
Karin dan Rafa yang telah selesai makan malam romantis mereka kini berada di parkiran.Rencananya mereka akan langsung pulang.
Seperti biasanya Rafa membuka 'kan pintu mobil untuk Karin.
"Silahkan masuk pacar dunia akhirnya Rafa."
"Terima kasih." Jawab Karin merasa tersanjung.
Rafa menutup pintu mobilnya.Rafa baru saja berbalik ketika sebuah pukulan tiba tiba melayang ke wajahnya.
"Bukkk..." Rafa yang mendapatkan pukulan mendadak mundur beberapa langkah ke belakang.
Empat orang pria berbadan kekar menghadang langkah kaki Rafa.
Karin yang melihat Rafa dipukul segera keluar dari dalam mobil.
"Raf...kamu ga apa apa?" Karin meneliti wajah Rafa dengan perasaan cemas.
Ke empat laki laki itu terus melangkah mendekati Karin dan Rafa.
"Kalian siapa? kalian mau apa? Teriak Karin penuh emosi.
Melihat itu Rafa menarik Karin untuk mundur kebelakang tubuhnya.
Kempat pria itu malah tertawa mendengar bentakan dari Karin.
"Hai cantik...jangan galak galak...kami tidak akan melukai kamu .Kamu tenang saja, kami hanya ingin bersenang senang denganmu."
Jawab ke empat pria itu.
Rafa yang mendengar ucapan menjijikan dari keempat pria itu mengepalkan tangannya.
Begitupun Karin dia merasa gemas ingin merobek robek mulut ke empat orang itu.
"Rin kamu diam disini ...biar aku yang menghadapi mereka." Perintah Rafa pada Karin sambil menatap manik mata Karin.
"Kamu hati hati Raf." Jawab Karin sambil mengangguk pertanda dia mengerti dengan apa yang diperintahkan Rafa.
Keempat orang itu mulai menyerang Rafa.Rafa begitu menguasai bela diri nya sehingga keempat tubuh kekar itu beberapa kali terpental kebelakang.
Merasa mereka kewalahan menghadapi Rafa salah seorang dari ke empat orang itu mengeluarkan senjata tajam.
Rafa yang terfokus pada perkelahiannya dengan yang lain tidak menyadari kalau salah seorang dari mereka sudah ada di belakang dengan memegang senjatanya dia hendak menusuk Rafa.
"Rafa awas...!" Teriak Karin dan secepat kilat Karin menendang orang yang hendak menusuk Rafa sehingga dia terpental jauh saking kencangnya Karin menendang.
Rafa melihat kemampuan Karin yang tak dia duga.
"Karin..." Guman Rafa merasa tak percaya dengan apa yang barusan ia lihat.
Dengan cekatan Karin membuat lumpuh orang itu.Begitupun Rafa dia membuat lumpuh ke tiga orang itu.
Karin segera menelepon polisi.Tak selang berapa lama tim polisi datang ke tempat kejadian dan mereka semua menangkap ke empat orang itu.
__ADS_1
"Pak...saya minta pastikan mereka bicara akan motif dari penyerangan nya pada kami, karena saya yakin ada dalang dibalik semua ini."Ucap Rafa pada petugas polisi.
"Siap pak kami akan melakukan penyelidikan pada mereka ." Jawab polisi itu.
"Oh ia pak pastikan juga mereka tidak bisa keluar dengan jaminan.Karena saya ingin membuat masalah ini sampai pada akarnya."
Tekan Karin sambil netra elangnya menatap ke empat orang itu yang terlihat pucat dengan ketegasan Rafa dan Karin.
Tim polisi membawa ke empat orang itu.Setelah mereka pergi tinggal Rafa dan Karin yang saling pandang penuh arti.
"Kamu baik baik saja 'kan?" Tanya Rafa meneliti Karin.
"Alhamdulillah Raf, kamu gimana?" Tanya Karin.
"Aku juga ga apa apa, kan tadi kamu menyelamatkan aku.Terima kasih ya." Ucap Rafa.
"Ko...terima kasih 'sih itu 'kan tugas nya kita sekarang untuk saling menjaga." Jawab Karin sambil tersenyum pada Rafa.
"Alhamdulillah...aku bahagia Rin dengan ucapan mu ini.Tapi bener deh Rin, aku kaget ternyata kamu bisa beladiri juga?" Rafa terlihat penasaran.
"Aku belajar bela diri dari aku SMA Raf." Jujur Karin pada Rafa.
"Dari SMA ?"Kaget Rafa yang tidak pernah tahu akan hal itu.
"Ko...aku ga tahu 'sih?" Tanya Rafa lagi.
"Bukanya ga tahu kamu nya yang duluan pergi." Cibir Karin pada Rafa.
"Ih bukan di bahas lagi, lagian siapa juga yang mau bahas itu 'kan sakit , tapi kamu Raf yang duluan nanya sama aku." Jawab Karin dengan sedikit bibir di buat gemas.
e-
"Ih..jadi pingin..." Rafa menempelkan tangan ya pada bibir Karin pertanda dia lagi gemas pada Karin.
"Ih...malu Raf..." kekeh Karin pada Rafa.
Rafa tertawa gemas pada Karin.
"Ayo Rin kita pulang."Ajak Rafa pada Karin.Dia membuka 'kan pintu mobilnya buat Karin.
Karin masuk dengan rasa bahagia karena diperlakukan selalu spesial oleh Rafa.
Sampai di rumah Karin hendak masuk ke dalam kamarnya.
"Raf...aku langsung masuk ke dalam kamar ya aku capek." Karin seperti tanpa rasa bersalah berucap seperti itu pada Rafa.
Sementara Rafa terbengong dengan ucapan Karin.
"Rin.."
"Ia..." Karin yang hendak masuk melirik ke Rafa.
"Kenapa ya aku mendadak pusing gini, agak meriang gini." Ucap Rafa mencari perhatiannya Karin.
__ADS_1
"Kamu pusing Raf? jangan jangan karena kena pukulan yang tadi." Karin merasa cemas.
"Kita periksa yu...ke dokter."
"Ih Rin aku 'kan dokter kamu lupa ya?" Kekeh Rafa.
"Oh ia...kamu kan dokter.Aku suka lupa kalau kamu dokter abisnya kamu kalau sama aku seperti seorang pasien."
"Ia aku kan selalu jadi pasien kamu."Jawab Rafa .
"Minum obat Raf."
"Ia aku mau makan obat tapi abis itu aku mau dipijit deh, biar pusingnya cepat ilang."
"Ouh...gitu ya, ya sudah masuk Raf sini." Karin mengajak Rafa masuk dalam kamarnya.
Dengan langkah semangat Rafa masuk ke dalam kamar Karin.
Dia cepat cepat berbaring di kasur.
"Raf ganti baju dulu ih bersih bersih dulu." Titah Karin pada Rafa.
Mendengar ucapan ya Karin dengan cepat Rafa membersihkan dirinya setelah itu mengganti baju.
Begitupun Karin yang melakukan hal yang sama.Kini Karin telah memakai pakaian tidur.
Rafa segera berbaring di tempat tidur sambil pura pura memijat pelipisnya.
"Sakit banget ya...?" Tanya Karin sambil merangkak mendekati Rafa.
"Sakit Rin sebelah sini." Jawab Rafa sambil menunjukan bagian yang sakitnya.
Karin meneliti dengan teliti."Kelihatanya sedikit memar Raf "
"Tolong kasih salep Rin..."
Karin memberi salep pada Rafa , dia meniup niup lukanya Rafa.
"Aww..." Manja Rafa pada Karin.
Karin terus memijat Rafa dengan baik.Sehingga tanpa sadar saking nikmatnya pijatan Karin Rafa tertidur.
"Raf...Raf..." Karin memangil Rafa yang tak terdengar lagi merajuk manja.
Karin melihat Rafa.
"Ternyata dia tidur." Ucap Karin sambil tersenyum senang melihat tidur damai orang yang sangat dia cinta.
Dengan pelan Karin menyelimuti Rafa dan dia 'pun berbaring di sebelahnya Rafa.
Ada rasa damai dalam hati Karin ketika dia hendak tidur.
Melihat wajah tampan orang yang selalu mewarnai cerita cintanya.
__ADS_1