
"Rin..coba lihat sana ?"
Rafa menunjuk ke arah meja Adit.
Karin mengikuti arah pandangnya sesuai jari telunjuk Rafa.
"Adit , Dini." Lirih Karin pelan.
"Kamu yakin perempuan yang bersama Adit adalah Dini ?" Rafa memang sudah agak agak lupa dengan wajah Dini yang sekarang sudah berbeda. Sekarang Dini mengenakan hijab.
"Ia ...Raf...itu Dini." Karin yakin.
"Ya...sudah kita sapa mereka yu." Ajak Rafa yang membuat Karin melirik Rafa dengan wajah kaget.
"Apa ?" Karin tak percaya.
"Kita sapa mereka Rin...kamu mau ?" Rafa mengulang ajakannya.
"Kamu yakin Raf...mau sapa mereka ?" Karin menyakinkan.
"Ia sayang..aku yakin." Jawab Rafa mantap.
Karin tersenyum dengan hati yang sangat senang. Setidaknya ini adalah awal Rafa bersikap ikhlas atas kejadian di masa lalunya.
__ADS_1
"Assalamualaikum..."Rafa memulai menyapa keluarga yang sedang makan itu.
"Wa'alaikumsalam..."Jawab Adit sambil melirik ke asal suara.
Dini ikut melirik dan matanya membulat sempurna ketika melihat sosok Karin yang berada di depannya.
"Hai..Adit...maaf nih mengganggu kebetulan saya tadi lihat kalian disini." Ucap Rafa basa basi.
"Eh...ia Raf...Din...kalian mau makan juga ya...kalau begitu mari gabung." Tawar Adit.
"Din...kamu masih ingat mereka kan ?" Ucap Adit pada Dini.
Dini mengangguk. "Aku masih ingat Yah...mana mungkin aku lupa pada orang yang sangat berjasa buat hidup aku." Ucap Dini sambil tersenyum.
"Nanti kita bahas semuanya Raf...sekarang pesan dulu makan, keburu kalian lapar." Ucap Adit sambil tersenyum.
"Kita cari bangku dulu Raf...buat makan di sini "Ajak Karin dengan hati yang agak was..was.
"Gabung saja Rin...di sini. Gimana ? "Ajak Rafa pada Karin.
"Hmmm"
"Ga apa apa Rin...ayo gabung sudah lama kita ga ngobrol...selama ini aku cari cari kamu lo. Aku senang kamu bisa makan bareng kami."
__ADS_1
"Eh...ia terima kasih . " Karin tersenyum.
Rafa menarik kursi untuk duduk Karin. Setelah duduk dengan nyaman Rafa melihat lihat menu.
"Kamu mau pesan apa sayang ?"
"Aku ...mau nasi sama ayam bakar saja Raf..."
Rafa memesan makanan mereka.
"Eh...sebenarnya Adit sudah cerita sama aku lo Rin...katanya kalian sudah menikah ya ? Selamat ya..." Ucap Dini.
"Oh...makasih..kami sebenarnya belum mengadakan resepsi jadi ga semua orang tahu tentang pernikahan kami. Insyaallah satu minggu lagi kami akan adakan resepsi kami harap kehadiran kalian ya...nanti undangannya nyusul ya." Ucap Rafa tersenyum.
"Alhamdulillah..insyaallah kami akan hadir terimakasih ya atas undangannya."
"Sebenarnya pas Ayah cerita kalau kalian kerjasama aku sudah wanti wanti sama Ayah kalau aku ingin ngobrol sama kamu Rin..tapi kata Ayah kamu orangnya sibuk banget untuk bagi bagi waktu. Alhamdulillah bisa bertemu kamu disini aku senang banget." Ucap Dini apa adanya.
Karin dan Rafa saling pandang. Berarti waktu di cafe Adit bilang ingin meminta waktu mereka atas permintaan Dini.
"Ia...Bun...kalau sudah takdir dipertemukan juga ." Adit menimpali ucapan Dini.
"Sebenarnya aku ingin ucapin banyak terima kasih sama kalian...khususnya sama kamu Rin...karena hubungan aku dan Ayah bisa seperti ini adalah berkat usaha dan kebaikan kamu. Rasanya aku ga tahu aku akan seperti apa waktu itu kalau ..." Dini menghentikan ceritanya karena matanya sudah keburu berkaca kaca.
__ADS_1
"Bun..." Adit mengusap ngusap tangan Dini dengan lembut. Memberikan kekuatan pada istrinya.