Tampan, Hamili Aku!

Tampan, Hamili Aku!
Visual & Sahabat


__ADS_3


...LOVIE...


Gadis belia yang berusia 17 tahun. Sosok yang polos, baik hati dan kurang pintar. Para teman sekelasnya, sering menyebutnya si bodoh.


Memang benar, Lovie tidak sepandai teman-teman yang ada di kelasnya. Lovie berhasil masuk di kelas favorite berkat nilai kerajinannya, bukan dari nilai pelajarannya.


Rajin masuk sekolah, rajin mengerjakan tugas harian, rajin membuat tulisan di mading dan rajin membantu guru saat membawakan buku paket. Lovie juga rajin saat membersihkan ruang kelasnya. Ada jadwal kebersihan dan Lovie dijadikan asisten kelas.


Meskipun banyak yang mengatakan dirinya bodoh, Lovie tidak peduli. Kecuali, terhadap keluarga barunya.


Papinya Lovie menikah lagi dan akhirnya Lovie mempunyai Ibu tiri, serta saudara tiri.


Bukan kebahagiaan yang Lovie dapatkan, tapi rasa sakit yang tidak bisa dijelaskan.


Lovie sosok yang berkecil hati. Saat ini, ia menganggap kalau Papi dan Neneknya sudah berubah.


Papinya dan Neneknya, berpihak kepada Ibu tiri dan tidak lagi peduli padanya. Sampai pada akhirnya, Lovie mengatakan kalau ia sedang hamil. Papinya membentaknya, sampai Lovie kecewa berat.


Kemudian, gadis belia ini pergi. Lovie yang tidak berfikir panjang, ia memilih untuk mencari pria tampan yang bersedia menghamilinya. Meski harus membayarnya mahal.


Melalui aplikasi terlarang, yang ia dapat dari layar pintarnya. Lovie mencari pria tampan dari aplikasi BOX Tampan.


Cowok yang tampan dan profile itu sangat diragukan oleh banyak orang. Photonya memang tampan, tapi hanya diberi nilai dan bintang. Namun, Lovie langsung mengirim pesan padanya dan tanpa banyak bertanya tentangnya. Lovie hanya mengatakan, bahwa dia ingin hamil setelahnya perpisah.


Fakta lain yang tidak diketahui Lovie. Pria tampan itu ditipu oleh asisten pribadinya dan itu perintah seorang Nyonya. Nyonya yang ingin memiliki cucu kandung dan tidak peduli dari wanita mana asalnya. Yang terpenting, Nyonya itu ingin memiliki cucu dari putra tampannya.


Putra tampan itu adalah_



...RICHARD...


Richard, putra tunggal dari Mommy Nancy dan Papi Nicholas. Mereka keluarga yang harmonis.


Namun, keharmonisan itu luntur karena putra tampannya ini tidak kunjung menikah. Padahal, usianya sudah 30 tahun, sang Mommy yang tidak sabar menunggu. Setiap Richard ditanya sang Mommy, ia selalu menjawab, ia tidak mau menikah.


Richard pernah memiliki pacar, namun sudah kandas, padahal segera melangkah ke pelaminan.


Ternyata, pacarnya selingkuh dengan sahabatnya sendiri. Sungguh fakta yang menyakitkannya.


Richard bisa menerima sahabatnya, namun tidak dengan kekasihnya.


Sepertinya, bukan hanya selingkuh dengan sahabatnya saja, melainkan dengan orang lain.


Itulah, yang membuat Richard tidak mau memaafkan kekasihnya. Tetapi, sang kekasih selalu saja merusak momen kencannya, dengan para gadis sexy. Sang mantan kekasihnya, selalu datang dan merusak momen hangatnya.


Sang mantan kekasihnya, seorang top model, ia adalah_



...JIHAN...


Super model yang cantik dan sexy. Sang mantan yang terus saja mencari celah untuk kembali. Namun, dia juga merasa nyaman, bila bersama sahabatnya.


Sahabat Richard dan sahabatnya Jihan, ia adalah_



...REY...


Rey, bos perusahaan iklan yang sangat menawan. Dia memang menyayangi Jihan, namun rasa sayangnya itu membuat Jihan tidak mau terlepas darinya. Mungkin sudah terlanjur nyaman.


Rey, ingin sekali membuat Jihan kembali kepada Richard. Sayangnya, Richard tidak mau berbaikan dengan Jihan.

__ADS_1


Dan, saat ini Rey sedang membuat janji dengan seorang gadis.


Gadis belia nan sexy, sudah tiba di hotel. Dia itu, sahabat Lovie yang mengajak pergi ke hotel, untuk mencari sugar Daddy.


Ia adalah, si genit.



...TALITA...


Talita, sahabat Lovie. Meski teman satu kelas, Talita bagaikan langit dan Lovie hanya bisa menatapnya dari kelasnya.


Pandai, juara satu dan pemberani. Genit nan centil, itu hanya kiasan saat ingin menaklukan, Sugar Daddy pilihannya.


Yuk, kembali ke cerita selanjutnya.


...POV. SAHABAT...


Talita, yang baru tiba di hotel DeNuca.


"Owh, Daddy."


Mengenakan gaun hitam dengan lengan terbuka dan tampak sexy. Sepasang high heel warna merah gelap juga melengkapi penampilannya. Tas selempang kecil dan aksesoris sebagai hiasannya. Tampak begitu berani, bak sugar baby, yang sudah berpengalaman.


Tanpa banyak berkata dalam hati kecilnya, mimik wajah Talita saat ini sudah terlihat, penuh keyakinan.


Yakin, bahwa dia akan mendapatkan sugar Daddy. Bahkan, kepercayaan diri Talita, sudah mengalahkan Kakak kandungnya, yang bernama Lolla, si gadis simpanan.


Kedua gadis berjuang hidup, tanpa asuhan kedua orang tua.


Kali ini, bukan Papanya yang menikah lagi. Melainkan, Ibu kandungnya yang tega meninggilkannya, demi seorang pria kaya raya, setelah ayahnya meninggal.


Yups, seperti itulah kehidupan gadis belia yang satu ini.


Tok Tok Tok


Degh!


"OMG. Apa dia yang mengajakku berkecan?? Apa dia DuRen? Apa dia kesepian? Kalau yang beginian, jadi madunya juga boleh. Gass!"


Batinnya, ternyata jadi bergeming sendiri. Meski angannya sudah terbang melayang entah kemana. Melihat pria tampan dan masih muda, Talita semakin bersemangat.


"Untunglah, bukan pria tua bangkotan. Apalagi, aku masih Virgin. Rasanya juga nggak rela kalau di unboxxing kakek tua."


"Hai." Pria itu, menyapa lebih dulu.


"Hai, aku Cantika." Ucapnya dan sudah mengulurkan tangan kanannya.


"Aku, Rey. Reynaldi Jo Vanco." Balasnya.


"Namanya juga ganteng. Uuwuh, aku ingin segera naik ke atas ranjangnya."


Batinnya Talita, semakin heboh sendiri dan sudah menari-nari dengan riang gembira.


Pintu kamar 105 ini, telah menjadi saksi mata, pertemuan mereka berdua.


Ah, kebetulan sekali Doddit lewat. Rey, tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.


Tangan kiri Rey, menarik pinggang Talita dengan satu hentakan, membawanya ke sisi pintu kamar.


Talita merasa berdebar, baru kali ini bertemu pria semacho Rey.


Deg deg ser, penuh getaran. Rasanya, tangan Talita ingin memeluknya. Tapi, Talita masih sadar diri. Ini baru awalan, dirinya tidak boleh salah langkah, saat perkenalan.


"OMG. Semalam aku mimpi pecahin telur. Apa ini hasilnya? Uuh, aroma parfumnya enak banget" Batin Talita jadi geblek, sepertinya sudah oleng.

__ADS_1


Doddit yang sok cuek, saat melewati kamar itu, tapi dia juga penasaran.


"Siapa gadis itu? Apa, Rey mau bermalam disini? Apa, Rey sama Jihan beneran bubar?" Batinnya Doddit yang kepo.


Wajah Rey yang menatap pintu, ternyata kedua matanya sudah terpejam. Susah juga untuk melupakan Jihan. Namun, demi Jihan, ia harus berbuat demikian.


"Maaf, kalau aku sudah kasar."


Talita tersenyum tipis, lalu berkata "Aku tidak masalah."


"Silakan masuk. Anggap saja rumah sendiri."


"Anggap rumah sendiri. Apa dia pemilik hotel ini? Lalu, ingin menyimpanku disini? Baiklah, aku suka yang begini, aku tidak akan jaim." Talita jadi semakin senang dan sudah tampak santai.


Setelah, 20 menit kemudian.


"Hanya tinggal bersama?" Tanya Talita, bingung.


"Iya. Seperti yang aku jelaskan sama kamu."


Kedua orang ini, duduk di kursi dan saling berhadapan. Talita bingung, dirinya hanya akan jadi simpanan di apartemennya Rey. Hanya untuk 6 bulan. Setelah itu, mereka harus berpisah.


Talita membaca kontrak perjanjian dan nominal yang di tawarkan oleh Rey.


Membuat Talita terbelalak, "Aku bisa beli apartemen sendiri, aku bisa punya mobil, aku juga bisa kuliah di kampus impianku. OMG, aku harus segera tanda tangan ini."


Wajah Talita, berubah. Seolah-olah, dia ini wanita nakal. Yang ingin kepuasan lainnya. Semisal, sentuhan.


Talita tidak mau, menyimpan rasa penasaran, terhadap pria menawan ini.


"Maskulin," Dessahnya, Talita gigit kuku.


Rey melihat gerak-gerik gadis belia ini, segera menutupi bagian sensitifnya dengan kertas.


Seolah, ia ingin melihat hal-hal yang tertera dalam kontrak tinggal bersama, selama 6 bulan.


"Emh, aku mau. Tapi." Talita yang tersenyum nakal.


Rey berpura-pura tidak mengerti akan kode itu. Padahal, suruhannya bilang, Talita ini pemula dan masih sekolah. Mana mungkin menginginkan hal dewasa.


"Tapi apa? Kamu ingin apa lagi? Aku bisa memberikannya." Balasnya Rey.


"Emh, kalau semisal nanti kita khilaf gimana? Aku hanya ingin menambahkan beberapa poin dalam kontrak perjajian kita." Balasnya Talita.


"Cantika. Aku tidak akan menyentuhmu. Bukannya hal itu bagus, kita cuma tinggal di satu atap dan kita tidur di tempat yang berbeda. Tidak akan ada hubungan yang menjurus ke ranjang."


"Ya siapa tahu, tiba-tiba kamu mabuk, lalu meniduri aku?" Talita tetap ingin memanfaatkan momen berharganya. Setidaknya, bisa punya pacar. Meski dalam hubungan kontrak perjanjian.


Rey dengan suara lembut, bertanya "Apa yang ingin kamu tambahkan?"


"Kita sama-sama harus berpelukan dan berciuman. Seperti tadi, baru bertemu, kamu narik pinggangku. Heemms??" Matanya genit sekali, pintar menggoda.


"Baik, aku mengerti. Kita memang harus begitu. Apalagi, di hadapan sahabatku."


"Kamu tidak ingin bercinta. Tapi, kita tinggal satu atap. Aku malah heran sama kamu. Kalau kamu pria normal, pasti akan khilaf dan kita bisa saja bergumul. Kita harus tambahin poin utama, kalau bercinta berarti harus tanggung jawab. Aku deal!"


"Apa dia beneran gadis belia? Cara bicaranya juga kelewat berani, Apa aku harus mencari yang lain?" Batin Rey hareudang.


Rey secepatnya melihat ke layar ponsel. Tidak ada pilihan, selain Talita yang imut dan masih gadis. Kebanyakan, sudah kuliah dan berpengalaman, pasti akan lebih mengacaukan rencananya.


"Aku minta, kartu identitas kamu."


Talita menggeleng, ia berkata manja, "Aku belum punya kartu identitas."


Seketika, tatapan Rey terkejut. Dadanya sampai bergemuruh. "Aku harus bagaimana?"

__ADS_1


"Cantika, memangnya umur kamu berapa?"


__ADS_2