Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Pasien Rafa.


__ADS_3

"Baik Dok...kalau begitu saya permisi."


Asistennya Rafa segera pergi dari tempat itu.


"Nak Dokter maafkan kelalaian bapak, bapak menyesal karena tidak memberitahu Nak Dokter sebelumnya."


"Saya mengerti pak, maksud bapak baik ingin segera melihat anaknya cepat sembuh.Tetapi ada zat zat tertentu yang kemungkinan terdapat pada ramuan itu sehingga menyebabkan kondisi anak bapak sekarang kembali memburuk.Apalagi posisi pasien habis operasi."Rafa berkata dengan sedikit nada kecewa.


"Ia Nak Dokter, maafkan kelalaian saya, sekarang saya tidak tahu lagi harus berbuat apa saya sangat menyesal."


"Berdoa saja pada yang Maha Kuasa semoga pasien bisa ditolong ya Pak, saya 'pun akan berusaha semaksimal saya untuk membantu menolong anak bapak."


"Nak Dokter tapi bapak ga punya biaya biaya lagi...kemarin saja semua fasilitasnya ditanggung sama Nak Dokter.Bapak malu Nak Dokter.Tetapi Bapak juga ingin anak Bapak sembuh." Ucap ci bapak itu sambil terisak.


"Pak, insyaallah saya akan membantu semaksimal saya...kita sama sama berdoa saja semoga Tuhan memberikan kemudahan dan memberikan yang terbaik."


Mendengar ucapan Rafa ci bapak itu bangkit dari tempat duduknya dan mendekat mau bersujud pada Rafa.Tetapi Rafa mencegahnya.


"Bapak apa apaan ini, bapak lebih tua dari saya ga pantas bapak bersikap seperti ini."


"Nak Dokter..saya ga mengerti lagi caranya berterimakasih pada Nak Dokter."Ucap Bapak itu sambil bercucuran air mata.


"Sudah pak...saya minta jangan seperti ini."


Tak beberapa lama asistennya Rafa kembali keruangan.


"Permisi Dok..."


"Ya masuk,bagaimana hasilnya?"Tanya Rafa.


"Ini Dok..." Sang asisten memberikan hasil laboratorium pada Rafa.


Rafa meneliti hasil tersebut.Sejenak dia memandang bapak itu dengan pandangan yang tersirat sesuatu.


"Nak Dokter bagaimana ?" Tanya Bapak itu merasa khawatir.


"Kenapa dengan anak saya Nak Dokter


?" Nada suara bapak itu penuh pertanyaan.


"Pak di dalam ramuan ini ada kombinasi obat kimia nya.Anak bapak keracunan!"


"Terus gimana Nak Dokter?"


"Akibatnya patal karena anak bapak baru menjalankan operasi jadi dia bisa seperti ini." Jelas Rafa pada Bapak itu.


"Saya akan memberikan obat untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuhnya.Tetapi saya minta jangan mem berikan apapun lagi tanpa sepengetahuan saya."Ucap Rafa penuh dengan ketegasan.


"Baik Nak Dokter." Bapak itu menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Oh ia...saya ingin saudara bapak itu datang kesini menemui saya." Ucap Rafa membuat banyak pertanyaan di kepala bapak itu.


"Tapi Nak Dokter, kenapa dia harus menemui Nak Dokter.Apa Nak Dokter akan marah pada dia? "


"Ada hal yang harus saya bicarakan sama dia !Tetapi saya minta jangan memberi tahu dia kalau saya ingin bertemu.Cari saja alasan lain agar dia mau datang ke sini."Pinta Rafa pada ci bapak.


"Baik 'Nak Dokter ."


Setelah Bapak itu keluar dari ruangan Rafa.Rafa mendatangi pasien.Rafa memeriksa keluhan yang dirasakan oleh pasiennya.


.."Lirih pasien Rafa yang ternyata seorang gadis cantik yang masih muda.


"Ia...apa yang kamu rasakan sekarang?"


"Aku merasa mual dan pusing Dok, dan di bagian ini sangat sakit."Gadis itu menunjukan bekas operasi yang terasa berdenyut.


"Kamu bertahan ya...proses pengeluaran racun di tubuh kamu akan membuat kamu merasa lemas.Kamu harus kuat.Ingat bapak mu selalu menjaga mu dan mendoakan mu agar kamu sembuh." Rafa menyemangati pasiennya itu.


"Ia Dok..." Lirih pasien Rafa dengan mata berkaca kaca karena menahan sakit.


"Nak Dokter..." Panggil Bapak itu ke Rafa.


"Ia Pak...kenapa?"


"Saudara saya besok akan ke sini , sekarang dia lagi diluar kota.Katanya besok baru pulang dia akan langsung ke sini."


"Baik nanti kalau dia sudah datang kabari saja saya."


"Pak ini silahkan ambil obatnya di apotek depan.Ini obat racikan saya untuk mempercepat pengeluaran racun di tubuh anak bapak.Tetapi selama pengeluaran racun itu jangan aneh jika anak bapak merasa lemas dan luka di bekas operasinya akan terasa sangat sakit."


"Usahakan bapak untuk hari ini tidak pergi kemana mana asisten saya akan menyiapkan setiap keperluan yang bapak perlukan.Kalau ada yang kurang bapak tinggal panggil asisten saya."


"Ia Nak Dokter terimakasih banyak."


Rafa hanya tersenyum mendengar ucapan bapak itu.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak, Assalamualaikum." Pamit Rafa hendak pergi.


"Dok..." Panggil pasien Rafa.


"Ia..."Rafa yang hendak pergi berbalik melihat kearahnya.


"Terimakasih banyak." Pasien Rafa tersenyum sangat tulus pada Rafa.


Rafa hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum sambil berlalu pergi.


Tatapan gadis itu menatap Rafa sampai tidak kelihatan lagi.Garis bibirnya terangkat.Ada hati yang terus mengagumi sosok Rafa.


Sementara Rafa segera menghubungi Karin.Rasanya dia sangat merindukan istrinya itu.

__ADS_1


"Assalamualaikum..."


Ucap Rafa begitu panggilannya di angkat.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab Karin.


Rafa tersenyum mendengar suara yang sangat sangat dia rindukan itu.


"Kamu lagi apa? "


"Aku baru selesai meeting sama perusahaan dari Jepang, sekarang mau lanjut ketemu sama orang tuanya Tuan Hamdan."


"Tuan Hamdan ? orang yang waktu itu bikin rusuh?" Rafa masih mengingat betul kejadian di sebuah cafe itu.


"Ih bukan Tuan Hamdan nya tetapi Ayahnya." Karin menenangkan Rafa di sebrang telepon.


"Oh...kirain , tapi kan bukanya kerja sama kalian sudah berakhir ya? Waktu itu 'kan anaknya langsung memutuskan kerjasama dengan kamu."


"Ia Raf aku tahu kerjasama nya emang sudah berakhir...tapi aku sudah lama bekerja sama sama ayahnya, dan dia orangnya sangat baik dan profesional.Ga enak juga kalau menolak dia.Kamu izinkan aku ketemu dia ya." Bujuk Karin pada Rafa.


"Ok...kalau menurut kamu seperti itu, tapi kamu hati hati ya ,setelah selesai aku langsung ke tempat kamu ketemu sama dia.Kirim saja alamatnya!"Pinta Rafa pada Karin.


"Terima kasih....atas izinnya.Kamu sudah beres dengan urusannya gitu?"Tanya Karin pada Rafa.


"Tinggal dikit lagi bentar juga mau pulang, aku kangen sama kamu, ingin makan siang sama kamu.Kamu tunggu aku ya Rin."


"Emmmm...kangen apa kangen?" Karin menggoda Rafa dari sebrang telepon.


"Serius Rin...aku kangen sama kamu, kamu ga percaya? perlu aku buktikan?" Tantang Rafa pada Karin.


"Ga...usah Raf...aku percaya ko..." Karin memilih untuk tidak memancing Rafa, karena Karin tahu Rafa pasti akan melakukan sesuatu yang aneh nantinya.


"Haha...kenapa Rin? "


"Sudah dong Raf...jangan meledek aku ," Karin merajuk manja pada Rafa.


"Ya sudah kamu hati hati ya, perginya sama Sifa juga 'kan?" Tanya Rafa pada Karin memastikan.


"Ia Raf, aku pergi sama Sifa ."


Lama mereka terdiam.Sudah 'nih teleponnya?Ucap Karin.


"Sudah...Rin."


"Ya tutup dong ." Pinta Karin.


"Kamu aja yang tutup." Rafa meminta balik Karin.


"Ya sudah tutup bareng saja."

__ADS_1


"Assalamualaikum.." Ucap kedua nya bersamaan.


"Wa'alaikumsalam..." Jawab keduanya bersamaan.


__ADS_2