
Seluruh keluarga besar menyambut berita baik ini dengan suka cita, bahkan Monica terlihat antusias sekali dan turun tangan sendiri dalam menyiapkan pernikahan cucu tersayangnya tersebut.
Ghea, Jessi dan Stevi pun tengah disibukan membeli keperluan seserahan untuk pernikahan Zayn dan Chelsea.
Sementara Tristan hari ini akan bertemu dengan Fariz disebuah restoran.
"Jadi besanan nih?" Tanya Fariz meledek Tristan.
Teristan tersenyum tipis, "Takdir cinta gue dan Ghea ternyata seperti ini, Riz."
Fariz mengangguk, "Ya, lo inget gak dulu punya impian bersanding dengan Ghea dipelaminan?" Tanya Fariz.
Tristan mengangguk.
"Impian lo akan terwujud, lo akan bersanding dengan Ghea dipelaminan, tapi bukan sebagai pengantin, melainkan sebagai besanan." Fariz tertawa sangat puas.
"Si_al lo Riz." Tristan mendengus kesal.
"Tristan, Tristan.. lucu juga takdir lo." Fariz menggeleng gelengkan kepalanya.
"Dan gue juga punya impian lain, Riz." Ucap Tristan.
"Apa?" Tanya Fariz ingin tau.
"Chelsea putri gue satu-satunya. Dan gue mempunyai impian untuk mendampingi Chelsea berjalan di altar, menyerahkannya pada suaminya. Tapi kini lagi-lagi impian gue sirna. Gue juga harus merelakan Chelsea diwalikan oleh orang lain karna kini gue dan Chelsea putri gue sendiri tidak satu keyakinan." Jawab Tristan lesu.
Fariz menghela nafas, "Lo harus relakan Chelsea, gue rasa Chelsea berada di orang yang tepat meski gue nyesel kenapa bukan Aldrich yang jadi pendamping Chelsea. Ahh Zayn gercep juga ya, sama kayak Mas Fadhil. Mungkin karna mereka dosen, punya strategi yang matang."
Tristan mengerdikan bahunya. "Ya, bapak sama anak sama. Sama-sama gercep." Tristan tertawa.
"Apa yang lo pikirin? Gue tau ada yang ngeganjal hati lo." Tebak Fariz yang slalu tepat.
"Gue salut sama Chelsea, dia mengikuti keyakinan Zayn. Seandainya saja dulu gue seberani Chelsea untuk....."
"Stop Tan, lo salah. Jelas Chelsea pindah keyakinan bukan karna Zayn, tapi memang Chelsea mendapatkan hidayah. Saat kejadian itu, Chelsea sudah bertahun tahun tidak bertemu dengan Zayn." Fariz menatap tajam Tristan. "Tidak ada kata seandainya Tan, hidup lo udah sempuran bersama Jessi dan memiliki Chelsea juga Yoda."
Tristan memijat pangkal hidungnya.
"Relain, Tan." Ucap Fariz pada akhirnya.
"Gue rela, seperti apa kata lo tadi, Chelsea berada di orang yang tepat. Didikan Mas Fadhil dan Ghea terhadap anak-anaknya tidak diragukan lagi."
"Ya, betul itu Tan. Besok Othor suruh ganti judul, dari mantan jadi besan." (😅😅😅😅)
***
Tok.. Tokk.. Tokkk.
Chelsea masuk kedalam ruangan Zayn.
"Hai.. Kesini gak bilang-bilang." Kata Zayn sambil berdiri dan menyambut Chelsea.
"Sengaja, kali aja Kakak lagi macam-macam sama mahasiswi disini." Jawab Chelsea.
Zayn tertawa, "Semacam aja, Sayang. Cukup satu macam aja."
Chelsea tertawa, lalu duduk bersama Zayn disofa.
"Naik apa kesini?" Tanya Zayn.
"Busway, Kak."
"Kenapa gak naik taxi online?" Tanyanya.
"Lebih seneng aja naik busway, banyak ketemu dan berinteraksi sama orang."
"Kamu bisa nyetir kan?" Tanya Zayn.
__ADS_1
Chelsea menggelengkan kepalanya, "Gak bisa." Ucapnya polos.
Zayn tertawa, "Tidak apa, nanti kamu ikut kursus setir mobil. Habis nikah aku akan membelikanmu mobil."
Chelsea terkejut mendengar ucapan Zayn. "Gak usah Kak." Ucapnya.
"Why?" Tanya Zayn.
"Aku lebih suka bergantung sama suamiku nanti." Jawabnya pelan.
Zayn mengangguk, ia begitu terpesona dengan segala yang ada dalam diri Chelsea.
"Kita makan siang ditempat biasa yuk." Ajak Zayn mengalihkan pembicaraan.
Chelsea langsung mengangguk, "Memang itu tujuanku, aku lagi pengen makan salad tuna."
Zayn tersenyum, "Karna kamu aku jadi ikutan pola hidup sehat." Kata Zayn.
"Benarkah?"
"Hem, ayo jalan." Ajak Zayn.
Zayn membuka pintu mobilnya untuk Chelsea.
"Makasih Kakak ganteng." Kata Chelsea.
"Ish kamu ya." Zayn menutup pintu setelah Chelsea masuk kemudian mengitari mobilnya dan masuk kedalam mobilnya juga.
"Kak.." Panggil Chelsea.
"Hem.." Jawab Zayn dengan masih fokus menyetir.
"Diantara banyak orang yang memanggilku Checi dan Chel, kenapa Kakak lebih memilih memanggilku Sea?" Tanya Chelsea.
Zayn melirik sekilas kemudian fokus kembali menyetir.
"Aaaaa so sweet sekali Kakak ini, ternyata pacar aku bisa so sweet begini."
"Calon Imam Sea, bukan pacar. Aku gak pernah mau pacarin kamu, tapi aku ngajak nikah kamu." Kata Zayn.
"Iya, iya.. Calon suamiku. Gak nyangka Kakak yang datar ini juga bisa berwarna." Chelsea tertawa.
"Menurutmu aku datar?" Tanya Zayn.
Chelsea mengangguk, "Kakak datar dan kaku kayak kanebo kering." Ledek Chelsea.
"Oh ya? Terus kenapa bisa suka sama Kakak, lama lagi sampai bertahun-tahun." Tanya Zayn.
"Ishh koq pede sekali Kakak ini, aku memang menyukai Kakak, tapi gak sampai bertahun tahun. Karna waktu Kakak berangkat ke Amrik, aku udah lupain perasaan aku ke Kakak."
"Benarkah?"
Chelsea diam, kemudian matanya memandang lurus kedepan.
Zayn mengusap puncak kepala Chelsea yang tertutup hijab, satu tangannya masih ia gunakan untuk menyetir.
"Tapi untuk Kakak, kamu tidak pernah berhenti menyukai Kakak, ketulusanmu itu membuat Kakak menyadari perasaan Kakak sendiri padamu. Mungkin sebenarnya Kakak udah lama menyukaimu, hanya saja dulu Kakak menepisnya karna dulu kita berbeda." Kata Zayn.
"Apa yang Kakak pikirkan pertama kali saat melihatku berubah?" Tanya Chelsa.
"Penasaran, rasa penasaran karna apa yang membuatmu bisa berubah keyakinan. Dan Kakak senang kamu mendapatkan hidayah bukan berubah karna hal tertentu, karna sejatinya keyakinan itu dari hati bukan karna keterpaksaan." Jawab Zayn.
"Kamu tau Sea?" Tanya Zayn balik.
"Apa? Tau apa Kak?"
"Setelah menikah, aku ingin berlibur ke pulau Santorini di Yunani, aku ingin melihat aegean sea bersamamu." Kata Zayn.
__ADS_1
"Kenapa kesana?" Tanya Chelsea.
"Karna aku menyukai laut, dan laut disana sangatlah indah, akan lebih indah jika aku kesana bersamamu. Aku memanggilmu Sea karna menurutku kamu seperti lautan, luas dan menenangkan."
Chelsea hanya tersenyum, ia tak menyangka Zayn yang kaku dan datar ternyata bisa bersikap romantis.
***
Tiba dihari pernikahan. Chelsea tampak cantik dan begitu anggun dengan memakai kebaya modern berwarna putih tulang, tak lupa hijab cantik yang menutupi kepalanya.
Tristan mendatangi ruangan tempat dimana Chelsea yang baru saja selesai di rias.
"Cantiknya anak Papi."
Chelsea menoleh dan segera memeluk Tristan.
"Papi jangan sedih." Lirih Chelsea.
"No, Papi tidak sedih. Papi sangat bahagia karna Chelsea menikah dengan pria yang Chelsea cintai." Jawab Tristan dengan tersenyum.
"Papi tetap cinta pertama Chelsea. Dan Chelsea slamanya akan menjadi anak Papi." Chelsea menguatkan hati Tristan.
Tristan mengangguk, "Ya.. Selamanya kamu adalah anak Papi."
Sementara ditempat lain, Ghea menatap putra sulungnya. Ia bahagia akan pilihan jodoh putranya sendiri. Ghea memikirkan kejadian demi kejadian di masa lalunya, Ghea tak pernah membayangkan jika putra sulungnya akan menikahi anak dari orang yang pernah berarti di dalam hidupnya.
"Ghe.." Panggil Fariz.
Ghea menoleh kearah sumber suara. "Riz." Ghea tersenyum.
"Apa yang lo pikirkan?" Tanya Fariz seolah mengerti perasaan sahabatnya itu.
Ghea tersenyum, "Gue gak nyangka endingnya gue dan Titan berbesan."
Fariz mengangguk, "Tidak ada yang tau bagaimana takdir kita kedepannya, kita hanya bisa berdoa semoga Allah memberikan yang terbaik dimasa depan."
"Lo bener, Riz. Dan lo adalah saksi diantara hidup gue dan Tristan."
"Ya, lo bener. Gue nyaksiin gimana rapuhnya lo dulu, gimana rapuhnya Tristan, gimana cara kalian saling melupakan dan merelakan hingga kalian berada di titik ini. Kalian akan berada di satu pelaminan, bukan sebagai pasangan melainkan sebagai besan." Kata Fariz.
Kini Fariz menjadi saksi dari pihak Chelsea, Fariz diminta khusus oleh Tristan untuk menjadi saksi didalam pernikahan putrinya tersebut. Sementara Tristan harus berbesar hati untuk merelakan wali hakim sebagai walinya Chelsea. Ruangan yang indah dengan dekorasi mewah itupun menjadi saksi keharuan prosesi akad tersebut.
Dalam satu tarikan nafas, Zayn lancar mengucap akad, menjadikan Chelsea sebagai istrinya. Tristan tidak dapat membendung air matanya, beberapa kali ia mengusap genangan air itu dimatanya sebelum jatuh membasahi pipi.
Kini Zayn resmi mempersunting Chelsea sebagai istrinya, ucapan selamat membanjiri pernikahan mereka.
Nadira yang mendampingi Damian turut hadir didalam prosesi akad. Mereka tak menyangka jika hati Zayn benar berlabuh pada seorang gadis yang pernah disebutnya ABG labil.
.
.
Tamat ya..
Bab selanjutnya Pov Ghea dan Pov Tristan.
😘😘😘
Entah kenapa setelah part Zayn&Chelsea tamat ini othor malah jadi ada ide untuk cerita selanjutnya, sedikit konflik dan tetap happy ending.
Tapi othor takut readers bosan disini.
Galau nih Othor, lanjut apa jangan ya.
Othor juga udah nyiapin cerita tentang Aldrich yang mencari cinta setelah ditinggal pacarnya saat lagi sayang-sayangnya. tentunya cerita Aldrich dibuat dinovel baru.
mana dulu ya yang mau dikerjain ðŸ¤
__ADS_1
Sambil nunggu masukan dari Reader, besok othor selipin dulu Pov Ghea dan Pov Tristan ya.