
Ghea sarapan bersama keluarga Fadhil, keluarga ini memang slalu hangat, mereka menerapkan 'No Gadget' saat berkumpul bersama keluarga sehingga terasa kekeluargaanya.
Rumah yang besar itu mampu menampung banyak orang, termasuk Fathan dan Alya yang sudah memiliki tiga orang anakpun masih tetap tinggal disana dengan nyaman.
Begitupun Fadhil, dia enggan meninggalkan rumah kedua orangtuanya karna sebagai anak lelaki ingin terus berbakti menjaga kedua orangtuanya meskipun ia sudah menikah dengan Ghea, dan untungnya Ghea tidak pernah keberatan dengan keputusan suaminya itu. Karna menurut Ghea, rumah keluarga Latif sangatlah hangat, terlebih ada sikembar Alisha dan Anissa yang begitu dekat dengan Ghea.
"Jadi berangkat siang ini Fad?" Tanya latif sang Papa.
"Iya Pa, nanti jam sepuluh langsung dari kampus."
"Hati-hati disana Fad, sering-sering telpon istrimu." Sahut Mama.
"Pasti dong Ma.."
Fadhil mengantar Ghea ke kampus terlebih dahulu.
"Selama gak ada aku, jangan pergi kemana-mana ya, kalau bisa pulang kuliah langsung pulang kerumah." Ucap Fadhil dengan lembut sembari mengusap kepala Ghea.
"Iya By, ga usah khawatir, pulang kuliah aku langsung pulang, lagian tugas kuliah juga udah mulai banyak."
"Maaf ya kalau aku terlalu possesif, aku hanya ingin kamu menjaga dirimu."
Ghea tersenyum sambil merangkum wajah Fadhil dengan kedua tangannya. "Iya Hubby sayang, aku tau itu, dan aku juga tau slama gak ada kamu, aku harus menjaga kehormatan suami aku. Iya kan?"
Fadhil menarik pelan hidung Ghea yang tidak terlalu mancung itu, "Istri pintar." Kemudian Fadhil mencium kening Ghea. "Pasti kangen."
"Hati-hati disana ya By." Gantian Ghea mencium kedua pipi Fadhil.
Selesai berpamitan, Ghea turun dari mobil Fadhil, dirinya langsung menuju kelas.
didepan fakultas, Ghea sempat bertemu dengan Bella, seorang teman yang dulu sempat dekat dengannya kemudian berselingkuh dengan pacar Ghea.
"Ghe..." Panggil Bella.
Ghea menghentikan langkahnya, dulu mereka betiga bersama stevi begitu akrab sampai suatu kejadian Bella kepergok sedang berhubungan int*m dengan pacar Ghea.
Semenjak kejadian itu hubungan Ghea dengan Bella menjadi seperti tidak kenal dan Bella memutuskan mengajukan pindah kelas untuk menghindari Ghea juga Stevi.
"Ghe, gue mau minta maaf sama lo." Lirih Bella.
"Maaf untuk apa ya?" Tanya Ghea datar.
"Soal Algi, gue sama dia gak pacaran Ghe, gue sama dia cuma sama-sama butuh aja."
Ghea menatap tajam Bella. "Gue gak perduli, mau lo cinta, mau lo cuma butuh, mau lo apa juga gue gak perduli. Gue malah bersyukur, karna lo gue jadi bisa lepas dari Algi."
"Gue nyesel khianatin lo Ghe." Lirih Bella.
"Kalo lo nyesel, harusnya bukan bilang sama gue, tapi lo ambil wudhu, lo gelar sajadah, lo pake mukena, lo minta ampun sama Allah." Kemudian Ghea meninggalkan Bella yang masih mematung.
Ghea memasuki kelas dan duduk disebelah Stevi.
"Napa Ghe, bete banget mukanya?" Tanya Stevi.
"Biasa Stev, lagi LDR an nih sama suami gue."
"Lho Pak Fadhil gak ngajar hari ini?"
__ADS_1
"Engga, doi ke Bandung ngisi seminar, tiga hari. Nanti kita ada tugas, tugasnya dikasih ke PJ."
Stevi hanya mengangguk-ngangguk.
"Dan lo tau gak Stev? tadi gue ketemu Bella di depan fakultas."
Stevi hanya menanggapinya dengan santai, "Ngapain dia? minta maaf? basi banget."
"Iya minta maaf, dia bilang ga ada hubungan sama Algi, katanya sama Algi tuh cuma sama-sama butuh aja."
"Gila!! s*x buat dia itu kebutuhan, gimana masa depannya."
***
"Kak Yasmin." Panggil Tristan saat melihat Yasmin diparkiran kampus.
Yasmin menoleh kearah sumber suara, "Tristan, lo ngapain disini? bukannya lo kuliah di Amrik?"
"Aku pindah kuliah kesini Kak." Jawab Tristan sopan.
"Demi Ghea lo bela-belain pindah?" Tanya Yasmin dengan nada sinis. "Lo bela-belain Ghea tapi yang Lo bela malah udah married sama tunangan gue." Yasmin tertawa.
"Itu semua karna Kak Yasmin yang kabur dari pernikahan, kalo engga ini semua gak akan terjadi." Kesal Tristan.
Yasmin menyipitkan matanya, "Tristan, Tristan.. Ghea lo itu udah jadi milik orang lain, lo masih aja jadi budak cintanya Ghea."
Tristan malas menanggapi omongan Yasmin. "Kak Yasmin ada apa kesini? kemarin juga Kak Yasmin kesini kan cari Ghea? ada apa?" Tanya Tristan enggan berbasa basi lagi.
"Bukan urusan lo!!" Jawab Yasmin.
Yasmin mengepalkan tangannya, "Diam kau anak kecil, inget ya Ghea itu udah jadi istri orang, lebih baik jangan sok perduli lagi sama Ghea!!" Bentak Yasmin.
"Aku udah bilang Kak, aku pasti jagain Ghea karna dia tetap sahabat aku, jadi jangan pernah berfikir untuk menyakiti Ghea lagi." Jawab Tristan tegas.
Fariz yang melihat Tristan tengah bersitegang dengan seorang wanita buru-buru menghampirinya.
"Tan, ada apa?" Tanya Fariz.
Yasmin melihat kearah Fariz, kemudian menatap Tristan sambil menunjuk wajahnya.
"Inget ya anak kecil, Ghea bukan urusan lo lagi, jangan ganggu urusan gue sama Ghea." kemudian Yasmin pergi meninggalkan Tristan bersama Fariz.
Tristan dan Fariz menatap kepergian Yasmin hingga memasuki mobilnya dan keluar dari area kampus.
"Yang tadi siapa Tan?" tanya Fariz.
"Dia Kak Yasmin, Kakaknya Ghea. Benar dugaan gue, yang kemarin cari Ghea tuh dia Riz, gue takut Ghea kenapa-kenapa."
"Udah gitu lakinya Ghea lagi diBandung Tan, tadi gue telpon Stevi mau ngajak nongkrong dicafe sama Ghea sekalian, tapi Stevi bilang Ghea langsung pulang karna lakinya lagi ngisi seminar diBandung."
"Bantu gue Riz pantau Ghea terus dari Stevi, Perasaan gue gak enak. Kak Yasmin itu jahat banget sama Ghea, dari dulu itu Riz."
"Lo tenang aja Tan, kita berempat kan sahabatan, udah sewajarnya kita saling jaga."
Tristan menghela nafas, seengganya sampai suaminya balik dari Bandung kita extra hati-hati."
"Ya ampun Tan, slama tiga belas tahun lo jagain jodoh orang, sekarang berlanjut jagain istri orang." Ledek Fariz mencoba mencairkan suasana.
__ADS_1
"Ghea sahabat gue, bokap dan nyokap gue juga sayang sama Ghea, bokap gue bilang gue harus sayangi Ghea layaknya saudara karna orang tua gue udah ngenggep Ghea anaknya sendiri."
"Beruntung lakinya Ghea gak cemburuan ya Tan, coba kalo cemburuan, hubungan lo sama Ghea gak akan bisa tetap baik begini."
Tristan mengangguk, "Pak Fadhil memang orang baik, gak ada alasan buat gue buat gak percaya sama Pak Fadhil. Dia bisa menjaga Ghea dengan baik."
"Ya udah, gue balik kerumah lo, nginep dirumah lo, lagi bete gue dirumah." Ucap Fariz pada Tristan.
"Okelah." Jawab Tristan.
Fariz sengaja tidak membawa mobil, tadi dia berangkat kuliah dengan menggunakan ojeg online, dia memang berencana akan menginap dirumah Tristan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah yang sudah menumpuk.
Tristan menyalakan mesin mobilnya, tiba-tiba matanya menangkap sosok cewek tomboy yang kemarin membantunya. Matanya terus tertuju pada wanita itu yang sedang duduk diatas motor sambil memeluk helmnya dan mengobrol santai bersama teman-temannya.
Fariz memperhatikan arah mata Tristan.
"Lo kenal Jessi Tan?" Tanya Fariz.
"Hah, Jessi? lo kenal dia Riz?" Bukannya menjawab, Tristan malah balik bertanya.
"Jessica abraham, mahasiswi fakultas teknik jurusan arsitek, cewek tomboy yang supel dengan siapa aja. Anaknya cukup humble, ceria dan senang membantu siapa aja, gue sempet naksir doi, tapi gak gue terusin pas gue tau agama gue sama doi beda. Agama dia sama kayak lo Tan. Mumpung gue belum terlalu dalam gue putusin mundur perlahan."
"Dia tau lo?" Tanya Tristan lagi.
"Sempet ngobrol beberapa kali, anaknya supel, gampang akrab. Lo kenal dia?"
Tristan mengangguk, "Kemarin mobil gue pecah ban dijalan sepi, dia nolongin gue gantiin ban, gue bilang gak mau punya hutang, dia malah nyuruh gue beliin dua puluh nasi bungkus dan dibagiin ke anak jalanan dilampu merah."
"Keren sih itu." Ucap Fariz.
"Keren apanya, emang dasarnya aja itu cewek tomboy."
"Siapa tau jodoh lo Tan." Ucap Fariz asal.
"Dih, jodoh darimana? bukan type gue banget."
"Type lo kayak bagaimana emang?"
"Anggun, kalo ngambek cemberutnya itu bikin gemes, manja, dan...." belum sempat Tristan menyelesaikan omongannya langsung dipotong oleh Fariz.
"Cewek kayak Ghea maksud lo? cewek yang bisa bergantung terus sama lo?"
Tristan terdiam.
"Tristan, Tristan.. mau lo cari kemana cewek kayak Ghea ya cuma ada didiri Ghea, gak akan Tuhan ciptain dua orang sama percis Tan, anak kembar aja bisa beda sifatnya."
Tristan menghela nafas. "Gue masih cinta sama Ghea, gue masih butuh waktu."
.
.
.
.
...Dukung Author yuk, dengan Vote, like dan coment agar tetap semangat....
__ADS_1