Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Jati diri Raina


__ADS_3

"Ya sudah ... assalamualaikum..." Ucap Karin.


"Tunggu dulu dong." Rafa menahan.


"Apa lagi Raf..?"


"Mana vitamin nya?"


"Vitamin apa sih Rafa, kamu kan Dokter ia kali kamu minta vitamin sama aku."


"Vitamin aku kan adanya di kamu. Kiss...jauh..."


"Malu Raf..." Karin berbicara memelankan suaranya sambil menengok kanan dan kiri.


"Ga aku tutup nih...kalau belum kamu kasih vitamin."


"Astagfirullah Rafa aku malu nih...kamu jangan gada gada aku ga biasa kaya gitu..." Bisik Karin lewat ponselnya.


"Mulai sekarang harus terbiasa Rin..."


"Raf ....tolong dong beneran aku ga biasa kaya gitu." Suara Karin terdengar memelas.


Rafa tersenyum diujung telepon sana. Memaksakan kehendak pada Karin mungkin bikin istrinya itu ga nyaman.


"Ia sayangku ...ga usah kalau kamu nya ga nyaman aku ga maksa. Tapi nanti sebagai gantinya di rumah yah..." Ucapannya Rafa mengandung modus tertentu.


Karin membelalakkan matanya mendengar ucapan Rafa.


"Terserah kamu saja yang penting ga di umum saja..." Karin hanya bisa pasrah akan modus dari Rafa yang tambah hari tambah gencar modusi dirinya.


"Haha...ya sudah muuuachh... assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam..."


Karin melihat ke arah Sifa yang terlihat nyengir disampingnya.


"Sudah teleponnya?" Sifa tersenyum.


"Sudah...ayo kita kembali." Ajak Karin.


"Kamu bayar dulu nanti aku ganti uangnya, aku transfer ya...." Pinta Karin.


"Ok ...Pak berapa semuanya?"


"Semuanya delapan puluh ribu neng..."


Sifa mengeluarkan uang seratus ribu."Kasih saja semuanya Sif..." Pinta Karin.

__ADS_1


"Siap...Pak ini ..kembaliannya ambil saja."Sifa menyerahkan uangnya.


"Terima kasih neng, semoga rezekinya tambah bertambah.Aamiin."


"Aamiin " Ucap Karin dan Sifa.


Diruang kerja Rafa , Rafa meminta asistennya untuk memanggil ayahnya Raina keruangan dirinya.


Tak butuh waktu lama ayahnya Raina sudah berada di depan ruang kerja Rafa.


"Assalamualaikum..." Ucap ayahnya Raina mengetuk pintu ruangan kerja Rafa.


"Wa'alaikumsalam...masuk pak."


"Ia maaf Dok ...Dokter panggil saya?"


"Sini duduk pak..." Rafa mempersilahkan ayahnya Raina untuk duduk.


Ayahnya Raina duduk sambil menerka nerka apa yang akan dibicarakan Dokter Rafa. Melihat mimik wajah Dokter Rafa yang sangat serius seperti ini.


"Pak... sebelumnya saya mau minta maaf, jujur saya sebenarnya ga ingin ikut campur pada masalah kehidupan keluarga bapak, tetapi melihat bahaya yang mengancam kehidupan bapak dan putri bapak rasanya hati saya ga bisa diam pura pura tidak tahu."


"Maksudnya Dokter apa? saya sungguh tidak mengerti." Ayahnya Raina mengerutkan keningnya.


"Sebenarnya Raina adalah pewaris keluarga Atmaja."


"Keluarga Atmaja?" Ayahnya Raina merasa heran dan tak mengerti.


Ayahnya Raina meneliti dengan beberapa kali membolak balik foto tersebut. Setelah merasa yakin dia menatap Dokter Rafa.


"Ia benar Dok, darimana Dokter dapatkan foto ini?" Ayahnya Raina makin penasaran.


"Beberapa Minggu ini saya menyelidiki semuanya karena kasus yang dihadapi Raina menimbulkan tanda tanya besar buat saya makanya saya menyelidikinya. Raina saya sudah membantunya setengah dan nurani saya tergerak untuk membantu nya sampai akhir. Setidaknya sampai dia bisa menjaga dirinya sendiri kalau dia tahu jati diri dirinya yang sebenarnya."


"Dokter...saya makin tidak mengerti jati diri ? maksudnya apa?"


"Ya wanita yang bapak nikahi adalah putri tunggal Bapak Atmaja. Dia pergi karena merasa terkekang dengan kehidupannya. Sehingga dia mengubah sendiri jati dirinya."


"Apa?" Setengah berteriak ayahnya Raina karena tak percaya.


"Ia pak...saya tahu bapak pasti kaget dengan kabar ini."Dokter Rafa menepuk punggung ayahnya Karin dari samping.


"Dokter bukan kah keluarga Atmaja itu salah satu keluarga terkaya di negara ini? Mungkin Dokter salah karena istri saya ketika masih hidup sangat sederhana sekali." Jujur Ayahnya Raina sambil mengingat ingat almarhumah sang istri yang menurutnya sosok yang paling sempurna.


"Itulah istri anda. Dia benar benar menutup sendiri masa lalunya dengan lembaran baru." Tegas Rafa.


"Dok.." Ayahnya Rafa menatap Rafa dengan wajah pucat nya.

__ADS_1


"Ia kenapa pak?


"Dokter ingin menyerahkan Raina pada keluarga itu? Dokter akan memisahkan saya dengan putri kesayangan saya?"


"Bukan pak, bukan itu maksud saya."


"Terus maunya Dokter apa menceritakan semua ini? oh...jangan jangan Raina tadi bilang akan mengajak saya dan Raina ke suatu tempat itu untuk mempertemukan Raina dengan kakeknya?" Ayahnya Raina langsung menebak dan menyorot Rafa dengan tajam.


"Ya bapak betul sekali. Saya ingin mempertemukan kakek dan cucunya."


"Dokter tidak berhak memisahkan saya dengan putri saya...saya tidak akan mengijinkannya." Teriak Ayahnya Rarin sambil berteriak pada Dokter Rafa.


"Pak anda ga bisa membentak saya seperti ini." Rafa menatap tajam pada ayahnya Raina.


"Bapak belum mendengar cerita selengkapnya dari saya." Suara Rafa melunak mencoba masuk ke dalam hati ayahnya Raina yang terlihat lagi tak karuan.


"Cerita apa lagi Dok?" Ayahnya Raina menatap tajam Dokter Rafa.


"Raina sekarang ada dalam bahaya pak?"


"Bahaya ! maksudnya Dokter apa?" Terlihat mimik wajahnya ayahnya Raina berubah menjadi mimik cemas.


"Ada yang menginginkan kematian Raina, karena mereka mengetahui kalau Raina adalah pewaris keluarga Atmaja." Ucap Rafa mencoba menjelaskan agar ayahnya Rafa bisa mengerti.


"Apa?" Ayahnya Raina terlihat tambah khawatir.


"Bagaimana mereka bisa tahu Dok?"


"Karena Tuan Atmaja memberikan undian barang siapa yang bisa menemukan putrinya atau keturunannya akan diberikan hadiah. Sehingga orang orang yang menginginkan warisan itu mencari tahu keberadaan putri Tuan Atmaja."


"Dok...tolongin saya Dok ...saya tak mengerti ada apa ini? berarti ucap Raina kemarin ketika dia berkata ada dua perawat yang ingin membunuhnya benar adanya."


"Betul pak ...mereka semula bergerak sangat lembut tetapi sekarang mereka bergerak kasar."


"Bergerak lembut? maksudnya apa Dok?"


"Raina diberi racun dosis rendah sehingga dia sakit dengan berangsur angsur, dan yang memberikannya adalah keluarga anda sendiri."


Ayahnya Raina melirik ke arah Rafa mencoba mempercayai semua ucapan Dokter Rafa yang sangat sangat mengejutkan untuk dirinya.


"Pak...sabar ya...kita akan menuntaskan semua ini saya akan membantu anda."Rafa menepuk punggung Ayahnya Raina mencoba memberi kekuatan akan hati yang sangat shock.


"Dok..jadi selama ini bibinya Raina itu meracuni anak saya? Raina bisa sakit sampai operasi karena diracuni?" Tanya Ayahnya Raina penuh tanda tanya besar.


"Ia pak...." Rafa kemudian terdiam mengamati mimik wajah ayahnya Raina. Terlihat kebingungan dan rasa cemas yang menyatu sehingga keringat mendadak membanjiri wajah dan tubuh ayahnya Raina.


"Minum pak..." Rafa memberikan segelas air putih pada ayahnya Raina.

__ADS_1


Ayahnya Raina duduk sambil meneguk air segelas besar itu sampai tak terasa sudah tandas.


"Tenang pak...ambil napas dalam. Rileks dulu..." Ucap Rafa menenangkan ayahnya Raina.


__ADS_2