Tentara Dingin VS Dokter Dingin

Tentara Dingin VS Dokter Dingin
Harta yang paling berharga adalah keluarga


__ADS_3

Tidak terasa hari sudah siang, keluarga besar Alvonso dan anggota keluarga baru yaitu Aldo pulang ke mansion milik daddy Alvonso. Para pria dewasa berkumpul di ruang keluarga sedangkan para wanita dewasa sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan untuk mereka.


Khusus untuk anak - anak mereka semua berkumpul di ruang khusus permainan yang sengaja di buat oleh daddy Alvonso di mana segala jenis mainan ada semua.


" Anak - anakku semuanya perkenalkan anggota baru kita yang bernama Aldo. Kalian tentu kenal dengan Aldo." Ucap daddy Alvonso memperkenalkan anggota baru.


Mereka adalah sepuluh pria tampan yang terdiri dari Alvonso, Alvian, Arlan, Harlan, Leo, Alex, Louis, Max, Baron dan Charli.


" Kenal dad." Jawab mereka patuh.


" Mulai sekarang kalian bersaudara dan daddy minta kalian juga mau menerima Aldo apa adanya. Tidak ada rasa dendam dan benci lupakan masa lalu yang ada masa sekarang." Ucap daddy Alvonso


" Aldo perkenalkan dirimu satu persatu kakak - kakakmu dan juga adik - adikmu." Pinta daddy Alvonso


Aldo pun memperkenalkan dirinya ke mereka dan mereka juga menyambut tangan Aldo. Awalnya Aldo ragu tapi ternyata hatinya sangat bahagia karena mereka semua mau menerima dirinya apa adanya.


" Aldo, kalau daddy tidak salah kamu hanya mengurus mafia saja dan melakukan transaksi ilegal maukah kamu berhenti dan bekerja di sebuah perusahaan?" Tanya daddy Alvonso


" Sebenarnya Aldo juga lelah daddy, tapi perusahaan yang Aldo pimpin bangkrut karena itulah Aldo melakukan pekerjaan ilegal." Ucap Aldo yang ingin merubah dirinya lebih baik lagi.


" Bagaimana kalau bekerja ikut kami?" Tanya mereka serempak.


" Nah Aldo mereka menawarkan pekerjaan untukmu, kamu tinggal pilih salah satu dari mereka." Ucap daddy Alvonso


" Aku bingung dad." Ucap Aldo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Merekapun saling berbisik - bisik setelah sepuluh menit mereka berhenti berbisik.


" Atau begini saja kebetulan kami mendirikan perusahaan baru yang bernama Perusahaan Alvonso Family cooperation dan kami membutuhkan seorang pemimpin. Bagaimana kalau kamu sebagai CEO nya." Ucap Alvonso kakak paling tertua.


" Setahuku itu perusahaan yang sangat besar dan Aldo takut kalau gagal dan mengecewakan semuanya." Ucap Aldo


" Kamu jangan takut ada kami, jika kamu ada kesulitan hubungi kami." Ucap Alvian


" Kita kan bersaudara jadi sesama saudara harus saling membantu." Ucap mereka serempak.


Aldo semakin terharu mendengar ucapan mereka. Tanpa sengaja Aldo melihat semua memakai jam sama semua berwarna hitam dan ada beberapa tombol. Alvonso yang melihat tatapan Aldo langsung mengerti.


" Alvian tolong ambilkan sepasang jam tangan keluarga." Pinta Alvonso

__ADS_1


" Baik kak." Jawab Alvian


Alvian berdiri dan berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil sepasang jam tangan.


" Bagaimana Aldo apakah kamu setuju?" Tanya Alvonso


" Aldo setuju kak." Ucap Aldo


" Bagus, kalau begitu setelah kamu sudah benar - benar sembuh kamu sudah mulai bekerja dan mengenai keuntungan perusahaan itu terserah padamu yang pasti kami tidak akan meminta karena perusahaan itu sepenuhnya milikmu." Ucap Alvonso


" Tapi bagaimana mungkin kalau perusahaan itu diberikan secara cuma - cuma sedangkan setahu Aldo perusahaan itu sangat besar dan menghasilkan uang yang sangat banyak." Ucap Aldo


" Memang benar, kalau kamu mau berikan keuntungan mu untuk orang - orang yang tidak mampu." Ucap Alvonso


" Dulu aku juga diberikan perusahaan secara cuma - cuma dan keuntungannya untuk orang yang tidak mampu." Ucap Charli.


" Aku juga sama, dulu aku dan Charli hanya asisten CEO tapi sekarang kami menjadi CEO." Ucap Harlan.


" Aku, Louis dan Leo juga sama diberikan perusahaan dan atas nama masing-masing." Sambung Alex.


" Kenapa keluarga Alvonso memberikan perusahaan secara percuma?" Tanya Aldo dengan nada sangat terkejut.


" Perusahaan milik daddy sangat banyak dalam dan luar negri. Usia daddy juga semakin tua jadi orang - orang seperti kalian yang pantas melanjutkan pekerjaan daddy. Kalian semua anak - anak daddy dan mommy tanpa membedakan mana anak kandung, menantu ataupun anak angkat karena di mata kami kalian semua sama." Ucap daddy Alvonso


" Harta bisa di cari tapi persaudaraan sejati, saling tolong menolong itu lebih penting. Itu yang diajarkan oleh mommy kalian hal itu membuat Daddy sadar harta yang paling berharga adalah keluarga." Sambung daddy Alvonso


" Jadi jika suatu saat nanti kami di panggil, kami hanya minta satu hal jangan merebutkan harta karena itu tidak baik. Saling tolong menolong, perduli itu kunci dari hubungan keluarga." Sambung mommy Laras tiba - tiba datang.


" Hilangkan dendam, ingin merebutkan harta dan iri hati di antara saudara karena bisa menghancurkan hubungan keluarga yang sudah terjalin erat selama ini." Sambung daddy Alvonso.


" Daddy dan mommy kami akan selamanya ingat pesan mommy dan daddy. Aku juga selalu berdoa semoga mommy dan daddy panjang umur dan selalu sehat." Ucap Alvonso


" Amin." Jawab mereka serempak.


" Mommy dan daddy terima kasih karena kehadiran mommy, daddy, kakak - kakakku dan juga adik - adikku hidup Aldo yang dulunya hitam putih kini lebih berwarna." Ucap Aldo dengan nada tulus.


Semuanya hanya tersenyum bahagia Aldo mau berubah seperti halnya dengan Max, Baron, Charli, Alex, Louis dan Leo enam pria psycopath pembunuh tanpa ampun bahkan pernah melukai orang yang dicintainya kini sudah berubah menjadi baik.


" Aldo ini sepasang jam tangan, jam ini sama seperti jam biasa yang kita gunakan pada umumnya tapi ada perbedaannya yaitu jika salah satu dari kita terdesak oleh musuh kamu tinggal tekan tombol berwarna merah dan untuk mematikan tekan tombol berwarna hitam." Ucap Alvian memberikan sepasang jam tangan.

__ADS_1


" Bolehkah aku mencobanya?" Tanya Aldo


" Boleh, silahkan tekan." Ucap Alvian


Aldo menekan tombol berwarna merah kemudian terlihat semua jam tangan yang mereka gunakan berkedip - kedip kemudian Alvian langsung menekan tombol berwarna hitam dan otomatis langsung mati.


" Kakak sengaja mematikan karena adik kami masih ada di Magelang dan tidak tahu kalau ini hanya percobaan." Ucap Alvian menjelaskan.


Aldo menganggukkan kepalanya tanda mengerti namun tidak berapa lama ponsel milik daddy Alvonso berdering.


" Dennis." Ucap daddy Alvonso ketika mengetahui siapa yang menghubungi dirinya.


Daddy Alvonso menekan tombol loud speaker agar semua penghuni mansion mendengarkan.


" Hallo dad, apakah ada masalah?" Tanya Dennis


" Tidak ada Den, kapan kamu pulang?" Tanya daddy Alvonso


" Beberapa hari lagi dad, syukurlah kalau tidak ada apa - apa. Dennis mau siap - siap latihan lagi dad." Ucap Dennis


" Ok, jaga kesehatan. Daddy merindukanmu." Ucap daddy Alvonso


" Dennis juga dad." Ucap Dennis


" Mommy juga rindu." Ucap mommy Laras


" Dennis juga mom." Ucap Dennis


" Dennis aku juga." Teriak mereka serempak.


" Dennis juga kangen sama kakak - kakak dan adik - adik." Ucap Dennis


" Maaf, Dennis tutup dulu nanti sambung lagi." Pamit Dennis


" Bye." Jawab mereka serempak


" Bye." Jawab Dennis


tut tut tut tut tut

__ADS_1


Sambungan komunikasi langsung terputus dan daddy Alvonso menyimpan kembali ponselnya ke saku jasnya.


__ADS_2