
"Kak Zayn.. I love U." Teriak Chelsea saat menonton pertandingan futsal Zayn.
Saat ini Chelsea, Davan, Aldrich duduk dikelas tiga SMP, sedangkan Zayn dan Damian duduk dikelas tiga SMA. Mereka bersekolah disatu tempat yang terdapat SMP dan SMA dalam satu lingkungan dan hanya berbeda gedung.
Saat ini Chelsea, Davan dan Aldrich sedang menonton pertandingan terakhir Zayn sebelum akhirnya Zayn dan Dami berhenti karna akan fokus untuk menghadapi ujian kelulusan.
"Bersisik Chi." Ucap Davan kesal.
"Apa Kamu tidak malu dilihat orang? apa lagi banyak anak SMA disini." Sahut Aldrich.
"Kenapa mesti malu Al?" Tanya Chelsea tidak berdosa.
"Seengganya Kamu tau, Kak Zayn idola sekolah, banyak fans nya, lihat lah mereka menatap sinis padamu Chi." Jawab Aldrich.
Chelsea berdecak, "Ck, mereka tidak ada bandingannya denganku Al, pasti Kak Zayn tidak akan pernah melirik mereka."
"Jangan terlalu pede Chi, lihatlah Kak Nadira. Dia begitu memikat perhatian Kak Zayn." Ucap Davan menunjuk Nadira yang berada di jajaran terdepan dan terlihat Zayn melempar senyum kearah Nadira.
Seketika membuat rasa percaya diri Chelsea menguap dan perlahan menghilang.
Pertandingan selesai, tentunya tim Zayn dan Damian yang memenangkannya. Chelsea segera berlari menghampiri Zayn, ingin memberikan botol air mineral yang sudah Chelsea siapkan untuk Zayn.
"Kak Zayn." Panggil Chelsea dan Zayn menoleh kearah sumber suara.
"Hai Sea." Sapa Zayn dengan senyum yang disukai oleh Chelsea.
"Ini untuk Kakak." Chelsea memberikan botol berisikan air mineral untuk Zayn.
Zayn menerima botol itu, "Akh terimakasih anak manis." Ucapnya lalu membuka seal tutup botol dan mulai meminumnya.
"Zayn." Panggil Nadira.
Zayn menoleh dan terlihat Nadira berjalan menghampirinya.
"Hai Nad." Sapa Zayn.
"Selamat atas kemenangan tim mu, Kamu bermain bagus sekali." Ucap Nadira.
"Ini pertandingan terakhirku Nad, tentu saja aku harus bermain sebaik mungkin."
"Hanya Zayn saja yang bagus? Kamu tidak memujiku Nad?" Sahut Damian.
"Ah tentu saja Kamu juga Dam, kalian kan pasangan emas." Nadira tertawa ringan.
"Nad, ikutlah pulang bersama kami, sudah lama Kamu tak bermain kerumah kami." Ajak Damian.
"Baiklah, lagipula hari ini aku tidak ada jadwal les." Jawab Nadira menyetujui.
Tampak wajah Chelsea berubah masam, dirinya begitu tidak menyukai kedekatan Nadira dengan Zayn.
"Kak Dami pulang kerumah Kakek Erick?" Tanya Chelsea.
"Iya Chel, Papa Bryan dan Mama sedang berada di Bali, ada masalah di resort dan mengurusnya disana."
"Kak Alicia apakah ikut juga?"
"Tidak, Alicia sedang tinggal bersama sepupu dari Mama Maura, dan dia betah sekali disana."
"Wah rumah Kakek Erick jadi ramai, biasanya malam minggu nanti kita akan kumpul bersama kan Kak?"
"Tidak bisa Sea, malam minggu nanti Aku dan Davan akan menginap dirumah Oma Miranti." Jawab Zayn.
__ADS_1
"Hmm sayang sekali." Ucap Chelsea.
***
Nadira ikut pulang bersama kerumah Erick, hari ini adalah ulang tahun Zayn, dan Ghea slalu mengundang teman-teman Zayn untuk sekedar makan-makan bersama dirumahnya.
"Ini semua karna mu Al, lukisanku untuk Kak Zayn rusak." kesal Chelsea.
"Ayolah Chi, aku sudah berapa kali minta maaf, kenapa Kamu masih mengungkitnya?" Tanya Aldrich.
"Karna mu aku tidak mempunyai sesuatu yang bisa aku berikan pada Kak Zayn."
"Sudahlah Chi, jangan kekanakan. Kamu kan tau Kak Zayn tidak suka ulang tahunnya dibuat berlebihan, apa lagi jika sampai diberikan hadiah."
"Tapi Kak Zayn tidak pernah menolak hadiah dariku."
"Itu karna Kak Zayn menghargaimu."
"Apa kalian akan terus berada diluar?" Suara Mama Ghea membuat lamunan Chelsea buyar.
"Kami masih betah disini Ma.." Ucap Chelsea yang memanggil Ghea dengan sebutan Mama juga.
"Kenapa Sweetynya Papi Titan dan Mami Jessi Kelihatan murung? sedang sakitkah? atau sedang PMS?" Tanya Ghea penuh selidik.
"Tidak Ma.. Checi cuma lagi laper aja." Jawab Chelsea seceria mungkin.
"Ahh kalau begitu masuklah, Mama dan Mama Stevi sudah masak yang banyak untuk kalian." Ghea menarik pelan tangan Chelsea sehingga membuat Chelsea mau tak mau mengikutinya.
Saat dimeja makan, Chelsea duduk percis didepan Zayn sementara Nadira duduk disebelah Zayn dan diapit oleh Zayn juga Damian.
"Chel, makanlahlah yang banyak, ayam bakar buatan Mama Stevi sungguh enak." Ucap Damian.
"Tidak Dami, Sea lebih suka makan sayuran daripada ayam bakar." Sahut Zayn.
"Tentu saja aku tau Ra, Sea lebih sering tinggal dan makan disini bersama kami dari pada dirumahnya." Jawab Zayn dengan melempar senyum kepada Chelsea dan memberikan piring berisikan salad sayur yang sudah Zayn alaskan untuk Chelsea.
"Terimakasih Kak Zayn." Jawab Chelsea dengan semanis mungkin.
Jangan ditanya perasaan Chelsea bagaimana, ia merasa diatas angin dan sedang melayang terbang tinggi karna Zayn tau apa kesukaan Chelsea, terlebih Zayn mengatakan hal itu didepan Nadira, gadis yang Chelsea anggap saingannya.
***
"Harvard University? Papa mau kesana?" Tanya Zayn antusias pada Fadhil.
"Ya, Papa diundang kesana untuk mengisi seminar bersama prof. Budianto." Jawab Fadhil yang sedang berbicara denga Zayn anak sulungnya.
"Zayn boleh ikut Pa? impian Zayn ingin masuk ke Harvard."
"Tentu Zayn, Papa memang berencana akan mengajakmu, dan jika kamu berminat kuliah disana, Papa dan Mama akan mendukung penuh Nak."
"Zayn mau Pa.. Tapi apa Papa tidak kecewa pada Zayn jika tidak mengambil beasiswa kuliah di Mesir?"
"Tentu Papa dan Mama tidak kecewa, Zayn. Semua pilihan ada didirimu, Kamu yang akan menjalani." Sahut Ghea.
Saat ini banyak tawaran beasiswa untuk Zayn karna Zayn berhasil mengahafal 30juz, sehingga banyak universitas terutama dari negara Mesir yang ingin memberikan Zayn beasiswa. Dalam bidang akademik pun, Zayn sangat pintar, sehingga mendapat tawaran beasiswa dari negara Kanada.
Kepintaran Ghea dan Fadhil menurun pada anak-anak mereka.
"Semoga kamu mendapatkan beasiswa di Harvard, tidak bea siswa pun Papa akan berusaha membiayaimu untuk menuntut ilmu disana."
***
__ADS_1
"Jadi kak Zayn akan meneruskan kuliah di Harvard?" Tanya Chelsea.
Davan mengangguk, mengiyakan.
"Oh my God." Seru Chelsea sambil memegang kedua pipinya.
"Dan Kak Nadira juga sama, dia akan kuliah di Harvard." Sahut Aldrich.
"Udah gak ada harapan." Ucap Chelsea lesu.
"Sudahlah Chi, jangan memaksakan yang tidak mungkin. Kamu dan Kak Zayn itu berbeda keyakinan."
Diam-diam Tristan mendengarkan obrolan ketiga sahabat itu.
"Chelsea menyukai Zayn? Oh Tuhan, kenapa Chelsea juga harus mengalami cinta beda keyakinan ini, dan kenapa harus anak Ghea, wanita yang dulu aku cintai namun aku harus menyerah karna keyakinan yang berbeda." Batin Tristan.
***
"Eummmm" Erangan Tristan mengakhiri penyatuannya dengan Jessi.
"Tumben cepet Bang, belum satu jam." Ledek Jessi.
"Aku lagi cape banget Bee.."
Tristan meraih selimut dan menutupi tubuh polos mereka, Jessi bersandar didada bidang Tristan dan melingkarkan tangannya diperut Tristan.
"Kalo ada wanita lain yang lagi kamu suka, bilang aku ya Bang." Lirih Jessi.
"Bee, jangan berfikir macam-macam." Tangan Tristan mengusap punggung polos Jessi.
"Habisnya hari ini kamu berbeda, aku takut kamu lagi puber kedua."
"Ya ampun Bee.. bukan itu Bee, aku memang lagi banyak kerjaan." Jawab Tristan meyakinkan.
"Klien kamu kan kebanyakan cewek Bang, kali aja kamu kecantol janda, jaman sekarang kan Janda semakin didepan."
Tristan tertawa, "Udah kayak selogan iklan motor, semakin didepan Bee."
"Serius Bang!!"
"Enggalah Bee.. Aku ingin seperti Papa setia sama Mama, lagian aku juga punya anak perempuan, aku gak mau anakku kena karma karna mempunyai Papi yang brengs*k." Tristan menghela nafas, "Karma.." Gumamnya yang terdengar oleh Jessi.
Pikiran Tristan kembali kemasa lalu, saat dirinya masih remaja bersama Ghea.
Jessi tertidur, sementara Tristan masih memikirkan Chelsea yang menyukai Zayn.
.
.
.
Maaf untuk Bonchap agak slow Up ya.. Author lagi ikut lomba Writer season 6 dan bikin Novel baru yg akan diterbitkan awal febuari, nanti akan diumumkan novel barunya disini.
Jangan lupa Like, koment dan Votenya.
jangan lupa juga bahagia.
dan jangan lupa juga sama Author ya 😚
yg Mau Follow IG Author boleh bgt ya, disana juga nanti akan ada pengumuman novel yg akan terbit.
__ADS_1
@miss.shann29
Hari senin, masih adakah yang mempunyai jatah Vote? maukah berbagi dengan Author? ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤