Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Balapan kuda


__ADS_3

Rafa hanya bisa mengikuti kemauan Karin.


"Siap Raf...."Ucap Karin dengan semangat.


"Siap Rin...hati hati tapi ya ...ingat ya ini hanya iseng bukan beneran."Rafa menekan ucapannya.


"Siap..."Karin mengacungkan jempolnya.


"Baca doa dulu Rin..."


Karin dan Rafa pun berdoa sebelum melakukan lomba balap kuda.


"Siap...Neng...Den...."Seru pegawai Rafa yang sudah siap di garis start.


Karin dan Rafa mengangguk tanda siap.


"Tiga...dua ...satu...Pritt.... "


Karin memecut kudanya dengan kencang diikuti Rafa.


Kuda Karin dan Rafa kini saling kejar.


Melihat Karin yang terlihat pandai menguasai


kudanya Rafa semakin tertarik.Rasa cemas yang semula menguasai dirinya berlahan hilang melihat kemampuan Karin yang terlihat tidak kaku lagi dalam berkuda, akhirnya Rafa pun menikmati lomba itu dengan sungguh sungguh.


Rafa kini mendahului Karin melihat itu Karin berusaha keras untuk bisa mengejar Rafa.


"Ayo...Rin kejar aku."Teriak Rafa.


"Aku pasti kejar...."Karin kembali memecut kudanya sehingga larinya bertambah kencang.


Kuda Karin mengejar kuda Rafa sampai mendekati titik pinish.


Rafa sudah senang karena dia yakin dia akan memenangkan lomba itu.Dan akhirnya sampai pada detik detik akhir Karin mendahului Rafa.


"Prit...."Pegawai Rafa meniup peluitnya tanda juara dari lomba itu sudah di dapat.


Rafa yang merasa kaget menatap Karin yang tersenyum gemas kepadanya.


"Alhamdulillah....aku yang menang Raf...."Sorak Karin sambil turun dari kudanya.


Rafa pun turun dari kudanya.


"Selamat ya...buat nyonya Rafa atas kemenangannya...sungguh aku benar benar salut sama kemampuan kamu Rin..."Rafa berucap sambil mengacak lembut rambut Karin.


"Terima kasih atas pujiannya."Karin tersenyum bahagia.


"Tapi aku bener bener kaget lo Rin ternyata kamu pandai juga dalam berkuda sungguh aku tak menyangka."Jujur Rafa.


"Aku suka hal yang menantang seperti ini Raf...dulu pelarian aku agar ga ingat kamu terus."Karin kembali teringat begitu kerasnya dia berusaha untuk melupakan Rafa waktu dulu.


"Oh...ya... maafkan aku yang pernah menggoreskan luka di hatimu."Ucap Rafa sendu.


"Ga...apa ko Raf...semua ada hikmahnya.Yang dulu biarlah berlalu toh kamu melakukan semua itu juga buat kebaikan aku.Tetapi yang penting sekarang kamu jangan pernah lagi menggoreskan luka di hati ini.Karena aku sudah menaruh namamu di hatiku yang paling dalam."


"Insyaallah sekuat dan semampuku Rin, aku akan menjaga segalanya biar kita selalu bahagia."Rafa menggenggam tangan Karin.


"Aku percaya kamu my love."


"Terimakasih banyak istriku."


Keduanya saling melempar senyum.


"Ayo Raf...kita ke sana..."Ajak Karin menunjukan kursi taman.

__ADS_1


"Ayo..."


Mereka mengistirahatkan rasa lelah setelah berlomba tadi sambil duduk di taman.


"Den...Neng...permisi...maaf mengganggu Mamang ingin memberikan minuman barang kali haus habis lomba." Pegawai Rafa menyerahkan dua botol air mineral pada Karin dan Rafa.


"Terima kasih mang..."Ucap Karin.


"Sama sama Neng.Kalau gitu saya permisi dulu."Pamit pegawai Rafa.


"Ia .."


"Bahagia itu ternyata sederhana ya Raf..."Tutur Karin sambil menatap bunga bunga yang cantik di taman itu.


"Ia Rin ...sangat sederhana." Ucap Rafa sambil meneguk minumannya.


"Besok...besok aku ingin jalan jalanya tapi keluar dari tempat kamu...aku ingin lihat sekitar sini sepertinya sangat indah."


"Kalau aku sih siap siap saja..."


"Tapi gimana dengan kerjaan kamu?"Ucap Karin sambil menatap Rafa.


"Aku sudah memberikan tugas pada asistenku untuk menghandle semua kerjaan aku."Jawab Rafa santai.


"Kita mau berapa hari Raf di sini?"Tanya Karin.


"Kayanya dua hari lagi gimana ?"


"Boleh sih... soalnya nanti hari Kamis aku harus pergi ke negara B buat nemuin klayen. aku di sana."


"Apa ? aku ditinggal dong."Rafa menatap Karin sengit.


"Maaf...tapi ini ga bisa aku wakili ke Sifa."Sesal Karin.


"Boleh ya ..."Karin membujuk Rafa manja.


Apa? Karin menatap Rafa horor.


"Ada deh....."


"Jangan aneh aneh ya...." Ucap Karin tak tenang.


"Kamu gitu amat Rin lihatnya ..biasa saja kali."


Rafa terkekeh dengan sikap Karin.


"Abis kamu horor...."Jawab Karin.


"Hmmm...coba ulangi lagi ..."Pinta Rafa.


"Rafa...horor...."Teriak Karin.


Rafa mengikis jarak mendekati Karin.Sini aku lihat horor itu seperti apa."Rafa menarik pinggang Karin.


Karin dengan senang hati menempelkan tangannya memegang pinggang Rafa.Posisi Karin seperti hendak mencium Rafa.Rafa dengan senang hati menerima perlakuan Karin.Dia menyangka Karin akan menciumnya tetapi ternyata itu hanya ide Karin untuk lepas dari cengkraman tangan Rafa.


Ketika mata Rafa menutup Karin dengan cepat meloloskan dirinya dari Rafa.


Rafa yang mendapatkan Karin melepaskan diri membuka matanya dan melihat Karin yang menjauh darinya.


"Karin...awas ya...kamu mulai nakal."Ucap Rafa mengejar Karin.


Karin berlari makin menjauhi Rafa.


Sontak aksi kejar kejaran terjadi antara mereka.

__ADS_1


"Rin...kamu ya...awas ya kalau aku dapat ga akan lepas."Teriak Rafa.


"Haha...ayo kejar Raf...tangkap saja kalau bisa."


Karin mulai merasa lelah karena mereka kejar kejaran cukup lama ketika lari Karin mulai melemah tangan Rafa merangkul pinggang Karin dari belakang.


"Kena kamu Rin..."


"Aww..."Karin yang kaget karena menyangka Rafa jauh tiba tiba memeluknya berteriak.


"Jangan harap bisa lepas ya..."


"Ampun Raf...ga lari lagi bener...."


"Ga percaya...."Ucap Rafa menggelengkan kepalanya.


"Ih beneran aku capek..."Jujur Karin.


"Haha...capek ya...sini aku gendong."Rafa langsung mengangkat Karin.


"Ih ..Raf lepasin malu...aku jalan sendiri saja."Pinta Karin.


"Sama siapa malu ? Semua orang tahu Rin kita suami istri."


Rafa melangkah kakinya menuju ke kamar.


Karin hanya bisa pasrah sesekali menutup mukanya ke dada bidang Rafa.


Melihat para pegawai Rafa yang tersenyum melihat tingkah Rafa dan Karin membuat Karin merasa geli sendiri.


"Raf kamu ga capek apa gendong aku?" Tanya Karin begitu sampai kamar.


"Staminaku ok Rin..."Rafa memperlihatkan otot otot tangannya.


"Hmmm...sombong."


"Alhamdulillah...bukan sombong tapi fakta."


"Si paling bisa mencari jawaban."Ucap Karin sambil memanyunkan bibirnya.


"Jangan dimanyunin gitu bibirnya nanti aku khilaf. Ini masih mau magrib.Belum isya."Ucap Rafa mengandung maksud tertentu.


Sontak Karin langsung menormalkan bibirnya.


Rafa tertawa senang melihat kelakuan Karin.


"Rin...mandi bareng yu..."Ajak Rafa.


"Kamu saja duluan...aku masih gerah."Tolak halus Karin.


Akhirnya Rafa masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Melihat Rafa yang masuk ke kamar mandi tanpa banyak drama Karin bernapas lega.


Karin berdiri niat hati ingin mencari baju ganti buat Rafa tiba tiba seseorang menggendong Karin dari belakang.


"Aww..."Teriak Karin kaget.


Dia melihat Rafa yang mengangkat tubuhnya.


"Rafa kamu...turunin ga.?"Titah Karin.


Tetapi Rafa malah anteng mengendong Karin menuju kedalam kamar mandi.


"Huss...jangan banyak bicara mendengar ucapannya suami ibadah..."Sontak ucapannya Rafa membuat Karin ga banyak bicara lagi.

__ADS_1


Kini dia menurut saja kemauan Rafa.


__ADS_2