TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
TAKDIR TIDAK BISA DITEBAK


__ADS_3

"Bee kerumahku ya.." Ajak Tristan.


"Boleh.. Tadi juga pas digereja Mama kamu nyuruh kerumah." Jawab Jessi.


Tristan tersenyum sambil mengusap puncak kepala Jessi.


"Bee tolong telponin Fariz atau Stevi, suruh mereka juga kerumah kalo urusan mereka udah selesai." Tristan berbicara sambil mengemudikan mobilnya.


"Lho mereka lagi pergi bareng Bang?" Tanya Jessi.


"Iya, Fariz mau ajak Stevi lihat Mamanya. Sebenarnya aku gak tenang dari tadi, mau tau gimana lanjutan hubungan mereka setelah Stevi diajak lihat Mamanya Fariz."


Jessi mengangguk, dia sudah tau kondisi Mamanya Fariz dari Tristan. "Aku yakin Bang, Stevi pasti nerima Fariz apa adanya seperti Fariz nerima Stevi apa adanya."


"Aku cuma khawatir Bee, aku gak pernah nyangka Fariz menyimpan beban seberat ini, padahal didepan aku dia tuh cowok sleyengan, ceplas ceplos, tapi baik banget."


"Iya Fariz itu cowok yang baik."


"Aku juga baik Bee." Ucap Tristan seperti tak terima kekasihnya memuji sahabatnya itu.


"Iya kamu baik Bang, baikkk bangett Bang.. Jangan cemburu gitu dong. Gak lucu masa cemburu sama sahabat kamu sendiri." Jessi tertawa.


Tristan pun tertawa, lalu dia diam mengingat kebaikan Fariz. "Aku bukan teman yang baik untuk Fariz ya Bee. Slama ini Fariz slalu dengerin curhatan aku, masalah aku, dari mulai Ghea sampai kamu, Dia juga jagain Ghea dari sibrengs*k Algi, dia slalu ada buat Ghea pas aku lagi diAmrik. Tapi aku gak pernah tau masalah Fariz apa, padahal beban dia juga sangat berat. Dia juga yang mati-matian ngebujuk aku buat buang egois aku saat kemarin aku dan kamu bermasalah."


Jessi terdiam, mencerna semua kata-kata Tristan, kemudian bertanya. "Apa Ghea dulu dekat dengan Fariz Bang?"


Tristan mengangguk, "Bahkan sewaktu aku ninggalin Ghea ke Amrik dan nitipin Ghea ke Fariz aku berharap Fariz berjodoh dengan Ghea, meski saat itu aku sakit untuk membayangkannya, tapi rasanya aku tenang jika yang bersama Ghea ada Fariz."


"Itu sebabnya kamu meminta Fariz untuk satu Universitas dengan Ghea?"


Tristan mengangguk lagi, "Iya Bee."


"Tapi nyatanya Ghea udah nikah sama Pak Fadhil dan Fariz menyimpan rasa sama Stevi yang juga sahabatnya Ghea." Ucap Jessi yang kini sudah mengetahui semua tentang Ghea dan orang disekitarnya termasuk Fariz.


"Hidup itu lucu Bee, kita seperti dipermainkan oleh takdir."


"Bukan begitu Bang, kita ini hanya pemain dicerita kita masing-masing. Sebelum ketahap bahagia, kita pasti melewati proses jalan cerita kita sendiri. Takdir setiap orang kan berbeda-beda Bang."


Setelah obrolan itu mereka terdiam, Jessi sebenarnya cukup bingung dengan Tristan, sewaktu dirinya hamil sebelum keguguran Tristan begitu gigih mengajaknya menikah. Kini setelah mereka berbaikan, Tristan tidak pernah lagi menyinggung tentang pernikahan. Hatinya terus bertanya, apakah Tristan ingin tanggung jawab hanya karna ada bayi diperut Jessi.

__ADS_1


Ahh sungguh Jessi merasa bingung, ia ingin bertanya namun terlalu malu bagi dirinya jika membahas soal hubungan mereka terlebih dahulu.


***


"Lah ada lo Bang." Ucap Tristan pada Krisna saat melihat Krisna berada dirumah sang Mama.


"Emang napa Tan? inikan rumah orang tua gue juga, bukan cuma orang tua lo." Jawab Krisna asal.


Semenjak menikah, Krisna bersama sang istri lebih memilih tinggal mandiri terpisah dari kedua orangtuanya masing-masing. Dan Krisna terbilang jarang pulang dihari libur, hanya sesekali dihari bekerja untuk mampir melihat sang Mama.


"Hai Jess, masih bertahan juga kamu sama Tristan." Ledek Krisna.


"Hai Bang Kris, ya mau gimana lagi Bang, takut Tristan bunuh diri kalo aku tinggalin." Jawab Jessi asal sekaligus ingin menggoda Tristan.


"Haisshh kamu Bee, gak usah ladenin Bang Krisna deh Bee.." kesal Tristan.


Krisna tertawa, "Gimana Jessi gak ladenin gue Tan, sebelum Jessi kenal sama lo, gue udah kenal Jessi duluan, udah lebih dulu akrab sama Jessi duluan."


"Iya iyaa.. Abang doang deh yang tau segalanya." Tristan masih merengut kesal.


Krisna semakin tertawa melihat adiknya itu. "Ahahaha, lagian dunia lo dulu isinya Ghea doang sih, gak mau tau yang lain, makanya lo gak kenal sama keluarga Om Jody yang punya anak cantik kayak Jessi begini."


"Lah lo gak takut Jessi tau semua." Krisna terus saja menggoda Tristan didepan Jessi.


"Jessi dah tau semua, lagian itu cuma masa lalu gue Bang, sekarang Jessi masa depan gue." Jawab Tristan percaya diri.


Jessi tersenyum mendengar jawaban terakhir Tristan, hatinya tengah berbunga-bunga, Jessi berharap smoga yang dikatakan Tristan itu sebuah kejujuran dari hatinya.


"Ehh anak Mama udah datang." Sapa Monica sambil memeluk Jessi.


"Kris, jangan godain adik kamu terus, katanya kamu mau pergi sama Bryan dan Fadhil." Ucap Monica pada Krisna.


"Iya Ma.. ini lagi nunggu Bryan sama Fadhil kesini. Fadhil masih dijalan pulang, abis pergi anter Ghea beli baju hamil katanya."


"Ohh ya ampun, kandungan Ghea semakin membesar, pasti baju-bajunya udah semakin tidak nyaman dipakai. Kenapa Mama melupakan hal itu ya." Ucap Monica bermonolog.


"Karna Mama terlalu mikirin Tristan sih Ma, sampai Ghea gak kepikirin sama Mama." Ledek Krisna.


"Iya kamu benar Kris, harusnya Mama gak pikirin lagi Tristan, sudah ada Jessi yang mengurusnya." Monica mengedipkan satu matanya pada Jessi.

__ADS_1


Tristan berdecak. "Mama lebay, Ghea udah punya suami ngapain masih dipikirin. Suaminya kan siaga banget Ma."


"Haishh kamu sirik aja sama Ghea Tan. Makanya cepet selesaikan kuliah, nikahin Jessi, biar Mama disini ada temennnya. Biar kalo Ghea gak bisa nemenin Mama, ada Jessi yang nemenin Mama, syukur-syukur kalo Ghea sama Jessi slalu nemenin Mama."


Monica membawa Jessi kedapur untuk memasak bersama. Jessi pun semakin dekat dengan Monica.


"Jess.. Maaf ya kalo Mama suka ngomongin soal Ghea. Buat Mama, Ghea itu udah seperti anak sendiri, sama sepertimu."


Jessi tersenyum. "Iya Ma gapapa, Jessi ngerti, apa lagi pas tau masa lalu Ghea dikeluarganya dulu dan Ghea yang banyak habisin waktu disini."


"Mama seneng Jess, kamu begitu pengertian dan bisa bersahabat baik juga dengan Ghea, dan yang lebih membuat Mama senang lagi adalah Tristan yang bisa move on karna kamu." Monica membelai rambut panjang Jessi.


Ghea tiba membawa dua kotak donat favorit Monica dan Jessi.


Sementara Fadhil sudah pergi lagi bersama Krisna dan juga Bryan, bahkan Erick pun ikut bersama mereka.


"Wahh menantu sama mertua sama-sama suka donat." Ucap Ghea yang melihat kekompakan Monica bersama Jessi.


"Oh ya? Mama juga suka donat?" Tanya Jessi.


"Iya sayang, semenjak pengen punya anak perempuan, mama sering makan yang manis-manis. Tapi sayang, Tristan gak bisa punya adik lagi." Jawab Monica.


"Kan menantu Mama cewek semua." Sahut Ghea.


"Gak semua Ghe, menantu Mama ada yang cowok juga. Pak Fadhil kan cowok Ghe." Ucap Jessi.


"Oh iya.. " Dan mereka bertiga tertawa.


Dari jauh Tristan menyaksikan, Tiga orang yang ia sayangi sangat akrab, Mama, Ghea dan Juga Jessi. Dirinya berfikir, takdir memang tidak bisa ditebak, dulu Tristan begitu mencintai Ghea, tapi kini, hanya ada Jessi seorang dihatinya. Tristan pun tersenyum, sembari memikirkan bagaimana membuat kejutan untuk melamar Jessi tepat dihari ulang tahunnya yang hanya tinggal beberapa hari lagi.


.


.


Ayo Babang Titan semangatt menuju sah dimata Tuhan.


.


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2