TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
FARIZ-STEVI


__ADS_3

"Rumah sakit jiwa? kita ngapain kesini Riz?" Tanya Tristan.


Fariz menghela nafas sambil membuka seat belt nya.


"Turun yuk." Ajak Fariz.


Tristan dan Ghea saling bertatapan tanda tidak mengerti. Dan pada akhirnya mereka juga ikut turun.


Fariz memasuki koridor rumah sakit yang menangani pasien khusus gangguan jiwa.


"Pak Fariz." Panggil seorang suster yang menyapa dan menghampirinya.


"Hai sus.."


"Mau nengok Ibu Diana ya?" Tanya Suster pribadi yang merawat sang Ibu.


"Iya dimana Mama Sus? bagaimana kabar nya?"


"Ibu Diana semakin baik, ada di taman sedang duduk, baru saja saya selesai menyuapinya."


"Makannya habis?" Tanya Fariz antusias.


"Seperti yang Pak Fariz lihat, tidak bersisa Pak." Jawab Suster sambil menunjukkan mangkuk yang sudah kosong.


Fariz tersneyum, "Terimakasih sus."


"Riz.." Panggil Tristan.


Fariz menengok kearah Tristan dan Ghea. "Ayo ikut gue."


Seorang wanita yang masih terlihat cantik diusianya, dengan rambut sebahu, duduk dengan tatapan kosong dipojokan taman dekat air mancur.


"Dia nyokap gue." Lirih Fariz.


Ghea dan Tristan hanya diam menunggu apa yang selanjutnya akan dikatakan oleh Fariz.


"Orang tua gue cuma Mama dan Kakek. Gue terlahir tanpa seorang Ayah." Fariz menjeda kalimatnya. "Mama korban pemerk*saan dan melahirkan gue. Kakek yang membesarkan gue slama ini." Suara Fariz terdengar terbata-bata.


"Riz..." Panggil Ghea.


"Kenapa lo gak jujur sama kita Riz?" Tanya Tristan.


"Gue terpaksa Tan, gue trauma di bully, sewaktu SMP, gue di Bully karna status gue gak jelas, dan keadaan nyokap gue yang seperti ini."


"Ya ampun Fariz, lo kira kita sama dengan teman-teman lo semasa SMP?" protes Ghea.


"Kalian tau Dewantara grup?"


Tristan mengangguk. "Salah satu perusahaan terbesar, dan dia masuk 10 besar perusahaan terbesar di Asia. Tapi karna scandal tentang anak tunggal yang hamil diluar nikah dan mengalami gangguan jiwa, perusahaan itu sempat terguncang, namun akhirnya bangkit lagi karna banyaknya orang yang simpatik terhadap kebaikan Pak Tara pendiri Dewantara Group."


"Dan anak tunggal yang ada didalam scandal itu adalah nyokap gue dan gue ada adalah anak yang terlahir darinya." Lirih Fariz.


"Jadi lo cucu pak Dewantara yang slama ini disembunyikan identitasnya Riz?" Tanya Tristan tak percaya.


"Bukan disembunyikan, gue pernah memakai identitas asli gue, dan hasilnya yang gue dapat hanya pembully an.. Gak ada orang yang berteman sama gue anak hasil pemerk*saan dan mempunyai ibu yang mengalami gangguan jiwa."


"Gak semua orang sama Riz." Sahut Ghea.


"Gue tau Ghe, dan gue tau kalian sahabat terbaik gue. Jadi, apa kalian masih mau anggep gue sahabat kalian?" Tanya Fariz.


Tristan memeluk Fariz, Ghea mengusap punggung Fariz. Kita sama-sama Riz, jangan lagi ada yang lo sembunyiin dari kita."


"Jadi lo pewaris tunggal Dewantara Group? Kenapa lo pilih kuliah hukum jadi pengacara?" Tanya Tristan


"Karna gue gak suka orang mengacak-ngacak hukum, gue pengen berantas orang-orang yang seenaknya, apa lagi menyangkut pelecehan dan kekerasan."


"Stevi gak tau ini Riz?" Tanya Ghea.


"Gue takut Stevi mundur Ghe, apa dia mau mempunyai calon mertua seperti nyokap gue?"


"Tandanya lo gak percaya sama Stevi."


"Gue cuma trauma, dulu di SMP ada teman gue yang bilang, sampai kapanpun tidak akan ada yang mau berteman apa lagi punya hubungan sama gue."

__ADS_1


Ghea menghela nafas. "Dan Trauma lo harus lo buang jauh-jauh Riz."


Fariz mengangguk. "Akan gue coba."


***


Danu benar-benar melaporkan Fariz dengan tuduhan penganiayaan dan penculikan terhadap Stevi.


Tapi Fariz tidak gentar dengan segala tuduhan yang ditujukan padanya oleh Danu.


Kakek Tara memberikan hak penuh pada Fariz untuk menggunakan kekuasaanya.


"Akuisisi perusahaan milik tua bangka itu. Buat dia datang ke perusahaan kita dengan memohon-mohon." Titah Fariz pada asisten kepercayaan Kakek Tara.


(Keren ya Fariz, Author aja klepek-kelepek bikin cerita soal Fariz).


Danu kalang kabut saat tahu para pemegang saham menarik sahamnya, dia lebih terkejut ketika Dewantara Grup akan mengakuisisi perusahaanya. Membuat Danu harus bersikap seperti penjilat didepan CEO perusahaan tersebut.


Danu mendatangi perusahaan Dewantara Group. Dia diantarkan oleh asisten Kakek Tara untuk menghadap CEO.


Betapa terkejutnya Danu saat melihat Fariz.


"Kau...?" Tanyanya dengan terkejut.


Fariz tersenyum licik. "Ada masalah?" Tanyanya santai.


"Dimana pak Dewantara?" Tanya Danu pada asisten pribadi Kakek Tara.


"Pak Tara sedang istirahat, sekarang perusahaan ini dipegang oleh cucu tunggalnya. Alfarizi Dewantara." Jawab Asisten.


Danu merasa kalah sebelum berperang.


"Apa maumu?" Tanya Danu.


"Lepaskan Stevi, aku akan bebaskan perusahaanmu."


"Tidak akan." Jawabnya.


"Dasar kau tua bangka. Baiklah, dalam lima menit akan kubuat perusahaanmu hancur."


"Karna aku akan menikahinya." Jawab Fariz santai.


"Menikah? apa kau tidak merasa jijik dengan Stevi, bahkan dia sering memuaskan aku." Danu mulai memancing emosi Fariz.


Fariz mulai mengepalkan kedua tangannya. "Apa saja yang sudah kau lakukan pada Stevi?"


"Apa kau sangat ingin tau?" Danu menyeringai licik.


"Ceritakanlah."


"Dia slalu memuaskan aku, gerakan tangan dan mulutnya membuatku melayang, tubuhnya pun sudah sering aku cumbui meski aku belum menyetubuhinya."


"Kau pemaksa." Ucap Fariz yang mulai meninggi.


Danu tertawa, "Ya aku pemaksa, bahkan aku melakukan hal itu sejak Stevi masih dibangku SMP."


"Kau slalu melecehkannya." Geram Fariz.


Danu tertawa, "Itu adalah seni kepuasan." Jawabnya tak tau malu.


Kini bergantian Fariz yang tersenyum licik.


"Kau bukan hanya kehilangan Stevi dan perusahaan kecilmu itu, tapi kau juga akan kehilangan kebebasanmu."


"Apa maksudmu."


Fariz menunjukan beberapa kamera tersembunyi yang bisa merekam. Tak lama dari itu polisi masuk kedalam ruangan Fariz.


"Pak Danu silahkan ikut kami." Ucap polisi.


"Apa maksudnya?"


"Anda kami tahan atas laporan nona Stevi dengan tuduhan pelecehan, dan Pak Fariz Dewantara sudah memberikan bukti-buktinya."

__ADS_1


Ya.. Danu masuk ke perangkap Fariz.


Danu berteriak saat polisi menyeretnya.


Ghea, Tristan, Jessi dan Stevi masuk kedalam ruangan Fariz.


"Keren lo." Ucap Tristan sambil meninju bahu Fariz.


Fariz tersenyum, matanya melirik kearah Stevi.


"Lo bebas Stev." Ucap Fariz dengan senyum.


"Thanks Riz, gue gak tau bales lo dengan cara apa, gue hutang budi banget sama lo." Lirih Stevi.


"Menikahlah dengan Fariz." Sahut seseorang dan Ternyata itu adalah Kakek Tara.


Stevi terdiam, hingga membuat Jessi membisikkan sesuatu. "Stev, lo lagi dilamar sama Kakek Tara."


"Maaf Kek, dan maaf juga Riz.. Tapi saya tidak pantas untuk bersanding dengan Fariz, saya mempunyai masa lalu yang tidak baik. Fariz berhak mendapatkan yang lebih baik dari saya."


Tristan menyenggol Fariz, memberikan kode untuk berani mengutarakan perasaanya pada Stevi. Namun Fariz hanya diam saja, membuat Ghea membisikan sesuatu kepada Fariz.


"Lo ngomong sekarang, atau selamanya Stevi gak akan jadi milik lo." Bisik Ghea.


Fariz melangkah mendekati Stevi.


"Stev.. gue cinta sama lo, gue gak perduli masa lalu lo, yang gue tau kalo gue jatuh cinta sama Stevi Alisha Putri, Mahasiswa anak Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sahabatnya Ghea yang juga sahabatnya gue."


"Tapi Riz, gue..."


"Lo mau kan jalanin ini semua sama gue? jadi kekasih gue, dan bertunangan dulu sama gue? sampai kita lulus kuliah, lalu kita menikah dan menata masa depan bersama." Ucap Fariz yakin.


"Gue takut lo nyesel." Lirih Stevi.


"Gue nyesel kalo gue gak ungkapin ini semua ke lo, gue nyesel kalo gue lepasin lo gitu aja, dan gue nyesel kalo sampai gak milikin lo."


"Stevi.." Panggil Kakek Tara.


Stevi menatap Kakek Tara.


"Belum pernah lho Kakek lihat Fariz segalau ini, hampir setiap hari dan mungkin setiap waktu Fariz memikirkan kekurangan apa yang ia miliki hingga kamu tak mau menerimanya."


"Bukan Fariz yang memiliki kekurangan Kek, tapi aku yang merasa tidak pantas untuk Fafiz." Jawab Stevi menjelaskan.


"Kamu tega sama Fariz jika dia sampai tidak percaya diri?" Goda Kakek Tara.


"Tentu saja tidak Kek."


"So...? Apa jawabanmu." Tanya Kakek Tara.


Stevi menatap wajah Fariz yang sedari tadi menunggu jawaban.


"Gue mau Riz, gue mau menata masa depan sama lo."


Fariz membulatkan matanya seolah tidak percaya, "Serius Stev?"


Stevi mengangguk.


Fariz memeluk Stevi. "Makasih Stev."


"Ekhemm.. belum halal Riz, jaga jarak." Intrupsi dari Ghea.


Fariz spontan melepaskan Stevi. "Sory Stev, gue terlalu seneng." Jawabnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


"Yeeayy akhinya dua jomblo bersatu." Ledek Tristan.


Membuat mereka smua yang ada diruangan itu tertawa.


.


.


.

__ADS_1


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2