
Setelah pertengkaran itu Rafa dan Karin semakin dekat dan lengket.Mereka saling beradaptasi dengan karakter dan sikap dari masing masing pasangan mereka.
Kini Karin mulai memahami kebiasaan kebiasaan Rafa dan begitupun Rafa mulai memahami Karin.
Mereka berusaha mengisi kekurangan menjadi kelebihan dalam hubungan mereka.
Karin kini tengah bergelayut manja ditangan suaminya. Mereka akan melakukan prewedding di sebuah taman.
"Astagfirullah...andai saja ini ga perlu dilakukan rasanya aku ga rela fotografer itu melihat kecantikan mu yang sempurna ini." Ucap Rafa tak henti henti merayu Karin dari tadi.
"Diam Raf...jangan banyak ngombal terus." Karin nyengir karena sudah tahu kebiasaan suaminya itu.
"Ko gombal sih..kamu lagi Rin...kalau dandan biasa saja ga usah menor menor kaya gitu. Aku ga rela."
"Terus aku sekarang harus gimana? haruskah dihapus lagi ? gimana kalau nanti acara resepsi pernikahan kita apa aku juga ga boleh di hias Raf ?" Karin agak kesal karena Rafa selalu memperdebatkan masalah yang sama.
"Ya...itu dia...aku juga bingung." Rafa merusuh memeluk Karin.
"Ingat ya ..jangan senyum senyum sama orang lain."Peringatan keras dari Rafa keluar juga.
"Sayang kalau aku tidak senyum saat difoto nanti dikiranya aku terpaksa lo menikah sama kamu.Ya sudah kalau itu maunya kamu aku ga akan senyum." Karin membalikan wajah kebelakang tersenyum sedikit karena telah berhasil mengerjai Rafa.
"Hmm...hidup...serba salah terus." Gerutu Rafa.
"Senyum kan ibadah sayang, lagian senyum terbaik ku sama kamu ko..." Karin merayu manja.
__ADS_1
"Ya...terserah lah ikutin saja prosedur nya." Rafa menyerah juga.
"Haha...ok... ya jangan sambil ngambek dong, nanti difoto ga cakep lagi."
"Ia...ia..."!
"Mana senyumnya."Bujuk Karin.
"Hih..." Rafa nyengir kuda.
Melihat itu Karin tertawa terbahak bahak. Rasanya ko lucu melihat Rafa bertingkah seperti anak kecil.
Sang fotografer datang dia segera memulai pemotretan prewedding nya.
" Kamu fokus ke kamera kamu jangan lihatin istri saya terus." Rafa berbicara ketus pada fotografer itu.
Karin mengikut tangan Rafa.
"Ush...kamu malu tahu ga boleh gitu."
wooooo
"Ush...kamu sih ga peka aku lebih peka dari kamu." Jawab Rafa abai.
Karin hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saja.
__ADS_1
"Gimana hasilnya coba saya lihat ?" Pinta Karin.
Fotografer itu memperlihatkan hasil pemotretan dirinya pada Karin dan Rafa.
"Kamu mau yang mana Raf. ...?"
"Ini saja kali ya..." Rafa menunjukan foto dirinya sedang berpelukan dengan Karin.
"Ih...jangan yang itu terlalu deket...malu Rafa..ini buat dikamar kita saja nanti."
"Aku sengaja lo pilih itu biar semua orang ga melirik kamu asal soalnya kamu sudah ada yang punya." Jawab Rafa sambil melirik ke fotografer itu.
"Rafa...yang ini saja kalau menurut aku, gimana menurut kamu?"
Rafa melihatnya.
"Ini ga terlalu intim tapi kelihatan romantis banget." Ucap Karin.
"Boleh juga...kalau yang ini aku suka. Rafa setuju.
Setelah acara buat prewedding selesai sebelum pulang seperti biasa Rafa dan Karin mampir dulu di sebuah restoran favorit mereka.
Tanpa di sengaja Adit pun berada di sana.
Tetapi ada yang membuat Rafa tertarik Adit berada di restoran itu tidak sendiri melainkan bersama seorang perempuan dan dua bocah yang satu sekitar umur tujuh tahunan dan yang satu lagi sekitar dua tahunan.
__ADS_1
Rafa yang tadinya berniat untuk pindah tempat pun mengundurkan keinginannya.