Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Episode 118


__ADS_3

Rafa segera memarkirkan mobilnya begitu sampai rumah sakit.


Mengetahui sang nenek sudah di ruangan ICU tanpa banyak pikir lagi Rafa menuju ke sana.


Rasanya hatinya merasa dag dig dug...ga menentu.


"Assalamualaikum... Bun....." ucap Rafa begitu mendapatkan Bunda yang sedang duduk dengan wajah cemas nya.


"Wa'alaikumsalam...." Begitu melihat Rafa Bunda langsung berdiri dan berhambur memeluknya. Dengan isak tangis yang tak terbendung lagi Bunda berbicara.


"Raf....cepat tolongin nenek mu nak...kasihan dia..."


"Sabar ya Bun...Rafa sekarang kedalam dulu lihat kondisi nenek....tapi Rafa minta sama Bunda tolong jangan nangis kaya gini Rafa jadi ga tenang kalau lihat Bunda nangis." Pinta Rafa mencoba untuk membuat tenang Bundanya.


Bunda segera menghapus air matanya.


"Ia nak...cepat tolong nenekmu ga usah khawatir kan Bunda." Bunda berbicara sembari mendorong Rafa.


Dengan bergegas Rafa masuk ke ruangan ICU.


Begitu di dalam dia melihat kondisi sang nenek yang sudah ditangani dengan dokter dokter terbaik di rumah sakitnya.


"Gimana kondisinya Dok ?" Ucap Rafa


"Dokter Rafa untung nenek anda segera di bawa ke sini sehingga bisa langsung ditangani, dan untung juga ketika kami kekurangan stok golongan darah nenek anda, wanita itu sama golongan darahnya.

__ADS_1


Sehingga kami bisa bertindak cepat." Jelas salah satu Dokter yang merawat nenek Rafa.


"Alhamdulillah..." lirih Rafa mengucap syukur.


Dia segera menemui neneknya yang terbaring lemah di sana.


"Nek...cepat sadar ya...Rafa dan Bunda sayang sama nenek." Ucap Rafa sambil memegang tangannya nenek.


Kemudian dia memeriksa keadaan neneknya.


Perlahan nenek menggerakkan jari jemarinya...Rafa yang sedang mengecek kondisi sang nenek segera mendekat.


"Nek...ini Rafa." Rafa duduk di sebelahnya nenek.


Perlahan samar nenek membuka matanya.Dengan suara yang bergetar nenek memanggil Rafa.


"Ia nek...Rafa di sini. Nenek tenang ya nenek sekarang sudah ada di rumah sakit dan sudah dapat perawatan yang terbaik."


Nenek hanya tersenyum lalu tak selang berapa lama di meringis.


"Apa yang sakit nek ?" Rafa merasa khawatir.


"Kepala nenek rasanya....awww..."


"Sabar ya Nek..." Rafa segera mengecek obat apa saja yang sudah di berikan pada neneknya itu.

__ADS_1


Dia memberikan obat tambahan agar neneknya ga terlalu merasa kan sakit di kepalanya.


Rafa juga meminta sang nenek untuk pindah ke ruangan.


Melihat nenek keluar dari ruang ICU..Bunda segera menghampiri.


"Mau di bawa ke mana nenek Raf ?"


"Ke ruangan Bun biar lebih nyaman."


Setelah berbenah di ruangan dan memastikan nenek sudah tertidur lagi dengan agak nyaman, Rafa menghampiri Bunda.


"Bunda sudah sarapan ?"


Bunda menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah Bunda mau sarapan sama apa ? biar Rafa bawain."


"Ga usah Raf...Bunda ga lapar ko."


"Lo...Bunda ko ga mau sih...kan Bunda harus jaga kondisi...kalau Bunda ga sarapan nanti sakit lagi. Lihat nih sudah jam sebelas Bun."


"Bunda takut Raf..." Akhirnya air mata Bunda tumpah juga.


"Yang sabar Bun...insyaallah nenek akan sehat lagi...kita berdoa sama yang di atas Bun...agar nenek di berikan kesembuhan. Oh ya Bun...emang gimana kejadiannya sampai nenek kecelakaan ?"

__ADS_1


Bunda menarik napas panjang.


"Waktu kami habis dari makam kakek , kami sudah nyebrang ke dekat mobil di parkirin...tapi tiba tiba ada pengamen anak kecil kira kira usianya 4 tahunan. Nenek ga tega dia memberikan uang pada anak itu tapi naasnya ketika nenek mau kembali ke mobil ada anak muda yang sepertinya mabuk dia oleng dan mau nabrak nenek. Tapi saat itu ada seorang perempuan yang berusaha menyelamatkan nenekmu Raf...tapi malangnya nenek kesandung batu hingga kepalanya terbentur trotoar jalan.


__ADS_2