Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Momen indah di sekolah


__ADS_3

" Adit, Karin mengajukan dua syarat kepada bunda.Pertama Karin meminta bunda selalu menemani kamu dan dia dalam konsul nanti."


"Karin tidak mau hanya berdua saja sama kamu saat konsul nanti!"


"Yang kedua Karin ingin menegaskan pada kamu Dit, kalau dia tidak melakukan semua ini karena dia masih merasakan cinta sama kamu, melainkan dia bersedia melakukan ini karena bentuk penghargaan dia pada bunda."


"Karin anak baik Dit , bunda sangat salut sama kepribadiannya."


"Sekarang bunda mau tanya sama kamu, gimana menurut kamu syarat dari Karin ?" Bunda melirik ke arah Adit.


Adit mendesah kesal mendengar bunda menceritakan syarat yang di ajukan oleh Karin.Tapi apa boleh buat ini adalah jalan satu satunya untuk bisa dekat lagi dengan Karin.


"Tak apa Bun, buat Adit sekarang bisa deket lagi sama Karin saja sudah cukup."


"Mana kita tahu apa yang akan terjadi kedepannya 'kan Bun ?" ucap Adit penuh harap.


"Ia 'sih Dit, tapi bunda titip sama kamu agar kamu bisa menjaga kelakuan kamu sama Karin."


"Bunda merasakan kalau Karin itu anak yang sangat baik, jadi jangan pernah kamu memanfaatkan kebaikannya !"


Mendengar bunda terus berbicara Adit bangkit dari tempat duduknya.


" Mau kemana kamu Dit ?" Tegur bunda.


"Bunda atur aja jadwal buat konsulnya.Nanti Bunda kasih tahu Adit."


Mendengar Adit berbicara seperti itu bunda merasa kesal pada Adit, tapi bunda lebih menahan diri karena kalau terus berbicara pasti ujungnya hanya akan menimbulkan perdebatan.


****


Karin sekarang sedang berada di dalam kelas, guru mata pelajaran kebetulan belum juga ada.Kegaduhan terjadi karena si biang onar Gani sekarang sudah masuk lagi.


Ulahnya yang membuat anak anak di kelasnya merasa terhibur dengan candaannya, yang membuat semua anak anak tertawa membuat suasana kelas menjadi sangat gaduh.


Gani sekarang seperti biasa.Dia lagi mengeluarkan suara emasnya, sambil memukul mukul meja.Iramanya terdengar asyik di telinga. Sebenernya Gani bernyanyi sebuah lagu itu untuk Karin tapi dia agak pelesetkan.


Temannya Gani tetap peka dengan lagu galaunya Gani, dia sengaja mancing mancing Karin agar Karin mengerti.Sehingga sontak sekarang Karin dan Gani jadi ledekan di kelasnya.


"Ehmmm ....pujangganya kelas kita udah masuk kelas lagi 'nih ." Ucap Sifa meledek Gani.Dia menyorot Gani dan temanya itu karena terus menerus menggoda temannya Karin.


Aksi saling goda terjadi antara Sifa dan temanya Gani.


Sementara Karin dan Gani juga menikmati momen momen kebersamaan mereka bersama anak anak yang lainnya.


Momen ini adalah momen yang indah di masa masa akhir sekolah mereka.


Momen ini akan jadi kenangan di benak Karin dan teman temannya.


"Woooi .....Pak Slamet sudah kesini!" teriak salah satu siswa yang berada di dekat pintu.

__ADS_1


Dia mengintruksikan teman temanya agar tidak gaduh lagi.


Semua murid di kelas Karin pada berlarian ketempat duduknya masing masing.


Begitu Pak Slamet masuk ke kelas , semua murid seolah memang lagi belajar terlihat tertib dan memegang buku masing masing.


Melihat pemandangan itu Pak Slamet hanya tersenyum simpul.Lalu dia memberikan pelajaran pada murid muridnya.


Pelajaran berjalan dengan lancar sampai akhir.


Di akhir pelajaran Pak Slamet membuat kelompok belajar untuk membuat sebuah makalah.


Secara kebetulan Pak Slamet membuat Karin, Gani, Sifa ,dan temanya Gani satu kelompok.


Gani yang memang menginginkan sekelompok dengan Karin merasa senang.Sementara Sifa sendiri berdecak kesal.


"Pak aku ga mau sekelompok sama dia." Sifa mengajukan protesnya.


"Ga ada protes-protesan ya, semuanya harus kompak dan saling kerjasama!"Tegas Pak Slamet dia menjawab protesnya Sifa sekaligus memberi ketegasan pada kelompok lain.


"Sudahlah Sif, kamu pake protes segala lagi." Karin menyenggol tangan Sifa yang mau bicara lagi pada Pak Slamet.


"Ah...kamu pake melarang aku lagi. Aku bete sama mereka tapi malah dibuat satu kelompok lagi." Keluh Sifa pada Karin.


"Ga boleh gitu Sifa, mereka juga teman kita.Kamu ga tahu aja asyiknya kalau udah kenal deket sama mereka, bisa bisa kamu nempel." Ledek Karin pada Sifa.


"Ga akan!" Ketus Sifa menjawab ledekan Karin.


Jam pulang sekolah sudah berbunyi. Kelompok Karin yang sudah dibentuk tadi sedang membagi tugas masing masing.Karin menunjuk Gani sebagai ketuanya.


"Kenapa harus aku 'sih ?aku rasa kamu lebih pantas." Gani menegaskan penolakannya.


"Gani aku rasa kamu yang lebih pantas 'deh, ia 'kan teman teman ?" Karin melirik ke arah Sifa dan temanya Gani.


Mereka yang dilirik Karin mengerti maksud lirikan Karin.


Keduanya dengan serempak menganggukan kepala.


"Tuh 'kan mereka aja sudah pada setuju."


Paksa Karin ke Gani.


Akhirnya karena di desak Gani setuju.


"Ok deh aku terima!"


"Yey...thank you." Sorak Karin.


Sebenarnya Karin sengaja memilih Gani menjadi ketuanya dia ingin kalau Gani akan terus masuk sekolah, sehingga tidak ada alasan dia untuk ga sekolah.

__ADS_1


Setidaknya Gani sekarang punya tanggung jawab yang besar akan nilai nilai teman kelompoknya.


Setelah mendapatkan ketua dan setiap anggota sudah mendapatkan tugasnya masing masing mereka memutuskan untuk pulang.


"Rin, kamu pulang bareng aku yu!" Ajak Gani pada Karin.


Karin melirik Sifa, netra Karin seolah meminta Sifa untuk menolongnya.


Sifa peka akan maksud tatapan Karin. Dia menarik tangan sahabatnya itu."Karin pulang bareng aku!"


Gani menatap jengah Sifa.


"Kali kali boleh dong Sif, 'kan kalau pulang sama kamu 'mah tiap hari."


"Ga bisa tetap ga bisa !" Tegas Sifa.


Melihat Gani yang mau melakukan pembelaan lagi Karin berinisiatif memotong perdebatan kedua temannya itu.


"Maaf ya Gan , aku kayanya mau pulang sama Sifa dulu ya, kapan kapan sama kamu 'deh."


"Ya sudah kalau itu mau kamu Rin, tapi janji ya besok pulang sama aku!" Gani memastikan.


"Insyaallah ya Gan, kita lihat gimana besok."


Ga mau memperpanjang perdebatan Karin segera mengajak Sifa pergi dari kelas.


Gani menatap kepergian Karin.Wanita yang menjadi impiannya, tapi begitu sulit untuk dia jangkau.


Setelah melewati beberapa kelas Karin melirik ke belakang dia bernapas lega karena Gani tidak mengikutinya.


"Kamu ga nyaman ya Rin dengan sikap Gani ?" Sifa bertanya pada Karin sambil mereka jalan.


"Sebenarnya ia 'sih, tapi kalau aku ketus ketus nantinya Gani ga masuk masuk sekolah lagi, ini 'kan sudah mau ujian kelulusan Sif."Jelas Karin pada Sifa.


"Ah kamu Rin, perduli amat sama urusan dia kalaupun dia ga lulus dia yang rugi bukan kamu." Sifa asal dalam bicaranya.


"Ga bisa gitu dong Sif, mengalah untuk kebaikan akan terasa bermakna nantinya."Ucapan Karin penuh keyakinan.


"Kamu memang yang terbaik." Puji Sifa pada Karin.


"Kamu sahabatku yang paling pengertian." Puji balik Karin pada Sifa.


Mereka melangkahkan kaki menuju parkiran.Begitu sampai parkiran Rafa sudah menunggu Karin di sana.


Sifa menyenggol tangan Karin.


"Liat 'tuh Rin, pujaan hati sudah setia menunggu." Goda Sifa.


Karin tersenyum.Dia menghampiri Rafa

__ADS_1


"Sudah lama Raf ?"


__ADS_2