
"Kamu sadar Rin dengan yang barusan kamu katakan?"
"Tentu saja aku sadar dengan apa yang barusan aku katakan Bu, aku akan menerima siapa 'pun dia yang datang menghitbah ku."
"Tapi kamu 'kan, Ibu belum mengatakan siapa yang menghitbahmu Rin ? ko main setuju saja, pernikahan itu sekali seumur hidup Rin, bukan ajang buat coba coba !"
"Ia justru karena itu Bu, aku tadi tanya sama Ibu apakah Ibu suka dengan calon menantu Ibu itu, apakah Ibu suka keluarga mereka.Ibu seperti nya suka banget, dan aku percaya pilihan Ibu buat Karin adalah yang terbaik."
"Ibu memang menyukai mereka tapi kamu Rin yang akan menjalaninya, ga baik kamu memutuskan hal sebesar ini pada Ibu." Pinta Ibu pada Karin.
"Sebenarnya Karin...."
Akhirnya Karin menceritakan semuanya pada Ibu, tentang mimpinya, tentang keputusannya tidak pacaran.
"Oh jadi ini ya , alasan kamu tidak mau pacaran dengan siapa 'pun?" tanya Ibu.
"Lalu apa kamu masih mencintai Rafa?" Ibu sengaja menyelidik.
"Karin akan menutup rapat perasaan itu setelah aku menikah Bu, Karin janji akan jadi istri yang solehah."
"Berarti benar kamu mencintai Rafa?"
Mendengar itu Karin hanya diam saja.Ibu yang melihat reaksi Karin tersenyum karena dia tahu jawabannya apa ."
"Baik 'lah Ibu bicarakan dulu sama Ayahmu kapan acara pernikahannya di selenggarakan."
"Ia Bu, terima kasih kalau bisa minggu ini juga boleh."
Mendengar itu Ibu hanya bisa tersenyum.
Akhirnya Ibu keluar menemui Ayah ,Rafa dan keluarganya Rafa.
Semua mata tertuju pada Ibu karena kedatangan Ibu hanya seorang diri.
"Mana Karin nya Bu?" Tanya Ayah.
"Maaf Karin ga mau menemui tamunya." Ibu terlihat menyesal.
Rafa yang mendengar itu langsung menekuk wajahnya.
Nenek yang mengerti ke kegalauan sang cucu segera mengusap tangan Rafa tanda Nenek menguatkan hatinya Rafa.
Rafa hanya bisa tersenyum hambar, melambangkan hati yang kecewa.
"Kenapa Bu, apa yang terjadi?" Ayahnya Karin merasa kaget dengan jawaban Ibu.Soalnya ga biasanya Karin bersikap seperti itu.
"Ayah, keluarganya Rafa dan 'nak Rafa sebelumnya Ibu minta maaf karena Karin tidak mau menemui kalian disini tetapi perihal maksud dan tujuan 'nak Rafa ke sini Karin menerimanya."
__ADS_1
"Apa ?" Kompak semuanya karena merasa kaget.
Wajah Rafa yang semula suram kini berbinar cerah mendengar ucapan Ibunya Karin.
"Ko bisa Bu?" Tanya Ayahnya Karin.
"Jadi begini semuanya, mungkin trauma atas kepergian 'nak Rafa waktu SMA dulu melekat di hatinya Karin.
Sehingga waktu itu Karin memilih untuk tidak mau lagi pacaran, jadi dia memutuskan siapa 'pun yang mengkhitbah dirinya adalah jodoh yang dikirim Tuhan untuknya.
Saya 'pun tidak di beri ruang menjelaskan kalau 'nak Rafa 'lah yang menghitbah dirinya.
Karin sepertinya benar benar sudah matang dengan keputusannya itu.
Buktinya dia meminta kalau yang menghitbah dirinya itu serius, Karin ingin melakukan akad pernikahannya dalam minggu ini."
"Apa? Teriak semua yang ada di ruangan itu.Mereka merasa kaget dengan keputusan Karin.
Beda hal nya dengan Rafa, yang merasa jalanya sangat di permudah.
"Bu, Ayah, dan semuanya, Rafa siap menikahi Karin dalam minggu ini." Ucap Rafa.
Netra semua orang kini tertuju pada Rafa, tetapi kini Rafa sangat yakin dengan keputusannya.
"Ayah , Ibu .Rafa minta izin untuk menikahi putri kalian, Rafa janji akan selalu menjadi sempurna buat Karin, akan berusaha selalu jadi imam yang baik buat Karin.Karena jujur Rafa dari SMA juga sangat dan sangat mencintai Karin."
Ayah dan Ibunya Karin terlihat shock mendengar ucapannya Rafa.
"Kenapa kamu ga minta bantuan orang yang lebih dewasa saja Raf? Tanya Ayah yang terlihat agak kesal.
"Rafa hanya ingin melihat Karin selalu baik."
Seketika senyum kedua orang tua Karin mekar sempurna.
"Ayah Ibu, bagaimana apakah niat Rafa ini diterima sama Ayah dan Ibu?" Ucap Rafa agak was was.
Kedua orang tua Karin kini saling tatap.Ayah yang mengerti akan tatapan sang istri kini tersenyum.
"Baiklah 'nak Rafa , Ayah terima niat baik 'nak Rafa dan keluarga 'nak Rafa.Semoga Yang Maha Kuasa mempermudah dan memberi kebahagiaan untuk kita semua."
"Aamiin." Ucap semuanya.
"Alhamdulillah ...terima kasih Ayah , Ibu .Insyaallah Rafa akan menjaga dan membahagiakan Karin."
Akhirnya setelah niat baik Rafa diterima mereka merundingkan acara akad nikahnya Karin dan Rafa.
Setelah melakukan perundingan pernikahan akan dilakukan pada hari Sabtu ini.Berarti tinggal menunggu tiga hari lagi.
__ADS_1
Kedua keluarga itu telah memutuskan hanya keluarga dulu yang di undang.Soal resepsi pernikahan mereka akan mengaturnya nanti kalau waktunya ga memet kaya gini.
Karin di dalam kamar hanya bisa harap harap cemas menunggu kedatangan Ibunya.Dia tidak berani melihat keluar.
Dia memegang foto Rafa yang biasa suka dia ajak ngobrol.
"Raf kamu kemana?kenapa kamu malah menghilang lagi? Raf , aku sudah mau nikah 'nih kamu ga peka dengan apa yang aku katakan.Mungkin kita bukan jodoh. Selamat tinggal."
Tak terasa Karin meneteskan air matanya.Dia membereskan hal hal yang berbau tentang Rafa ke sebuah kotak.
Karin kini telah memutuskan untuk melupakan cintanya, dia akan mengabdikan hidupnya untuk suaminya saja.Mencari kebahagian yang sudah digariskan untuknya dengan pasangan halalnya.
Ibu masuk ke kamar Karin.Lalu dia duduk di samping Karin yang sedang mengemas barang barang yang merupakan kenangannya bersama Rafa.
"Lo kenapa di beresin 'sih Rin?" Tanya Ibu.
"Ga Bu, Karin ga mau nantinya timbul fitnah karena keberadaan benda benda ini."
"Ia tapi 'kan calon suami kamu adalah___."
"Sudah ya Bu, jangan di bahas." Karin memotong ucapannya Ibu yang ingin memberi tahu kalau Rafa adalah orang yang menghitbahnya tadi.
"Oh ia apa mereka setuju dengan permintaan Karin untuk melakukan akad di minggu ini?"Karin menatap Ibunya.
" Ia Run mereka setuju."
"Kapan Bu?"
"Insyaallah setelah kami berunding sabtu ini. Kamu siap 'kan Rin?"
"Tentu Bu."
"Ya sudah kita banyak banyak berdoa saja semoga semuanya lancar dan nantinya pernikahan kamu membawa kebahagian dunia dan akhirat untuk kalian berdua."
"Aamiin Bu." Karin memeluk Ibunya. Dia merasakan perasaan yang sulit di artikan mendengar ucapan Ibunya.
Setelah Ibu keluar Karin hanya bisa berdoa semoga ini adalah awal kebaikan untuk masa depannya.
***
"Raf....sudah senyum senyumnya Nenek geli ngeliatnya." Ucap Nenek menggoda Rafa yang dari tadi senyum senyum ga jelas.
"Bu, biarkan saja namanya juga orang yang lagi kasmaran." Bela Bunda.
Mereka semua tertawa meledek Rafa.Sementara yang di ledek hanya acuh saja.
"Karin Anastasya aku mencintaimu.Menua 'lah bersamaku."
__ADS_1
"Deg...!"