Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Surat dari Rafa.


__ADS_3

Rafa sudah di izinkan untuk pulang ke rumahnya.


Dua hari sudah berlalu setelah kepulangan Rafa ke rumahnya . Karin tidak pernah bertemu lagi dengan Rafa.Rafa 'pun belum masuk sekolah.


Dua hari itu Karin lewati tanpa kabar dari Rafa sedikitpun.


Tiba tiba saat pulang sekolah Temen Rafa, memanggil manggil.


"Karin...Karin tunggu !" Teriak temanya Rafa.


Karin yang hendak pulang membalikan badannya.


"Ada apa ?"


"'Ini Rin." Dia memberikan Karin sebuah surat pada Karin.


"Apa ini ?"


"Ini adalah surat dari Rafa, dia meminta aku memberikannya kepada kamu Rin."


"Oh....terimakasih, " Karin menerima surat dari Rafa.


"Sekarang keadaan Rafa bagaimana ?"


"Alhamdulillah Rafa sudah membaik semoga besok bisa sekolah."


"Alhamdulillah..."Karin merasa lega.


****


"Assalamualaikum...."ucap Karin begitu sampai rumah.


"Wa'alaikumsalam...."sahut Ibu dari dalam.


Karin menghampiri Ibu dan mengulurkan tangannya.


"Cup..." tangan Ibu di kecup sama Karin.


"Ibu mau kemana ?" Karin melihat Ibu sudah berpakaian rapi dan di sebelahnya ada sebuah koper.


"Rin, nenekmu lagi sakit jadi Ibu untuk beberapa hari ke depan mungkin mau tinggal dulu di rumah nenek, ga apa apa 'kan kalau Karin di rumah sama Mbok Nah dulu ?"


"Ia Bu, ga apa apa, lagian Karin ga bisa ikut soalnya di sekolah lagi pemantapan dan banyak kegiatan."


Setelah Ibu berlalu Karin masuk ke dalam kamarnya.Dia teringat dengan surat pemberian dari Rafa.


Dengan pelan Karin membuka surat tersebut.Entah kenapa ada perasaan was was dia rasa ketika membuka surat tersebut.


"Kenapa Rafa tidak menelpon ku saja kalau ada sesuatu ?" Pikiran Karin menerawang menerka nerka.


^^^Dear Karin^^^


...Assalamualaikum...


Hidup tak selamanya indah, langit tak selalu cerah, suram malam tak berbintang itulah lukisan alam.


Begitu juga dengan kita.Hidup kita kadang ada dalam keadaan bahagia, namun dibalik kebahagiaan pasti ada pengorbanan.


Pengorbanan hanya dilakukan oleh sang pecinta sejati.


Mengorbankan apa apa yang di cintai , yang disayangi supaya orang yang di dicintainya mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.


Walaupun orang yang mengorbankan semuanya luluh lantak, hancur....!


Karin yang solehah...

__ADS_1


Sebelumnya Rafa mau meminta maaf karena ga bisa menemui Karin langsung.Maybe dengan kedatangan surat ini semuanya akan jelas dan tuntas.


Karin yang solehah...


Terus terang saja Rafa sudah capek dengan semua ini, kejadian yang silih berganti tiada henti.


Yah.....mungkin ini cobaan dari Sang Maha Pencipta.


Dan mungkin semua ini menandakan bahwa kita belum di izinkan untuk bersatu.


Rafa coba merenungi , Rafa coba memahami mungkin inilah takdir kita.


Karin yang solehah...


Rafa harap jangan sekali sekali Karin menyesali semua yang sudah kita jalani kemarin di saat kita bersama.


Rafa mengakui sekarang Rafa seorang yang pengecut yang tidak bisa mempertahankan perasaan cinta kita.


Tapi Rafa percaya jika seandainya Allah mengizinkan kita untuk bersatu mengapa tidak untuk kita saling mencintai dan menyayangi sepenuhnya.


Untuk sekarang Rafa hanya bisa mengenang cerita kita yang hanya sesaat tapi sangat bermakna.


Terimakasih Karin, karena sudah mencintai Rafa.


Semoga solusi yang Rafa ambil sekarang merupakan jalan yang terbaik buat kita.


Walaupun Rafa yakin Karin tidak menginginkan nya.


Ya...Robby


Jika ini memang skenario Mu, tetapkan 'lah hati kami dalam keimanan terhadap Mu.


Jika ini adalah balasan dari Mu karena kami lalai dalam ajaran Mu, maafkanlah semua dosa dosa kami terhadap Mu.


Ya...Robby


Jadikanlah jalan yang kami ambil ini adalah jalan yang lurus untuk mendapatkan Ridho Mu.


Aamiin.


^^^Rafa Aditia Pratama^^^


****


Selesai membaca surat dari Rafa, Karin diam menatap kosong, "Apa maksud ini ? apa dia memutuskan aku begitu saja? apa yang sebenarnya terjadi? apa ada hubungannya dengan Rafa yang masuk rumah sakit?"


"Aah..." Karin menepuk kepalanya sendiri dengan pertanyaan pertanyaan yang ada di benaknya.


Sungguh Karin merasa tak mengerti dengan apa yang sedang dihadapinya sekarang.


"Besok aku mau cari tahu semuanya." Ucap Karin dalam hatinya.


Pagi harinya Karin datang lebih awal dari biasanya dia menunggu Rafa di parkiran sekolah.Sekitar setengah jam menunggu Rafa akhirnya Rafa datang juga.


Karin merasa lega setelah melihat Rafa yang terlihat sehat sekarang.


Rafa memarkirkan motornya.


Karin menghampiri Rafa.


"Assalamualaikum Raf..." ucap Karin.


"Wa'alaikumsalam.." Rafa menjawab salam Karin tanpa menoleh ke arah Karin.


"Alhamdulillah kamu sudah membaik Raf." Ucap Karin sambil memperhatikan gerak gerik Rafa.

__ADS_1


"Ia."Tak banyak kata yang keluar dari mulut Rafa.


"Raf...aku mau bica___"


"Hey....tunggu aku." Panggil Rafa pada temanya.Teriakan Rafa sekaligus memotong ucapan Karin.


"Maaf Rin aku ke kelas dulu." Rafa berlalu begitu saja dari hadapan Karin membuat Karin merasakan sesak di dadanya.


Netra Karin melihat Rafa yang berlalu begitu saja mendahuluinya.


Karin menarik napas dan berjalan gontai menuju kelas.


Begitu sampai kelas Karin melewati saja Sifa yang ada dihadapinya.


Sifa menyadari sikap Karin yang berbeda.


"Kamu kenapa Rin? cerita dong Rin!"


Karin memberikan surat pemberian Rafa pada Sifa .


Sifa terbelalak membacanya."Rafa putusin kamu Rin?"


Karin menatap Sifa dalam "Apa itu surat putus?"


rasanya Karin masih tak percaya.


Sifa menganggukkan kepalanya.


Mata Karin berkaca kaca melihat anggukan kepala Sifa , tapi Karin berusaha untuk menyembunyikannya.


"Kuat Karin kuat..." Hati Karin mencoba tegar.


"Dia ga memberikan penjelasan apapun Sif , dia tiba tiba putusin aku." Jujur Karin sambil tertunduk.


"Kamu sudah coba cari tahu?"


"Sudah tapi dia menghindar, "ucap Karin sendu.


"Sif aku mau ke UKS dulu ya tolong izinkan, buat satu pelajaran aza, nanti pelajaran ke dua aku ikut.Aku lagi ga bisa konsen sekarang." Ucap Karin jujur.


"Ok..."


Setelah itu Karin menuju UKS di sana ternyata ada Rafa yang juga lagi istirahat karena merasa pusing di kepalanya.


"Raf..." lirih Karin saat melihat Rafa lagi berbaring.


Rafa berusaha bangkit, dia melihat wajah Karin yang agak pucat.


"Kamu sakit Rin ?" Terlihat kecemasan di mata Rafa.


Karin tersenyum sedikitnya Rafa masih perduli padanya.


"Ga Raf aku lagi ga bisa fokus sama pelajaran."


"Rin kita sudah janji akan lulus dengan nilai bagus , aku harap kamu tidak lupa itu !" Tegas Rafa sambil melirik Karin.


"Mana bisa aku lupa dengan semuanya." Lirih Karin pelan.


"Aku sudah mendingan Rin, kamu istirahat dulu aja." ucap Rafa hendak melangkah pergi.


"Raf..." Karin ingin meminta penjelasan Rafa.


Tapi Rafa seolah tuli dan buta dengan raut wajah Karin yang begitu mengharapkan penjelasan.


Rafa berlalu begitu saja tanpa melirik Karin kembali.

__ADS_1


Sakit perasaan Karin melihat perlakuan Rafa padanya.


"Apa 'sih salahku Raf?"


__ADS_2