Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Episode 91


__ADS_3

"Ya aku jawab tentu saja boleh..." Rafa sedikit nyengir kuda pada Karin sambil garuk-garuk kepala.


Karin menggelengkan kepalanya tanpa berkata apa-apa lagi.


"Kamu marah Rin?"


Mendengar pertanyaan Rafa justru bikin Karin makin kesal.


"Hah....dia nanya kamu marah Rin....ya jelas lah aku marah pakai nanya lagi.Ga peka banget sih."Gerutu Karin dalam hatinya.


"Rin...."Rafa mendekati Karin.


Namun Karin langsung berdiri."Aku beresin bekas makan kita dulu ya..."Ucap Karin berusaha menghindar.


Rafa terdiam melihat sikap Karin yang berubah.Dia membiarkan saja Karin meluapkan rasa emosinya.


Cukup lama Rafa membiarkan Karin uring-uringan.


"Ini hati suamiku terbuat dari apa sih aku ngambek bukannya di bujuk ini malah didiemin."Cerocos Karin di hatinya. Merasa ingin diperhatikan.


Rafa yang melihat Karin mulai cari cari perhatian kini mendekati lagi dengan suara lembut Rafa memanggil Karin.


"Rin...sini sayang..."Rafa menepuk sofa.


Satu kali Karin masih cuek.


Rafa kembali memanggilnya.Tetapi Karin masih cuek.


Dan yang ketiga kalinya Rafa memanggil Karin agak penekanan.


"Rin dosa Lo... dipanggil sama suaminya sudah dua kali masih di sana saja."


Karin melirik ke arah Rafa dan dengan masih rasa kesal akhirnya dia melangkahkan kakinya menuju sofa.


"Duduk sayang sini..."


Karin duduk dan setelah Karin duduk Rafa tanpa rasa bersalah langsung tidur dipangkuan Karin.


Tangan Rafa terulur menggapai tangan Karin.


"Elus elus sayang... kepalanya. Aku lagi ingin di manja ."


Karin terpaksa mengelus kepalanya Rafa.Elusan yang semula kasar lama lama berubah menjadi lembut.


"Ya Allah ... nikmatnya ternyata memiliki seorang istri yang halal...rasa capek ku hilang memuai dengan belaian tangan ini."Rafa meraih tangan Karin dan menciumnya.


"Terima kasih istriku rasa lelahku hilang berkat kasih sayang dan senyummu."Tutur Rafa sambil kembali mencium tangan Karin.


Karin terdiam berusaha mencerna semua kata kata Rafa.


"Rin...sayang kamu tahu ga...hal yang selalu aku rindukan setiap waktunya?"Tanya Rafa menatap Karin dari bawah.


"Apa itu Raf ?"


"Senyumannya kamu...."Ucap Rafa sambil mengelus bibir Karin.


"Senyumannya kamu ini lebih berharga dari apa pun."Jujur Rafa.


"Kamu Raf..."Akhirnya Karin sedikit menarik bibirnya mendengar ucapan Rafa.

__ADS_1


"Ih...benar Rin... senyuman kamu itu penghilang lelahku penyemangat ku dan sumber kebahagiaanku.Maka dari itu selalu tersenyum pada suamimu ini."


"Dasar...modus... paling bisa."Ucap Karin dengan senyuman di bibirnya kini hatinya yang marah mulai mencair.


"Ko modus sih... orang semua yang aku bilang benar adanya.Aku minta maaf ya karena mengijinkan Raina saat bilang bisa bertemu aku lagi dan aku bolehin.Sungguh istriku aku ga punya maksud apa apa.Kamu bisa mengerti dan pahami."Akhirnya Rafa memberikan penjelasan pada Karin setelah suasana hati Karin sudah sedikit mencair.


"Ia maaf Raf... sedikit cemburu."


"Aku senang dicemburui tapi jangan lama lama ya ....ga enak."Jujurnya.


"Hehe...."


"Oh...ya Rin kita adain pesta pernikahan kita kapan ya?"


"Bunda sama Ayah belum hubungi kamu lagi Raf? "


"Belum sih sepertinya mereka lagi sibuk."Jelas Rafa.


"Ibu sama Ayah aku juga belum ngasih kabar."Jelas Karin.


"Kayanya mereka kompakan deh ga ganggu kita."


"Maksudnya?"Tanya Karin ga mengerti.


"Maksud aku, mereka kompakan membiarkan kita menikmati masa masa berdua dulu. Secara kita kan terpisah lama banget Rin."Jelas Rafa.


"Ia juga ya...kalau dipikir pikir biasanya tiap hari Ibu nelepon aku, tapi akhir akhir ini ga ada tuh."


"Ya sudah gimana kalau kita yang urus semua pesta kita... rasanya aku ingin membuat pesta kita jadi momen bersejarah buat hidup kita. Lagian aku pingin cepat cepat mengumumkan ke publik kalau Karin Anastasya adalah istrinya Rafa."


"Boleh juga? apa kamu ga sibuk ?"


"Ya sudah aku setuju setuju saja."Ucap Karin.


"Terima kasih sayang..."Rafa mengecup kening Karin.


"Rin tidur yu....sudah malam ...."Ajak Rafa sambil melirik jam yang menunjukkan sebelas malam.


"Ayo Raf ..."


"Aww...!"Karin berteriak karena Rafa tiba tiba menggendongnya menuju kasur.


"Malam ini kamu bebas Rin...tapi malam besok siap siap ya."Ucap Rafa mengedipkan matanya.


"Ih...kamu Raf mesum terus."


"Baca doa dulu mau tidurnya biar mimpikan aku."


Karin menganggukkan kepalanya.


Mereka akhirnya tertidur mengingat banyaknya aktivitas yang telah mereka lewati di siang harinya membuat mereka cepat terlelap.


Mereka terusik dengan bunyi alarm yang menunjukkan pukul empat dini hari.


Rafa yang duluan bangun membangunkan Karin yang mulai terusik.


"Sayang bangun sudah mau adzan subuh nih."


"Ia Raf...."Karin membuka matanya.

__ADS_1


"Selamat pagi istriku..."Rafa mengecup kening Karin begitu Karin membuka matanya.


Karin tersenyum."Pagi imam ku..."


"Mandi dulu yu..."Ajak Rafa.


"Kamu duluan saja Raf...aku mau ke dapur nyuruh bibi buat nyiapin sarapan."


"Ok...bikinin kopi panas ya..racikan kamu bawa kesini." Pinta Rafa.


"Siap...."Karin beranjak ke dapur. Sementara Rafa masuk kamar mandi membersihkan diri.


Karin masuk dengan membawa secangkir kopi berpapasan dengan Rafa yang baru selesai mandi.


"Hmm...wangi banget Rin kopinya. Apa lagi rasanya pasti mantap."Puji Rafa.


"Sipaling bisa. Masih pagi Lo Raf..."Karin terkekeh.


"Emang wangi...aku ga bohong. Rin...aku sholat nya di mesjid komplek ya sudah lama ga berjamaah diluar kalau subuh kamu ga apa apa sholat sendiri." Rafa meminta ijin pada Karin.


"Ia Raf...ga apa apa ko..."


Rafa masuk memakai pakaian takwanya.Dia keluar dengan wajah yang super super ganteng membuat Karin kembali terpana dengan kegantengan sang suami.


"Tuh...lihatnya kaya gitu pasti terpana ya..." Goda Rafa.


"Salah emangnya mengagumi suami sendiri?" Kali ini Karin mulai terbiasa dengan godaan suaminya itu.


"Haha...kamu sekarang sudah mulai bisa menjawab ya."


"Harus... menghadapi suami yang suka menggoda harus digoda balik." Cibir Karin.


"Oh...ya coba goda aku."


"Ga mau takut minta lebih belum subuh." Karin terkekeh.


"Habis subuh gimana?" Rafa mengedipkan mata nakalnya.


"Gimana nanti .... solat dulu gih.Aku mau mandi."


"Ia...ia sini dulu dong kopinya. "


Karin memberikan kopi itu dan Rafa meminumnya.


"Alhamdulillah...enak banget Rin."


"Kamu suka ?"


"Mantap rasanya. Tiap pagi ya aku bikinin kopi kaya gini." Pinta Rafa.


"Siap..."


"Ya sudah dilanjut nanti abis sholat ngopinya. Aku pergi dulu ya. Assalamualaikum." Pamit Rafa.


"Wa'alaikumsalam."Jawab Karin.


Setelah suaminya pergi Karin bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersih bersih mengingat suara adzan subuh sudah berkumandang Karin sedikit mempercepat mandinya.


Rafa dan Karin menjalankan sholat dengan khusu. Baik Karin dan Rafa selalu menyebut nama dari pasangannya dalam setiap doa mereka berharap pernikahan mereka membawa kebahagiaan dunia dan akhiratnya.

__ADS_1


__ADS_2