
Dua minggu berlalu, Zayn kembali ke tanah air, ia pun memutuskan untuk tinggal dirumah Damian. Setelah menjelaskan dan meminta ijin pada Fadhil dan Ghea, akhirnya Zayn kini tinggal bersama Damian bersama Uncle Bry dan Auntie Maura.
Sekolah Zayn pun hanya tinggal beberapa bulan lagi sebelum akhirnya ia dan Damian meneruskan pendidikan di Harvard University.
Chelsea merasa yakin jika Zayn sudah tau semuanya, perubahan sikap Zayn yang memilih menghindari Chelsea sangat terlihat jelas.
"Ci, are you okay?" Tanya Aldrich tiba-tiba.
Chelsea yang sedang melamun dirooftop sekolah hanya menoleh dan melepar senyum tipisnya.
"Davan kemana?" Tanya Chelsea.
"Perpustakaan, balikin buku katanya." Jawab Aldrich.
Chelsea mengangguk, kemudian melihat lagi kebawah, dimana segerombolan anak SMA yang sedang bermain basket dan salah satunya adalah Zayn.
"Turun yuk Ci, udah mau bel." Ajak Aldrich.
Chelsea mengangguk, "Yuk."
Mereka turun dan melewati lapangan, Chelsea jalan tertunduk dan rupanya Zayn memperhatikan itu.
Zayn menghembuskan nafas dengan kasar, sebenarnya ia tidak tega melihat Chelsea yang hilang keceriaannya hanya karna dirinya. Chelsea sudah dianggapnya sebagai adik, tidak ada dalam pikiran Zayn menjalin hubungan dengan Chelsea.
"Doi patah hati." Ucap Damian sambil merangkul Zayn.
Zayn mengerdikan bahunya, "Semoga cuma cinta monyet yang bisa hilang nantinya."
Zayn memang menceritakan pada Damian soal Chelsea, dan Damian sama sekali tidak terkejut karna slama ini Damian slalu memperhatikan sikap Chelsea yang tidak biasa pada Zayn.
***
Hari demi hari terlewati, Zayn lulus dengan nilai terbaik, Ghea dan Fadhil sangat bangga terhadap anak sulungnya itu.
Hari keberangkatan Zayn dan damian segera tiba, Ghea memutuskan untuk mengundang keluarga Tristan juga keluarga Fariz untuk kumpul bersama.
"Chelsea, kenapa belum bersiap?" Tanya Jessica.
"Mami duluan aja, aku mager banget Mi, lagian rumahnya Mama Ghea tinggal nyebrang doang, nanti aku nyusul."
"Tapi beneran nyusul ya, gak enak kalo nanti Mama Ghea nanyain kamu."
"Hemm." Jawab Chelsea singkat.
"Bee, Chelsea mana?" Tanya Tristan yang nelihat Jessi turun dari tangga sendirian.
"Katanya nanti mau nyusul Bang, lagi mager." Tristan hanya mengangguk meski Tristan tau apa yang tengah dirasakan anak gadisnya itu.
"Chelsea gak kesini, Zayn." Bisik Damian saat melihat hanya orang tua Chelsea dan Yoda yang datang.
"Menurutmu, aku harus gimana Dam?" Tanya Zayn.
"Kamu jangan terlalu kejam, anak umur lima belas tahun itu masih labil, setidaknya bersikap biasa aja."
Zayn mengangguk, ia mengambil ponselnya dan mengirimi Chelsea sebuah pesan.
Tring..
__ADS_1
Bunyi notifikasi pesan masuk diponsel Chelsea.
Dengan malas, Chelsea membukanya, ia terkejut saat melihat nama pengirim pesan tersebut yang bernamakan My secret love.
"Kak Zayn." Gumam Chelsea.
Chelsea menggigit bibir bawahnya dan memejamkan matanya sambil perlahan membuka pesan kemudian ia mengintip dibalik mata yang tertutup itu.
My secret love,
"Semua orang ngumpul disini, cuma kamu yang gak ada."
Chelsea membolakan kedua matanya..
"Aaaaaaaaaaa" Teriak Chelsea kesenangan.
"Kak Zayn nungguin aku, dia sadar aku gak ada disana. OMG aku seneng banget Kak Zayn cariin aku." Chelsea segera rurun dari tempat tidurnya dan segera membersihkan diri untuk bersiap kerumah Ghea.
Sesampainya dirumah Ghea, Chelsea bergabung bersama Davan dan Aldrich.
"Tumben kesiangan." Cibir Davan.
"Sory Dav, jalanan macett." Jawab chelsea cengengesan.
Aldrich mentoyor kepala Chelsea, "Macet dari mana? Rumah kamu kesini cuma tinggal nyberang."
Chelsea hanya nyengir, kemudian matanya mengedarkan pandangannya mencari sosok Zayn, pria tertampan versi Chelsea.
"Kak Zayn diatas, bareng sama teman-temannya." Ucap Davan seolah tau isi kepala Chelsea.
Chelsea mengernyitkan dahinya, "Teman-teman? Bukannya ini acara keluarga aja ya?"
"Apa ada Kak Nadira juga?" Tanya Chelsea.
"Kak Nadhira udah terbang ke Amrik kemarin sore. Lusa baru Kak Zayn dan Kak Damian yang berangkat." Kali ini Aldrich yang menjawab.
"Jadi mereka satu Universitas?" Tanya Chelsea tidak percaya.
"Ya." Jawab Davan dan Aldrich bersamaan.
"Nyerah aja Ci, Kak Zayn sama Kak Nadira akan bersama selama empat tahun kedepan, malah kalau jadi Kak Zayn langsung nerusin S2 disana." Ucap Davan.
Chelsea hanya acuh,
"Kita persiapkan masa SMA Ci, siapa tau nanti ada cowok ganteng yang naksir kamu dan tentunya satu keyakinan denganmu." Hibur Aldrich.
***
Malam hari, Chelsea berjalan menuju mini market didekat rumahnya, Yoda yang mau mengantarnya saja bahkan dilarang oleh Chelsea, Chelsea ingin menikmati malam dengan jalan sendiri dibawah sinar lampu jalanan.
"Sea..." Panggil Zayn yang nelihat Chelsea memasuki mini market.
Chelsea menoleh kearah sumber suara, "Eh Kak Zayn."
"Sendirian?" Tanya Zayn.
Chelsea mengangguk, "Chelsea ke lorong sana ya Kak, mau cari minuman." Chelsea berjalan melewati Zayn.
__ADS_1
Chelsea membayar minuman dan snack yang ia beli di mini market, ia juga mengambil eskrim untuk ia nikmati di teras mini market dengan bangku yang sudah disediakan disana.
Zayn menarik kursi didepan Chelsea, "Kok malah duduk disini, gak langsung pulang?"
"Lagi seneng aja menikmati malam, lihat kendaraan lalu lalang disini." Jawab Chelsea datar.
Zayn menghela nafas, "Cepat habiskan eskrimnya, kita pulang bersama." Ajak Zayn.
"Kakak duluan aja, aku lebih senang jalan kaki."
"Sea, kamu menghindariku ya?" Tanya Zayn.
"Kakak udah lancang buka-buka laptop aku dan menghapus satu folder yang berarti buatku." Jawab Chelsea tanpa melihat wajah Zayn.
"Menurutku, aku tidak salah. Kamu menyimpan fotoku tanpa ijin dan itu adalah wewenangku untuk menghapusnya."
Chelsea menatap wajah Zayn dengam sengit, namun ia tidak mampu berkata.
"Sea dengar!!" Pinta Zayn. "Kamu masih lima belas tahun, kamu masih labil, aku harap kamu bisa lupain perasaan kamu ke aku, sampai kapanpun aku tidak bisa membalas perasaanmu. Dan lagi pula apa yang membuatmu menyukaiku?"
"Aku menyukaimu tanpa alasan." Jawab Chelsea.
"Tak bisakah kamu menganggapku hanya sebagai Kakak?" Tanya Zayn, "Aku menganggapmu sebagai adik." Ucapnya lagi.
Chelsea berdiri dari duduknya, ia menatap wajah Zayn yang masih duduk. "Aku sudah siap kehilanganmu seperti kamu yang mudah pergi tanpa memikirkan perasaanku." Kata Chelsea selanjutnya lalu berjalan meninggalkan Zayn yang masih duduk mematung menatap kepergian Chelsea.
"ABG labil.." Gumam Zayn.
Itulah kali terakhir, Chelsea bertemu dengan Zayn.
***
Enam tahun berlalu.
Seorang gadis cantik dengan hijab berwarna mocca tengah dikerubuti oleh anak-anak panti asuhan yang diasuh oleh sebuah pesantren.
Gadis itu tersenyum lebar kala mendengar suara anak anak pesantren yang begitu menenangkan.
Ia bersyukur hingga detik ini masih bisa bernafas setelah kejadian dirinya hampir mati tatkala terbawa arus sungai yang cukup deras.
Gadis itu menghirup udara bersih dan sejuk sambil merentangkan kedua tangannya, hingga seorang santri memanggil namanya.
"Kak Chelsea..."
.
.
Readersku yang baik hati..
Lama othor gak Up bagian anak-anak Ghea dan Tristan karna banyak mempertimbangkan jodoh beda agama ini..
Othor melakukan survei ke beberapa teman Othor yang mengalami pernikahan beda agama dan mendengar ceritanya hingga ia mau mengikuti keyakinan pasangannya.
Mohon jangan di Bully ya..
Masih mau kan bagi Othor hadiah, like dan coment? Pleasee 🥺
__ADS_1
Menurut kalian, ceritanya dilanjut jangan?