Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Episode 116


__ADS_3

Pagi pagi sekali Karin sudah menyiapkan sarapan untuk Rafa dan diapun sudah siap hendak berangkat ke perusahaannya.


"Bi...aku mau berangkat ke perusahaan dulu ya...kalau mau sarapan sudah aku siapin semuanya." Karin berbisik lembut pada Rafa.


Mendengar Karin berbisik padanya Rafa membuka matanya. Ia tadi selepas solat subuh Rafa sengaja tidur lagi karena hari ini dia mengambil libur kerja.0


"Bentar sayang ...tunggu aku dulu." Rafa membuka selimutnya dan langsung duduk di tepi kasur.


"Ko malah bangun sih...aku kan cuma mau pamit saja." Karin ikut duduk di samping Rafa.


"Tunggu dulu aku anterin kamu...bentar ya aku cuci muka dulu." Ucap Rafa sambil tersenyum.


"Ga usah Bi...hari ini Abi istirahat saja." Karin menahan tangan Rafa yang mau pergi.


"Ish...ga bisa gitu ceritanya. Pokoknya bentar tungguin." Pinta Rafa sambil dia berlalu ke kamar mandi.


Tak butuh waktu lama Rafa sudah selesai mengganti pakaian dengan kaos santai dan celana levis.


"Sudah..." Rafa menghampiri Karin yang sedang merapihkan pakaian nya.


"Cepat amat sih..." Karin meneliti penampilan Rafa.


"Gimana ? ok ga ?"


"Sempurna...ga kelihatan bangun tidur."Ucap Karin sambil terkekeh.

__ADS_1


"Haha...bisa saja ...ayo."


"Abi ga sarapan dulu ?"


"Ga usah nanti saja. Lagian belum lapar juga."


"Padahal aku ga apa apa ko kalau berangkatnya sendiri." Karin masih sedikit ga enak hati.


"Shut..." Rafa mengandeng tangan Karin keluar.


Seperti biasa Rafa selalu membukakan pintu mobil untuk Karin memastikan Karin duduk dengan nyaman di dalam sana.


"Makasih Bi kamu masih saja romantis dari dulu." Karin merasa spesial dengan sikap Rafa.


"Harus dong...sampai tua juga harus tetap begini."


"Love you to sayang. Boleh aku nyetir sekarang ?"


"Haha ...silahkan ."


Mereka saling bercanda di dalam mobil itu.Tak terasa sampai ke tempat tujuan.


"Abi mau masuk dulu ?"


"Ga Umi maaf ya kayanya Abi ga masuk deh. Oh ya Abi izin ya mau nengok bunda sama nenek. Takutnya pulang sore."

__ADS_1


"Ih ko Abi ga cerita sih mau ke rumah Bunda. Tahu gitu aku tadi bakalan cancel meeting nya." Karin mendadak manyun.


"Maaf sayangku...bukannya ga mau ngajak tapi ini juga mendadak hati aku entah kenapa kebanyang bayang terus mukanya nenek."


Mendengar itu Karin merubah wajah manyunnya menjadi wajah khawatir.


"Ya udah aku cancel saja ya Bi meeting nya. Aku ikut Abi."


"Ga usah sayang ga enak sama rekan bisnis kamu juga. Nanti deh kalau ada apa apa pasti Abi kasih kabar. Lagian Abi mungkin hanya rindu." Rafa mengelus kepala Karin.


"Janji ya Bi...sampai rumah Bunda kasih kabar."


"Ia sayang. Kamu hati hati ya..."


"Ia...Abi jangan lupa sarapan nya."


"Siap..."


Karin mencium tangan Rafa. Lalu Rafa membukakan pintu mobil untuk Karin setelah memastikan Karin masuk ke dalam perusahaannya. Baru Rafa berlalu pergi.


Perjalanan menuju rumah Bunda hanya memerlukan waktu satu jam setengah.


Saat tiba di rumah suasana masih pagi. Seperti biasanya Rafa mengucapkan salam begitu sampai pintu rumahnya. Dengan hati yang ceria Rafa melirik ke kanan dan kekiri merasa kangen dengan suasana rumah bunda yang sudah lama ga dikunjungi.


"Assalamualaikum...assalamualaikum..."

__ADS_1


Rafa meninggikan suaranya sengaja ingin memberi kejutan.


Lama Rafa berdiri di depan pintu tak ada yang membukakan pintu juga.


__ADS_2