Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Ketiduran


__ADS_3

Jam sembilan malam Rafa baru pulang ke rumahnya. Di segera memarkirkan mobilnya dan bergegas menemui Karin di dalam kamar mereka.


Karin yang menunggu Rafa tidak sengaja ketiduran di sofa sambil memangku laptop miliknya.


"Assalamualaikum..."Ucap Rafa begitu membuka pintu kamar.


Tetapi ga ada jawaban membuat Rafa mencari sosok Karin.


"Astagfirullah...Rin kamu ketiduran di sana?"Rafa mendekati Karin dan mengambil laptop yang ada dipangkuan Karin. Ketika hendak menutup laptop milik istrinya itu sepintas Rafa melihat foto dirinya dan Karin sewaktu habis ijab kobul. Terlihat wajah Karin yang pucat karena saking kagetnya waktu itu.


Rafa tertegun."Harusnya momen itu harusnya jadi momen terindah buat kita Rin.Aku janji akan membuatkan pesta pernikahan kita yang ga akan kamu lupakan." Ucap Rafa sambil mengusap wajah ayu istrinya.


Setelah itu Rafa memindahkan Karin yang sama sekali ga terusik ketika tubuhnya berpindah pada kasur empuknya.


Setelah melihat istrinya nyaman baru Rafa menuju kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya yang terasa capek.


Rafa hendak masuk ke kamar mandi tetapi sebuah ketukan di depan pintu kamarnya menghentikan langkahnya.


Rafa membukakan pintu kamar dan ternyata pelayan nya sudah berdiri di depan pintu.


"Ada apa bi?"


"Maaf Tuan apa masakannya perlu dihangatkan sekarang?"


"Masakan? maksudnya apa? apa Karin belum makan?" Tanya Rafa.


"Betul Tuan neng Karin belum makan malam.Neng Karin juga minta bibi datang ke kamarnya bila Tuan sudah datang. Katanya dia mau menyuruh sesuatu."


"Astagfirullah bi...Karin sampai ga makan karena nungguin saya pulang bi?"


"Ia Tuan...."


Rafa melihat Karin yang tidur pulas.


"Ya sudah bi hangatkan saja semuanya nanti bawa kesini ya dua porsi." Pinta Rafa.


"Baik Tuan. Kalau begitu saya permisi."


Rafa masuk kedalam mendekati Karin.


"Rin....sayang ..." Rafa mengelus gelus pipi Karin.


Karin mulai terusik dengan sentuhan Rafa. Dia mulai membuka matanya. Sayu sayu dia melihat wajah suaminya yang tersenyum sedang menatap ke arahnya.


"Astagfirullah...Raf kamu sudah datang, maaf aku ke tiduran." Karin hendak bangkit.


Rafa menahan gerakan spontan Karin.


"Jangan di langsungkan Rin bangunnya nanti pusing.Maaf ya aku ganggu tidurnya." Sesal Rafa.


"Ga apa Raf...kamu sudah lama pulang?" Karin bangun dan bersandar ke ranjang.

__ADS_1


"Sedikit lama , tadinya aku ga tega bangunin kamu Rin tetapi barusan kata si bibi kamu belum makan. Makanya aku terpaksa bangunin kamu. Maaf ya...buat kamu menunggu lama."


Karin tersenyum. Sudah selesai urusannya Raf?" Tanya Karin sambil bangkit dari kasur.Dan berjalan menyiapkan pakaian ganti buat Rafa.


"Alhamdulillah...sudah Rin ...rasanya hari ini aku capek banget." Keluh Rafa sambil memeluk Karin dari belakang.


Mendengar keluhan suaminya Karin membalikan badannya.


"Capek ya...kasihan banget sih..." Karin mengalungkan tangannya pada leher Rafa.


Cup...Rafa mencuri kecupan di pipi Karin.


"Aku mandi dulu ya...nanti abis ini makan bareng."


"Ia....Raf...sini aku siapin air panasnya." Karin hendak ikut masuk kamar mandi.


"Ga usah sayang....makasih banget sebelumnya tapi aku takut khilaf kalau ditemenin mandi sama kamu."


"Astagfirullah Raf ...siapa juga yang mau000 temenin mandi aku bilang nyiapin air panas buat kamu."Karin terkekeh.


"Sama saja sayang... istirahat saja cukup tunggu aku. Oh ya makanan juga nanti sama si bibi di antar ke sini."Tutur Rafa sambil masuk ke kamar mandi.


Karin hanya tersenyum mendengar semua kata kata suaminya itu.


Tak lama menunggu Rafa sudah selesai mandi dia keluar dengan muka yang terlihat segar.


"Mana Rin baju aku..."Tanya Rafa sambil mengelap rambutnya yang basah.


Mendadak Karin menjadi salah fokus ketika melihat wajah Rafa yang begitu fresh dengan rambut yang basah.


"Kenapa hmmm...?"Goda Rafa saat melihat pipi Karin yang merona merah.


Karin menggelengkan kepalanya dan segera membalikkan badannya.


"Astagfirullah Karin...kamu malu maluin sih..." cerocos Karin dalam hatinya.


Melihat tingkah sang istri timbul niat iseng untuk menjaili Karin.


Sedikit mengendap ngendap Rafa berjalan mendekati Karin yang sedang memejamkan matanya.


"Raf..!"Teriak Karin kaget.


"Haha...kenapa juga merem kaya gitu kaya ga pernah melihat aku polos saja." Iseng Rafa menggoda istrinya.


"Apa sih Raf...sana pakai bajunya. Aku malu lihat kamu kaya gitu."Titah Karin was was.


"Ya sudah....aku pakai baju dulu abis itu kita makan di balkon yu...sambil menikmati udara malam." Ajak Rafa.


"Ia....aku siapkan dulu ya buat makan malamnya." Karin cepat cepat beranjak takut Rafa makin menggoda dirinya.


Sementara Rafa malah tertawa melihat kelakuan istrinya yang sepertinya masih cagung saja.

__ADS_1


Karin sibuk menyiapkan makan malam mereka di balkon kamar mereka, kebetulan udara malam itu tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas. Balkon itu sengaja menghadap pada pemandangan kota yang terlihat indah.


Setelah melihat semuanya sudah lengkap Karin memanggil Rafa.


"Raf...sudah siap nih ..."Panggil Karin.


"Ia Rin ..." Rafa langsung datang kemeja yang sudah terisi dengan menu makan malam.


"Sini Raf....kamu mau makan sama apa?" Karin mengisi piring Rafa.


"Sama apa ya? sama itu boleh kali kayanya enak."Rafa menunjuk sama capcay dan ayam goreng lengkuas.


"Siap..."Karin mengambil makanan yang di minta Rafa.


Setelah memberikan piring dengan lauknya pada Rafa baru Karin mengambil untuk dirinya sendiri.


Mereka membaca doa makan setelah itu makan bersama saling melempar senyum.Tak ada pembicaraan di sana selain menikmati makanan yang ada di piring. Perut yang benar benar lapar membuat keduanya cepat menyelesaikan makan mereka.


"Kamu kayanya lapar banget ya...."Tanya Karin pada Rafa.


"Hehe.....kamu juga kan lapar?" Tanya balik Rafa.


"Haha...kita sama sama nahan lapar ya buat makan bareng."


"Lain kali kamu jangan nahan lapar buat nungguin aku ya....nanti gimana kalau kamu sakit." Pinta Rafa sedikit menekankan.


"Ehmm....kamu bisa nahan lapar buat makan malam sama aku, kenapa aku ga boleh."


"Astagfirullah...sayangnya aku, kalau dikasih tahu tuh jangan balikin omongan dong. Kalau aku kan kuat."


"Ya sudah....ga usah dipermasalahkan kenapa , lagian ya....aku baik baik saja." Jawab Karin.


"Ya sudah...maaf ya karena aku datangnya telat kamu jadi nahan lapar kaya gini." Sesal Rafa.


"Ga apa apa Raf....oh ya gimana tadi waktu ketemu Tuan Atmaja?" Karin begitu penasaran.


"Ya_____ "Rafa menceritakan semuanya yang terjadi dikediaman Tuan Atmaja.


"Alhamdulillah kalau masalahnya sudah selesai."Karin merasa lega.


"Kenapa kayanya kamu senang banget Rin.Kamu masih cemburu ya ?" Goda Rafa.


"Terus tadi Raina ga ngomong apa apa gitu ke kamu?" Karin tak menjawab pertanyaan Rafa malah dia bertanya balik pada Rafa.


"Ngomong apa ya..."Rafa sedikit berpikir.


"Oh...dia tadi nanya kalau dia bisa ga ketemu aku lagi."


Jawaban Rafa jelas membuat Karin rada rada gerah hatinya.


Dengan tatapan tajam Karin bertanya kembali.

__ADS_1


"Terus kamu jawab apa?"


__ADS_2