Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Memberi penjelsan


__ADS_3

"Raf..."


"Kamu bisa bayangkan sekarang Rin, aku bisa saja melaporkan penganiayaan yang terjadi padaku tapi aku ga bisa melaporkan kejadian yang belum terjadi, aku ga bisa melakukan apa apa lagi Rin, selain mengikuti kemauan Adit setidaknya sampai aku lulus SMA, Aku berjuang Rin, agar aku mempunyai kedudukan jabatan dan pekerjaan yang kuat , agar aku bisa melindungi kamu.Walau setengah hidupku hancur melihat kamu tersakiti oleh ku, tapi rasanya itu lebih baik dari pada aku harus lihat hidup kamu hancur waktu itu."


"Waktu itu aku masih SMA, kekuatan dan pemikiran aku 'pun ga bisa sejauh dan sedewasa sekarang,makanya aku memutuskan mencari aman setidaknya kamu akan baik baik saja sampai kamu bisa melindungi dirimu sendiri seperti sekarang ,Ya sekarang aku senang kamu punya kekuatan bukan hanya untuk melindungi dirimu sendiri tetap juga bisa melindungi keluargamu."Rafa menatap Karin bangga sambil matanya tetap berkaca kaca.


Karin mendekati Rafa dia ingin memeluk Rafa tapi dia tersadar hal ini ga boleh terjadi alhasil dia hanya memberanikan diri menatap lekat manik mata Rafa saja.


"Raf..." suara Karin bergetar dengan isak tangis.


"Aku tak tahu kamu melakukan semua ini untuk ku , terimakasih untuk menjaga diriku dari niat buruk orang."Karin ga bisa melanjutkan lagi omongannya karena tertahan tangisan yang pecah.


Selama ini Karin mati matian menguatkan hati dari rasa sakit akibat berakhirnya hubungan dengan Rafa yang tak jelas alasannya.


Berusaha tegar walaupun hatinya menyimpan luka.Karna sampai detik ini Karin mencintai Rafa dalam diamnya, dan Foto Rafa yang ia dapat waktu acara perpisahan adalah salah satu teman yang selalu dia ajak bicara dalam keadaan apa 'pun dia.


Karin menyapu air matanya dan kembali menatap Rafa.


Rafa membalas tatapan Karin teduh.


"Kamu tahu Rin, selama ini aku berjuang demi kamu demi masa depan kita , aku berharap kamu bisa menunggu ku walau pun aku tak berucap seperti itu padamu waktu itu , tapi doaku selalu aku panjatkan pada Tuhan seperti itu.


Aku selalu meminta agar Tuhan bisa membuatmu menunggu aku."


Setetes air mata Rafa jatuh ke pipinya.Saking merasa terharu karena bisa mengeluarkan keinginan terbesarnya.


Mendengar penuturan Rafa Karin tersenyum, ada rasa hangat di hati ketika mengetahui cintanya ternyata bersambut.


"Karin Anastasya mau 'kan kamu menjadi pacarku lagi?" ucap Rafa menatap Karin penuh harap. Rafa seolah tak mau membuang waktu lagi setelah begitu lama dia menunggu.


Karin terhentak dari senyuman ya.Sejenak dia menatap Rafa.Memorinya kembali melayang ke masa masa dulu .Karin memutuskan tidak akan pacaran lagi tetapi dia ingin ta'aruf dan menikah.Karin tak ingin bersedih karena harapan palsu lagi.


"Maaf Raf aku tidak bisa pacaran lagi,aku bukan Karin yang dulu ."


Jawaban Karin membuat pikiran Rafa jadi bleng, dia tidak bisa mencerna ucapan Karin.


"Apa kamu mempunyai orang lain?"


Karin menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lalu kenapa? aku minta maaf Rin telah menyakiti kamu aku janji insyaallah ga akan mengulangi lagi."


"Bukan itu Raf, tapi aku tak mau berlumuran dosa dengan hal yang tak dibolehkan oleh agamaku." Tegas Karin.


Rafa mematung mendengar ucapan Karin tetapi dia juga masih belum peka.


Sementara Karin tidak mau menjelaskan nya lagi.Karin berharap Rafa yang akan mengerti arah ucapannya.


"Rin..."Ucap Rafa sendu.


"Maaf Raf ,sepertinya kamu harus memikirkan lagi ucapan ku."


"Ini sudah malam apa sebaiknya kamu pulang, bukannya besok pagi banyak pasien mu menunggu?"Karin mengalihkan pembicaraan.


Rafa menatap jam di tangannya.


"Ia ini sudah malem kalau gitu aku pulang dulu ya, tapi boleh 'kan aku menemui mu lagi." Pinta Rafa.


"Ia Raf..." Karin menganggukkan kepalanya.


Di pintu rumah Rafa kembali menatap Karin rasanya tak ingin pergi tapi rasanya tak pantas juga terus bertamu semalam ini.


"Wa'alaikumsalam ." jawab Karin.


Setelah Rafa sudah pergi Karin masuk kedalam rumah.


Dia mendapatkan Ibu yang menatapnya.


"Karin mendekat."Ibu belum tidur?"


"Sini sayang, Ibu mengajak Karin duduk di sofa.


"Ia Bu, kenapa? apa ada yang sakit?"


"Tidak ada yang sakit tapi sekarang Ibu hanya ingin bilang sama Karin please ya sayang jangan menunda nunda lagi kebaikan yang menjemputmu."


"Maksud Ibu apa ?"


"Ibu tahu kamu masih sayang sama Rafa."

__ADS_1


"Ish Ibu ko mendadak jadi peramal sih?" Muka Karin memerah.


"Kamu pikir Ibu tidak tahu kalau setiap malam kamu selalu nyimpen Foto nya Rafa dan selalu kamu ajak ngobrol juga 'kan Foto itu?"


Mata Karin terbelalak mendengar ucapan Ibunya.


"Ko, Ibu bisa tahu 'sih?" Karin menatap curiga Ibu.


Ibu tersenyum."Apa kamu pikir Ibu tidak mencari tahu kenapa kamu selalu menolak teman lelaki kamu yang suka sama kamu?Asal kamu tahu Rin, Ibu sering merasa was was kalau kamu seperti antipati pada cowok seperti itu." Ibu mengungkapkan rasa hatinya.


"Bukan antipati Bu, tapi mereka maunya pacaran sama Karin, sementara 'kan Ibu tahu Karin ga mau pacaran."


"Jadi maksud kamu kalau ada yang mau nikahin kamu , kamu mau menerimanya saja gitu tanpa mengenal dulu?"


"Karin sudah memutuskan lewat ta'aruf Bu,dan jika Ibu suka Karin akan menerimanya."


"Tanpa cinta?" Ibu kembali memastikan.


"Cinta ya Bu, rasanya percuma kalau dosa!"


"Biarlah Tuhan memberikan yang terbaik buat Karin lewat jalan seperti itu.Itu jalan yang diridhoi Tuhan Bu."


"Alhamdulillah...Ibu sayang Karin, lalu gimana dengan Rafa?"


"Rafa ya Bu, biar waktu Bu yang menjawabnya."


"Tetapi yang jelas Karin butuh doa Ibu selalu menyertai langkah Karin, itu adalah modal Karin yang terbesar." Karin memeluk Ibu.


"Pasti 'nak itu tak usah di pinta ." Ibu membalas pelukan Karin.


Selepas sesi curhat sama Ibu Karin masuk ke dalam kamarnya.


Dia berjalan menuju dia menyimpan foto Rafa.


Dia membawanya ke tempat tidur dan seperti biasa dia curhat sama foto itu.


"Kamu tahu aku senang ternyata kamu masih sayang sama aku, terima kasih Raf untuk semua pengorbanan kamu , aku ga nyangka kamu segitu memperdulikan aku,dan maaf karena selama ini aku sering salah paham sama kamu.Oh ya tapi kamu tuh salah Raf, kenapa kamu ga langsung aja meminta aku pada Ibuku ,minta restu gitu, kenapa mesti ngajak pacaran lagi 'sih?apa kamu mau kamu ke duluan orang, sementara aku ga bisa mundur dari janji aku."Karin terus saja berbicara pada foto Rafa.


Akhirnya Karin tertidur sambil memeluk foto Rafa.Seperti itu Karin.Yang selama ini menyimpan nama Rafa dalam dasar hatinya.

__ADS_1


"Karin...!"


__ADS_2