
Setelah menarik tangan Sifa , Karin pergi begitu saja tanpa permisi.
"Ih kenapa 'sih kamu Rin , main pergi begitu saja ga enak 'kan sama teman teman yang lain." Sifa mulai protes tapi tetap saja langkahnya mengikuti kemana Karin pergi.
Setelah posisi mereka agak jauh Karin melepas pegangan tangannya pada Sifa.
"Kamu kenapa? jangan bilang kalau kamu galau lagi." Sifa meneliti mimik wajah sahabatnya itu.
"Aku capek Sif dengan semua teka teki ini, jika aku berpikir Rafa memang telah melupakan aku entah kenapa aku selalu merasa dia selalu memperhatikan aku, aku bingung dengan semua kejadian yang rasanya begitu mendadak terjadinya."
Karin membayangkan kalau dirinya dan Rafa dalam keadaan baik baik saja sampai tiba tiba Rafa memberikan surat putus padanya dengan alasan yang tak pasti.
Semuanya seperti ada yang mengaturnya.
"Sudahlah Rin, ga usah galau galau terus kenapa 'sih? emang apa yang sudah terjadi 'sih?"
Akhirnya Karin menceritakan semuanya pada Sifa bermula dari dirinya yang membantu Bundanya Adit sampai kejadian tadi deket kolam ketika dia mau terjatuh yang menolong dirinya adalah Rafa.
"Apa Rin...." Sifa seolah ga percaya setelah mendengar cerita sahabatnya itu.
"Perasaan kamu ga pernah cerita sama aku ."
Karin menatap jauh ke depan .
"Jujur Sif, sekuat aku melupakan perasaan aku pada Rafa aku tak bisa , aku terlalu mencintai dia , aku selalu rapuh kalau sudah menyangkut soal ini." Jujur Karin pada Sifa.
Sifa memeluk sahabat nya itu.
"Lupain Rafa Rin, jikalau jodohmu dia akan menghampiri mu kembali di waktu yang tepat."
Karin yang mendengar penuturan Sifa hanya tersenyum pelit, angan angan nya kembali terbang tentang keputusannya untuk mengambil cara ta'aruf yang mungkin dengan keputusannya itu dia dan Rafa tidak akan bersatu lagi.
****
Hari berganti hari tak terasa waktu terus berlalu hari ini pengumuman kelulusan untuk seluruh siswa siswi kelas tiga SMA, semua sudah menunggu dengan hati yang berdebar debar.
Tak terkecuali Sifa yang ga bisa diam seperti cacing kepanasan.
"Kamu duduk napa Sif, terus mondar mandir kaya gitu aku pusing tahu ngeliatnya."
"Wey...aku galau Rin dengan kelulusan aku, nilai nya dan semuanya deh aku galau."Ucap Sifa mendramatisir.
"Kamu mah nyantai soalnya tahu kalau nilainya pasti bagus."Ucap Sifa asal.
"Aamiin." Ucap Karin sambil terkekeh karena kemanjaan sahabatnya itu.
"Aku bukan nyantai Sif, aku juga sama merasa tegang, tapi ga juga mondar mandir kaya gitu Sif, bikin capek." Ucap Karin sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah beberapa jam nunggu akhirnya kertas pernyataan kelulusan di bagikan dengan hati yang berdebar debar semua murid membukanya.
"Satu, dua, tiga." Karin dan Sifa kompak melihatnya.
Netra mereka berkaca kaca melihat hasilnya.
"Rin ...aku lulus ."Teriak Sifa pada Karin.
"Sifa aku juga lulus." Karin dan Sifa berpelukan macam teletabis.
Alhamdulillah semua siswa siswi di sekolah Karin dinyatakan lulus.
Karin tak kalah puas hasil ujian kemarin nilainya mendekati sempurna dia menduduki peringkat ke tiga dengan hasil ujian teratas.Sementara Rafa menduduki peringkat ke dua.
Karin melihat hasil kerja kerasnya dengan bangga, sejenak dia menatap kerumunan kelas Rafa, "seandainya hari ini kita masih bersama pasti kita akan merayakan nya bersama sama." Sendu Karin melihat ke arah Rafa.
Rafa 'pun diam diam memperhatikan Karin.Sudut bibir Rafa terangkat karena merasa berhasil melewati satu rintangan besar yaitu mendapatkan nilai yang luar biasa di saat hati dalam keadaan galau.
"Kamu yang selalu bisa membuat ku semangat Rin, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan yang kamu ga pernah sadari.Setelah ini aku akan berjuang lebih maksimal lagi."Ucap hati Rafa sambil menatap ke arah Karin yang terlihat sibuk dengan teman temanya.
Setelah acara kelulusan selesai akan ada agenda perpisahan rencananya perpisahan akan di adakan ke daerah Jogyakarta.
Hari ini semua siswa sudah siap siap untuk pergi .Mereka sudah di berikan nomor kursi yang harus mereka tempati nantinya hal ini dilakukan agar tidak ada rebutan kursi nantinya.
Disepanjang perjalanan didalam bis Karin keseruan tak henti hentinya terjadi.Ada yang melawak, karaokean, dan main gitar .Semua momen momen itu terukir indah di benak masing masing.
Temen temen yang lain pada menyemangati akhirnya Karin bernyanyi di iringi Gani yang main gitar.Sampai tiga lagu Karin menyumbangkan suara emasnya.
"Yey....tupuk tangannya mana." Ucap Sifa.
Semua yang di dalam bis bertepuk tangan.
Sekarang giliran yang lainya.
Sejenak hati Karin sangat terhibur untuk sesaat Karin bisa melupakan ke galau hati yang tiada henti itu.
Di sebuah penginapan semua bus berhenti ini jadwalnya untuk beristirahat , sholat subuh dan sarapan pagi.
Semua siswa siswi turun dari bis masing masing.
Karin turun di posisi terakhir tanpa sengaja tas ranselnya menyenggol sesuatu membuat dia agak terhuyung ke depan.
"Grep...tubuh Karin di tangkap sama seseorang ."
Karin masih terkejut dengan kejadian itu tapi Karin makin kaget ketika dia baru sadar siapa orang yang telah menolongnya.Ya lagi lagi Rafa yang berhasil menolong Karin.
"Astagfirullah..." Ucap Karin sambil menarik tubuhnya.
__ADS_1
"Maaf aku tidak sengaja ."Ucap Karin penuh sesal.
Rafa hanya tersenyum lalu pergi berlalu.
"Raf tunggu dulu." Karin memanggil Rafa yang sudah beberapa langkah darinya.
Melihat Rafa menghentikan langkahnya Karin mendekat.
"Makasih Raf , kamu selalu berhasil menolongku." Ucap Karin sendu.
Mendengar ucapan terima kasih Karin Rafa hanya menggangu kan kepalanya.
"Lain kali lebih hati hati !"
kemudian berlalu setelah mengucapkan kata itu.
Karin tersenyum melihat kepergian Rafa.Tak ingin merusak suasana hati pada hari ini Karin segera masuk ke penginapan bercampur dengan teman teman yang lainya.
Dua jam cukup untuk beristirahat sambil menunggu adzan subuh.
Karin membaringkan badan nya mengusir rasa pegal akibat naik bis tadi.
Setelah sholat subuh dan sarapan pagi agenda selanjutnya mengunjungi candi borobudur.
Di sana mereka menatap kagum melihat bangunan candi yang berdiri begitu megah dan luas.Semua siswa di sini di bebaskan untuk melakukan kegiatan apapun.
Setelah puas berkeliling keliling dan mengambil foto Karin dan Sifa beristirahat sejenak.
Netra Karin melihat Rafa dan teman temanya yang lagi asyik main foto.Timbul di benaknya Karin ingin memiliki foto Rafa sebagai kenang kenangan.
"Sif boleh minta tolong ga?" Ucap Karin pada Sifa.
"Apa ?"
"Fotoin Rafa dong !"
"Ga ah, nanti kamu galau terus lagi."
"Ayolah Sif please..." Rayu Karin.
"Ia deh ia tapi aku ga mau ya hari perpisahan kita ini jadi hari galau kamu, kita harus happy hari ini." Tekan Sifa pada Karin.
"Ok , bestie."
Akhirnya Sifa berhasil mendapatkan foto Rafa.
"Nih sudah sekarang puas 'kan."
__ADS_1
"Ok terimakasih." Karin mencubit pipi Sifa gemas.