TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)

TAKDIR CINTA (Ghea & Tristan)
AKU AKAN MENGHAPUS JEJAKNYA


__ADS_3

Dimobil lain, Tristan satu mobil dengan Jessica.


Mereka lebih banyak diam hingga berada ditengah kemacetan dan membuat mereka jenuh.


"Rumah lo didaerah mana?" Tanya Tristan membuka percakapan.


"Gue gak tinggal dirumah, tapi diApartemen sendirian." Jawab Jessi.


"Lho tinggal diApartemen? kenapa pilih Apartemen yang jauh dari kampus, kenapa gak cari yang dekat kampus?"


"Ya biar asik dijalan aja, bisa naik motor, dapat inspirasi buat gambar." Jawab Jessi santai.


Tristan hanya mengangguk, "Orang tua lo dimana?"


Jessi hanya mengerdikan bahunya dan enggan menjawabnya.


Tristan sedikit menengok kearah Jessi yang duduk tepat disampingnya, "Lo gak punya orang tua? Terus biaya kuliah lo darimana?" Tanya Tristan penasaran.


Entah punya pikiran darimana, Tristan menyimpulkan bahwa Jessi tidak mempunyai keluarga.


"Ya kerjalah Bang, gini-gini gue mahasiswa sambil kerja juga." Jawabnya bangga.


"Lo kerja apa? sementara lo sering keluyuran."


"Gue buka jasa online desain rumah, konsultasi online seputar rumah, ya gue punya komunitas arsitek muda, lumayan lah walaupun masih murah harganya tapi bisa nyambung hidup dan bayar kuliah gue. Kerjaan gue gak terikat waktu, biasanya gue buka jasa konsultasi itu malam, dan malam itu juga gue kerjain desainnya, gue pulang kuliah keluyuran juga itu biasanya survey lokasi koq Bang."


Tristan mengangguk, dia sedikit kagum dengan kemandirian Jessi.


"Lo kenapa balik? bukannya nyokap lo masih dirumah sakit?" Tanya Jessi.


"Ya gak enak lah gue lama-lama dirumah sakit. Mau gimanapun gue bukan siapa-siapanya Ghea."


"Lo salah Bang." Ucap Jessi.


"Maksud lo?"


"Siapa bilang lo bukan siapa-siapa Ghea, lo kan sahabatnya Ghea, lo udah nolongin Ghea, koq lo minder gitu sih."


Tristan menghela nafas, matanya masih fokus pada jalanan yang benar-benar padat. "Kenyataanya gue takut kelepasan, gue cuma mau mengendalikan diri gue sendiri. Gue gak bisa lihat Ghea terluka, rasanya gue mau meluk dia, dan kenyataanya itu gak bisa gue lakuin karna sekarang Ghea udah married. Gue cuma jaga perasaan banyak orang termasuk diri gue sendiri."


"Lo cowok keren menurut versi gue Bang, salut gue sama lo, bisa jaga perasaan banyak orang, jaga cewek yang lo cinta, tapi lo gak terobsesi buat milikin dia."


"Baru tau lo?" Tanya Tristan dengan cool nya.


Jessi tertawa, "Lo percaya diri juga ya Bang."


"Jess, lo bisa gak panggil gue Tristan aja, kayaknya kita seumur deh, gue gak setua itu buat lo panggil Abang."


Jessi tertawa kembali, "Gue aneh kalo panggil lo nama. Tan, Tan, kesannya kaya manggil se...tan.."


Tristan mendelik dan menatap sinis Jessica.


"Oupss.. Sorry, sorry Bang bercanda.. lo kan calon pengacara, rata-rata pengacara itu dipanggilnya Abang kan? ya anggap aja gue klien lo Bang."


"Terserah lo deh Jess.."

__ADS_1


***


Ghea bangun setelah cukup lama tertidur kembali, hanya ada Monica yang menemaninya. Miranti mengajak Fadhil untuk ke cafetaria dan mengajak putranya itu untuk makan.


"Mama..." Lirih Ghea kepada monica.


Monica yang sedang membaca gosip online diponselnya pun langsung melihat kearah Ghea. Monica menaruh ponselnya dan bergegas menghampiri Ghea.


"Mama? maksudmu Mama Miranti mertuamu Ghe? dia sedamg membawa suamimu untuk makan dicafetaria bawah, dari semalam suamimu belum makan Ghe.." Ucap Monica memberitahu.


Ghea menggelengkan kepalanya, "Aku mau manggil Tante Monica dengan panggilan Mama, boleh?"


Mata Monica tampak berkaca-kaca, ia merangkum wajah Ghea dan mencium keningnya, "Boleh sayang, panggil aku Mama sama seperti Bang Krisna dan Tristan, kamu anak perempuan Mama, sedari dulu Mama slalu ingin kamu jadi anak perempuan Mama."


Ghea tersenyum.


"Sayang, kenapa kamu tidak mau Fadhil melihatmu? apa ada sesuatu yang membuat kamu marah pada Fadhil?"


Ghea menggelengkan kepalanya.


"Engga Ma, Ghea cuma takut Mas Fadhil ilfeel sama Ghea." Ghea menunduk.


"Mau cerita sama Mama?" Tanya Monica.


Perlahan Ghea membuka jilbab yang sedari kemarin ia enggan membukanya.


"Lelaki itu mencium Ghea disini Ma, Ghea jijik, Ghea takut Mas Fadhil juga jijik sama Ghea." Perlahan Ghea mulai terisak.


Monica memeluk Ghea dan memberi ketenangan pada Ghea. Monica juga cukup terkejut saat melihat tanda-tanda merah di leher putih Ghea, namun Monica berusaha tetap tenang untuk membuat Ghea juga tenang.


"Engga Ma,, Kak Yasmin bilang kalo Mas Fadhil akan ilfeel sama Ghea, makanya dia jual Ghea kelelaki itu. Biar Mas Fadhil ilfeel dan Kak Yasmin bisa kembali pada Mas Fadhil."


Monica merasa geram pada Yasmin, dia sangat marah begitu mengetahui Yasmin menjual adiknya sendiri demi merebut suami adiknya.


"Jangan ingat omongan Yasmin Ghe, kamu tau sendiri sedari dulu mulut Yasmin memang jahat. Mama yakin Fadhil tidak seperti itu, cintanya sangat besar terhadapmu."


Ghea terisak, dirinya bingung dengan apa yamg harus ia perbuat.


"Mama bantu bersihkan tubuhmu ya, setelah itu, biarkan Fadhil menemuimu, okay?" Tanya Monica.


"Tapi bagaimana Ma jika Mas Fadhil ilfeel sama Ghea?"


"Gimana kita tau jika kita tidak mencobanya Ghe. Yakinlah bahwa suamimu sangat mencintaimu dan akan slalu menyayangimu, tidak akan meninggalkanmu walau apapun yang terjadi." Nasihat Monica.


Ghea mengangguk, kemudian Monica mulai mengambil air hangat dengan handuk kecil dan membantu menyeka tubuh Ghea.


"Waktu kamu kecil, Mama suka memandikanmu, memakaikanmu pakaian yang slalu Mama sengaja beli untukmu, dan sering bergumam andai kamu anak Mama, dan kini kamu benaran jadi anak Mama Ghe." Lirih Monica sambil membersihkan bagian tubuh Ghea.


"Dari dulu, aku slalu menganggap Mama dan Om Daniel sebagai orangtuaku Ma.."


"Bukan Om Ghe, tapi Papa ya.. Sekarang Bang Krisna dan Tristan menjadi saudaramu. Meski kalian tidak berjodoh sebagai pasangan kekasih, setidaknya kalian kini bersaudara. Tidak apakan mempunyai orang tua dan saudara angkat yang tidak seiman?" Tanya Monica.


"Tidak apa Ma, aku tetap menyayangi Mama, Papa, Bang Krisna dan Tristan sebagai keluargaku. Mama adalah malaikat pengganti ibuku."


Selesai membersihkan tubuh Ghea, Monica membantu Ghea berpakaian, Ghea juga tetap ingin memakai jilbabnya.

__ADS_1


"Ghe, Mama keluar dulu untuk meminta suster membawakan makanan untukmu, kamu harus makan agar cepat pulih."


Ghea mengangguk, Monica sengaja tidak menceritakan soal kehamilan Ghea, ia ingin Fadhil sendiri yang memberitahunya karna Fadhil adalah suaminya.


Monica keluar dari kamar perawatan dan melihat Fadhil tengah duduk bersama Miranti, lalu Monica menceritakan apa yang Ghea ceritakan mengapa ia tidak mau Fadhil melihatnya.


"Fadhil akan memperkarakan ini Ma, Fadhil akan menyeret mereka ke penjara." Fadhil benar-benar emosi saat mengetahui Ghea dijual oleh Yasmin demi mendapatkan Fadhil kembali.


"Fadhil, temuilah Ghea pelan-pelan. Jangan tanyakan apapun jika dia tidak menceritakannya sendiri."


Fadhil mengangguk.


"Tante akan meminta suster untuk membawakan makanan untuk Ghea."


"Ayo Mba aku temenin." Ajak Miranti.


Fadhil perlahan masuk kedalam kamar perawatan Ghea. Terlihat Ghea yang sudah lebih baik lagi.


"Sayang.." Panggil Fadhil pelan dengan tersenyum.


Ghea menatap Fadhil dan membalas senyumnya.


Fadhil duduk disisi brankar Ghea dan memeluknya. "Aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Jangan berfikir untuk menyuruhku pergi lagi, dan jangan berfikir aku akan meninggalkanmu, selamanya kita akan slalu bersama Ghe."


Ghea terisak, "Maafkan aku By, aku cuma takut kamu..." Belum selesai Ghea bicara, Fadhil langsung membungkam mulut Ghea dengan ciumannya.


"Dimana lagi dia menyentuhmu? aku akan menghapus jejaknya." Ucap Fadhil.


Perlahan Ghea membuka jilbabnya, Fadhil melihat beberapa tanda yang masih merah dileher Ghea, tanpa berpikir panjang, Fadhil menyesap leher Ghea ditempat yang masih memerah itu, dia menebalkan kembali bekas tanda merah itu seolah menghapus jejak yang membuat Ghea trauma, Ghea menengadahkan kepalanya keatas seolah memberi ruang pada Fadhil untuk terus menelusuri lehernya menghapus jejak jejak yang Ghea benci itu.


"Jejak itu sudah kuhapus sayang, jangan diingat lagi." Bisik Fadhil sambil mengusap air mata dipipi Ghea.


"Aku takut By. Kak Yasmin bilang kamu akan ilfeel sama aku dan kembali lagi pada Kak Yasmin, karna itu dia menjualku pada kekasihnya sendiri." Lirih Ghea.


Fadhil memeluk Ghea, memberikan kenyamanan pada diri Ghea.


"Aku akan slalu bersamamu, you are my sunshine, my life, and my happines.." Fadhil mengecupi seluruh wajah Ghea bertubi-tubi seolah menyalurkan kasih sayangnya kepada istri kecilnya itu.


"Yasmin, aku tidak akan pernah melepasmu dan kekasihmu itu, akan kuseret kalian kedalam penjara." Batin Fadhil yang sangat murka dengan kelakuan mantan tunangannya itu.


.


.


Mumpung senin nih, Author bagi Votenya dong 😁


Kalo part ini banyak like dan komentarnya, Nanti jam 17.00 ada Up lg


Jangan lupa klik Favorit biar gak ketinggalan Notifikasi Update nya.


.


.


...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....

__ADS_1


__ADS_2