
Terlihat seorang pria dengan rambut yang putih tetapi terlihat begitu berkarisma sedang duduk di sebuah kursi rodanya.
Mata lelaki tua itu tetap menatap sebuah foto wanita yang terlihat sangat cantik ketika Rafa dan Raina begitu juga ayahnya datang ke
sana.
"Tuan....permisi ini Dokter Rafa sudah datang." Ucap pelayan itu memberi tahu Tuan Atmaja.
Tuan Atmaja melirik ke arah tamu yang datang itu. Dan ketika netra Tuan Atmaja melihat sosok Raina Tuan Atmaja sangat kaget. Wajah Raina memang sangat sangat mirip dengan ibunya bahkan tak ada sedikitpun dari bagian wajah ibunya yang terbuang.
"Putriku...." Lirih Tuan Atmaja hendak bangkit dari kursi rodanya. Terlihat sekali air mata yang membasahi pipinya itu. Menandakan dia begitu merindukan sosok putrinya.
"Tuan...." Pelayan menahan Tuan Atmaja yang ingin berdiri. Karena takut Tuan Atmaja akan terjatuh.
"Siapa dia? dia begitu muda tapi mukanya kenapa mirip sekali dengan putriku." Lirih hati Tuan Atmaja di dalam hatinya.
"Assalamualaikum....maaf Tuan perkenalkan nama saya Rafa. Maaf karena kedatangan kami mengganggu istirahat Tuan." Sopan Rafa membuka pembicaraan.
"Wa'alaikumsalam.Oh...ia Dokter Rafa...senang bertemu dengan anda dan ____" Tuan Atmaja menghentikan ucapannya dan kembali melirik pada Raina dan Ayahnya.
"Perkenalkan ini Raina sama ini ayahnya."
"Assalamualaikum...kakek..." Ucap Raina sambil melangkah menggapai tangan Tuan Atmaja lalu diciumnya.
"Wa'alaikumsalam...nak..." terlihat garis bibir pria tua itu tertarik.
"Maaf Dokter apa boleh tahu apa maksud dan tujuan kedatangan Dokter bersama mereka ke sini. Dan siapa mereka ini?" Tanya Tuan Atmaja tak ingin berlama lama dengan rasa penasarannya.
"Sebelumnya saya mau meminta maaf kalau kesannya saya terlalu ikut campur dalam keluarga anda Tuan. Saya adalah Dokter dari Raina. Raina ini adalah salah satu pasien saya Tuan. Kedatangan saya kemari sekedar ingin membantu Raina sama ayahnya saja."
"Maksud Dokter Rafa apa? bisakah diperjelas?"
"Raina adalah cucu anda !"
"Deg ..." Mendengar ucapannya Dokter Rafa seakan jantungnya Tuan Atmaja mau berhenti.
Dia melirik ke arah wanita cantik yang ada dihadapannya itu. Memang tak dapat dipungkiri dia mirip sekali dengan putrinya.
"Cucu saya?"
"Benar Tuan...ini adalah keturunan anda yang selama ini anda cari."
"Dan ini ayahnya Raina yang otomatis adalah suami dari almarhumah putri anda." Jelas Rafa.
"Almarhumah...? apakah putri saya....? Tuan Atmaja terdiam dengan hati yang berdebar debar.
__ADS_1
"Maaf Tuan kita harus bertemu dalam suasana yang seperti ini." Ucap Ayahnya Raina dengan rasa sesalnya.
"Apa benar putri saya sudah meninggal?"
"Benar kakek...ibu sudah meninggal tiga tahun yang lalu." Jelas Raina menimpali.
"Tiga tahun lalu ? Inalillahi wainailaihi rojiun..." Tuan Atmaja terisak dalam rapuhnya. Dia kembali menatap foto anaknya itu.
"Maafkan Ayah nak...ayah terlalu egois selama ini. Maafkan ayah nak karena ayah telah membuat hidupmu kesulitan."Dalam tangisnya Tuan Atmaja terus menyalahkan dirinya sendiri.
Rafa melangkah mendekati Tuan Atmaja yang rapuh saat ini.
"Maaf Tuan tak usah menyalahkan diri sendiri. Ini adalah takdir yang di atas. Lihatlah itu di sana cucu anda sedang berdiri menunggu pelukan dari anda." Dokter Rafa mengusap punggung Tuan Atmaja.
Mendengar ucapannya Dokter Rafa Tuan Atmaja melirik Raina.
"Cucuku ? Maafkanlah kakek mu ini . Sini sayang ." Tuan Atmaja merentangkan tangannya untuk Raina peluk.
Raina berhambur mendekati Tuan Atmaja.
"Tunggu !" Sebuah teriakan menggema di tempat itu.
Semua mata melihat ke asal suara.
Mendengar ucapannya wanita itu Dokter Rafa tersenyum sinis. Dia sama sekali tidak gentar menghadapi wanita licik ini.
"Dia mirip putriku. Tak ada alasan untuk aku meragukannya.
Jawab Tuan Atmaja.
"Ayah...bisa saja dia merekayasa semuanya Ayah... ayah jangan percaya begitu saja.Tawaran dan hadiah yang ayah berikan cukup besar Lo Yah."
"Hahaa....anda tak perlu khawatir karena saya ga butuh hadiah dan tawaran dari Tuan Atmaja." Rafa tertawa sinis.
"Oh ya apa buktinya ?" Perempuan ini agak menaikan suaranya.
"Tuan ...maaf saya sekali lagi hanya mengantarkan cucu anda ke dalam keluarga anda. Saya tidak meminta apapun selain meminta ____."
"Tuh kan Yah belum apa apa dia sudah ada permintaan. Perempuan itu memotong ucapannya Dokter Rafa.
"Lanjutkan Dokter Rafa." Pinta Tuan Atmaja.
"Saya meminta lindungi cucu anda dan ayahnya ini. Karena ternyata banyak sekali yang mengincar nyawanya." Ucapan Dokter Rafa jelas membuat Tuan Atmaja kaget.
"Maksud anda?"
__ADS_1
"Saya akan menjelaskan semuanya tapi tidak di sini. Saya sedang mengutus para orang suruhan saya untuk memberikan semua bukti pada anda."
Mendengar ucapannya Dokter Rafa perempuan itu tampak kaget. "Ayah....aku mohon jangan percaya begitu saja pada dia."
"Tuan boleh melakukan tes DNA pada putri saya , karena jujur saya juga masih kaget dengan kenyataan ini." Ucap Ayahnya Raina tiba tiba ikut berbicara.
"Maksud kamu apa? tanya Tuan Atmaja.
"Saya jelas baru mengetahui kalau wanita yang saya nikahi adalah putri anda pada hari ini juga."Jelas Ayahnya Raina pada Tuan Atmaja yang jujur membuat Tuan Atmaja merasa kaget juga.
"Jadi selama ini?"
"Ia Tuan ..selama ini saya kira istri saya adalah wanita biasa yang sangat sederhana. Dia begitu baik dan sempurna untuk hidup saya." Mata ayahnya Raina begitu berkaca kaca sambil mengenang sosok istrinya itu.
"Apa kamu sangat mencintainya?" Tanya Tuan Atmaja.
"Tentu saja Tuan saya sangat mencintai dirinya."
"Pantas...dia meminta saya untuk tidak mencarinya karena dia bilang kehidupannya sudah sempurna sekarang."
"Maksud Tuan apa?"
Tuan Atmaja terdiam sejenak mengingat semua yang terjadi di masa lalu ya.
"Sudahlah....ga perlu di bahas sekarang."Ucap Tuan Atmaja sambil menarik napas dalam.
"Saya akan memastikan semuanya dan saya tidak perlu pendapat dari kalian semua." Ucap Tuan Atmaja begitu yakin dengan pendiriannya.
Dokter Rafa tersenyum ini ucapan yang dia tunggu dari tadi.
"Baiklah kalau begitu saya tenang melepaskan Raina dan Ayahnya pada anda sekarang. Kalau begitu saya izin untuk pamit. Sesegera mungkin orang suruhan saya akan memberikan semua berkas tentang Raina pada anda." Ucap Dokter Rafa.
"Terima kasih banyak Dokter Rafa atas bantuannya." Ucap Tuan Atmaja.
"Sama sama kalau begitu saya permisi."
"Tunggu Dokter..."Raina mencegahnya.
"Ia Raina ada apa?
"Dokter terima kasih untuk semuanya, apa boleh lain kali saya bertemu Dokter lagi?"
"Ya tentu saja Raina..."
"Terima kasih Dokter." Raina tersenyum sayu merasa ga ikhlas Dokter Rafa akan pergi.
__ADS_1