
Ada sedikit kebahagiaan di wajah Karin mendapatkan foto Rafa. Setidaknya ini adalah kenang kenangan terakhir untuk dirinya.
Karena setelah acara perpisahan ini Karin akan melanjutkan kuliah dan tak satu orang temannya 'pun tahu Karin akan kuliah dimana.
Karin memutuskan untuk mengejar cita citanya.
****
Lima tahun lamanya waktu berputar begitu cepat.
Seorang wanita cantik turun dari mobilnya memasuki sebuah perusahaan ternama di negara A.
Wanita cantik itu memasuki lobby perusahaan di sapa dengan anggukan para pegawai lainya.Tatapan mata tertuju padanya semuanya merasa kagum dengan pesona wanita itu.Di usianya yang sangat muda prestasinya sudah tidak bisa diragukan lagi.
Wanita itu adalah Karin yang kini telah sukses memiliki sebuah perusahaan di negara A.
"Pagi semua ..."Sapa Karin menyapa semua karyawan nya sebelum dia memasuki ruangannya, tak lupa senyuman ramahnya menghiasi ayu wajahnya di pagi ini.
"Selamat pagi Bu " Jawab semua karyawan yang ada di ruangan itu.Mereka merasa senang bekerja di perusahaan A karena selain gajinya besar pemilik perusahaan 'pun sangat ramah beda dari pemilik pemilik perusahaan lainya.
Ya selama ini Karin selalu mengedepankan kekeluargaan sama karyawannya.
Sehingga dengan sendirinya para karyawan Karin bekerja dengan sepenuh hati.
Karin memasuki ruangannya.Setelah sekitar lima belas menit datang sekertaris nya memberikan jadwal meeting hari ini.
"Assalamualaikum Bu maaf boleh saya masuk."Ucap sekertaris Karin. Sebelumnya dengan sopan dia mengetuk pintu dulu.
"Wa'alaikumsalam, ia Sifa silahkan masuk."
Ya yang menjadi sekertaris Karin adalah Sifa sahabatnya waktu d SMA.
Tetapi jiwa profesional mereka kerja selalu ada. Ketika kerja Sifa berlaku sesuai dengan tugasnya, beda lagi kalau sudah selesai jadwal kerja.Sifat asli Sifa pastinya akan manja pada sahabatnya itu.
Ia setelah acara perpisahan sekolah dulu Karin menghilang tanpa kabar. Karin benar benar mengejar cita citanya sehingga dia menjadi sesukses sekarang.Setelah sukses Karin kembali.Di saat dia sukses dia teringat sama sahabatnya Sifa.Sifa yang tidak melanjutkan kuliah bekerja sebagai waiter di sebuah cafe tetapi setelah kedatangan Karin keadaan Sifa berubah bukan hanya mendapatkan pekerjaan tetapi dia juga dikuliahkan oleh Karin.Karena menurut Karin tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu.
Kini Karin dan Sifa semakin dekat.
Setelah mendapatkan ijin untuk masuk Sifa baru berani melangkahkan kakinya ke ruangan Karin.
"Maaf Bu, ini ada jadwal meeting untuk hari ini." Sifa memperlihatkan beberapa jadwal hari itu.
Karin melihat semua jadwalnya."Oh hari ini ada jadwal meeting sama perusaan B ya?" ucap Karin.
Terlihat Karin merasa gusar sendiri.
"Ia betul Bu, ini meeting menentukan perusahaan kita jadi atau tidak nya kerjasama Bu." Ucap Sifa sambil mengamati ekpresi muka Karin.
__ADS_1
Karin hanya menganggukkan kepalanya saja, walau sejujurnya dia merasa resah harus bekerjasama dengan perusahaan B.
"Sifa kamu saja ya yang meeting bilang kalau aku ada meeting lain." Tiba tiba saja Karin meminta Sifa menggantikannya.
"Kenapa Bu, bukanya jadwalnya juga ga berbenturan 'kan?" Sifa makin penasaran sepertinya ada yang di sembunyikan Karin.
Karin melihat kearah Sifa.Sejenak Sifa mengerti ini adalah tugasnya sekarang jiwa kepo nya harus dihilangkan dulu.
"Baik Bu." Jawab Sifa setelah mendapatkan tatapan dari Karin.
"Permisi Bu." Sifa keluar dari ruangan Karin.
Karin tersenyum dengan ulah sahabatnya itu.
Akhirnya Sifa yang melakukan meeting itu ketika dia sudah memasuki ruangan bukanya membahas tentang kerja sama pemilik perusahan B malah marah marah karena bukan Karin yang datang.
Sifa hanya mengusap dada.
"Lalu bagaimana dengan kerjasama kita ini?" tanya Sifa.Setelah mengumpulkan keberaniannya Sifa bertanya pada Tuan Hamdan sebagai pemilik perusahaan.
"Dimana aku harus tanda tangan, aku setuju dengan kerja sama ini."
Tanpa berlama lama dia menandatangani surat perjanjian kerjasama itu.Senyum di bibirnya terangkat ada maksud tertentu di balik semua itu.
"Dengan adanya kerjasama ini kamu ga bisa terus menghindari aku Karin." ucap Hamdan pelan nyaris tak terdengar.
Sifa memperhatikan gelagat Tuan Hamdan itu.Sedikit merasa geri melihat senyuman tipis di bibirnya itu.
Sifa cepat cepat menemui Karin.Kebetulan jam menunjukan waktu istirahat.
Sifa menuju ke tempat yang biasa Karin kunjungi kalau makan siang.
Karena ini di jam istirahat Sifa bisa berlaku selayaknya sahabat pada Karin.
Sifa berlari menuju meja Karin.
"Rin...." Tiba tiba Sifa menjatuhkan tubuhnya di bangku di sebelah Karin.
"Kamu kenapa Sif?" Tatapan aneh Karin pada Sifa.
"Aku baru sekali ketemu orang kaya Tuan Hamdan itu, jujur aku ngeri."Ucap Sifa sambil membayangkan kejadian tadi.
Karin mengerti maksud sahabatnya itu.
"Hehe...rasain kamu."
"Tega kamu Rin sama aku.Emangnya sebenernya dia kenapa coba?" Sifa meminta penjelasan pada Karin.
__ADS_1
Karin menghela napas nya.
"Dia itu sudah beberapa kali aku tolak Sif, tapi aku juga ga ngerti dia masih kekeh aja sama kemauan nya itu.Aku sendiri 'kan jadi risi kalau ketemu dia."
"Kalau meeting pasti dia bahas soal perasaan nya sama aku bukanya ngebahas masalah kerjaan."Karin terlihat dilema.
"Ah kenapa ga kamu putusin saja kerjasama nya? kalau bikin kamu ga nyaman." Sifa memberi idenya.
"Sebenarnya mudah 'sih kalau soal mutusin kerjasama tetapi ini kerjasama pertamanya Hamdan sama perusahaan aku, sebelumnya aku kerjasama nya sama ayahnya dan ayahnya itu kenal baik banget sama aku.Itu yang bikin aku ga enak hati Sif." Ucap Karin.
"Oh...kamu mah sifat ga enak hatinya kebawa terus."
"Maksud?"
"Hehe engga engga..." Sifa nyengir kuda pada Karin.
"Aku lihat aja deh setelah kerjasama ini.Ya kalau masih terus meresahkan apa boleh buat.Lagian ya di pikir pikir kalau dia sikapnya terus seperti itu kerjasama nya juga pasti ga bener." Ucap Karin menerawang.
"Ok deh Bu boss." jawab Sifa.
"Apa 'sih kamu." Kekeh Karin pada Sifa.
Tiba tiba dering telepon Karin berbunyi.
Karin melihat panggilan dari Ibunya.
"Assalamualaikum Bu, ya ada apa?"
"Wa'alaikumsalam Rin, kamu lagi santai ga? Tanya Ibu dari sebrang telepon sana.
"Karin lagi makan siang nih sama Sifa Bu, emangnya ada apa Bu?"
"Ibu mau minta kamu buat anterin Ibu kontrol ke Dokter, kira kira Karin ada waktu ga?"
"Ada dong kapan 'pun dan sesibuk Karin pasti selalu ada waktu buat Ibu." Jawab Karin sambil tersenyum.
Ibu di sebrang telepon sana tersenyum mendengar jawaban dari Karin.
"Kamu memang anak solehah Ibu Rin."
"Udah tahu Bu." Jawab Karin sambil terkekeh.
"Ibu mau kontrolnya jam berapa?" Tanya Karin balik.
"Nanti sore Rin, teman teman Ibu merekomandasikan Dokter baru Rin, Ibu mau ke sana kata teman teman Ibu katanya Dokternya ampuh, selain itu katanya ganteng lagi."
"What Ibu, ganteng Ibu nanti ayah marah lo." Karin meledek Ibunya.
__ADS_1
"Hehe , Ibu tunggu ya .Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."