Takdir Cinta Terindah

Takdir Cinta Terindah
Makan malam


__ADS_3

"Rin aku pindah ke kamar sebelah ya..."


Terdengar suara Rafa dari luar.


"Ia..." Karin menyahut dari kamar mandi.


Rafa keluar dari kamarnya Karin sambil membawa koper pakaiannya.


Tanpa sengaja Ibu melihat hal itu.Dengan langkah cepat Ibu menghampiri Rafa.


"Nak Rafa, kenapa membawa koper ?" Terlihat dgurat kecemasan di mata Ibu.


"Tidak Bu, Rafa hanya mau pindah kamar saja." Jawab Rafa santai.


"Bener bener ya Karin.Dia mengusir nak Rafa dari kamar?" Tanya Ibu penasaran.


"Tidak Bu Karin tidak mengusir Rafa, ini kesepakatan kami." Rafa menenangkan Ibunya Karin.


"Maksudnya apa? kesepakatan apa? Kalian jangan aneh aneh ya!"


"Ga Bu, selama ini 'kan kami ga pernah bertemu lama, tiba tiba saja kami langsung terikat dengan pernikahan, kami ingin merasakan dulu rasanya pacaran itu seperti apa,merasakan momen itu seperti apa, sekarang kami 'kan sudah halal jadi ga ada larangan dong buat kami pacaran." Rafa memberi penjelasan.


"Kalian ada ada saja."Ucap Ibu merasa tenang.


"Ibu ga usah khawatir ya."


"Ya sudah kalau begitu , Ibu ke dapur dulu."


Setelah Ibu pergi Rafa masuk ke kamar yang berada di depan kamar Karin.


Sementara Karin yang selesai mandi keluar dengan celingukan takut Rafa masih ada di kamarnya.


"Alhamdulillah, dia sudah keluar." Ucap Karin.


Ketiak Karin sedang menghias diri, sebuah pesan Karin dapatkan dari Rafa.


..."Assalamualaikum...sudah mandinya? pasti wangi tuh"...


Melihat pesan itu Karin tersenyum lalu segera membalas pesannya Rafa.


..."Wa'alaikumsalam...sudah wangi dan seger dong! ke cium ga wanginya ke sana ?"...


Karin tersenyum sendiri melihat pesan balasan darinya dia merasa geli sendiri karena dirinya menjadi bertingkah alay seperti ini.


"Tring..." Suara pesan balasan dari Karin sampai pada ponsel Rafa.


..."Hehe...wanginya bukan ke cium lagi tapi sampai ke hati.Oh ia Rin...kita makan malam yu..berdua saja."...


..."Berdua ? gimana ya ...?"...


Karin agak bermain peran.


..."Rin ayolah, kamu harus nebus malam pertama kita yang ga jadi gara gara permintaan mu ini."...


Rafa sedikit merajuk.


..."Oh...jadi ga ikhlas nih ceritanya,Ya sudah ga jadi 'pun ga apa apa."...


Karin merajuk balik.


..."Astagfirullah...ko jadi kamu yang kesel 'sih, aku kan hanya ingin berdua sama kamu malam ini....


Karin terkekeh membaca pesan Rafa.

__ADS_1


..."Ya sudah kita jalan, bentar lagi jam 20.00" ...


Setelah asyik balas balasan pesan kini Rafa dan Karin bersiap siap untuk pergi.


Karin sedikit merubah penampilan nya.Karin menatap pantulan dirinya di cermin tersenyum memuji kecantikan dirinya sendiri.


"Sempurna..." Ucap Karin pada dirinya sendiri.


"Rin ..." Suara Ibu memanggil Karin dari luar kamar.


"Ia Bu...masuk..."


Ibu masuk kedalam kamar Karin di tatapnya Karin yang sedang bersolek manja.


"Ish...ish anaknya Ibu sudah cantik saja." Ucap Ibu memuji Karin.


"Terima kasih Ibuku yang cantik." Karin melirik Ibu sambil tersenyum.


"Mau kemana 'sih ? "Tanya Ibu.


"Karin sama Rafa mau makan malam di luar Bu."


"Oh...mau makan malam toh, oh ia Rin...?"Ibu menatap Karin dengan cemas.


"Kenapa Bu?"


"Kamu gada gada saja udah nikah mau pacaran segala.Kasihan 'kan Rafa, untung dia sabar menghadapi kamu."Ucap Ibu.


Karin hanya nyengir kuda mendengar ucapan Ibunya itu.


"Ingat ya Rin, kamu seorang istri sekarang kamu harus menunaikan kewajiban kamu juga.Menyiapkan makan, baju dan keperluan lainya."Ujar Ibu menasehati Karin.


"Ia Ibu Karin paham ko, ini 'kan cuma seminggu ga lebih."


"Ia Ibuku tersayang."


"Oh ia Rin, Ibu kayanya semingu ini mau pulang kampung dulu, sekalian mau ngasih undangan acara resepsi kamu buat semua saudara di sana sambil silaturahmi juga udah lama ga bertemu.Kamu dan Rafa baik baik ya."


"Ko lama 'sih Bu, Karin 'kan___"


"Karin 'kan apa?" Ibu memotong ucapan ya Karin.


"Kamu disini ada Rafa , Ibu tenang sekarang kalau mau pergi."Ucap Ibu mengingatkan.


"Oh ia..."


"Kamu 'mah Rin tetap saja manja." Kekeh Ibu pada Karin.


"Tok...tok..." Suara pintu kamar diketuk.


Karin membuka pintunya.Ternyata Rafa yang ada di depan pintu.


"Assalamualaikum...pacarku sudah siapkah?" Tanyanya sambil memperhatikan Karin.


"Wa'alaikumsalam, Sudah." Jawab Karin.


Tiba tiba Rafa menarik pinggang Karin otomatis Rafa dan Karin menempel sempurna.


"Kamu cantik ! jadi pingin gigit."Puji Rafa.


"Raf..." Karin menahan dada Rafa.


"Ehmmm..." Suara Ibu dari dalam mengagetkan Rafa.

__ADS_1


Rafa langsung melepas pelukannya pada Karin.Dia menjadi salah tingkah.


"Maaf kirain ga ada Ibu." Ucap Rafa malu.


Ibu berjalan ke arah Rafa.


"Harusnya Ibu yang minta maaf karena Ibu berada di posisi yang ga tepat." Ibu terkekeh melihat kelakuan Rafa.


"Tadi ibu hanya mau pamit sama Karin, sekarang karena nak Rafa sudah ada di sini Ibu sekalian pamit saja."


"Pamit? emangnya Ibu mau ke mana?"


"Ibu mau pulang kampung dulu sekalian silaturahmi sama saudara yang di sana.Ibu titip Karin ya, maafkan dia suka manja."Ucap Ibu sambil melempar senyumnya pada Karin.


"Insyaallah Bu, Karin akan selalu Rafa jaga.Ibu tenang saja."Ucap Rafa meyakinkan.


"Terimakasih 'nak Rafa.Kalau begitu Ibu pergi dulu ya.Kalian hati hati di rumah."


"Ia Bu..."


Mereka berdua mengantar Ibu sampai ke mobil.


"Assalamualaikum..."


"Wa'alaikumsalam..."


Sepeninggal Ibu Rafa melihat Karin gemas.Seketika dia mengendong Karin masuk ke dalam rumah.


"Aww..." Karin merasa kaget karena tubuhnya tiba tiba melayang.


"Ih kenapa di gendong 'sih ? malu tahu."


"Malu sama siapa Rin, orang cuma kita berdua." Rafa berkedip nakal.


"Ih kan masih ada ART Raf." Karin mengingatkan.


"Biarkan mereka mah pada di belakang juga."


Rafa melangkahkan kakinya menuju kamar.


Setelah sampai kamar Karin di baringkan di tempat tidur.


"Mau apa kamu Raf?" Karin terlihat waspada.


"Jangan aneh aneh ya...kamu kan sudah janji ga akan___,."


Ucapannya Karin di potong dengan sentuhan telunjuk Rafa pada bubur Karin.


"Aku tahu ko, ga usah di bahas lagi aku hanya mau ini." Rafa menunjuk bibir Karin.


" Ih..." Karin memalingkan wajahnya yang sudah merona merah.


Ayolah Raf, kita kan mau makan malam lihat penampilanku 'kan jadi berantakan lagi." Ucap Karin manja.


"Cup..." Rafa mencuri bibir Karin sedikit.


"Ayo..." Ucap Rafa bangkit sambil tersenyum terlihat tanpa rasa bersalah.


Karin masih terbengong sendiri dengan kecupan singkat itu.


"Ih...ko malah diam sih, mau lagi ya." Rafa makin menggoda Karin.


Mendengar itu Karin langsung bangkit dan pura pura membereskan penampilannya.

__ADS_1


Rafa tersenyum melihat ulah Karin yang salah tingkah.


__ADS_2