
"Puas ya...kamu menertawakan aku...."Ucap Rafa mencibirkan bibirnya.
Mereka kini berada di dalam mobil.
"Kamu lucu Raf...kaya ABG yang lagi cemburu."Karin menjawab Rafa jujur.
"Aku ga suka kamu senyum senyum ke orang seperti itu...nanti mereka salah sangka lagi."Rafa mengeluarkan isi hatinya.
"Astagfirullah...Raf ...masa aku harus judes sih, itu kan bukan aku banget."
"Ga judes juga tapi ga senyum senyum kaya gitu lagi!"Rafa menegaskan ucapannya.
"Lagian mentang mentang pedagangnya cakep kamu tebar pesona."
Karin merasa kaget dengan ucapannya Rafa.
"Astagfirullah...bener ini mah suami aku cemburu berat, tapi masa ia dia cemburu gara gara aku senyum pada pedagang tadi."Karin berucap dalam hatinya sendiri.
"Sayangku ..ia ...ia aku ga lagi lagi senyum kaya gitu."Jawab Karin.
"Jangan jangan kamu sama klien kamu suka gitu ya...?"
"Astagfirullah...Rafa ko jadi panjang sih, namanya juga ada interaksi pasti harus ada senyuman dong masa ia mukanya datar." Karin mencoba menjelaskan.
"Kamu juga sama pasien kamu suka senyum kan, masa kaku."
Mendengar jawaban Karin Rafa terdiam.Memang benar yang di ucapkan Karin.Tetapi entah kenapa dia merasa benar benar kesal melihat sikap Karin seperti itu pada orang lain terutama sama laki laki.
Rafa menjalankan mobilnya sampai ke Vila sampai vila seperti biasanya dia membuka kan pintu mobilnya.
Tetapi sekarang dia ga banyak kata lebih tepatnya banyak diam.
Karin menggandeng tangan Rafa masuk ke kamar.Setelah masuk kedalam kamar Rafa masih mode diam.Sepertinya dia benar benar lagi merajuk berat.
Karin menyadari itu, sejenak dia hanya diam memperhatikan tingkah Rafa yang lagi cemburu abis.
Rafa setelah membersihkan tubuhnya berjalan menuju tempat tidur merebahkan tubuhnya yang merasa panas.
Karin berjalan mendekati suami yang sedang merajuk abis itu.Karin memberanikan diri mendekap tubuh Rafa dari belakang.
Sejenak Rafa tertegun merasakan kalau Karin mulai berani dalam berinteraksi dengannya buktinya dia sekarang berani memeluk terlebih dulu dirinya. Rafa tersenyum senang dalam hatinya.Hatinya yang galau mulai meleleh dengan pelukan Karin.Tetapi dia sengaja menyembunyikan rasa senangnya itu dengan pura pura masih merajuk dia ingin tahu seberapa besar usahanya Karin dalam merayu dirinya.
Karin merapatkan tubuhnya ke punggung Rafa.
"Raf...maaf ya ...aku sudah bikin kamu kesal malam ini.Tapi kalau boleh jujur aku bigung harus bersikap seperti apa sama orang kalau senyum saja ga boleh."Karin berbicara sangat lembut pada Rafa.
"Aku mencintaimu suamiku kamu imam untukku ...aku milikmu."Karin makin mengeratkan pelukannya.
Mendengar ungkapan Karin, Rafa membalikan tubuhnya.
"Coba katakan sekali lagi..."
"Aku mencintaimu suamiku, kamu imam ku...aku milikmu "Ucap Karin sambil mengusap hidung mancung Rafa.
Rafa tersenyum sambil menangkap tangan Karin yang bermain di wajahnya.
"Maafkan aku ya ...aku sudah bersikap emosian....kamu pasti ga nyaman."
__ADS_1
"Sedikit risih sih tapi aku mencoba untuk mengerti sikap kamu.Tetapi coba sekarang katakan apa yang harus aku lakukan sama orang orang kalau senyum saja ga boleh? soalnya kalau harus judes judes bukan aku banget."
"Ga harus ada yang dirubah sayang ...tadi aku lagi mode ga kontrol saja.Maaf ya...."
Rafa mengusap rambut Karin dengan sayang.
"Kamu percaya sama aku Raf...kamu satu satunya penghuni hati sebagai seorang imam ku."
"Aku selalu percaya sama kamu Rin...tetapi aku ga percaya sama orang ga akan jatuh cinta sama kamu kalau sikapmu semanis ini."
"Tapi itu kan urusan hati mereka, kita ga bisa mencegah orang untuk suka ataupun benci sama kita. Yang penting kita sebagai suami
istri saling menjaga karena kita ibarat satu pakaian."
Mendengar itu Rafa tersenyum.
"Makin cinta deh sama istriku ini."
"Harus dong itu mah wajib."Jawab Karin sambil tersenyum manja.
Rafa mengeratkan pelukannya.
"I love you sayangku "
"Love you too suamiku."
"Boleh..."
Mendengar ucapannya Rafa Karin bersemu merah.
"Jawab dong sayang....boleh aku berkunjung lagi ....kita ibadah bersama lagi."Rafa mengedipkan mata nakalnya.
Karin tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda memberikan izinnya.
Rafa yang habis cemburu seolah melampiaskan rasa hatinya membuktikan bahwa memang Karin hanya miliknya seorang.Bahwa Karin hanya seutuhnya miliknya hal itu membuat malam mereka terasa begitu hangat dan mencekam.
Karin hanya bisa melayani sepenuh hati dia sadar benar sentuhan sentuhan Rafa seolah pembuktian akan ucapannya.
Menyadari sikap Rafa yang nyatanya sangat pencemburu Karin memutuskan untuk bersikap agak datar sekarang.
Nyatanya berumah tangga itu banyak cobaannya...dari hal kecil bisa jadi besar tapi bagaimana kita sebagai pasangannya bisa saling mengalah dan tidak sama sama egois.
Malam panas mereka berakhir sampai pertengahan malam.
"Terima kasih sayang...i love you .." Bisik Rafa ditelinga Karin.
Karin hanya tersenyum sayu dengan ucapannya Rafa dia sudah ga kuat menahan ngantuk di matanya.
Karin dan Rafa tertidur lelap sekali merasakan tubuh yang terasa remuk tetapi cukup membuat mereka bahagia.
"Sayang....bangun..."Rafa membangun kan Karin yang masih terlelap tidur.
"Ngantuk banget Raf..."
"Sudah subuh sayangku... sholat dulu"
Karin membuka matanya walaupun rasa ngantuk masih menguasai dia harus bangun dan mandi wajib tentunya.
__ADS_1
Setelah selesai solat Rafa melirik Karin.
"Jadi yank... kita jalan jalan pagi ini?"
"Ayo....."
"Ga capek...?"
"Ga Raf ... mending jalan jalan diluar daripada di kamar terus."
"Haha..."Rafa tertawa sangat renyah.
Mereka kini telah siap dengan setelan joging mereka.
Berlari sampai keluar vila membuat keringat bercucuran.
"Raf....kita sarapan pagi dulu yuk..."Ajak Karin.
"Ayo.... sarapan apa ya?"Rafa memutarkan matanya mencari sesuatu untuk sarapan.
Netra Rafa melihat tukang bubur ayam dan nasi kuning di sana.
"Sarapan nasi kuning atau bubur ayam?"Rafa menunjuk ke arah pedagang itu.
"Ayo Raf...."Mereka berjalan mendekat.
"Kamu mau apa?" Tanya Karin pada Rafa.
"Aku nasi kuning saja ya"
"Ok..."
"Bu persen nasi kuningnya satu sama Buburnya satu komplit semua yah..."
"Siap neng..."Jawab si ibu penjual dengan tersenyum ramah.
Jarak beberapa menit makanan yang di pesan sudah siap di depan mata.
Karin dan Rafa menyantap sarapan mereka dengan lahap.
"Rin boleh coba buburnya?"Pinta Rafa.
Karin menyuapi bubur miliknya ke Rafa.
"Enak....oh ya nasi kuningnya juga enak Lo...coba kamu cobain."Rafa menyuapi nasi kuning ke Karin.
Karin menerima suapan dari Rafa dengan senang.
Ci Ibu penjual hanya bisa senyum melihat kelakuan Karin dan Rafa.
Tiba tiba dering telepon Rafa berbunyi membuat atensi Rafa beralih ke layar ponselnya.
"Siapa Raf ..?"
"Nih lihat....kira kira ada apa ya... soalnya aku minta dia jangan menghubungi kalau ga penting."
Karin melihat layar ponselnya Rafa tertera nama asistenku.
__ADS_1
"Angkat Raf.... takutnya penting."Titah Karin.