
Stevi dan Fariz masuk kedalam kamar untuk melihat kondisi Jessi, terlihat Tristan sedang duduk bersandar pada papan tempat tidur sambil menggenggam erat tangan Jessi dan kepala Jessi yang tengah bersandar pada bahu Tristan.
"Ekheeemmm." Suara Fariz membuat Tristan dan Jessi melihat kearah sumber suara.
"Ck.. bisa gak sih kalian gak usah kesini dulu, ganggu orang aja pacaran aja." Kesal Tristan karna Jessi buru-buru melepaskan genggaman tangannya dari tangan Tristan dan kepalanya kini tak lagi bersandar pada bahu Tristan.
Fariz dan Stevi tertawa.
"Ya Ampun Tann, kalo di agama gue nih, dilarang laki-laki dan wanita itu berdua-duaan, karna yang ketiganya itu se-tan.." Ledek Fariz.
"Iya, yang ketiganya itu se-tan, berarti lo sama Stevi dong."
"Enak aja, gue ini malaikat lo sama Jessi, biar gak kebablasan." Fariz lalu melirik kearah Jessi "Lo dan enakan Jess?"
"Udah Riz, untung ada Stevi dan Ghea, tapi gue gak enak liburan-liburan malah sakit."
"Koq nama aku gak disebut sih Bee? aku juga kan ngurusin kamu." Ucap Tristan yang ingin diaku oleh kekasihnya.
"Kamu gak usah disebut Bang, orang juga udah lihat perhatian kamu ke aku kayak gimana."
"Udah kayak sambutan pidato aja, namanya mau banget disebut." Ledek Fariz.
"Tristan ngedadak bucin gini." Ledek Stevi.
"Lo pikir tahu bulat Stev, dadakan." Kesal Tristan.
"Eh Ghea sama Pak Fadhil kemana?" Tanya Jessi mengalihkan pembicaraan.
"Ada dibawah, mau nyusul Jess?" Tanya Stevi.
"Yuk kebawah."
"Kamu dah kuat Bee?" Tanya Tristan.
"Udah Bang, udah enakan."
"Mau aku gendong Bee?" Tanya Tristan polos.
Fariz mentoyor kepala Tristan. "Kondisikan kebucinan lo deh Tan, eneg gue lihatnya."
"Dih sirik aja lo, makanya cepet tuh resmiin status lo sama Stevi, biar gak ngusilin orang terus ."
"Udah Bang, lagi kamu juga lebay, aku udah gapapa ngapain pake digendong segala."
Tristan mengangguk, kemudian membiarkan Jessi jalan beriringan dengan Stevi dan dia sendiri jalan bersama Fariz.
"Bucin juga lo Tan, kebangetan bucinnya." bisik Fariz.
"Mungkin gak sih gue udah jatuh cinta sama Jessi Riz?" Tanya Tristan sambil berbisik juga.
"Bukan mungkin lagi, tapi emang udah, lo gak peka banget sama perasaan lo sendiri."
Mereka terus saja berjalan dengan saling berbisik.
"Tan, Tan.." Fariz menyikut perut Tristan.
__ADS_1
"Apa sih Riz."
"Lo lihat deh, Pak Fadhil sama Ghea, romantis ya Pak Fadhil, nyuapin Ghea makan ditempat umum, udah kayak bapak ke anaknya." Fariz tertawa sambil menunjuk dengan dagunya kearah Fadhil dan Ghea.
Tristan berdecak, "Ck, lihat Pak Fadhil sama Ghea lo bilang romantis, giliran lihat gue ke Jessi lo bilang eneg."
Fariz tertawa puas.
Gantian Tristan mentoyor kepala Fariz, "Parah lo, gak enak kalo kedengeran Pak Fadhil sama Ghea, lagian Pak Fadhil Baby Face, mana ada yang nyangka umur dia tiga puluh enam tahun."
"Iya sih, klihatan masih umur dua puluh limaan ya, tapi sumpah ya Tan, Pak Fadhil itu dewasa banget, gak ada cemburunya sama lo, dia percaya sama Ghea banget, dan perlakuan dia ke Ghea pun so sweet banget."
"Ya mau apa yang dicemburuin juga Riz? Ghea 100% udah cinta sama Pak Fadhil. dan wajarlah Pak Fadhil manjain Ghea, dia dewasa banget dan tau gimana harus memperlakukan Ghea yang umurnya jauh dibawah dia."
"Lo gak cemburu?" Tanya Fariz iseng.
Tristan menggelengkan kepalanya, "Ngapain gue cemburu, gue cemburu kalo lihat Jessi deket-deket sama lo kayak semalam."
Fariz tertawa, "Tenang Tan, gue sama Jessi pure temenan, kita beda agama, lagian lo tau gue lagi mengejar Stevi."
Tristan tertawa, "Iya gue tau." Jawabnya santai.
Mereka menghabiskan waktu bersama, Fadhil bermain catur dengan Fariz, dan Tristan mengamati permainan mereka.
Sementara Ghea, Jessi dan Stevi duduk bersama dan sesekali menggoda Stevi yang tak kunjung memberi jawaban pada Fariz.
Drrtt..drtt..
Ponsel Jessi bergetar.
Terlihat sebuah pesan masuk dari Tristan.
"Love u Bee.."
Pesan singkat yang Tristan kirim.
Deg..
Jantung Jessi berdegup kencang.
"Love? cinta maksud dia? koq bisa secepat ini?" Tanya Jessi dalam batinnya sendiri.
Jessi melihat kearah Tristan yang berjarak lima meter darinya, Tristan melempar senyumnya dan membuat wajah Jessi merah merona.
"Jess, are you okay?" Tanya Stevi, pasalnya Stevi bertanya sesuatu padanya namun Jessi seperti tidak mendengarnya.
"Ehh iya Stev, kenapa?"
"Lo kenapa? muka lo merah? lo demam?" Tanya Ghea sambil mengulurkan tangannya ke kening Jessi.
"Engga Ghe, gue gapapa." Jawab Jessi salah tingkah.
Tristan yang melihat tingkah Jessi dari jarak lima meter itu tersenyum jahil.
"Jessinya gue menggemaskan. Rasanya mau gue angkut kekamar. Arghh Sh*it, kapan sih dia mau gue ajak nikah." Batin Tristan.
__ADS_1
Sore hari mereka bermain banana boat, namun Ghea dan Jessi tidak ikut bermain, Ghea melarang Jessi dengan alasan takut membahayakan janin yang tengah dikandung Jessi. Hal itu membuat Stevi curiga.
"Yaa masa gue cewek sendirian." Gerutu Stevi.
"Ya gimana lagi Stev, gue lagi datang bulan, gak bisa main air." Jessi beralasan.
Alasan Jessi terdengar oleh Tristan.
"Jessi datang bulan? gue kira dia hamil makanya muntah-muntah dan seperti orang ngidam, kenapa gue sekecewa ini, gue berharap banget Jessi hamil karna dengan itu gue bisa nikahin dia dalam waktu dekat."
"Bee.." Panggil Tristan.
"Iya.." Jawab Jessi.
"Tolong pegangin hp aku ya Bee. Tolong fotoin juga nanti."
Jessi menerima ponsel Tristan, "Kodenya apa Bang?" tanya Jessi.
Tristan mendekat pada wajah Jessi dan membisikan sesuatu. "Kejadian malam itu, aku harap kamu ingat tanggal nya Bee." Tristan mencium pipi Jessi didepan teman-temannya, hal itu membuat Jessi terpaku untuk beberapa saat.
"Haishhh, mata gue ternoda." Ucap Fariz.
"Halah Riz, kayak lo belum pernah aja cium cewek." ledek Stevi.
"Belum pernah Stev, pacaran aja gue belum pernah. Tanya aja Tristan atau Ghea kalo lo gak percaya." jawab Fariz.
Jawaban Fariz membuat Stevi semakin minder untuk menerima dan bersanding dengan Fariz, Stevi mempunyai masa lalu mungkin hingga masa kini yang membuatnya tidak bisa menerima pria lain masuk kedalam hidupnya lagi, apa lagi pria sebaik Fariz, padahal Stevi pun sudah jatuh hati terhadap Fariz.
(Sedikit-sedikit nanti kita buka kisah Stevi dan Fariz ya.. Sambil berjalan juga kisah babang Titan dan Jessi juga Ghea dan Mas Fadhil) ðŸ¤
Fadhil, Tristan, Fariz dan Stevi menuju Banana Boat. Jessi mengikuti untuk mengambil foto, betapa terkejutnya Stevi saat melihat foto dirinya yang Tristan ambil dari sebuah media sosialnya lalu dijadikan wallpaper ponselnya.
Setelah cukup mengambil foto, Jessi duduk kembali bersama Ghea, Jessi iseng membuka isi chat Tristan, tidak ada yang aneh disana, dia melihat nama Ghea dan membukanya, isinya curhatan Tristan tentang Jessi.
Jessi semakin yakin bahwa Tristan dan Ghea kini hanya bersahabat.
Jessi pun melihat namanya dinamai My lovely Bee. Jessi tersenyum saat melihat namanya dinamai seperti itu diponsel Tristan.
"Lo Romantis juga Bang." Batin Jessi sambil mengusap layar ponsel Tristan.
"Ghe, gue jahat gak sih menyembunyikan kehamilan gue ke Tristan?" Tanya Jessi pada Ghea.
"Kalo boleh jujur Jess, Tristan wajib tau. Tanpa lo hamil aja Tristan mau tanggung jawab, apa lagi kalo tau lo hamil Jess. Saran gue sih lo kasih tau Tristan secepatnya."
Jessi mengangguk. "Gue nunggu dulu Ghe, sampai nikahan Bang Krisna selesai. Gue takut Tristan bilang ke nyokapnya dan bikin nyokapnya kepikiran. Lebih baik gue tunggu sampai acara nikahan Bang Krisna selesai dulu."
Ghea mengangguk dan tersenyum lalu menggenggam tangan Jessi, "Gue dukung lo Jess, tapi setelah pulang dari sini gue tetep ajak lo kedokter kandungan ya, gue tau kehamilan lo dan gue harus tanggung jawab buat kesehatan lo juga janin lo."
"Iya Ghe, thanks ya.. Gue janji setelah nikahan Bang Krisna selesai, gue akan kasih tau Tristan, dan sepulang dari sini gue akan ikut lo kontrol kandungan."
.
.
.
__ADS_1
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....