
Tristan duduk didepan fakultasnya seorang diri, ia sedang menunggu Fariz yang sedang menghadap dosen untuk urusan tugas karna Fariz adalah seorang PJ dikelasnya.
Jessica yang baru saja keluar kelas dan hendak pulang tak sengaja melihat Tristan yang tengah duduk termenung sendirian dan berinisiatif untuk menghampirinya. Fakultas mereka memang bersebelahan sehingga jaraknya pun dekat.
"Sendirian Bang?" Tanya Jessi yang dengan santai dan cueknya duduk disebelah Tristan.
"Hem.." Jawab Tristan datar.
"Fariz mana?" Tanya Jessi lagi.
"Lagi diruangan dosen."
"Lo gak kerumah sakit nengok Ghea?"
"Ini gue lagi nunggu Fariz, lo belom balik?" Tristan mencoba berbasa basi dengan Jessica.
"Ini baru mau manggil ojeg online." Jawab Jessica sambil memegang ponselnya.
"Tumben gak bawa motor."
"Lagi dibengkel, jadi berapa hari ini gue naik ojeg online."
"Hem.." Tristan menanggapi dengan sangat dingin. "By the way thanks ya kemarin, sory gue gak sempet langsung bilang makasih sama lo."
Jessi tertawa. "Gue kira lo memang ga bisa ngomong terimakasih Bang, gue kira lo bakal ganti pake apa gitu buat ganti ucapan terimakasih lo itu."
Tristan menarik sudut bibirnya, tersenyum tipis. "Gak ada yang bisa gue ganti kalo itu menyangkut Ghea. Bahkan harga diri gue pun gue rela korbankan."
Jessi terdiam, dia mendengar ucapan Tristan yang begitu dalam dan penuh makna.
"Gila nih cowok, dalam banget perasaanya, selain cool dia bener-bener sad boy. Kasian.." Gumam Jessi.
Fariz menghampiri Tristan dan Jessi.
"Sory lama." Sahut Fariz sambil berjalan mendekat.
"Dah beres?" Tanya Tristan.
"Udah, tapi jemput Stevi ke fakultasnya dulu Tan, doi mau ikut nengok Ghea."
Tristan hanya mengangguk.
"Jess, ikut yuk, lo kan kemarin udah nolongin Ghea juga, Ghea belum kenal lo."
"Hem.. Gimana ya Riz, gue gak enak."
"Ya elah Jess, sejak kapan lo mulai gak enakan. udah deh ikut aja, motor lo dimana? titip aja dulu di kost an nya Stevi."
"Motor gue dibengkel, gue gak bawa motor."
"Nah pas dong kalo begitu. Udah deh lo ikut aja, gak ada acara juga kan?" Fariz terus memaksa.
Jessica mengangguk.
Mereka naik kemobil Tristan, tentunya Fariz yang mengemudikannya, setelah menjemput Stevi didepan Fakultasnya, mereka bertiga langsung menuju rumah sakit.
***
__ADS_1
Ghea perlahan mengerjapkan matanya, tubuhnya sangat lemas ditambah saat membuka matanya ia kembali teringat akan kejadian kemarin.
Flashback On ⬇️
"Masuk!!!" Yasmin memaksa Ghea untuk masuk kedalam mobilnya, sementara satu body guard menghadang Stevi dan yang satunya membukakan pintu mobil Yasmin.
"Kak.. kita mau kemana?" Tanya Ghea sambil menangis. Dia kembali gugup dan gemetaran, Ghea benci dengan kondisinya seperti ini dimana dia slalu lemah dan tidak bisa melawan.
"Ya Allah, tolong hamba.. Mas Fadhill tolong aku Mas.." Ucap Ghea dalam hatinya.
Didalam perjalanan, Yasmin duduk disebelah Ghea, Mobilnya dikendarai oleh supirnya.
"Gak usah nangis, gue benci lihat muka melas lo." Bentak Yasmin.
"Kak, kita mau kemana? aku mau pulang Kak."
"Pulang kemana adikku sayang? kerumah suamimu itu? suami yang lo rebut dari gue?" Tanya Yasmin sambil mencapit dagu Ghea.
"Kak aku tidak merebut Mas Fadhil, Kakak sendiri yang meninggalkan pernikahan Kakak dengan Mas Fadhil." Jelas Ghea.
"Lalu kenapa lo nikah sama Fadhil Hah?"
"Bukan kemauan aku Kak, aku dikorbankan oleh Bunda dan Ayah untuk menutupi aib keluarga, mereka tidak mau malu karna skandal pernikahan yang ditinggal kabur oleh kakak sendiri." Ghea mulai histeris.
"Baiklah, gue mau kasih lo penawaran. Gue sekarang udah balik, lo harus tinggalin Fadhil."
"Maksud Kakak apa?" Tanya Ghea heran.
"Gue mau Fadhil kembali sama gue, lo pergi dari hidup gue dan Fadhil."
Yasmin tertawa puas, "Jangan bilang adikku yang polos ini sudah mencintai pria bodoh seperti Fadhil, Fadhil memang bodoh dan mudah dimanfaatkan. Ayolahan Ghea sayang, bukankah Tristan kini sudah kembali? bukankah kalian saling mencintai, kembalilah pada Tristan, kalian bisa menikah diluar Negri, pernikahan beda Agama bisa dilakukan diluar Negri."
"Kak..!!" Bentak Ghea.
"Gue gak mau berbasa basi, terserah lo mau balikan sama Tristan atau engga, gue cuma mau lo lepasin Fadhil. Dia milik gue dan gue gak suka milik gue lo sentuh."
"Mas Fadhil bukan barang Kak, dia suamiku."
"Ternyata lo keras kepala juga ya Ghe, lo tau gue orangnya nekat, gue bakal bawa lo dan hancurin masa depan lo, gue bakal buat lo sendiri yang jauhin Fadhil dan buat Fadhil ilfeel sama lo."
"Maksud kakak apa?" Tanya Ghea yang semakin gugup.
"Lo akan lihat nanti."
Tiba dihotel Grand XX, Yasmin membawa Ghea turun, dan masuk kedalam hotel.
"Kak kenapa kita kesini?" Tanya Ghea.
"Ayah sedang menunggu kita diatas." Jawab Yasmin berbohong.
Ghea merasa tenang sedikit, dia berfikir Ayahnya sudah berubah dan akan menolongnya lepas dari Yasmin dan tidak akan membela Yasmin. Padahal Ghea tengah masuk perangkap Yasmin.
Yasmin masuk kedalam kamar hotel, tanpa kecurigaan Ghea mengikutinya.
"Sudah datang?" Tanya seorang pria yang asing bagi Ghea.
Ghea terkesiap dan membulatkan matanya.
__ADS_1
"Kak dimana Ayah?" Tanya Ghea pada Yasmin.
"Tidak ada Ayah disini, lo pikir gue bodoh? Ayah pasti akan membelamu."
"Aku mau pulang." Ghea melangkahkan kakinya namun dicekal oleh Yasmin.
Yasmin menyeretnya keatas tempat tidur dan melempar tubuh Ghea keatas kasur.
"Arnold, aku sudah membawa dia." Ucap Yasmin pada Arnold.
"Temui aku besok dikantor, kontrak kerja dan apartemen mewah akan menjadi milikmu." Jawab Arnold sambil menatap Ghea seolah menatap mangsanya yang siap ia terkam.
"Kak.. Kakak menjualku?" Tanya Ghea dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.
"Gue udah kasih penawaran sama lo, tapi lo gak mau ninggalin Fadhil, dengan cara ini Fadhil akan ilfeel sama lo dan Fadhil sendiri yang akan ninggalin lo." Ucap Yasmin.
"Kak.. Please.. tolong aku Kak.." Ghea memohon.
"Keluarlah Yasmin, aku ingin menikmati tubuh adikmu ini." Ucap Arnold.
"Dia bukan adikku!! Lakukanlah didepanku Arnold, aku ingin melihat dia hancur." Jawab Yasmin tersenyum sinis.
"Baiklah Baby, itu yang kamu mau, jangan cemburu." Arnold mengecup sekilas bibir Yasmin.
"Kak tolong aku Kak, jangan lakukan ini padaku Kak.." Rintih Ghea.
Arnold mulai mendekat pada Ghea, dia membuka bathrub nya dan menyisakan boxernya saja dengan dada yang polos.
Arnold membuka paksa jilbab Ghea dan melemparnya kesembarang arah.
"Jangan, tolong jangan sentuh aku.. Jilbabku tolong kembalilan jilbabku." lirih Ghea.
Arnold mulai mencumbui Ghea, memberikan beberapa tanda merah di leher Ghea, Ghea berusah berontak dengan menendang Arnold, membuat Arnold murka dan melayangkan tamparan keras diwajah cantik Ghea yang membuat hidung dan sudut bibirnya berdarah. Cekalan tangan Arnold pun sangat kencang hingga membuat tangan Ghea memar.
Tidak lama dari kejadian itu, Tristan dan Jessi masuk. Tristan menghajar Arnold dengan membabi buta sementara Jessi menolong Ghea.
Flashback Off ⬆️
"Sayang.. kamu sudah sadar??" Tanya Fadhil saat melihat kelopak mata Ghea terbuka sempurna.
.
.
Maaf ya Readers kalo Up nya dikit-dikit.
Tanganku msh diinfus, tapi aku slalu usahakan Up setiap hari demi kalian..
Trimakasih untuk doa dan supportnya ya.
Love U all My Readers 😘
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1