
" Jujur iya tapi aku takut terluka lagi." Ucap Dennis terus terang karena mereka berdua tidak pernah berbohong dan saling jujur itulah kunci persahabatan.
" Tidak semua wanita sama, bukalah hatimu Den." ucap Rocky bijak
" Aku akan mencobanya." ucap Dennis
Tidak berapa lama ponselnya berdering sekali, Dennis yang penasaran langsung membuka pesan WhatsApp.
Jantung Hatiku : Ok aku juga akan memberikan nasehat.
" Rocky aku jawab apa?" tanya Dennis
" Bilang saja ok." Jawab Rocky
Dennis menganggukkan kepalanya kemudian mengetik namun kalah cepat Elisabeth mengirim pesan WhatsApp lebih dulu.
Jantung Hatiku : Jaga kesehatan, jangan telat makan dan hati - hati dimanapun kak Dennis berada
" Ya ampun senang banget aku diperhatikan." ucap Dennis dengan mata berbinar - binar.
" Kenapa Den?" tanya Rocky
" Lihat Elisabeth mengirim wa." ucap Dennis memberikan ponselnya.
" Sepertinya kamu memang suka Den, sudah Den tembak saja Elisabeth." ucap Rocky
" Mati donk." Ucap Dennis
" Bukan tembak pakai pistol Den, maksudku tembak dengan mengatakan aku mencintaimu." ucap Rocky menjelaskan
" Sudah tahu kali tidak usah diperjelas." Ucap Dennis sambil membaringkan tubuhnya ke ranjang.
" Si*lan kamu ngerjain aku." omel Rocky
Dennis hanya tersenyum kemudian memejamkan matanya dan muncullah wajah Elisabeth yang sedang tersenyum. Tidak berapa lama ponsel milik Rocky berdering, Rocky mengambil ponselnya di atas meja dan menatap ponselnya ternyata ada panggilan dari Putri. Rocky langsung menggeser tombol berwarna hijau.
" Hallo kak Rocky." Panggil Putri
" Ada apa Put?" tanya Rocky sok jual mahal.
" Tidak ada apa - apa kak, apakah kakak sibuk?" tanya Putri
__ADS_1
" Mau tidur." ucap Rocky dengan nada dingin walau hatinya berdebar kencang.
" Maaf kak kalau Putri mengganggu istirahat kakak." Ucap Putri.
Ponsel milik Rocky tiba - tiba langsung terputus karena ponsel milik Rocky lowbat. Rocky yang tadi berbaring langsung bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang.
" Hallo... hallo..." panggil Rocky
" Akhhhhh si*l ponselku pakai acara lowbat lagi." teriak Rocky frustasi.
" Pffftttt hahahaha.." tawa Dennis pecah melihat temannya teriak karena frustasi.
" Rese kamu Den, awas ya nanti Elisabeth mau aku jodohin sama temanku Doddy." ancam Rocky sambil mengecas ponselnya.
" Hei, apa hubungan Elisabeth dengan jodohin Doddy?" tanya Dennis sambil membuka matanya dan menatap tajam.
" Ada, jika temanku jadian sama Elisabeth kamunya nanti gigit jari karena orang yang kamu suka sudah dimiliki oleh orang lain." ucap Rocky
" Awas saja jika kamu melakukan itu, aku ngga mau bantuin kamu lagi." ancam Dennis
" Siapa takut." ucap Rocky usil
Dennis tidak memperdulikan ucapan Rocky malah memejamkan matanya karena dirinya sangat lelah. Rocky menunggu ponselnya hingga terisi tiga puluh lima persen barulah menghubungi Putri.
Di tempat yang berbeda Putri yang sedang berdiri di lantai dua sambil memandangi jalan raya dari jendela rumah sakit hanya menghembuskan nafasnya dengan berat karena ponselnya tiba - tiba terputus.
" Kak Rocky maafkan aku, seharusnya aku tidak mempercayai adikku Petra karena Petra tidak bisa untuk berubah." ucap Putri tidak berapa lama air matanya keluar sambil mengingat perkataan Elisabeth.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
Setelah Elisabeth mengirim pesan lewat WhatsApp dengan Dennis, Elisabeth menyimpan kembali ponselnya.
" Maaf tadi Dennis kirim pesan ke aku, tadi kita bicara sampai mana ya? maaf aku lupa hehehehe." Ucap Elisabeth sambil cengir kuda.
" Kenapa kamu tidak minta penjelasan sama kak Rocky? bisa saja dia melakukan itu karena ada alasannya." Ucap Putri menirukan perkataan Elisabeth.
" Itu yang kamu katakan padaku." Ucap Putri mengulangi perkataan Elisabeth.
" Oh iya benar, maaf aku lupa. Seperti kataku tadi kamu pinta penjelasan ke Rocky." Ucap Elisabeth menasehati Putri.
" Tapi perkataan Petra seperti menyakinkan." Ucap Putri.
__ADS_1
" Kamu ingin tahu apa yang dikirimkan kak Dennis padaku?" tanya Elisabeth tanpa menjawab ucapan Putri.
" Mana aku tahu, memang apa hubungannya denganku?" tanya Putri.
" Rekaman cctv tentang Petra, kamu dengarkan lewat handset biar tidak kedengaran orang lain. Setelah itu terserah kamu lebih memilih adikmu atau kebahagiaan dirimu." Ucap Elisabeth sambil memberikan ponselnya ke Putri.
Putri menerima ponsel milik Elisabeth kemudian memutar rekaman cctv melalui handset. Putri menonton sambil mendengarkan ucapan Petra hingga selesai.
Tidak berapa lama Putri memberikan ponselnya ke Elisabeth dan Elisabeth menerima ponsel miliknya. Putri mengeluarkan air mata membuat Elisabeth memeluk Putri.
" Hiks...hiks.. ternyata sifat Petra tidak berubah." ucap Putri menangis sambil membalas pelukan Elisabeth
" Sudah jangan menangis lagi sekarang kamu hubungi kak Rocky, minta maaf padanya. Kak Rocky pria yang sangat - sangat baik bisa menjaga kehormatanmu, melindungimu dari orang yang menghinamu ketika kamu gagal bertunangan dan kak Rocky mau menggantikannya bukan itu saja kamu di berikan tumpangan dan kamu dibayarkan kuliah." ucap Elisabeth sambil menepuk punggung Putri.
" Biasanya jika laki - laki memberikan sesuatu ke seorang gadis biasanya meminta sesuatu yang berharga tapi kak Rocky tidak pernah melakukan itu bukan? Cintai kak Rocky dengan tulus dan jangan pernah mempercayai perkataan adikmu Putri dan juga perkataan orang lain yang berniat ingin memisahkan kalian." Sambung Elisabeth memberikan nasehat.
" Terima kasih El, kamu memang sahabat baikku." Ucap Putri
" Sesama sahabat harus saling membantu bukan saling menikam dari belakang. Sekarang kamu telepon kak Rocky minta maaf padanya." Ucap Elisabeth
" Baik aku akan menghubungi kak Rocky." Ucap Putri sambil menghapus air matanya.
" Bagus dan mulai sekarang dan seterusnya jangan perdulikan perkataan Putri atau orang lain yang ingin memisahkan kalian." ucap Elisabeth.
" Baik, mulai sekarang dan seterusnya jika Petra menjelekkan kak Rocky aku akan tetap memilih kak Rocky." ucap Putri.
" Baguslah aku senang mendengarnya, sekarang hubungi kak Rocky." Ucap Elisabeth
" Ok, terima kasih ya El." ucap Putri sambil berdiri.
" Ok sama - sama." Jawab Elisabeth
Putri berjalan ke arah jendela pojok yang tidak begitu jauh dari tempat di mana Petra di rawat, Putri berdiri di lantai dua sambil memandangi jalan raya dari jendela rumah sakit. Putri menghubungi Rocky panggilan pertama langsung di angkat oleh Rocky.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Hiks... hiks... kenapa ponselnya langsung dimatikan?" tanya Putri pada ponselnya sambil menangis.
Putri mencoba kembali ponselnya tetapi ponselnya tidak aktif membuat Putri menangis menyesali perkataannya.
" Kak Rocky maafkan aku." Ucap Putri sambil memandangi lalu lalang kendaraan dari lantai dua lewat jendela.
__ADS_1
Putri masih berdiri sambil menangis hatinya sangat terluka.
" Petra gara - gara kamu hubunganku dengan kak Rocky jadi berantakan, aku membencimu. Mulai sekarang dan seterusnya aku berjanji tidak percaya lagi dengan semua omonganmu." ucap Putri sambil menggenggam ponselnya dengan erat.