Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Episode 114


__ADS_3

Karin menunggu Rafa menyelesaikan pekerjaannya di ruang pribadi milik Rafa.


Setelah satu jam menunggu Karin menghampiri Rafa yang terlihat baru saja mau beranjak.


"Assalamualaikum..." Ucap Karin sambil tersenyum.


"Wa'alaikumsalam...eh sudah datang saja nih...maaf ya sudah nunggu lama."


"Ga apa apa Bi...yang seharusnya minta maaf tuh aku yang ga sabaran. Abi...mau istirahat dulu ?"


"Ga usaha sayang lagian kasihan istriku kalau harus nunggu dan nunggu lagi."


"Ih...ko ngomongnya gitu sih..serius Bi...aku ga apa apa kamu istirahat sambil makan dulu."


"Serius aku juga, ayo..." Rafa mengandeng tangan Karin keluar dari ruangan ya.


"Terima kasih Bi...kamu selalu pengertian sama aku."


"Karena kamu yang utama dalam hidupku." Rafa mencium kening Karin.


"Alhamdulillah..." Karin terkekeh sendiri. Selalu merasa spesial jika bersama suaminya itu.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit Rafa dan Karin sampai juga di tempat tujuan.


Tak butuh waktu lama karena sebelum berangkat Rafa sudah mengatur jadwal untuk dirinya dan Karin agar bisa cepat melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


Serangkaian tes Karin dan Rafa jalani.


"Jadi gimana Dok ? " Karin sangat antusias dia ingin sekali cepat cepat memiliki keturunan bukti cinta dirinya dan Rafa.


Berbeda dengan Rafa yang terlihat santai.Dia hanya melempar senyum melihat mimik wajah Karin yang begitu harap harap cemas.


Dokter itu tersenyum sebelum menjawab.


"Keadaan Nyonya Karin dan Dokter Rafa sehat ...saya rasa ga ada yang harus di khawatirkan dalam hal ini...mungkin kalian tinggal menunggu waktu saja amanah itu akan hadir."


"Tapi apa ga ada program tertentu yang bisa saya dan suami saya lakukan ?"


"Maaf semua program bukannya sudah nyonya jalani tetap jalankan saja program yang sudah berjalan. Saya rasa Dokter Rafa juga paham itu."


Karin sedikit menarik napas kasar mendengar perkataan Dokter itu.


"Ia Raf..."


Karin keluar dari ruang pemeriksaan dengan langkah yang gontai.


Rafa meraih tangan Karin.


"Tunggu dong sayang kenapa meski ninggalin sih."


"Maaf..." Cuma kata itu yang keluar dari mulut Karin.

__ADS_1


Sampai rumah pun Karin masih membisu dia tidak banyak bicara. Tetapi dia tetap menyiapkan keperluan Rafa hanya saja dia mengerjakan itu dalam diam.


Rafa yang selesai mandi menghampiri Karin yang lagi sibuk menyiapkan makan untuk makan malam mereka.


"Sayang...wangi banget sih masakannya, kamu masak apa sih ? aku jadi lapar banget." Rafa menghampiri Karin dan memeluknya dari belakang.


Karin menoleh sedikit lalu kembali mengerjakan tugasnya. Tak banyak bicara seperti biasanya kalau Rafa memeluknya pasti dia bawel karena Rafa yang usil ketika dia lagi masak.


Rafa terdiam, celotehan Karin ketika dia merusuh seperti ini entahlah hari ini sangat dia rindukan.


"Raf ayo makan dulu ." Karin berjalan pelan sambil membawa makanan karena Rafa tetap saja nempel.


Rafa berlahan melepaskan pelukannya.


Dia membiarkan Karin menyiapkan semuanya tanpa mengganggu.


Hingga selesai makan tak ada obrolan di antara mereka.Meskipun berkali kali Rafa memancing dengan candaan Karin hanya membalas dengan senyuman saja.


"Sayang...sini temenin aku nonton..." Pinta Rafa sambil menepuk kursi di sebelahnya.


"Maaf Bi...boleh ga kalau aku tidur duluan.Aku capek banget hari ini." Tolak halus Karin.


"Capek ya ? mau aku pijitin ?" Tawar Rafa.


"Ga usah Bi...aku cukup tidur ko.Aku duluan ya Bi..." Pamit Karin.

__ADS_1


Rafa menatap pugung Karin yang kemudian menghilang di balik pintu.


__ADS_2