menyangka bahwa sang Mama memberitahu anak gadisnya soal masa lalu dirinya. Chelsea memang dekat dengan Monica, dan sifat Monica yang begitu memanjakan Chelsea membuat Chelsea menjadi nyaman bercerita soal apapun pada Monica.


Sementara dirumah Ghea.


Zayn tengah mengerjakan materi yang akan ia sampaikan untuk mahasiswanya nanti.


Meski masih satu bulan lagi ia akan resmi mengajar dikampus ternama itu, namun dirinya sudah jauh-jauh hari menyiapkan materinya.


Sejenak ia menghentikan ketikan pada tombol tombol dilaptopnya, ia mengingat bagaimana Chelsea dengan sikapnya yang sudah berubah, dari ABG labil menjadi seseorang yang mungkin bisa disebut wanita..


"Kak Zayn.." Panggil Davan yang kini duduk berjarak dengan Zayn.

__ADS_1


Zayn menoleh sekilas kemudian menatap layar laptopnya kembali.


"Hmm." Jawabnya singkat.


"Tadi bareng sama Chelsea ya?" Tanya Davan menyelidik.


"Hmm." Jawabnya masih sama.


"Ishhh Kakak cuma ham hem ham hem aja jawabnya." Cibir Davan.


Zayn mendelik, "So...?"


Davan memutar malas bola mata. "Jangan php in Chelsea." Ucapnya sedikit tegas.


Zayn menaikan satu halisnya, "Kamu menyukai Chelsea?"


"Lebih tepatnya Aldrich, sejak Chelsea jadi mualaf, Papap Fariz gencar deketin Aldrich sama Chelsea. Papap bilang mau besanan sama Papi Titan."


Ekspresi Zayn tetap cool saat mendengar perkataan Davan. "Kamu gak ikut deketin Chelsea?"


Davan mengerdikan bahunya, "Aku kalah duluan, Chelsea sukanya sama Kakak, masa iya aku mau bersaing dengan kakakku sendiri." Davan tertawa.


"Sok tau kamu Dav, jelas Chelsea udah ada cowok lain, hmm siapa tuh namanya..." Zayn seolah berfikir, padahal dirinya enggan menyebut namanya.


"Bang Ammar." Jawab Davan cepat.


"Abang??" Tanya Zayn mastikan.


Davan mengangguk. "Bang Ammar, senior dikampus yang bulan ini akan diwisuda. Beda satu tingkat dengan Chelsea, dulunya ia pacaran sama temennya Chelsea yang meninggal itu, entah kenapa sekarang jadi dekat dengan Chelsea."


"Tapi bukan pacaran." Sahut Davan cepat. "Chelsea hanya merasa bersalah. Karna itu ia menjadi dekat dengan Bang Ammar. Padahal Bang Ammar itu dulunya playboy kampus, pernah ada yang ngaku dihamilinnya, tapi kasus itu menguap sendirinya, Ayahnya seorang pejabat dikota ini, punya kekuasaan juga dikampus, bahkan Papa kita mengenalnya dan Papa kurang menyukainya." Kata Davan menjelaskan.


"Chelsea tau?" Tanya Zayn.


Davan mengangguk, "Tau, tapi seolah menolak kenyataan. Sepertinya ada sesuatu yang membuat Chelsea dekat dengannya. Aku dan Aldrich sedang menyelidikinya."


"Hah, masa muda kalian rumit sekali." Cibir Zayn.


Davan berdecak, "Bukan masa muda kami yang rumit, Kakak tuh yang melewati masa muda dengan datar, gak asik banget. Entah apa yang Chelsea lihat dari Kakak." Cibir Davan.


"Chelsea masih menyukai Kakak?" Tanya Zayn.


Davan mengangguk, "Bahkan saat Chelsea tidak sadarkan diri dipondok, ia berminpi Kak Zayn datang padanya dan memberikannya mukena."


Zayn membulatkan bola matanya, "Benarkah?"


Davan berdiri dari duduknya, "Bahkan Chelsea menyelipkan nama Kakak disetiap doanya."


Ghea mendengar obrolan kakak beradik itu, setelah Davan masuk kedalam kamarnya, Ghea mendekati Zayn.


"Sudah malam, belum tidur Zayn?" Tanya Ghea yang kini duduk ditempat Davan duduk tadi.

__ADS_1


"Masih ngerjain materi buat ngajar nanti, Ma.. Kan gak lucu nanti ngajar belum nyiapin materi." Jawab Zayn.


Ghea mengangguk. "Tadi bareng Chelsea?"


"Sekalian, Ma.. kan satu tujuan." Zayn menjawab dengan santai.


Ghea tertawa, "Kirain lagi ngejar Chelsea."


Zayn tersenyum, "Sepertinya Mama mau banget Chelsea jadi menantu Mama." Ucap Zayn.


"Kamu ini, main tebak aja. By the way kapan Nadira pulang?" Ghea mengalihkan pembicaraan.


"Lusa, nanti Zayn jemput kesana Ma."


"Damian juga?" Tanya Ghea lagi.


Zayn mengangguk, "Zayn udah janjian sama uncle Bri untuk jemput Damian dan Nadira."


***


Chelsea mendatangi rumah Ghea untuk berkumpul bersama Davan dan Aldrich, sebenarnya tujuannya untuk melihat Zayn, namun hari itu Zayn tidak ada dan sedang menjemput Nadira juga Damian ke bandara.


Perasaan Chelsea jadi tak menentu, ia berfikir bahwa Zayn tidak akan pernah bisa ia gapai karna hati Zayn sedari dulu hanya untuk Nadira.


"Harus bisa move on, Kak Zayn bukan jodohku." Ucap Chelsea bermonolog.


Chelsea menjalani hari-hari seperti biasa, kini ia lebih sering menghindari Zayn, Chelsea juga sering melihat Zayn bersama Nadira meski setelah itu, ada Damian bersamanya.


Chelsea hanya bisa menghela nafas dan mengusap dada yang ia rasa perih.


Perasaan sukanya pada Zayn malah semakin lebih dalam dari sebelumnya.


"Chel.." Panggil Ammar.


"Iya Am.."


"Dari tadi aku perhatiin kamu bengong terus, mikirin apa?"


"Gak apa-apa koq Am.. Aku cuma lagi capek aja." Jawab Chelsea.


"Hmm, aku mau ajak kamu ke villa ku bareng sama teman-temanku yang lain. Kamu ikut ya." Bujuk Ammar.


"Maaf, Am.. Aku sedang ingin fokus untuk menyelsaikan kuliahku." Tolak Chelsea secara halus.


Ammar menghela nafas, kini Chelsea tidak lagi bisa ia bodohi lagi. Meski awalnya Ammar hanya iseng mendekati Chelsea dengan alasan merindukan Dessy, namun kini Chelsea seolah tau maksud lain Ammar.


.


.


Masih lanjut jangan??

__ADS_1


Lihat kemarin koment agak banyakan dikit, bikin Othor bahagia dan akhirnya khilaf lagi sampai double Up untuk hari ini lagi..


sering seringlah tulis sesuatu dikolom komentar, siapa tau besok Othor bisa double bahkan crazzy Up 🤭🤭


__ADS_2