
Melihat kemesraan Adit dan Dini Karin tersenyum.
Begitupun dengan Rafa ada rasa lega dihatinya melihat gelagat Adit memperlakukan Dini sekarang jauh berbeda dengan perlakuan Adit yang dulu.
"Sebenarnya aku juga ingin minta maaf Raf...sama kamu...atas perlakuan dan tindakan aku waktu itu sama kamu. Sungguh bukan aku ingin mengungkit masa lalu tapi jujur ini jadi beban tersendiri buat hatiku. Kamu ga akan pernah tahu aku sangat menyesali perbuatan aku waktu itu." Ucap Adit penuh rasa sesal.
Rafa terdiam. Melihat Rafa yang hanya diam Adit menghela napas panjang nya.
"Ya...aku tahu permintaan maaf ku ini terlalu gampang tapi sungguh aku meminta maaf dari dasar hatiku...bahkan aku siap sekarang kalaupun kamu ingin menghukum ku atas perbuatan ku di masa lalu." Ucap Adit yakin.
"Aku harap kalian mau memaafkan kelakuan suamiku ini , aku pastikan Ayah telah banyak berubah...dia sekarang menjadi sosok yang sangat bertanggung jawab atas diriku dan anak anaknya." Ucap Dini memelas.
"Ini...anak anak kamu Din ?" Seketika Karin mengalihkan pandangannya pada dua bocah yang lagi asyik menguyah makanan.
"Ia Rin...ini anak yang dulu sempat kamu bantu pas masih ada di rahim aku, aku hamil waktu itu Rin, aku juga berhutang budi sama kamu karena kamu usaha banget waktu itu sehingga anak ini terlahir dengan kasih sayang ayahnya."
"Selamat ya Din...hai sayang boleh tante kenalan, siapa nih namanya ?" Sapa Karin pada anak Adit dan Dini.
"Stefany tante...." Jawab anak itu malu malu."
__ADS_1
"Kalau aku De...del ate..." Jawab anak yang satu lagi cadel.
Karin mengerutkan keningnya karena ga ngerti.
"Namanya Adel Rin...maklum belum lancar ngomongnya." Dini memperjelas.
"Oh ...Adel sama Stefany ya namanya kenalin nama tante Karin."Karin mengulurkan tangan ya.
Kedua anak itu menjabat tangan Karin kemudian menciumnya.
"Ih...gemes ...kalian lucu lucu banget sih."
"Kamu beruntung Din...diusia kamu yang masih muda sudah mempunyai anak yang pinter pinter gini." Ucap Karin.
"Alhamdulillah Rin...semua ada hikmahnya. Aku doakan juga agar kalian cepat juga diberikan momongan."
"Aamiin." Ucap Karin.
"Raf..." Karin melirik Rafa yang melihat interaksi Karin dengan dua anak Adit.
__ADS_1
Tiba tiba pesanan datang.
"Rin ayo makan dulu kamu kan lapar tadi." Ajak Rafa pada Karin.
Karin mengangguk.
"Din..Dit...mari makan " Basa basi Karin.
"Silahkan ...silahkan kebetulan kami tadi sudah ko."
Karin dan Rafa makan, sesekali mengajak bercanda anak anak Adit dan Dini. Suasana berubah menjadi tidak kaku karena aksi kedua bocah itu yang bisa membuat Karin dan Rafa tertawa.
Dini dan Adit saling pandang melihat anak anak mereka mampu mencairkan suasana canggung antar mereka.
"Kamu beruntung memiliki anak anak lucu seperti ini Dit." Puji Rafa.
"Alhamdulillah...Raf....jujur aku pun tak percaya rasanya duniaku berwarna ketika kehadiran mereka. Mereka mampu membuatku berubah." Ucap Adit sambil mengelus puncak kepala si cikal.
Mendengarkan penuturan Adit yang tulus jujur hati Rafa mulai tersentuh meskipun sepenuhnya dia masih belum bisa memaafkan Adit tetapi apa salahnya dia mencoba.
__ADS_1
"Raf....sekali lagi ku mohon maafkan kesalahan ku, aku ingin kamu membebaskan aku dari rasa yang selalu menghantuiku. Apapun akan aku lakukan untuk bisa menebus kesalahanku itu."