
Suara teriakan Karin menggema memenuhi seisi kamar sampai Rafa menutup telinganya.
"Rafa ga lucu tahu..." Karin mendesah sebal.
"Tapi aku senang melihat kamu yang segitu cemburunya sama aku, berarti kamu cinta banget ya....?" Goda Rafa pada Karin.
"Apa 'sih?" Karin memalingkan wajahnya merasa lega karena dia berpikiran salah tadi.
"Tatap sini dong." Pinta Rafa sambil menarik dagu Karin pelan.
Mereka saling tatap penuh rasa cinta.Sepasang sejoli itu terlihat memancarkan kebahagiaan yang sempurna.
"Jadi sekarang Tuan Hamdan bebas?"Tanya Karin.
"Kayanya lagi proses, tadi pengacaranya aku sudah mengurus kebebasannya Tuan Hamdan."
"Sekarang kamu ga usah banyak pikiran lagi ya ..."Rafa begitu perhatian terhadap Karin."
"Ia..."Karin menggangukan kepalanya.
"Kamu seksi..." Ucap Rafa membuat Karin yang tadinya menatap Rafa kembali memalingkan wajahnya. Dia teringat akan kejadian tadi.
"Kamu modus...curi curi kesempatan."
"Haha ..bukan modus Rin, tapi itu bonus karena aku telah menjadi orang yang sabar."
Karin tertawa mendengar ucapan Rafa. Sebenarnya dia ga enak juga menangguhkan hak Rafa sebagai seorang suami.
"Rin...."
"Ia..."
"Hari ini 'kan hari yang ke tujuh berarti sudah seminggu?"
"Terus....?"
"Aku ingin sekali mengajak kamu ke suatu tempat. Apa kamu tidak capek?" Terlihat Rafa begitu perhatian terhadap Karin.
"Kamu mau ngajak aku kemana?"
"Kalau itu rahasia."
"Oh...ya sudah aku siap siap dulu ya..."
"Ok aku tunggu di luar ya... dandan yang cantik ya." Rafa mengedipkan mata menggoda pada Karin.
Setelah Rafa keluar Karin segera memilih baju dan langsung merias dirinya.Karin merasa ini
akan jadi malam spesial untuk dirinya.
Setelah agak lama menunggu akhirnya Karin keluar.Rafa yang mendengarkan suara langkah kaki menuju ke arah dirinya segera menengok kebelakang.
Mata Rafa kini tertuju pada Karin yang terlihat sangat berbeda malam ini.
"Raf..."Karin membuyarkan pandangan terpesona Rafa.
"Kamu cantik sekali."Puji Rafa jujur.
Mendengar ucapan Rafa Karin tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Terimakasih...ini khusus untuk kamu Raf.Khusus untuk malam ini."
Rafa tersenyum mendengar ucapan Karin.
"Ayo kita berangkat." Ajak Rafa sambil mengaitkan tangan Karin ke tangannya.
'Ayo..." Mereka bergandengan menuju ke mobil.
Sampai mobil seperti biasanya Rafa membukakan pintu mobilnya.
"Mau kemana Raf?" Karin merasa penasaran karena sudah satu jam lebih mereka masih berada di dalam mobil.
"Bentar lagi sampai ko, kamu sabar ya."Pinta Rafa pada Karin.
Karin tersenyum.
Setelah beberapa saat mobil yang mereka tumpangi mampir di sebuah vila pribadi.
"Ayo Rin .."Rafa membuka pintu mobilnya.
Karin turun memandang sekitar yang terlihat sangat asri dan sejuk.
"Ini Vila keluarga aku Rin."Jelas Rafa pada Karin.
"Ayo masuk..."
Karin meneliti semua celah yang dia lewati keningnya mengkerut ada sesuatu yang aneh disini.Langkah kaki Karin terhenti.
"Kenapa berhenti ?"
"Tunggu deh Raf kenapa aku merasa ga ada orang di sini ."Karin celingukan.
"Bukan gitu Raf...tapi aneh saja."
"Ga usah aneh aku memang sengaja menyuruh mereka pergi.Aku ingin berdua dengan kamu tanpa ada yang mengganggu."
"Tapi kalau kita butuh sesuatu gimana?"
"Semuanya kebutuhan kita sudah aku siapkan, lagian mereka nungguin di depan ko."
"Dimana?"
"Dipintu masuk, kamu ingat tadi banyak orang yang menyapa kamu , nah di sana pintu masuknya.Mereka semua adalah pegawai keluarga ku."
"Luas banget vila kamu, perasaan aku ga pernah tahu tempat ini."
"Ini Vila khusus untuk pasangan halal Rin.Disini tempatnya nenek buyut ku mengukir cinta kemudian nenekku, kemudian kedua orang tua ku, dan sekarang kita.Ga sembarangan orang di bawa kesini hanya orang yang spesial yang di bawa ke tempat ini."
Mendengar penuturan Rafa Karin merasa bahagia.
"Ayo Rin masuk aku punya kejutan untuk mu."
Karin mengikuti Rafa yang kembali menggandeng dirinya.
"Lihat itu ." Rafa menunjuk ke suatu arah.
"Subhanallah...Karin terpana melihat ukuran indah yang tertera namanya dan nama Rafa disana. Tempat yang sudah dihias sedemikian rupa membuat tempat itu terlihat istimewa.Karin melangkah menuju ke sana.
"Rin..." Suara Rafa membuyarkan Karin akan rasa kagumnya.
__ADS_1
"Ini semua untuk kamu.Tetapi ada yang lebih berharga dari ini."
"Apa?"
"Karin Anastasya mau kah kamu mendampingi Rafa Adi Pratama seumur hidupmu sebagai seorang istri yang akan menemani dalam suka maupun duka?"
Mendengar ucapan Rafa mata Karin bersinar kebahagiaan.
"Tentu saja aku mau Rafa Adi Pratama, Insyaallah aku akan menjadi istrimu yang selama ini kamu impikan." Jawab Karin penuh haru.
"Rafa mengeluarkan sebuah kotak perhiasan yang sudah dia pesan jauh jauh hari.
"Aku tahu Rin ....aku tak pernah melamar mu langsung waktu itu, tapi di tempat ini ijinkan aku memberikan ini sebagai bukti betapa berartinya kamu untukku."
Rafa membuka kotak perhiasan nya terlihat sebuah kalung yang di desain berbeda dari yang lain sebagai kalung pernikahan mereka.
"Makasih...Raf untuk semuanya." Mata Karin berkaca kaca.
Ya Vila ini adalah Vila keluarga Rafa yang menjadi saksi bisu keluarga Rafa mengukir setiap momen istimewa mereka. Vila ini di desain begitu khusus dan indah.
"Raf..." Karin melangkah mendekati Rafa untuk yang pertama kali nya setelah mengumpulkan keberanian dia memeluk dulu Rafa duluan.
Rafa yang terkejut dengan pelukan Karin yang tiba tiba merasa bahagia.Dia membalas memeluk Karin erat.
"Karin sekarang kamu menerima aku sebagai suamimu seutuhnya 'kan?" Bisik Rafa di telinga Karin yang membuat bulu kuduk Karin berdiri.
"Tentu saja suamiku." Ucap Karin penuh keyakinan.
"Kita akan melewati suka dan duka bersama sama." Ucap Karin dengan senyuman yang menghias bibirnya.
Rafa menjadi gemas sendiri melihat senyuman Karin pada dirinya .
"Rafa aku masih ingin melihat Vila ini ." Ucap Karin manja.
"Tentu saja kita akan mengelilingi Vila ini tetapi tidak sekarang ini sudah malam." Jawab Rafa mengandung maksud tertentu.
"Oh ya..." Karin menatap horor Rafa.
"Sekarang waktunya..."
"Awww..." Karin menjerit tertahan kala tubuhnya diangkat oleh Rafa.
"Turun Raf...aku bisa jalan sendiri." Pinta Karin malu malu.
Rafa menggelengkan kepalanya. Dia tetap melangkah menuju ke sebuah kamarnya yang telah di hias khusus.
"Assalamualaikum..." Ucap Rafa begitu pintu kamar terbuka.
Rafa melangkah membawa Karin ke dalam kasur king yang terlihat indah dengan bunga berbentuk love di sana.Di setiap penjuru kamar terdapat bunga bunga yang indah menambah harum alami kamar mereka.
"Raf..." Lirih Karin merasa paling istimewa malam ini.Dia tak bisa berkata banyak karena terlalu merasa terharu.
"Kenapa hmmm?"
"Terimakasih aku___"
Rafa menutup mulut Karin dengan telunjuknya.
"Jangan terus bilang terima kasih padaku karena seharusnya aku yang berterima kasih pada mu karena bersedia menerima ku."
__ADS_1
"Sekarang aku dan kamu adalah kita..."