Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Episode 117


__ADS_3

Rafa makin merasa heran biasanya rumah Bunda kalau pagi begini akan terlihat super super kacau...tapi entah kenapa pagi ini terlihat begitu sunyi.


Rafa perlahan membukakan pintu.


Rafa berjalan menuju ruang keluarga dan tak ada siapa siapa di sana akhirnya Rafa masuk ke dapur. Karena dikira Rafa pasti Bunda lagi sibuk mengatur menu buat sarapan.


Rafa termenung ketika hanya ada asisten rumah tangganya saja yang ada disana.


"Assalamualaikum..."


"Astagfirullah..." si Bibi merasa kaget dengan suara yang tiba tiba terdengar di belakangnya.


"Kalau ada yang salam itu dijawab Wa'alaikumsalam salam Bi, bukan astagfirullah." Rafa terkekeh.


"Maaf Den...Bibi kaget, Aden sih tiba tiba muncul."


"Bibi juga dari tadi aku mencet bel, ketuk pintu ga ada yang jawab , pintu depan ga di kunci lagi, untung Rafa yang masuk gimana kalau pencuri ?"


"Ih...si Aden nakut nakutin. Maaf Den bibi mungkin ngeblender bumbu tadi jadi ga kedengaran. Maaf ya Den." Ucap Si Bibi penuh penyesalan.


"Hehe...ia Bi satpam juga pada kemana sih, harus bener bener di tegur ini mah."


"Oh tadi pak satpam izin tadi ada yang minta tolong untuk minta antar ke rumah pak Rt katanya muter muter ga ketemu."


"Awas lo Bi lain kali hati hati untung ini bukan modus !" Rafa memperingati.

__ADS_1


"Ia Den...lain kali Bibi dan pak satpam akan lebih waspada. Maaf ya Den."


"Ya sudah...tapi ngomong ngomong Bunda sama Nenek pada kemana sih ?ini masih pagi tapi ko sepi amat."


"Oh...itu Den dari semalam nenek merengek minta ke Bunda buat nganter ke makamnya kakeknya Aden. Katanya entah kenapa merasa kangen jadi Bunda sama Nenek setelah subuh tadi langsung berangkat."


"Oh...tumben ya Bi, ga biasanya nenek mendadak melow begitu."


"Ya namanya juga manusia biasa Den...pasti ada sisi kesepiannya juga."


"Ia Bi...nenek tipe orang yang setia banget sama kakek pasti merasa kehilangan banget setelah kepergiannya."


"Ya sudah Bi kalau begitu aku pulang lagi. Kasih tahu Bunda sama Nenek kalau Rafa tadi ke sini."


"Lo Den...ko buru buru amat sih, ga sarapan dulu ?"


"Mau bekel Den...?"


"Emang sudah beres gitu Bi ?"


"Sudah Den...bentar ya Bibi diapain dulu."


"Ok...terima kasih lo Bi tapi bikin dua porsi ya Bi."


"Siap Den..."

__ADS_1


Sambil menunggu Rafa duduk di ruang keluarga tiba tiba dering telepon Rafa berbunyi.


Rafa melirik ke layar di ponsel nya.


"Bunda ?"


"Hehe...ternyata Bunda kangen juga sama aku...pasti Bunda kaget kalau tahu aku lagi dirumahnya." Guman Rafa sambil menerima panggilan Bunda.


"Assalamualaikum...Bunda tebak Bun Rafa sekarang ada dimana ?" Rafa langsung bicara.


"Wa'alaikumsalam...Raf...kamu sekarang sudah berangkat ke rumah sakit? Kalau belum cepat ke sini ya !" Terdengar suara Bunda panik.


"Ada apa Bun?" Rafa menjadi was was.


"Nenek Raf...nenek...cepat Raf..."


"Astagfirullah Rafa kamu jangan banyak tanya cepat ke rumah sakit !"


"Ia Bun...ia Rafa sekarang berangkat."


Tanpa pikir panjang Rafa langsung pergi tanpa permisi dulu ke ci Bibi yang lagi nyiapin bekal.


"Ini Den..." Ci Bibi mencari cari terdengar suara mobil ke luar.


"Lo...ko malah pergi lagi...gimana sarapannya ini. "

__ADS_1


Sementara Rafa yang merasa khawatir menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hatinya mendadak ga karuan.


__ADS_2