
Rafa memeluk Karin disertai keluarga Karin dan Rafa yang memeluk Karin bergantian.
Karin benar benar merasa menjadi orang yang spesial pada malam itu. Kini dirinya resmi dikenal orang banyak sebagai istri dari Dokter Rafa dan bukan cuma itu semua orang yang ada merayakan sekaligus hari ulang tahunnya.
Kebahagian yang sungguh Karin rasakan berkali kali lipat rasanya.
Selesai acara Karin dan Rafa berpamitan untuk istirahat dulu.
"Raf..." Karin begitu saja memeluk Rafa dari belakang setelah pintu ditutup sempurna.
Dengan senyuman Rafa meraih tangan Karin yang melingkar diperutnya lalu dikecupnya. Rafa berbalik menatap Karin.
"Kamu bahagia sayang...hari ini ?" Ucap Rafa sambil menatap Karin.
"Hari ini hari yang paling bersejarah buat hidupku Raf.. terima kasih untuk segalanya."
"Aku bahagia jika kamu bisa tersenyum terus seperti ini sayang."
"Raf...kamu suami idaman untuk setiap wanita aku sungguh sungguh beruntun memiliki kamu."
"Benarkah ? " Rafa sedikit menggoda Karin.
"Ia Raf...tak perlu meragu dengan semua ucapan ku. Aku cinta kamu Raf..." Tutur Karin malu malu.
"Sungguh... aku malah lebih dari sekedar cinta sama kamu...perasaan aku yang ku miliki untukmu terlalu sulit untuk di ungkap dengan kata. Buat aku kamu adalah spesial...tar bisa terganti." Rafa menatap dalam manik mata Karin.
__ADS_1
Karin tertunduk malu melihat tatapan Rafa yang membuat jantungnya berdetak begitu cepat.
"Hey...ko malah menunduk gitu tatap aku ..." Pinta Rafa mengangkat dagu Karin.
"Aku..."
"Tak usah banyak kata aku mengerti dengan semua yang ingin kamu ucapkan Rin. Mulai hari ini kita akan berjuang bersama untuk mendapatkan keberkahan atas pernikahan kita."
"Ia Raf...:"
"Bisakah ku minta sesuatu ?"
"Kamu mau minta apa dariku Raf ?"
"Jangan panggil aku Rafa , apa bisa ?"
"Rasanya aku ga nyaman kalau kamu didepan orang orang juga panggil nama bisakah panggil aku dengan sebutan yang lebih sesuatu...?"
Karin tersenyum kini dia mulai mengerti dengan apa yang Rafa mau.
"Ia...Abi..."
"Abi...? hmm..."
"Kamu suka ?"
__ADS_1
"Kedengarannya lebih sweet.."
"Yakin...?" Karin meyakinkan.
"Tentu sayangku Humaira ku."
Karin langsung memeluk Rafa.
Malam itu mereka berbagi jiwa dan raga tanpa ada rasa canggung lagi Karin benar benar membuat Rafa menjadi pria yang paling bahagia malam itu. Hanya itu yang bisa Karin lakukan untuk membuat Rafa bahagia.
Semenjak hari itu Karin benar benar menjadi istri yang penurut untuk Rafa. Karin selalu bisa membuat hari hari Rafa ceria. Karin benar benar menjadi istri yang di impikan oleh Rafa.
Setiap saat setiap ada kesempatan Karin selalu membuat momont moment indah. Sesibuk apa pun Karin dalam memimpin perusahaan dia selalu menomor satu kan Rafa.
Tak terasa pernikahan Rafa dan Karin sudah berjalan hampir tiga tahun. Selama itu Rafa dan Karin selalu terlihat harmonis dan terlihat mesra.
Tapi ada yang kurang dalam pernikahan mereka kehadiran buah hati yang tak kunjung datang, membuat Karin sedikit was was.
Tetapi setiap kali Karin merasa was was, setiap kali itu juga Rafa selalu menguatkan Karin bahwa semua ini adalah ketentuan yang di atas.
"Bi...hari ini kita kontrol lagi yu...aku mau periksa lagi." Ajak Karin bergelayut manja duduk di pangkuan Rafa.
"Mau periksa lagi ? bukannya kemarin sudah ?"
"Ia Bi...tapi ada teman aku yang ngasih rekomendasi dokter kandungan yang bagus Bi...aku mau coba. Sekalian konsul."
__ADS_1
"Oh...ya sudah tunggu satu jam lagi boleh ?" Rafa mengelus kepala Karin dengan sayang.
"Boleh Bi...aku tunggu ...terima kasih Bi..."