Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Cemburu 1


__ADS_3

Karin keluar kamar mandi dengan muka bersemu merah sementara Rafa wajahnya terlihat sangat segar dan berseri .Jangan tanya apa yang dilakukan Rafa di dalam.


Karin memakai pakaiannya kemudian sedikit merias wajahnya sedikit.


Rafa menghampiri Karin dia memeluk Karin dari belakang.


"Rin ..abis solat isya kita makan malam di luar yu ...."


Karin melirik suaminya kemudian dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Jarak beberapa menit kemudian terdengar suara adzan magrib menggema.


"Rin...aku mau sholat magrib berjamaah diluar kamu mau ikut?"Tawar Rafa pada Karin.


"Ga Raf...aku disini saja..."


"Ga apa apa?"


"Ga dong ....santai saja."Jawab Karin.


"Sampai solat isya ya sekalian aku pulangnya.Soalnya aku kangen sama suasana mesjid di sini."Izin Rafa.


"Ok...santai saja ga apa apa ko.Andai saja kamu tadi ga merusuh aku mau ikut.Tapi jujur sekarang aku ngilu banget."Cibir Karin pada Rafa yang membuat Rafa terkekeh.


"Maaf...kelepasan."Ucap Rafa sambil mengacak rambut Karin.


"Aku pamit ya..."


"Ia..."Karin menyalami tangan Rafa.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam..."


Rafa berlalu keluar kamar meninggalkan Karin.


Setelah Rafa hilang dibalik pintu Karin segera mengambil wudhu dan sholat magrib.


Sampai waktu isya menjelang Karin masih asyik mengaji.


Karin sholat isya dulu kemudian dia melanjutkan mengaji sambil menunggu Rafa datang.


Rafa yang baru datang dari mesjid mendapatkan Sang istri yang tengah khusu dalam mengaji sampai sampai Karin tidak menyadari kedatangan Rafa.


Rafa berdiri cukup lama cukup bahagia mendengarkan Karin melantunkan ayat ayat suci itu.


"Shadaqallahul adzim ...."Karin menutup Al Qur'annya.


Karin kaget ketika berbalik mendapatkan Rafa tengah berdiri dibelakang dirinya.


"Astagfirullah...kamu Raf...kapan pulang?"


"Baru Rin....kamu kayanya khusu banget baca Al Qur'annya."Rafa berucap sambil duduk di sebelah Karin.


"Maaf aku ga tahu kamu sudah pulang."Karin mengulurkan tangannya menyalami Rafa.


Rafa menerima uluran tangan Karin lalu mencium keningnya Karin dengan sayang.Memberikan doa kebaikan untuk kebahagian sang istri tercinta.


Bahagia itu yang dirasakan oleh Rafa dan Karin.


Mereka berdua saling melempar senyum penuh kasih sayang.


Tiba tiba dering telepon Rafa berbunyi.


"Raf siapa?"


Rafa melihat layar di ponselnya dan ternyata itu panggilan dari bunda.


"Bunda Rin...:"Rafa memperlihatkan layar ponselnya.


"Angkat Raf..."


"Assalamualaikum...bunda.." Jawab Rafa begitu mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam...Raf..."Terdengar suara Bunda dari sebrang telepon sana.


"Ada apa Bunda telepon Rafa? kangen ya..."Goda Rafa.


"Ish...kamu Raf...ga boleh ya kalau bunda telepon.Bunda ganggu ya? Bunda menggoda balik Rafa.


"Emmm...Bunda ganggu banget..."Ucap Rafa sambil tertawa menggoda.


"Ya sudah Bunda mau bicara sama anak Bunda yang satu lagi saja.Kalau sama kamu ga bener di ajak ngobrol."


"Oh...gitu ya Bunda sekarang sudah mulai pilih kasih?"


"Mana Karin...Bunda Vidio call ya..."Tak lama bunda mengalihkan panggilan suaranya ke vidio call.


"Rin ...lihat nih Bunda ingin bicara sama kamu."Rafa menyerahkan teleponnya pada Karin.


"Assalamualaikum...bunda." Karin melambaikan tangannya.


"Wa'alaikumsalam...sayang...kamu sehat sehat di sana kan?Anak Bunda ga bikin ulah 'kan? Pertanyaan dari Bunda jujur membuat Karin geli sendiri sehingga dia tertawa.


"Ga ko Bun...Karin di sini senang sekali.Vila keluarga Bunda bagus banget."Puji Karin jujur.


"Alhamdulillah kalau kamu senang....bilang saja sama Bunda kalau anak Bunda nakal."Kekeh Bunda.


Tiba tiba Rafa ikut gabung.


"Bun ..Karin seneng kalau Rafa nakal, ga akan mungkin dia lapor.Kan nakalnya Rafa nakal asyik."Rafa tertawa senang.


Karin yang mendengar penuturan Rafa pada Bunda langsung mencubit Rafa.


"Ish...sakit sayang."Rafa melirik manja ke Karin.


Melihat itu Bunda tersenyum.


"Ya sudah ...kalian lanjutkan acaranya. Bahagia selalu.Sehat sehat.... Assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam..."Jawab Rafa dan Karin.


"Kamu Raf ....nanti kalau sama Bunda jangan bilang kaya gitu lagi....aku malu tahu!"


"Haha....Bunda aku biasa kali, kita 'kan suka bercanda Rin."


"Ia tapi aku kan tetap malu."


"Kamu harus terbiasa Rin....kalau keluarga aku saling ledek saling canda itu sudah kebiasaan.Biar suasana menjadi hangat ga serius melulu."Jelas Rafa sambil memeluk Karin.


"Jadi ga makan keluarnya?"Tanya Karin yang memang sudah merasa lapar.


"Ayo ...."Jawab Rafa sambil merusuh ke Karin.


"Ish....ayo ayo , tapi kamu nya gini.Lepas dong!"Rengek Karin.


"Haha....ok.Siap siap!"Rafa melepaskan pelukannya sebelumnya mencuri satu kecupan."


"Kamu Raf ..ada ada saja."


"Abis kamu bikin aku candu Rin"


Karin dan Rafa siap siap untuk pergi.


"Kamu cantik!"Puji Rafa.


"Alhamdulillah....terima kasih."Karin tersenyum pada Rafa.


Rafa seperti biasanya membuka kan pintu mobil untuk Karin.


"Silahkan masuk ratuku..."


"Terimakasih..."Karin masuk dan duduk dengan anggun.


Mobil yang dikendarai Rafa menuju ke sebuah restoran yang terkenal di sekitar situ Tetapi sebelum sampai Karin melihat pedagang kaki lima yang pembelinya lumayan banyak.


"Raf... berhenti dulu deh."

__ADS_1


Rafa menghentikan mobilnya.


"Kenapa?"


"Lihat itu ..."Karin menunjuk ke arah pedagang kaki lima itu.


"Ia kenapa ?"


"Kit makan di sana saja yuk...."Ajak Karin.


"Kamu mau makan di sana?"Rafa menyakinkan.


"Ia Raf...kayanya enak...makan soto babat."Karin mengkhayal.


"Ya sudah...aku cari tempat parkir dulu ya..."


Karin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Setelah parkir Rafa dan Karin turun menuju ke tempat itu.


"Mas...pesan soto babat dua ya ...."ucap Rafa sama pedagang itu.


"Baik..."Pedagang itu menyiapkan makanan yang di pesan Rafa.


Sementara Karin dan Rafa mencari tempat duduk yang nyaman.


Jarak beberapa menit makanan pesanan Rafa di sajikan.


"Silahkan..."Ucap pedagang itu sambil tersenyum ramah .


"Terima kasih..." Ucap Karin sambil tersenyum membalas senyuman pedagang itu.


Rafa yang melihat sang istri tersenyum begitu manis menyenggol sedikit tangan Karin.Dia berbisik pada Karin.


"Senyumannya jangan manis manis!"


Mendengar itu Karin melirik ke arah Rafa.


"Apa sih kamu Raf..."Karin tersenyum geli.


"Pokonya jangan senyum kaya gitu lagi!"


"Ya Allah...ia sayangku."Karin menggelengkan kepalanya.


"Ayo makan jangan cemberut kaya gitu...."ajak Karin.


Karin dan Rafa memakan soto babat itu.Karin yang merasa lapar makan dengan lahap berbeda dengan Rafa yang lagi kesal dia makan dengan alot.Seolah tidak menikmati.


"Neng gimana sotonya enak?Tiba tiba pedagang itu bertanya dan mendekati Karin.


"Enak...enak..."Jawab jujur Karin.


"Masnya bikin sendiri ?"Tanya Karin.


"Ia ...neng."


"Wah...hebat..." Puji Karin.


"Ehmmm ...."Rafa berdehem seolah memberi tanda kalau dia ada di sana.


"Raf ..kamu keselek ya ..."Karin dengan sigap memberikan air minum pada Rafa.


Rafa menerimanya minuman dari Karin.


"Rin...suapin ya ... "Rafa tiba tiba manja.Dia melirik ke mas yang jualan seolah memberi tanda kalau Karin adalah miliknya.


Karin yang mengerti sang suami lagi merajuk dengan telaten menyuapi Rafa tanpa banyak kata.Sampai makanannya Rafa abis.


"Alhamdulillah...abis..."Ucap Karin senang.


"Apa...sudah habis lagi? Rafa yang tidak menyadari kalau makanannya telah habis merasa kaget.


"Haha..." Karin tertawa dengan tingkah Rafa.

__ADS_1


__ADS_2