Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Menahan cemburu.


__ADS_3

Rafa yang sedang melirik Karin dikagetkan sama seseorang yang berdehem.


"Ehmmm..." Rafa langsung melirik ke arah orang tersebut.


"Jaga mata kamu !" Tegas orang tersebut.


" Tak usah mengaturku aku tahu apa yang harus kulakukan." jawab Rafa.


"Aku akan melakukan tugas ku tapi dia 'pun harus bisa memegang kata katanya juga!"Tegas Rafa .


Rafa berlalu dari tempat itu.


Karin menyandarkan diri nya di dinding tembok mesjid , tiba tiba ada seseorang yang menyapanya dari arah belakang.


"Rin kamu lagi ngapain di situ?"


Karin melirik ke sumber suara dan itu adalah Gani."Gani !"


Gani tersenyum melihat Karin yang menatap nya aneh."Kenapa? kamu terpesona dengan ketampanan ku?"


"Ih... percaya tinggi tingkat atas !" Karin mencibirkan bibirnya.


Kemudian mereka terkekeh bersama.


Dua jempol Karin terangkat ke depan muka Gani.


"Thank ...aku mau berubah menjadi lebih baik, itu tentunya karena kamu yang selalu me dukung ku."


"Ga juga 'sih lebih tepatnya karena kamu yang lebih mau berubah, you the best..."


"Terimakasih , kamu sahabatku yang terbaik." Ucap Gani.


"Ayo kita ke kelas ."


Mereka berjalan beriringan.


Saat ini Gani sudah banyak belajar cara untuk mengikhlaskan, belajar untuk lebih baik tentunya.


Rafa selintas melihat Karin dan Gani yang terlihat dekat, dia menatap tajam kedua insan itu yang berjalan sambil bercanda.Ada rasa tak ikhlas dihatinya ketika melihat itu semua.


"Rin aku harap kamu tak melupakan aku, aku harap kamu bisa pertahankan semuanya sampai waktunya tiba.


Sekarang terlihat kekacauan di diri Rafa, dia yang semula terlihat tegar sekarang nampak gelisah dengan apa yang telah di putuskan nya.


Karin ,Sifa,Gani,dan temannya lagi mempersiapkan makalah yang akan segera dipersentase kan nya, "kalian sudah siap 'kan?" tanya Gani sebagai ketua kelompoknya.Terlihat sekali Gani sangat bersemangat.


"Siap dong !" seru ketiga orang itu.


Persentase 'pun selesai dengan hasil yang memuaskan, sekarang mereka sedang berjingkrak ria.


"Aku salut deh sama kamu Gan, ternyata kamu bener bener menguasai banget materinya." Puji Sifa pada Gani.

__ADS_1


Sementara Gani mendengar pujian dari Sifa menepuk dadanya sendiri.


"Kamu baru tahu ya Sif otak Gani tuh encer cuma males saja dia." Timpal Karin.


"Aku 'kan semangat karena sekelompok sama kamu." Gani mengedipkan matanya pada Karin.


"Stop ! jangan modus ! Karin baru patah hati."Ucap Sifa yang keceplosan dengan ucapannya.


Mendengar perkataan Sifa Gani menatap Karin.


Karin sontak mencubit pinggang Sifa."Maaf Rin aku keceplosan." Ucap Sifa setengah berbisik.


Mendapatkan nilai yang bagus membuat mereka merasa senang, terutama Gani yang merasa kalau nilai yang dia dapat sekarang adalah dari kesungguhan ya belajar, membuat dia mentraktir kelompoknya itu di kantin.


"Sering sering kaya gini saja Gan, pastinya aku ga akan nolak." Ucap Sifa sambil memakan mie ayam.


"Itu 'sih mau nya kamu." Seloroh temannya Gani.


Sifa mendelik , "kaya kamu ga senang saja ada yang traktir."


"Aku 'kan sudah biasa di traktir." Ucapnya sambil nyengir.


"Pantes muka traktiran." Jawab Sifa.


Karin dan Gani hanya terkekeh melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.


"Terimakasih ya Rin." Ucap Gani sungguh sungguh.


"Untuk apa ?" Tanya Karin.


"Ih kita 'kan sahabat Gan, kita saling dukung , ok !"


"Pasti Rin, aku akan selalu mendukung kamu , kamu bisa andalkan aku sebagai sahabatmu." Tegas Gani.


"Thank you...."Karin tersenyum pada Gani.


Di satu sudut Rafa memperhatikan interaksi antara Karin dan Gani.


Dia mengepalkan tangannya menahan rasa yang tak karuan."Astagfirullah...sabar Raf...."Rafa mengusap dadanya ada hal yang lebih berharga dari rasa cemburunya sekarang.


Tak mungkin dia menghancurkan semuanya, hanya karena dia merasa cemburu.


"Aku akan selalu berdoa semoga kamu bisa bertahan dengan rasamu padaku sehingga kamu tak berbelok arah , aku berdoa kamu akan menjadi cinta terindahku nantinya."Rafa bermonolog sambil memejamkan matanya.Mencoba menetralkan rasa cemburu yang menguasai hati dengan secercah harapan kecil itu.


Karin menangkap sosok Rafa dari sudut matanya.Dia berbalik dan menatap Rafa, Rafa yang baru membukakan matanya bertemu netra Karin yang lagi menatapnya.


"Deg...deg..." Hati keduanya berdesir ketika netra keduanya bertemu.


Bibir Karin begitu saja tertarik membuat lengkungan indah , dia tersenyum pada Rafa , Rafa yang menyadari itu ingin sekali membalas senyum Karin tapi begitu netra nya melihat seseorang yang berada di bangku lain segera Rafa mengalihkan pandangannya.


Sedikit kecewa Karin dengan sikap Rafa.

__ADS_1


"Dia benar benar sudah menghempaskan aku dari hidupnya." Ucap Karin dalam hatinya.


Karin terlihat agak murung tapi Sifa langsung mengerti dan membuat sahabatnya itu tersenyum kembali.


Ada rasa lega di wajah Rafa menyaksikan Sifa bisa membuat Karin tersenyum kembali .


"Maafkan aku Karin, suatu hari kamu akan mengerti dengan apa yang telah ku perbuat padamu sekarang.Tak sedikit 'pun aku berniat untuk membuatmu terluka dan menangis.


Seminggu telah berlalu kini cobaan buat Karin memang selalu ada.Belum juga Karin tahu penyebab dia diputuskan oleh Rafa secara tiba tiba dan tanpa alasan .


Kini Karin dihadapkan dengan berita tentang kedekatan Rafa dengan seorang adik kelasnya.


Berita itu cukup membuat Karin terusik.


Rasa saki dihatinya yang belum sembuh seperti tergores lagi semakin dalam.


Karin berlari ke kelasnya karena mendengar obrolan salah satu teman Rafa di kantin tadi.


Kini Karin tak bisa menahan air matanya karena berita itu benar benar menyakitinya.


"Sif aku pulang duluan ya." Ucap Karin sambil membereskan buku bukunya.


Sifa melirik Karin."Ko pulang kan sekarang ada pemantapan ?"


"Aku absen dulu deh, tapi nanti aku pinjam catatannya yah."Ucap Karin tanpa memandang Sifa.Dia tak mau Sifa melihat matanya yang sudah berkaca kaca.


"Rin...kamu ok 'kan?"


Karin menganggukkan kepalanya.


Setelah itu dia cepat cepat keluar dari kelas.


Tapi naas hal yang tidak di inginkan Karin kini terlihat di mata Karin secara jelas.


Ya...Karin melihat Rafa sedang berjalan bersama Febi berdampingan sambil mengobrol terlihat sangat dekat sekali.Terlihat mereka tertawa bersama.


Air mata Karin menetes...netra Karin menatap sendu Rafa dan Febi.


Tiba tiba tangan seseorang menarik dirinya.Sontak membuat Karin melirik.


"Ayo kita pulang! " Gani menarik Karin yang terlihat sedih.


"Tapi___."


"Ga ada tapi tapian kamu masih menganggap ku sahabat'kan?"


"Aku antar kamu pulang."


Karin hanya mengikuti perkataan Gani.Pikiran Karin saat ini lagi kacau sekali.


Di sepanjang perjalanan Karin hanya bisa menerka nerka saja.

__ADS_1


"Apa ini penyebabnya Rafa memutuskan aku?apa ini penjelasan yang ingin aku tahu ?"


"Rafa kenapa kamu begitu tega sama aku?"


__ADS_2