TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
JAGAIN JODOH ORANG


__ADS_3

"Pa.. Pa.." Zayn menciumi wajah Fadhil yang masih tertidur lelap.


"Hmm.. Geli Zayn.. Kau sudah bangun Nak? Mau ikut sholat shubuh bareng Papa dan Mama ya." Ucap Fadhil pada Zayn yang kini berada dipangkuannya.


"Diapersmu sudah penuh, sekalian mandi dan wudhu ya, biar Papa yang akan mengurusmu pagi ini." Fadhil menggendong Zayn dan sebelum beranjak, dia mencium kening Ghea yang masih terlelap.


Fadhil dan Ghea membiasakan Zayn untuk bangun subuh, mandi sebelum sholat dan mengajaknya sholat berjamaan meskipun Zayn belum mengerti.


Suara gemercik air dari dalam kamar mandi menyadarkan Ghea dari lelap tidurnya, ia mendengar celotehan Zayn yang sedang membersihkan tubuh bersama Fadhil.


Ghea langsung beranjak dan menyiapkan pakaian untuk Fadhil dan Zayn, juga merapihkan tempat tidurnya.


"Waah anak Mama udah seger banget, mandi sama Papa ya..?" Tanya Ghea pada Zayn sambil meraihnya dari gendongan Fadhil.


"Sini, Mama pakaikan pakaian dulu, biar tambah sholeh dan ganteng anaknya Mama." Ghea menciumi wajah Zayn yang tampannya mewarisi ketampanan Fadhil.


"Papa nya juga mau dicium dong Ma.." sahut Fadhil.


"Kamu udah punya Wudhu By, nanti aja abis sholat." Ghea tertawa.


Ghea juga bergegas membersihkan diri setelah selesai mengurus Zayn, kemudian mereka sholat subuh bersama meski Zayn masih terlihat main-main dengan peci dan sajadahnya.


***


Erick duduk dihalaman belakang rumahnya sambil menikmati kopi buatannya sendiri. Rencananya hari ini ia akan memberitahu soal rencananya untuk melamar Diana kepada kedua anaknya.


"Pagi Opa.." Sapa Ghea yang sedang menggendong Zayn.


Erick menoleh kearah sumber suara. "Wahh cucu Opa udah ganteng dan wangi sekali, sini sama Opa." Zayn berpindah kepangkuan Erick.


"Ayah udah bikin kopi? koq gak nunggu Ghea yang buatin?" Tanya Ghea.


"Gapapa Ghe, kamu buatkan kopi aja buat Fadhil."


"Maaf ya Yah, aku telat buatkan kopi untuk Ayah, tadi ngurusin dulu keperluan Mas Fadhil."


"Hmm makanya Ayah cepat menikah sama Tante Diana, biar ada yang ngurusin Ayah."


Erick tertawa, "Akhir pekan ini kamu dan Bryan antar Ayah melamar calon Mama kalian ya."


"Jadi Yah?" Tanya Ghea tak percaya.


"Ayah kemarin audah membicarakannya dengan Pak Tara, akhir pekan ini kita akan mengunjungin sekaligus melamar Diana."


Mata Ghea berkaca-kaca. "Semoga ini jadi yang terakhir untuk Ayah dan Tante Diana. Ghea ikut seneng Yah." Akhirnya tetesan bening itu keluar dari mata Ghea.


"Ghe.. Maafkan Ayah jika Ayah banyak salah padamu, maafkan Ayah belum maksimal jadi Ayah yang baik untukmu." Lirih Erick.


Ghea menggelengkan kepalanya, "Ayah sudah menjadi Ayah yang terbaik untuk Ghea, Ghea sangat menyayangi Ayah."


Bryan melihat pemandangan mengharukan itu, ia tak menyangka jika sifat dan sikap Erick bisa berubah untuk menyayangi Ghea.

__ADS_1


Bryan juga salut kepada Ghea, dia bisa memaafkan Erick dan melupakan kejadian dimasalalu.


***


Ghea dan Maura kompak mengatur hantaran untuk dibawa siang nanti saat mengantar Erick melamar Diana.


Sementara Fadhil dan Bryan juga terlihat kompak menjaga Damian dan Zayn disaat istri mereka sibuk mengurus ini dan itu.


"Zayn kapan mau punya adik Dhil?" Tanya Bryan.


"Nunggu Ghea lulus dulu Bry, kasian Ghea."


Bryan mengangguk, kini Maura tengah mengandung anak kedua Bryan, usia kandungannya sudah memasuki enam bulan.


"Udah tau jenis kel*minnya Kak?" Tanya Ghea pada Maura disela-sela aktifitasnya.


"InsyaAllah cewek Ghe.." Jawab Maura sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat buncit itu.


"Ahh baby girl.. pasti lucu.."


"Sesuai kemauan Bryan, dia mau baby girl Ghe."


"Oh ya? habis baby girl ini stop apa mau tambah adik lagi untuk Damian?"


"Sepertinya masih mau satu atau dua lagi. Bryan mau banyak anak katanya Ghe." Ucap Maura berbinar.


"Iya Kak, aku setuju, aku juga maunya banyak anak, tapi nunggu lulus kuliah dulu."


***


Diana merias dirinya sendiri tanpa bantuan MUA, Diana juga memakai kebaya berwarna dusty pink membuat tampilannya semakin elegan.


"Riz.. Maafin Mama ya.. Harusnya Mama menemani kamu dan Kakek, tapi Mama malah menikah dan akan jauh dari kalian."


"Jangan dipikirin Ma.. Fariz dan Kakek ikut bahagia untuk kebahagiaan Mama."


"Iya Ma.. Mama jangan banyak pikiran Macam-macam. Kali ini Mama harus bahagia." sahut Stevi.


Diana mengangguk. "Mama harap setelah Mama menikah, kalian juga segera menikah, Stevi harus tinggal disini."


***


Selain membawa keluarganya, Erick juga mengundang keluarga Daniel, ia sudah menganggap tetangga yang berbeda agama itu sebagai keluarganya sendiri, terlebih mereka yang slalu menyayangi Ghea layaknya bagian dari keluarganya.


"Mama gak nyangka Pak Erick akan menikah dengan Mama nya Fariz." Ucap Monica saat diperjalanan.


"Jodoh rahasia Tuhan Ma.. semua itu misteri." Jawab Daniel.


"Iya Pa.. seperti Ghea dan Fadhil, mereka berjodoh dengan cara yang unik, Mama dulu sempat mengira kalo Ghea tidak akan bahagia di pernikahannya, tetapi nyatanya Ghea sangat bahagia dan Fadhil begitu menyayangi dan juga menjaga Ghea." Ingatan Monica kembali mengingat saat kejadian Ghea harus menjadi pengganti pengganti.


"Semua sudah ada jalannya masing-masing. Papa juga bersyukur Tristan perlahan melupakan Ghea dan berlabuh pada Jessi."

__ADS_1


"Kalau begitu biarkan mereka menikah secepatnya Pa, Tristan sudah berubah, Mama gak sabar mau gendong cucu. Krisna anak kesayanganmu itu sudah kasih kita cucu tapi malah dibawa jauh tinggal di surabaya."


"Iya Ma.. sebentar lagi juga Tristan dan Jessi kan lulus kuliah. Habis itu kita lamar Jessi untuk Tristan."


"Masih aja nunggu lulus Pa.." Kesal Monica.


***


Acara lamaran Erick dan Diana berjalan dengan lancar, tanggal pernikahanpun sudah ditentukan. Satu bulan kedepan pernikahan mereka akan digelar secara sederhana dikediaman keluarga Dewantara. Mereka juga menyepakati hanya mengundang saudara dan kerabat dekat.


"Ciyee adik kakak sekarang." cibir Tristan pada Fariz dan Ghea.


"Ya Lo bener, tapi seengganya gue gak rugi banget kayak lo Tan, kalo gue dulu jagain Ghea yang ternyata sekarang jadi adik gue, sedangkan lo dulu jagain Ghea yang ternyata jadi jodoh orang." Fariz tertawa puas menjawab cibiran Tristan.


Tristan berdecak. "Ck sombong banget sih lo, Ghea kan sekarang adik angkat gue."


"Iya iya.. adik deh adikk.. untung lo gak jodoh, gak kebayang klo gue jadi ipar-iparan ama lo." Fariz masih saja terus meledek Tristan.


"Emang gak nyesel Bang gak jodoh sama Ghea?" Ledek Jessi.


"Apa sih Bee, kamu koq ikut-ikutan Fariz bully aku ngorek-ngorek masa lalu." Tristan merengut kesal. "Aku tuh bakal nyesel kalo gak sampe nikah sama kamu Bee."


Jessi mencubit pipi Tristan dengan gemas, "Ishh calon suami Jessi lucu banget kalo lagi ngambek, lucunya hampir sama kayak Zayn yang lagi rewel kalo lagi ngantuk."


Ghea, Fariz, dan Stevi pun tertawa melihat kelakuan Tristan dan Jessi.


"Kalian ini bagusnya cepet nikah, berantemnya lanjut diranjang." Ucap Fariz.


"Nah gue suka ide lo Riz, lihat aja nanti, kalo Jessi ngeselin langsung gue bopong kekamar, gue bikin dia jerit-jerit."


"Titan kalo ngomong disaring napa. Zayn gak boleh denger yang macem-macem biar otaknya gak terkontaminasi." Kesal Ghea.


"Sory Ghe, kadang suka bablas." Tristan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


"Tristan emang mulutnya gak ada remnya Ghe, nanti sih gue sedia lakban biar Tristan bisa belajar ngerem." Kesal Jessi.


"Bukan cuma gak bisa ngerem omongan doang ya Jess?" Ledek Stevi.


"Iya, kadang main nyosor ditempat yang gak semestinya. Siapa yang gak kesel coba." Jawab Jessi.


"Belum halal Tan.." Sahut Fariz.


"Iya iya.. gue salah dehh.." Jawab Tristan santai.


.


.


.


.

__ADS_1


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....


__ADS_2