Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Ijab Kobul


__ADS_3

Sebuah pesan Karin dapatkan dari Rafa.


Karin menatap pesan itu tapi tidak berniat juga membalasnya, walaupun hati Karin merasa tersentuh dengan pesan dari Rafa.


Karin sudah memulai untuk mengabaikan rasa yang selalu menguasai dirinya selama ini.


***


Hari berganti hari, semua persiapan sudah dipersiapkan dengan matang.


"Bun gimana penampilan Rafa Bun?" Rafa yang dari tadi berulang kali menanyakan hal yang sama pada Bundanya.


"Ok sayang, hari ini anak Bunda terlihat sangat spesial banget." Ucap Bunda sambil tersenyum.Bunda harus ekstra sabar dengan tingkah anaknya itu.Karena Bunda mengerti sekarang Rafa pasti lagi dalam posisi yang grogi.


"Bunda paham betul kalau Rafa sekarang merasa serba salah. Semua yang mau melakukan ijab kobul pasti dalam posisi Rafa sekarang." Ucap Bunda mengelus ngelus tangannya Rafa.


Tiba tiba sang ayah jail, dia menyenggol tangan Rafa dengan sedikit kedipan nakalnya.


"Ayah jangan jail sama Rafa dong, kasihan dia." Ucap Bunda.


Mendengar itu Ayah hanya terkekeh.Dia juga membayangkan waktu dia dalam posisi seperti Rafa dulu.


"Rileks Raf, ayah juga dulu ngerasain hal yang kamu rasain sekarang.Tapi percaya deh bonus dari ketegangan ini tak ternilai indahnya." Ayah malah makin menggoda Rafa.


***


Di dalam Kamar Karin kini telah di dandani dengan begitu cantik.Sifa dari tadi terus memuji ke cantiknya Karin.


"Kamu terlihat luar biasa Rin, Subhanallah dia beruntung banget mendapatkan kamu Rin."


"Udah dong Sif jangan ngeledekin terus aku.Aku jadi malu."


"Ih aku ga ngeledek kamu Rin , aku bicara jujur." Kekeh Sifa.


"Sif aku tegang 'nih."


"Ya iyalah pasti itu mah, wajar kalau kata orang ya tegang nya juga melebihi segalanya.Apalagi pas nanti mau malam pertama." Sifa bukanya memperbaiki hati Karin tetapi malah semakin menambah ketegangan hati Karin.


Mendengar ucapan sahabat nya Karin termenung."Semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuk dia, semoga aku tidak salah dalam melangkah."


Tiba tiba Ibu dan Ayahnya Karin masuk kedalam disertai para saudara dekat.


Mereka semua memberi wejangan pernikahan pada Karin setelah itu memberikan doa terbaik mereka untuk Karin.


Setelah beberapa saat ada orang memberitahu kalau penghulu dan pengantin laki laki sudah datang.

__ADS_1


Semua keluarga keluar terkecuali Karin dan Sifa.


Terdengar acara sudah di mulai, setelah serangkaian acara selai tiba saatnya pada acara inti.Yaitu acara sakral ijab kobul.


Pak penghulu menanyakan beberapa syarat nikah.


Setelah memastikan semuanya sudah ada baru lah dia meminta Ayah Karin untuk menjabat tangannya Rafa.


Rafa merasakan jantungnya seakan berlomba lomba.Tangannya terulur menjabat tangan Ayahnya Karin.


Tatapan mata Ayahnya Karin padanya seakan membelah jantungnya Rafa.


Ayah Rafa yang melihat itu segera menggenggam tangan Rafa untuk sedikit memberi kekuatan.Sebagai sesama lelaki Ayah tahu betul ini adalah posisi paling menegangkan yang harus mereka lewati.


Pak penghulu mengucapkan Basmalah setelah itu mengucapkan dua kalimat syahadat.Di ikuti dengan Rafa.


"Ananda Rafa adi pratama saya nikah dan kawin kan engkau dengan anak saya yang bernama Karin Anastasya binti Muhamad Abidin dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sembilan belas kilo gram logam mulia dibayar kontan."


Ucapan Ayahnya Karin langsung dijawab oleh Rafa dengan sangat empat lima.


"Saya terima nikah dan kawinnya Karin Anastasya binti Muhamad Abidin dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan sembilan belas kilo gram logam mulia di bayar kontan.Jawab Rafa dengan lantang dan tegas.


"Bagaimana saksi ?"Ucap penghulu melirik para saksi.


"Sah !" Ucap semua saksi.


Mendengar ucapan sah itu hati Rafa berdetak kencang sekaligus merasa lega.Rafa menarik napas dalam kemudian menghempaskannya.


Di dalam kamar Karin termenung dengan nama yang disebutkan tadi di acara ijab kobul.


"Ya Tuhan aku telah menjadi istri orang lain singkirkan nama itu , kenapa aku tadi malah mendengar nama Rafa yang disebut ayah?".


Karin bermonolog sendiri di dalam hatinya kemudian dia terus menggeleng geleng kan kepalanya.


Sifa yang juga merasa mendengar hal yang sama menatap ke Karin.


"Rin kamu nikah dengan Rafa?" Tanya Sifa membuat Karin menatap dalam sahabat nya itu.


"Maksud kamu apa 'sih Sifa? kamu ingin aku terus mengingat dia?" Karin merasa kesal karena sahabatnya itu malah menyebut nama Rafa.


"Ih bukan begitu Rin, tetapi tadi aku ko dengar ayah kamu manggil nama pria yang menjadi suami kamu dengan sebutan Rafa adi pratama."


Karin menatap Sifa dalam.


"Berarti aku tadi ga salah dengar dong?" Ucap Karin dengan hati penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Tuh kan kamu juga mendengar itu?" Tanya Sifa.


"Kamu parah Rin, milih calon suami ga tahu siapa namanya siapa orangnya bagaimana karakternya.


"Sif aku sudah memutuskan jadi ini pilihan hidup aku, semua berhak 'kan memilih pilihan di hidupnya?"


"Ia deh maaf, aku doakan semoga kamu selalu bahagia." Sifa memeluk Karin.


Tiba tiba dari luar datang yang mau menjemput Karin ketempat akad.


"Neng Karin selamat ya, sekarang statusnya sudah berubah jadi seorang istri."


"Ia mbak terimakasih."


"Ayo neng semua sudah menunggu neng untuk acara selanjutnya."


"Ia mbak." Karin di gandeng keluar sama Sifa dan MUA keluar menuju tempat ijab kobul.


Karin terlihat cantik sempurna dengan riasan yang sempurna dan baju pengantin ya yang terlihat serasi.


Ibu dan Ayah Karin menyambut Karin di pintu keluar akhirnya Ibu dan Ayahnya Karin yang menggandeng Karin ke tempat ijab kobul.


Begitu sampai di tempat ijab kobul Karin masih menundukkan kepalanya dia bukanya malu pada yang hadir tapi Karin sangat merasa sungkan untuk menatap suaminya.


Karin di dudukan di sebelah Rafa.


Rafa dari awal Karin keluar tidak henti henti menatap dan memuji kecantikannya Karin.Sampai Karin berada di sampingnya sekarang Rafa masih tetap menatap tanpa mau mengalihkan perhatian ya.Dia merasa gemas karena Karin masih tak mau menatapnya.


Ada kebahagian terpancar dimata Rafa melihat kini sosok yang memenuhi hatinya telah menjadi istri sahnya.


Rafa sampai berkaca kaca menatap Karin.


Semua keluarga yang melihat itu saling lempar pandang mereka sedikit memberikan ruang pada Rafa untuk bisa mengeluarkan kebahagian nya.


Senyum kedua keluarga itu terlihat sempurna dengan tingkah Rafa yang sedikit bikin gemas.


"Nak Rafa sudah dulu terpesonanya nanti di lanjutkan lagi, sekarang boleh kita lanjutkan acara selanjutnya?" Tanya pak Penghulu membuyarkan perhatian Rafa pada Karin.


Rafa yang tersadar kalau acara belum selesai hanya bisa mengangguk.


"Rin angkat kepalanya dong " Bisik Rafa pada Karin.


Mendengar suara yang tak asing lagi bagi dirinya Karin merasa penasaran.


Dengan hati berdebar debar Karin mengangkat kepalanya.

__ADS_1


"Deg...."


__ADS_2