Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Episode 106


__ADS_3

Pagi hari mereka melakukan rutinitas seperti biasanya. Hanya saja mereka lebih dekat dan lebih romantis.


Ibu hanya tersenyum dengan perasaan lega karena anak dan menantunya kini telah akur lagi.


Seperti sekarang mereka ada di meja makan.


"Rin...makanan aku rasanya enak banget, ga biasanya lo...kamu mau nyobain ga ?"


Karin melirik melihat nasi dan lauk yang ada di piring dirinya dan piring Karin nyatanya sama.


"Sini cobain..." Tangan Rafa terulur memberikan makan yang sudah dia ambil.


Karin dengan senang hati menerima suapan Rafa.


"Gimana enak kan ?" Rafa mengangkat kedua alisnya.


"Enak...." Ucap Karin sambil melempar senyum.


"Hmm...." Tiba tiba Bunda berdehem mengagetkan kedua insan yang saling balas pandang.


"Berasa banget nih dunia milik berdua." Canda Bunda tersenyum.


"Biarin besan emang ini yang kita inginkan kan...melihat mereka selalu saling menyayangi." Ucap Ibu melempar senyum.


"Tuh..Bun...Ibu saja tahu." Jawab Rafa sambil nyengir kuda.


"Haha...kalau mantu sama mertua sudah kompak gini....Bunda menyerah deh." Ucap Bunda melempar senyum.


"Ada Karin Bun..."Ucap Karin tersenyum.


"Terima kasih cantik."


Kebersamaan itu terus menghadirkan kebahagiaan untuk mereka bersama. Sampai mereka selesai makan dan Bunda sama Ibu pamit untuk pulang.


"Kami pasti kangen..." Ucap Karin memeluk Bunda.


"Sama Bunda juga nanti kita ketemu lagi dua hari menjelang resepsi sayang." Ucap Bunda mengecup kening Karin.


Karin beralih memeluk Ibu..." Terima kasih Bu...buat nasihat nasihatnya."


Ibu memeluk anaknya."Sama sama sayang pandai pandailah menjaga hati dan perasaan suami mu." Pesan Bunda.


Setelah selesai melepas kangen...Rafa dan Karin mencium tangan Bunda dan Ibu dengan takzim. Sebagai salam perpisahan .


"Assalamualaikum..."Ucap Bunda dan Ibu sambil naik ke mobil.


"Wa'alaikumsalam..." Karin dan Rafa melambaikan tangannya.


Setelah Ibu dan Bunda pergi Karin menatap Rafa.


"Kamu ga kerja Raf ...?"


"Kamu gimana ?" Rafa malah balik nanya.


"Aku kayanya ga, hari ini aku ingin santai dulu di rumah."


"Oh...kalau gitu hari ini aku juga santai Rin...aku milih di rumah."


"Lo...kamu libur?"


"Aku praktek sore Rin.."

__ADS_1


"Oh..."


"Ko...oh saja sih, ga seneng suaminya lama lama di rumah ?" Rafa memanyunkan bibirnya manja.


"Ih...kebiasaan suudzon..." Karin berlalu masuk ke dalam.


"Tunggu sayang ?"


Rafa mengekor Karin dari belakang.


"Rin..."


"Ia apa Raf..."


Rafa rebahan di kasur sambil melihat Karin yang asyik menyisir rambutnya.


"Rin...santai santai gini mau kemana ya...apa kamu kepingin jalan jalan ?" Tawar Rafa pada Karin.


"Aku lagi males keluar Raf...badan aku pegal semua...kalau boleh mending di rumah saja santai santai ria." Jawab Karin.


"Haha...maaf ya....telah membuat kamu pegal." Nyengir Rafa tanpa dosa.


Karin mengerlingkan mata. "Tau...ah ga usah di bahas."


"Haha...haha..." Rafa tertawa lepas.


"Ehmmm....seneng banget ya..." Karin menggoda.


"Senang lah itu tuh pembuktian."


"Ehmmm...sudah ah. Kira kira ngapain ya kita sekarang...diam di kamar terus nantinya bikin kamu bikin ulah." Karin mencoba berpikir.


"Alih alih ingin santai kalau kamu bikin ulah bisa bisa badan aku remuk semua." Jawab Karin sambil nyengir kuda.


"Haha...kita karaokean gimana ?"Tanya Rafa.


"Karaokean ya... ehmmm...boleh juga ." Jawab Karin setuju dengan usul Rafa.


"Rin...sini dulu jangan disitu terus." Pinta Rafa.


"Raf...jangan macam macam lo." Karin siaga.


"Ia...jangan terus merias diri kaya gitu dong...lihat kamu wangi, seger aku kan jadi gemes sendiri."


"Ih...kamu nya saja yang otaknya traveling jadi gemes sendiri kan. Masa aku ga boleh dandan."


"Ia...ia...deket sama kamu pikiran aku suka traveling kamu tahu saja....tapi ga apa apa kali traveling sama yang halal berpahala." Rafa mencari pembenaran.


"Kamu Raf...si paling bisa. Ayo katanya mau karaokean." Karin berdiri dari depan meja hiasnya.


Rafa bangkit dari kasur.


Mereka keruangan musik.


"Rin...ngomong ngomong kamu kalau lagi bete suka kesini ngapain sih ?" Rafa mendadak kepo ingin tahu kebiasaan istrinya.


Karin tersenyum.


"Sebenarnya kalau aku lagi pusing banget menyalakan musik dengan suara keras bisa di sebut sebagai pelarian aku Raf...seolah musik itu menyampaikan teriakan aku." Jawab Karin.


"Jadi kamu kalau kesini berarti kalau lagi bete saja..?"

__ADS_1


"Ga juga sih...kalau pingin rileks juga aku kesini tapi suara musik nya biasa saja. Beda kalau akunya dalam posisi bete musik nya aku nyalain sekeras mungkin. Aneh ya....?" Tanya Karin menatap Rafa.


"Ga juga sih...cuma kebiasaan kamu ini baru aku tahu lo..."


"Hehe...kita sama sama saling mengenal lagi ya Raf...soalnya kita kan terpisah cukup lama juga.Maaf jika aku kurang peka juga akan sifat dan kebiasaan kamu."


"Ia...sayang..." Rafa mengecup kepala Karin.


"Ngomong ngomong kita karaokean lagu apa ya...?: Rafa berjalan menyalakan audionya.


"Lagu Malayasiaan boleh...?" Usul Karin.


Rafa menyetelkan lagu permintaan Karin. Mereka bernyanyi ria sesekali mereka menyetel lagu duet. Mereka mengeluarkan ekpresi mereka dikala bernyanyi.


"Kamu jago juga ya dalam bernyanyi ." Puji Rafa pada Karin.


"Sama kamu juga sepertinya biasa banget karaokean." Karin menebak.


"Hehe...kamu tahu saja."


"Kelihatan..." Cibir Karin.


Karin dan Rafa merebahkan badan di sofa besar di ruangan musik mereka.


"Capek ya...?" Rafa mengusap rambut Rafa dengan rasa sayang tulus.


"Sedikit ....."


"Aku ambilkan minum kamu mau minum apa ?"


"Jus...jeruk enak kayanya." Pinta Karin.


"Bentar ya aku minta bibi buatin...sekalian bawa cemilannya."


Rafa beranjak meminta bibi agar membuatkan minuman dan cemilan untuk dirinya dan Karin. Setelah itu dia pergi lagi menuju ke tempat Karin berada.


"Rin...kamu masih pegel ga ?"


"Sedikit..tapi kamu jangan macam macam ya." Karin sedikit was was.


"Ga...sayang...ga sekarang nanti malam saja...siang ini kamu bebas." Rafa tersenyum.


"Hmmm..." Karin masuk ke pelukan Rafa.


"Kamu sayang aku ga boleh merusuh...kamu sendiri mancing mancing."


"Aku kangen sama dada kamu saja...ga yang lain." Ucap Karin menggoda.


"Hehe...kamu kangen sama dada aku saja. Yakin !"


Karin menepuk manja Rafa.


Bibi datang mengetuk pintu. Membawa pesanan yang tadi Rafa minta.


Rafa begitu perhatian pada Karin dengan telaten Rafa menyuapi Karin. Dengan manja Karin terus bergelayut manja di tangan Rafa, sambil menikmati suapan demi suapan dari Rafa. Terkadang Rafa dengan jail memberikan suapannya dari mulutnya.Tetapi dengan senang Karin menerimanya.


"Sayang...hari ini aku bahagia banget..." Ucap Karin menatap mata Rafa dengan kasih.


"Sama sayang...hari ini juga aku senang."


Mereka menghabiskan waktu itu sampai dzuhur menjelang."

__ADS_1


__ADS_2