Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Berusaha menjelaskan


__ADS_3

Ibunya Karin salah tingkah.


"Raf gimana keadaan Ibuku?" Karin mendekati Rafa.


Rafa memandang Ibu dengan tersenyum."Ibu mu harus banyak banyak istirahat ya Rin,kayanya dia juga butuh perhatian yang lebih ."


"Maksudnya penyakit Ibu gimana? ko harus perhatiin lebih 'sih ada yang serius 'kah?"Karin mulai khawatir.


"Ga maksud aku ya ....kamu banyak meluangkan waktu saja sama Ibu, kalau soal penyakitnya masih bisa di atasi dan terbilang wajar."


"Ini aku kasih vitamin saja yang bagus."


"Ok terimakasih Raf, eh salah Dokter Rafa."


"Ish kamu Rin." Rafa terkekeh dengan kelakuan Karin.


"Kita pamit dulu ya." Karin mau pergi.


"Tunggu Rin? " Ucap Ibu.


"Ada apa Bu?" Tanya Karin.


"Ibu masih kangen sama 'nak Rafa."Mendengar ucapan Ibu Rafa tersenyum.


"Kalau begitu biar Rafa anterin Ibu dan Karin pulang?"Tawar Rafa dengan senyuman.


"Oh ga usa___"


"Oh 'nak Rafa mau anterin Ibu sama Karin pulang, Ibu sangat tersanjung lo 'nak Rafa." Ibu memotong ucapan Karin.


Karin tak bisa berkata kata lagi.


Dia sekarang merasa bingung harus bersikap apa sekarang.


Menghadapi kemauan dari sang Ibu membuat dia tak berkutik andai saja Ibunya tahu selama ini Karin berusaha menyembunyikan keberadaanya dari Rafa dan sekarang dengan mudahnya sang Ibu mengajak Rafa untuk kerumahnya.


"Silahkan masuk Bu" Rafa membukakan mobil untuk Ibunya.


Rafa melihat Karin yang hanya diam ."Ayo Rin masuk !" Seru Rafa.


"Aku bawa mobil aku saja." Karin hendak berbalik.Tapi tangan ya di tahan oleh Rafa.


"Kamu mau kemana?"mobil kamu biar sama petugas aku saja yang bawa ke rumah kamu."


"Ish...ga mau."Karin melepaskan tangan ya dari pegangan Rafa.

__ADS_1


Dari dalam mobil Ibu menyeru "Ayo dong Rin Ibu mau ditemenin kamu juga." Manja Ibu dari dalam mobil Rafa.


"Ibu...!" Rasanya Karin ingin sekali ngomel tapi ga berani juga.Akhirnya dia mengalah masuk kedalam mobil Rafa.


Rafa tersenyum melihat Karin yang jutek seperti itu."Rupanya aku harus menebus kesalahan aku pada mu dengan kesabaran yang ekstra." Ucap Rafa dalam hatinya.


Setelah mereka duduk dengan nyaman baru Rafa melakukan mobilnya.


Di dalam mobil Karin hanya diam saja.Sementara Ibu terus saja ngobrol dengan Rafa.Hal yang ingin Rafa tahu tentang Karin 'pun ia dapatkan dari cerita Ibu pada dirinya.


"Oh sekarang Karin jadi pengusaha muda yang terkenal ya Bu?" Ucap Rafa sambil melirik ke arah Karin.


Yang dilirik hanya diam saja tak bereaksi apa apa.


"Ia 'nak Rafa Ibu sangat bangga ." Ucap Ibu dengan senyuman yang mekar di wajahnya.


"Pasti banyak yang ngantri ya Bu untuk mendapatkan Karin?" Tiba tiba Rafa berkata seperti itu membuat Karin melirik Ibunya.Berharap kalau sang Ibu bisa mengerti akan tatapannya itu.Sungguh Karin tidak mau menceritakan kehidupan ya pada Rafa.


Melihat tatapan Karin Ibu tersenyum dia mengerti maksud dari tatapan dari Karin.


Rafa sekilas melihat interaksi antara Ibu dan anak itu dan ia 'pun tak meneruskan pertanyaan nya dia tak ingin Karin merasa ga nyaman dengan keberadaanya.Semuanya kembali butuh proses.


"Bu ini rumahnya?" Begitu mobil Rafa sampai ke alamat yang dituju.


Rafa memperhatikan pagar rumah yang menjulang ke atas dan megah.Tiba tiba gerbang rumah Karin di bukakan oleh pegawainya.


"Nak Rafa makan malam dulu yu di rumah Ibu." Ajak Ibu menggandeng Rafa masuk kedalam rumah.


Didalam ruang makan hanya Ibu dan Rafa saja yang saling ngobrol .Sementara Karin tetap diam.


"Nak Rafa Ibu merasa lelah ga apa apa ya kalau Ibu tinggal?" Ibu memberi kode pada Rafa.


Selepas Ibu berlalu tinggal lah Karin dan Rafa berdua saja.


"Rin ..." Panggil Rafa pada Karin yang terdiam dari tadi hanya diam.


"Boleh kita ke sana ? Rafa menunjukan taman rumah Karin ."


Mereka melangkah menuju ke sana. Karin duduk di kursi yang menghadap ke kolam sementara Rafa duduk di belakang Karin menatap bunga bunga yang terlihat cantik di terangi lampu.


Rembulan dan bintang di atas sana seolah menjadi saksi.


"Selama ini aku mencari kamu Rin, ternyata sangat sulit menemukan dirimu karena kamu menutupinya dari ku.Aku mengerti kamu mengapa melakukan ini semua, aku paham betul."


"Untuk apa kamu mencari aku ?aku bukan siapa siapa lagi kamu." Karin berbicara sambil tetap fokus ke depan.

__ADS_1


"Kamu salah Rin, kamu teramat berarti buat aku dari dulu sampai sekarang."


Karin menyunggingkan senyuman sinisnya.


"Sudahlah Raf ga ada yang harus di bahas lagi."


"Tidak Rin, aku ingin membicarakan ini sampai selesai sekarang."


"Maksud kamu apa Raf? semua nya sudah selesai."Tekan Karin.


"Kamu harus denger penjelasan dari aku."


"Penjelasan apa?"


"Kejadian waktu kita d SMA?"


"Ini bukan waktunya lagi untuk membahas tentang itu, kita sekarang sudah dewasa itu hanya cerita masa lalu."


"Benarkah?" Rafa berbalik dari posisinya,menatap Karin.Ingin tahu sorot mata Karin sekarang.


Karin membuang muka dari tatapan Rafa.


"Apa benar kamu tak ingin tahu penjelasan ku?"


"Ya tentu saja, semuanya sudah ga ada gunanya lagi."


"Tapi aku ingin menjelaskan nya!" Tegas Rafa.


"Tapi sekarang aku capek Raf, membahas hal ga guna buat aku rasanya buang buang waktu,lagian ya Raf aku sudah ____"


Ucapan Karin terhenti ketika posisi Rafa mendekat ke hadapannya.


"Sebentar Rin , aku hanya ingin kamu mendengarkan saja ,setelah ini aku yang akan berjuang untuk memiliki hati kamu lagi."


"Terserah!"Karin segera mundur.Dia berusaha mengendalikan hati yang terus berdebar.


"Waktu itu aku kecelakaan Rin, aku dikeroyok orang dan kamu tahu siapa orang yang mengeroyok ku Rin? Dia Adit dan teman temanya."


Mendengar itu Karin merasa kaget tapi dia tetap diam ingin mendengar keterusan cerita Rafa.


Rafa melihat Karin yang diam menarik napas dalam kemudian melanjutkan ceritanya lagi.


"Aku tidak bisa melawan Rin waktu itu tangan aku dipegang oleh tiga temanya Adit sementara aku di hajar habis habisan sama Adit.Aku bisa tahan dengan tubuh aku yang terasa hancur di sekujur tubuhku, tapi bukan itu yang membuat aku meninggalkanmu Rin, Adit membisikan akan menghancurkan kehidupanmu, masa depan mu jika aku terus bersama dirimu.Dan dia juga berjanji akan melakukan segala cara agar kamu ga bisa di miliki siapa pun karena untuk menatap dirimu saja kamu ga akan mampu."


Rafa berkaca kaca menceritakan itu.

__ADS_1


Karin menatap Rafa, air matanya yang dari tadi sudah ditahannya kini lolos begitu saja.


"Raf?


__ADS_2